Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI PERTUMBUHAN MANGROVE PADA KEGIATAN REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI DESA TANJUNG LIMAU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Adhi Alwidakdo, Zikri Azham dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i1.543

Abstract

The experiment was conducted in the village of Tanjung Limau, Muara Badak Sub District  of Kutai Regency, East Kalimantan Province.  The purpose of the study was to determine the success of mangrove planting activity in the study area in the mangrove forest, and to identify factors that affect the rehabilitation of mangrove forests in study area.  Data was collected by creating a transect along 100m of land rehabilitation at three different locations based on the characteristics puddle.  Observations was carried out to observe and measure the height and diameter of the plant.  Data were recorded and measured at each transect include plant data (type of plant, number of living plants, plant height and growing conditions of the plants healthy).  Based on the observation and calculation of the percentage of growing plants was conducted on 20 plots, from mangrove rehabilitation activities carried out in 2009, in 2010 gained a growing percentage of the average of mangrove plants is ±78.18%.  While the results of crop assessment carried out in 2011 acquired the mangrove plants growing percentage average is ±66.40%.  From the comparison of measurements in 2011 with the results of measurements made in this study, there was a decrease in the percentage of mangrove plants grow on average is equal to ± 11.78%.  Based on the observations and calculations of the percentages obtained transect mangrove plants growing on average at 46%.  Based on these results it can be concluded that the success rate of rehabilitation of mangrove forests growing percentage decline in the number of mangrove plants.  From the results of measurements obtained in the field of plant height and diameter high average in each lane is as follows pathway 1 is the average height of 2.28 m and a diameter of 4.48cm, 2.61m and the second path average diameter average 4.03cm and the third lane average height of 1.91meters with an average diameter of 5.62cm.  High variation of different mangrove plants.
STUDI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DI WILAYAH KELURAHAN MERDEKA KECAMATAN SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Zulkifli, Ismail, dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2600

Abstract

Studi Pengendalian Kebakaran Hutan Di Wilayah Kelurahan Merdeka Kecamatan Samboja Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari, mendeskripsikan, dan memahami: Upaya pengendalian  kebakaran hutan  yang diterapkan di  wilayah Kelurahan Sungai Merdeka dan Partisipasi masyarakat sekitar hutan  dalam  strategi pengendalian kebakaran hutan.Penelitian  ini menggunakan  pendekatan  kualitatif  yang berusaha mempelajari dan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengendalian kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja.  Pendekatan kualitatif juga digunakan untuk mendeskripsikan   partisipasi masyarakat sekitar hutan dalam pengendalian kebakaran hutan serta diiringi dengan berbagai upaya dari masyarakat untuk  terus meningkatkan  partisipasi mereka dalam  penerapan strategi pengendalian kebakaran hutan.Dalam  penelitian  ini,  subyek  dibedakan  menjadi  informan dan responden;  informan merupakan pihak yang akan memberikan keterangan tentang pihak  lain  dan  lingkungannya.  Sedangkan  responden  merupakan  pihak  yang memberi keterangan tentang diri dan kegiatan yang dilaksanakan.Kebakaran Hutan merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan hutan yang berakibat terdegradasinya hutan di Indonesia, untuk melindungi kerusakan hutan yang disebabkan oleh kebakaran dilakukan kegiatan pengendalian kebakaran hutan meliputi: pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa faktor penyebab kasus  kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka ialah kegiatan manusia
ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN ORIGINAL PRA TAMBANG DAN LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU BARA DI PT TRUBAINDO COAL MINING KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Irfan efendi; Kholik Hidayah; Zuhdi Yahya; Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4346

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah pada lahan original pra tambang dan pada lahan revegetasi pasca tambang yang mengalami ketidaknormalan petumbuhan tanaman dan yang pertumbuhannya normal.Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan umur pengolahan lahan revegetasi pasca tambang dengan jenis tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba). Pengambilan sampel tanah mengikuti metode standar Food and Agriculture Organization (FAO 1976) yaitu pada kedalaman 0-30 dan 30-60 cm pada setiap titik pengamatan, selanjutnya dianalisis sifat kimia tanahnya dan akan dibandingkan. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Pusat Studi Reboisasi Hutan Tropika Humida (PUSREHUT), Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman Samarinda.Berdasarkan hasil analisis sifat kimia tanah pada lahan original pra tambang dilokasi penelitian pada umumnya mempunyai nilai pH yang sangat rendah berkisar antara (4,12-3,71 H2O), C-organik sedang hingga sangat rendah berkisar antara (2,42-0,22 %), nitrogen rendah hingga sangat rendah berkisar antara (0,18-0,05 %), fosfor sangat rendah berkisar antara (4,27-0,22 ppm), kalium rendah hingga sangat rendah berkisar antara (0,15-0,07 meq/100 gr), natrium sangat rendah berkisar antara (0,02-0,01 meq/100 gr), magnesium rendah hingga sangat rendah berkisar antara (0,25-0,03 meq/100 gr), kalsium sangat rendah berkisar antaraa (0,14-0,04 meq/100 gr), kapasitas tukar kation sangat rendah berkisar antara (9,96-3,04 meq/100 gr), kejenuhan basa sangat rendah berkisar antara (8,11-2,08 %) dan kejenuhan aluminium yang tinggi hingga sangt tinggi berkisar antar (56,59-72,26 %).Adapun sifat kimia tanah pada lahan revegetasi pasca tambang dilokasi penelitian baikpada tanaman yang mengalami ketidaknormalan pertumbuhan dan yang pertumbuhanya normal tidak memiliki perbedaan yang signifikan kecuali magnesium yang mempunyai nilai tergolong sedang dan kejenuhan basa mempunyai nilai yang tergolong tinggi pada tanaman yang pertumbuhanya normal,berikut rinciannya nilai pH berkisar antara (4,09-4,53 H2O), C-organiK berkisar antara (0,44-1,27 %), nitrogen berkisar antara (0,08-0,10 %), fosforberkisar antara (0,22-2,50 ppm), kalium berkisar antara (0,11-0,15 meq/100 gr), natrium berkisar antara (0,00-0,02 meq/100 gr), magnesium berkisar antara (0,15-1,89 meq/100 gr), kalsium berkisara antara (0,05-1,29 meq/100 gr), KTK berkisar antara (4,50-6,12 meq/100 gr), dan kejenuhan aluminium berkisar antara (23,76-76,83). 
STUDI KELAYAKAN USAHATANI KARET (Hevea brasiliensis) DI DESA BUNGA PUTIH KECAMATAN MARANGKAYU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Zulfikardy Bardani, Ismail dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i2.870

Abstract

Feasibility Study of Rubber Farming (Hevea brasiliensis) in Bunga Putih Village, Sub district of Marangkayu, Kutai Regency.  This research has been done and achieved purpose, namely, (1) Knowing the cost, revenue and profitability of smallholder rubber farmers per hectare per year in the village of Bunga Putih, Marangkayu district, Kutai Kertanegara regency, namely Fixed Cost (Invest) of Rp 18,430,000.00, and the production of Rp.14,980,000.00 / ha / yr. (2) Knowing the constraints and opportunities in the development of smallholder rubber plants in the study sites, among others: the strategic location of the village, a flat topography, and utilization of rubber tree that does not bear to, building materials , furniture and firewood.The obstacles include: limitations of their knowledge of the management of rubber plantations.(3) Provide a clear picture of the benefits of rubber farmers, using a financial method.(4) Provide input information for the Department of Agriculture in order to be a material consideration in determining policy especially for the continuity of the development of the rubber farmers' efforts, especially in determining the standard price and marketing system.
PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DAN REALISASI PEMANFAATANNYA OLEH PT. MAHAKAM SUMBER JAYA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Syaprudin, Ismail Bakrie dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i1.553

Abstract

This study aims to determine the actual utilization of forest use borrowed by coal mining company PT Mahakan Sumber Jaya and to determine the implications of the application of the rules of forest use in coal mining systems and various aspects of land use and forest areas that have put the loan to a third party. Companies selected in this study are located in the Kutai regency, namely PT Mahakam Sumber Jaya to wear borrowed acreage is approximately 2925.4 hectares. The selection is based on the availability of data that can be analyzed as well as one of the coal mining company that has been carrying out mining and reclamation in some areas has been completed exploited.The method used is the Survey Methods and techniques of data collection is a combination of several methods is by questionnaires, interviews, library research and documentation.  Questionnaires and interview techniques are used to complement the primary data and secondary data and documentation that has been done.  While the literature is used to collect literature and supporting materials used to construct the initial research plan. The material collected in the form of the results of similar studies, activity reports and other materials relating to the study.  The survey results revealed that the utilization of forest area lend use by PT Mahakam Jaya Lestari has been realized almost entirely, ie 92.70%, and the utilization of forest area or lease area by PT Mahakam Jaya Lestari in accordance with the provisions of the Regulation of the Minister of Forestry of the Republic of Indonesia Number P.38/Menhut-II/2012 About Guidelines Borrow and Use of Forest Area.  Reclamation and revegetation activities in stage I and II has been well realized, with over 80% success.  A small part of the area of the former coal extraction tanbang closure yet again.
Inventory Distribution and potential of the type Macaranga Spp Forest IUPHHK PT. Ratah Timber in the village Mamahak Teboq District of Long Hubung Mahakam Ulu Regency of East Kalimantan Yanuardus Edmond Kukumeo; Taufan Tirkaamiana; Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3626

Abstract

The purpose  of  this study was to determine the types of trees at the potential and deployment  Macaranga Spp haul roads around  wood PT. Ratah Timber particularly at Km  23.26 and 30 villages  Mamahak  Teboq  District of  Long Hubung Mahakam  Ulu Regency. Data collection  and research done by the preparation method of  sampling  is  done  using  a 20x20 meter plots  were arranged in lines of research.  Number of PU in daloam each path varies according to the field conditions, distance of between 9-10 plots.Also in  the   interview  did also  used to obtain  data and information from officers in the field, officials of relevant agencies and  the  local population  that  has  to do with the  activities  of research and from the literature that support.Research results can be sorted by diameter class is 10-15, 16-20, 21-30, and> 30 cm  and are obtained  1) Volume  Macaranga Spp tree on plot  1, 2 and 3 with a diameter  of  10-15 cm  class is 10 , 58 m³ with 236 trees, the diameter  class 16-20 cm  was 6.35 m³ there  are 62 trees,  while the volume with a diameter of 21-30 cm class is 15.64 m³ there  are 75 trees  while the number  of  overall diameter  is  32.97  m³.  Distribution  Macaranga Spp  tree   most commonly found on the second plot  with 173 trees  including the number of trees under 10 cm  in diameter (not measured).Suggestions submitted on the results of  this study are 1) To    the   PT.  Ratah   Timber   trying   keep  the   existence  and preservation  of   trees   Macaranga  Spp.  existing   in  PT.  Ratah Timber from forest fires disorders; 2) Keep an inventory of  trees Macaranga  Spp.  on  the   whole  area   of   PT.  Ratah  Timber  to determine the distribution and potential Macaranga Spp.
Penangkaran Buaya Muara (Crocodylus porosus) di PT Makmur Abadi Permai Samarinda Ahmad Ripai dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari pola penangkaran buaya muara, dan Mengidentifikasi tentang keberhasilan penangkaran buaya muara di penangkaran.Penelitian ini dilaksanakan di PT. Makmur Abadi Permai Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapatkan dari Penangkaran Buaya PT.Makmur Abadi Permai. dan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Waktu penelitian efektif yang digunakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan April 2014, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data yang dikumpulkan pada penelitian mencakup dua kategori yaitu data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penangkaran  merupakan  salah  satu  upaya  pengembangbiakan jenis di luar habitat aslinya dan sedemikian rupa menyerupai lingkungan aslinya. Agar penangkaran buaya muara berhasil dibutuhkan suasana habitat penangkaran yang mirip dengan habitat alaminya. Aspek perkolaman  yang  harus  diperhatikan  yakni  jenis,  fungsi,  kontruksi, perlengkapan dan perawatan Kolam.Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdapat bermacam-macam jenis kolam yaitu kolam anakan berjumlah 8 kolam dengan ukuran 3 m x 4 m dengan jumlah buaya yang ada di kolam 280 ekor tingkat persentase yang hidup 86,51% dan tingkat kematian 13,84%, umur rata-rata di kolam tersebut berumur antara 2 minggu sampai dengan 6 bulan, kolam buaya remaja/muda jumlah kolam 1 buah dengan ukuran 11 m x 16,5 dengan jumlah buaya yang ada di kolam 335 ekor tingkat persentase yang hidup 87,01% dan persentase mati 12,98% dengan tingkatan umur antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun, kolam pembesaran berjumlah 18  kolam dengan ukuran tiap kolam 36 m x 9 m, dengan jumlah buaya 395 ekor tingkat persentase yang hidup 79,57 % dan persentase mati 20,42% dengan tingkatan umur antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun dan kolam perkembangbiakan atau induk, jumlah kolam 2 buah dengan ukuran 20 m x 30 m, jumlah buaya yang ada di kolam 1268  ekor yang dengan tingkatan umur 8 tahun sampai dengan 16 tahun. Kolam yang terdapat di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai merupakan Kolam bersifat permanen perlengkapan dalam kolam yang dibuat oleh pengelola penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdiri dari dua bagian yaitu daerah daratan dan daerah berair (kolam) kemudian kolam dibersihkan secara rutin 1 minggu sekali dan limbah pembuangan setelah dibersihkan akan di alirkan ke dalam kolam penampungan limbah.Berdasarkan hasil pengukuran suhu Kolam di penangkaran  buaya muara PT. Makmur Abadi Permai menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil. Suhu Kolam pada pagi hari berkisar 25-29°C, siang hari berkisar 30-33°C, dan sore hari berkisar antara 29-31°C, Pemberian pakan di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai biasanya dilakukan 1 kali dalam seminggu. Jumlah makanan disesuaikan dengan jumlah individu dan ukuran, Jenis penyakit, gejala dan pengobatan penyakit yang menyerang buaya muara di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai adalah jamur kulit,cacat tubuh,stres dan luka-luka. Pengelolaan reproduksi di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai meliputi pemilihan bibit, penentuan jenis kelamin, pengaturan kawin, musim bertelur dan penetasan telur.
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN (Pongo pygmaeus morio) BERDASARKAN SARANG PADA RESORT MAWAI-MUARA BENGKAL SPTN WILAYAH II TAMAN NASIONAL KUTAI. Population Estimates based on nests Orangutans (Pongo pygmaeus morio) in Kutai National Park in Resort Mawai - Muar Alqaf, Legowo Kamarubayana, dan Taufan Tirkaamiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1774

Abstract

Estimasi Populasi Orangutan berdasarkan sarang (Pongo pygmaeus morio) di Taman Nasional Kutai di Resort Mawai-Muara Bengkal. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Kutai Resort Mawai-Muara Bengkal, Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan Maret hingga Mei 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kepadatan individu populasi Orangutan. Arti penting dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai keberadaan populasi Orangutan di Taman Nasional Kutai yang terkait langsung dengan keberadaanya sebagai habitat mereka sehingga dimasa depan informasi ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang secara langsung relevan dengan Pelestarian Orangutan di Taman Nasional Kutai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transek dengan koleksi data langsung, yaitu dengan menghitung sarang Orangutan di lapangan. Data juga dikumpulkan dengan menggunakan metode tidak langsung, yaitu dengan mendapatkan informasi yang diberikan oleh petugas teknis kehutanan, dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kerapatan sarang Orangutan di areal penelitian sebanyak 313 sarang Orangutan/km2, dan kerapatan individu populasi Orangutan sebanyak 0,39 Orangutan/km2.Keberadaan Orangutan tergantung dengan kondisi kawasan dan ketersediaan pohon pakan.Upaya untuk melestarikan spesies hewan ini adalah dengan menjaga habitat mereka dimana mereka tinggal, Taman Nasional Kutai menjadi habitat Orangutan.
PERAN POLISI KEHUTANAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA KEHUTANAN ILLEGAL LOGGING DI WILAYAH KALIMANTAN TIMUR Yudi Aprianto; Legowo Kamarubayana
JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 1, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v1i1.6631

Abstract

Illegal logging merupakan suatu mata rantai tindak pidana kehutanan yang sangat rapi dan terorganisir antara pelaku maupun oknum aparat penegak hukum dimulai dari kegiatan pencurian kayu sampai ke penjualan kayu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Polisi Kehutanan dalam menanggulangi tindak pidana kehutanan illegal logging di wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan kendala apa saja yang dihadapi dalam penurunuan tindak pidana kehutanan illegal logging di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur yakni di SW II Samarinda BPPHLHK Wilayah Kalimantan, dengan metode penelitian yakni pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, Observasi dan Studi pustaka dengan dokumen-dokumen, Peraturan Perundang-undangan dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian.Hasil dari penelitian ini bila ditinjau dari segi administratif dan program kerja yang dilakukan oleh Polisi Kehutanan Seksi Wilayah II Samarinda Balai Pangamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Polisi Kehutanan Menurut (Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, 2014). Program kerja yang dimaksud adalah Operasi Preemtif, Operasi Prefentiv, dan Operasi Represif. Peran Polisi Kehutanan di Provinsi Kalimantan Timur, telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari Kepercayaan masyarakat meningkat dan banyaknya kasus-kasus yang ditangani hingga mendapatkan putusan hukum di pengadilan.
PRACTITIONER'S PERFORMANCE IN A LECTURING AS THE NEW EFFORT STUDENTS’ READINESS FOR THE WORK PLACE Sumarni; Marjoni Rachman; Legowo Kamarubayana; Nanik Pujiastuti; M.Ibnu Ashari.R; Danial
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 11 No. 1 (2024): Volume 11 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.701

Abstract

The teaching Practitioner is a program initiated by the Ministry of Education,Culture, Research and Technology of Indonesia , collaborate practitioner and lecturer in a classroom of a university so that college graduates are better prepared to enter the world place. In this study wants to know performances of the practitioner by getting students’ impression reflected in their choices of a questioner. Descriptive approach was used to analyze 19 students’ answering in order to describe many practitioners’ performances as an effort students’ readiness in a work place. The result of this study reach out the justification that this program is very good in supporting students’ willingness become be minded in work place.