cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
EKONOMIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal yang memuat tulisan artikel dan penelitian tentang ilmu akuntansi dan manajemen.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 49 Documents clear
PENERAPAN AKUNTANSI PERKOPERASIAN MENURUT PSAK NO.27 PADA KOPERASI KARYAWAN PEMBANGUNAN PT PLN (Persero) WILAYAH KALTIM AREA SAMARINDA Adi Suroso, Nurlika Rima Wahyuni, Eddy Soegiarto,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.151 KB)

Abstract

Koperasi merupakan badan usaha yang sifatnya bersifat sosial, dengan melandaskan kegiatannya atas dasar prinsip koperasi dan kaidah ekonomi yaitu untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya dan masyarakat sekitar, sekaligus gerakan ekonomi yang berazaskan kekeluargaan.Penerapan standar akuntansi keuangan terhadap laporan keuangan Koperasi Karyawan Pembangunan PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Area Samarinda dilihat dari sisi PSAK No.27 tentang akuntansi perkoperasian yaitu Neraca dan Perhitungan Hasil Usaha.Dari hasil analisis dan pembahasan yang didapat kesimpulan Pada Neraca yang dibuat oleh Koperasi Karyawan Pembangunan PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Area Samarinda belum sesuai dengan PSAK No.27 tentang Akuntansi Perkoperasian,  adanya anggota yang belum membayar simpanan pokok tetapi tidak disajikan sebagai piutang simpanan pokok. Menurut PSAK No.27 tentang Akuntansi Perkoperasian, simpanan pokok yang belum diterima dari anggota disajikan sebagai piutang simpanan pokok. Pada Perhitungan Hasil Usaha yang dibuat oleh Koperasi Karyawan Pembangunan PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Area Samarinda belum sesuai dengan PSAK No.27 tentang Akuntansi Perkoperasian karena adanya penyajian pendapatan koperasi yang berasal dari anggota tidak disajikan secara terpisah dengan pendapatan yang berasal dari non anggota, penyajian beban usaha dan beban perkoperasian juga tidak disajikan secara terpisah. Menurut PSAK No.27 tentang Akuntansi Perkoperasian, pendapatan koperasi yang berasal dari anggota harus disajikan secara terpisah dengan pendapatan yang berasal dari non anggota. Beban usaha dan beban perkoperasian juga harus disajikan terpisah dalam laporan Perhitungan Hasil Usaha. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Diduga penerapan akuntansi perkoperasian pada Koperasi Karyawan Pembangunan PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Area Samarinda belum sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.27 tentang Akuntansi Perkoperasian dapat diterima.
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA SEKOLAQ DARAT KABUPATEN KUTAI BARAT Titin Ruliana, Marselinus Silfester, LCA. Robin Jonathan,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.169 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Pengaruh Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan dan biaya Produksi berpengaruh terhadap Pendapatan petani karet di Desa Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat.          Dasar teori yang digunakan adalah teori Akutansi Manajemen dengan Hipotesis pertama Pendapatan sebagai Variabel Terikat dan Produksi sebagai Variabel kedua, Tingkat Pendidikan sebagai Variabel ketiga dan Biaya Produksi sebagai Variabel ke empat          Alat analisis yang di gunakan adalah teori linear berganda dalam mengitung pendapatan total dan pendapatan rata-rata petani karet di Desa Sekolaq Darat.          Hasil penghitungan diketahui bahwa Pendapatan berpengaruh terhadap Produksi, Tenaga Kerja,Pendidikan dan biaya Produksi.            Diketahui pula bahwa melalui hasil penghitungan bahwa Produksi,Tingkat Pendidikan,Tenaga Kerja dan Biaya Produksi Berpengaruh terhadap Pendapatan Petani Karet di Desa Sekolaq Darat
Dampak Perubahan Harga BBM Terhadap Biaya Operasional Supir Truck Antar Kota dan Provinsi Suyatin, Febri Ramahdansyah, LCA. Robin Jonathan,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.085 KB)

Abstract

This study aims to determine and analyze the effects of changes in the price of fuel (fuel oil) to the truck driver Operational costs. Formulation of the problem is whether the impact of changes in fuel prices (fuel oil) significantly affects the operational expenses of truck drivers among cities and provinces.The hypothesis in this study is: "change the price of fuel (fuel oil) significantly affects the operational expenses of truck drivers among cities and provinces".The theory used is composed of operational management. Research using interviews as a means of documentation and data collection.The analytical tool used in this study were paired sample t test, with the tools of computer program as SPSS (Statistics Programme For Social Scince) version 20. The results showed operating costs before and after the change the price of fuel (fuel oil) did not differ significantly or may imply changes in the price of fuel (fuel oil) had no significant effect on operating costs.
ANALISI KREDIT MACET PADA PT BANK DANAMON INDONESIA TBK UNIT DANAMON SIMPAN PINJAM CABANG LOA JANAN Rina Masitoh, Suhartina, Elfreda Aplonia Lau,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.13 KB)

Abstract

Analysis of Non Performing Loan in PT Bank Danamon Indonesia Tbk Danamon Simpan Pinjam Branch Unit Loa Janan. Activity of giving loan in PT Bank DanamonIndonesia Tbk Branch Unit Danamon Simpan Pinjam Loa Janan has a purpose for helping develop th business of debtors who are mostly seller or businessman by process of credits which appropriate to the company policy ang the most fundamental is to be appropriate with regulation of Bank Indonesia (central bank) to avoid the non performing loan because the base of a dispensable loan from private bank is the asseeement of advisability from Bank Indonesia.The main issue in this research ”Has the distribution of loan in PT Bank Danamon Indonesia Tbk Unit Damnamon Simpan Pinjam Loa Janan Branch properly done and followed the policy of  Bank Indonesia No. 15/2/PBI/2013 ?”. The hypothesis in the research is ”The distribution of loan in PT Bank Danamon Indonesia Tbk Unit Danamon Simpan Pinjam Loa Janan Branch has properly done and followed the policy of Bank Indonesia.” The theory used in research analys is Accountancy Theory by using comparative analys as the tools where we have to calculate the number of non performing loan debtor and the debtor which include in performing loan category in PT Bank Danamon Indonesia Tbk Unit Danamon Simpan Pinjam Loa Janan Branch.
KINERJA KEUANGAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAHKANTOR CAMAT TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Rina Mashitoh Hariyadi3,, Siti Maimunah, LCA. Robin Jonathan2,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.352 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong  Kabupaten Kutai Kartanegaradengan menggunakan alat analisis pertumbuhan (growth) pada Laporan Keuangan SKPD Kantor Camat Tenggarongtahun 2009 sampai dengan tahun 2013.Rumusan masalah penelitian ini ada 4 (empat) yaitu: “Apakah kinerja keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2010 meningkat dari tahun 2009, tahun 2011 meningkat dari tahun 2010, tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 dan tahun 2013 meningkat dari tahun 2012?”. Dengan hipotesis “Kinerja keuangan (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 mengalami peningkatan”.Pemecahan masalah dan pembuktian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis pertumbuhan kinerja pada Laporan Keuangan SKPD Kantor Camat Tenggarong dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Persentase selisih dari kinerja keuangan tahun n dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun n-1 merupakan persentase pertumbuhan tahun n yang kemudian dibandingkan dengan tahun berikutnya menjadi pertumbuhan kinerja yang dicapai oleh SKPD.Berdasarkan hasil analisis pertumbuhan belanja, tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, diperoleh  bahwa pada tahun 2010 kinerja belanja mengalami penurunan sebesar 50,75% dari tahun 2009 karena pembayaran gaji pegawai kelurahan masih dilakukan oleh SKPD Kantor Camat Tenggarong, maka hipotesis pertama: “Kinerja keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2010 meningkat dari tahun 2009?” ditolak. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan pertumbuhan kinerja belanja sebesar 13,68% untuk program pembangunan infrastruktur kecamatan dari tahun 2010. Hipotesis kedua yang berbunyi: “Kinerja keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2011 meningkat dari tahun 2010?” diterima.Peningkatan pertumbuhan kinerja belanja sebesar 84,37% terjadi pada tahun 2012 dari tahun 2011 maka hipotesis ketiga, “Kinerja keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2012 meningkat dari tahun 2011?” diterima.Penurunan pertumbuhan kinerja belanja pada tahun 2013 sebesar 76,11% dari tahun 2012 karena belanja barang yang tidak terserap maksimal maka hipotesis keempat, “Kinerja keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2013 meningkat dari tahun 2012?”ditolak.         
Analisis Pertumbuhan Laba Usaha dan Likuiditas Pada PT. Kayu Lapis Asli Murni Samarinda Rina Masithoh Haryadi, Cornelia, CorneliRahmawati Simanjuntak,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.91 KB)

Abstract

Pertumbuhan Laba usaha menunjukkan seberapa besar keberhasilan yang diperoleh perusahaan dari menjalankan kegiatan usaha, menurut konsep kapital finansial, perubahan nilai aktiva dan hutang merupakan bagian dari laba. Hal ini dapat dikaitkan dengan tingkat likuiditas perusahaan. Likuiditas sangat penting bagi perusahaan agar tetap dapat beroperasi dengan baik dan tetap memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak.Pada penelitian ini diteliti tentang terdapat hubungan dan terdapat pengaruh antara pertumbuhan laba usaha dengan likuiditas dengan menggunakan alat analisis Korelasi dan Regresi. Dimana objek penelitian adalah PT. Kayu Lapis Asli Murni di Samarinda. Laporan keuangan yang menjadi objek penelitian adalah laporan keuangan periode 2012 sampai dengan 2014 berdasarkan laporan keuangan per bulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa korelasi antara kedua variabel signifikannya dapat dilihat dari uji t pada hipotesis korelasi sederhana diperoleh bahwa  t hitung > t tabel (5,807 > 2,03452) dan analisa regresi antara kedua variabel signifikan dapat dilihat bahwa bahwa  t hitung > t tabel (4,540 > 2,03452) dengan regresi linier sederhana Ŷ = 155,476 + 0,840 X. Terdapat hubungan yang positif dan pengaruh yang signifikan antara pertumbuhan laba usaha dan likuiditas semakin tinggi pertumbuhan laba usaha maka tingkat likuiditas juga akan naik.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) SANGATTA Suyatin3, Anik Rofiah1 Theresia Militina2,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.205 KB)

Abstract

The main objective of this reseach is to analyze the effect of service quality to customer satisfaction at PT. Pos Indonesia (PERSERO) Sangatta.Model analysis used to determine to effect of service quality on customer satisfaction is linear multiple regression method.The analysis and discussion shows that the variable of service quality which tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy together (simultane) significant effect on the post in the customer satisfaction PT. Pos Indonesia (PERSERO) Sangatta with F count in 9,368 with points of significant (P Value) is 0,000<0,05, where tangible effect not significant on customer satisfaction with the significant value (P Value) is 0,106>0,05. Realiability effect on significant customer satisfaction with the significant value (P Value) is 0,012<0,05. Responsiveness effect not significant on customer satisfaction with significant value (P Value) is 0,189>0,05. Assurance effect on significant customer satisfaction with the significant value (P Value) is 0,045<0,05. Empathy effect not significant on customer satisfaction with significant value (P Value) is 0,241>0,05. As we know that the correlation coefficient value is 0,540 it means that there are strong correlation and positive between independent variable with dependent variable while determine coefficient product is 0,291 or 29,1% it means the customer satisfaction 29,1% effect by independent variable is tangible (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4), and empathy (X5) while remine is 70,9% explained by the other factor is not search in this research.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KEPUASA KERJA PT. KALTIM PRIMA COAL SAMARINDA Adi Suroso, Mukhrin, LCA.Robin Jonatan,
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.268 KB)

Abstract

Analysis of Occupational Safety and Health Program on Job Satisfaction PT. Kaltim Prima Coal. This study aims to determine the Occupational Safety and Health Program on Job Satisfaction PT. Kaltim Prima Coal, and to know the company's policies in improving Occupational Health and Safety Program Employees.The population is all employees working on the production of coal transportation amounted to 442 people. The research sample, taken as many as 82 employees were determined by random sampling technique (random sample). The research data were obtained and analyzed descriptively.This study concluded that the Occupational Safety and Health Program (K3) are implemented on the company includes Guidance Safety and Employee Health Development. Based on the analysis of data and discussion that has been done, it can be concluded that the program Occupational Health and Safety (K3) significant effect on employee job satisfaction. The keijakan that apply to the management company in an effort to improve the Occupational Health and Safety (K3) PT. Kaltim Prima Coal is to implement the program Occupational Health and Safety (K3), which includes the maintenance of the work environment, the provision of facilities / equipment occupational safety and health, as well as the fostering of human resources or the personnel employed at the company.
ANALISIS PENGELOLAAN UTANG PT. TIRTA MAHAKAM RESOURCES,TBK PERIODE 2011 – 2013 RINA MASITHOH HARYADI, YENY PUJI ASTUTI. TITIN RULIANA.
EKONOMIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.948 KB)

Abstract

In general, companies use their own capital as the permanent capital of the foreign capital is only used as a supplement if the necessary funding is insufficient. However, debt is a very important source of funding for companies, particularly those with limited capital itself. Many companies in Indonesia that make loans to Banks and other financial institutions. PT. Tirta Mahakam Resources, Tbk is one of the companies that use foreign capital (debt). Based on this background, the problems in this thesis is "Does the increase fixed assets financed by debt in period 2011 - 2013?". Purpose of this study was to determine the development of fixed assets financed from debt in the period 2011 - 2013, by analyzing the financial statements PT.Tirta Mahakam Resources, Tbk in 2011, 2012, and 2013, as measured using a solvency ratio comprises Assets of the Capital Ratio, with a Capital Ratio of Fixed Assets, Fixed Assets Ratio with long-termdebt.Analysis and discussion of the results showed that a decline in fixed assets financed by debt in the period in 2011, 2012, and 2013 as measured by the ratio of capital to assets, with a Capital Ratio of Fixed Assets, Fixed Assets Ratio with long-term debt. Capital to assets ratio in 2011 shows the figure of 0.19%, 0.15% in 2012 and by 2013 at 0:08%. Capital to Assets Ratio of 2011 showed a figure of 0.73%, 2012 0:55% and in 2013 of 0:18%. The ratio of fixed assets with long-term debt in 2011 shows the figure of 0.91%, 2012 1:15% and in 2013 at 1:26%. Based on the conclusions that have been submitted then the hypothesis There is an increase fixed assets financed by debt in the period 2011 – 2013 increased, rejected.Â