cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 89 Documents clear
PERHITUNGAN PRODUKSI ALAT BERAT PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PERBAIKAN JALAN SUNGAI AMPAL BALIKPAPAN REZA PRAKOSO, DOMINGGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.873 KB)

Abstract

ABSTRAKDinamika perkembangan dan pembangunan Kota Samarinda serta perkembangan penduduk dan ekonomi Kota Samarinda yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana Kota yang semakin kompleks dan mendesak salah satunya adalah prasarana pendidikan.Bangunan Sekolah SMPN I dan SMAN I Terpadu Samarinda yang terletak pada persimpangan Jalan Awang Long dan Jalan Basuki Rahmat juga terdapat Kantor Polisi Kota Besar Samarinda serta pemukiman yang berdiri sejak lama, secara teknis kondisi tersebut telah mengurangi Rumija (Ruang Milik Jalan) dan tidak dapat dilakukan pengembangannya.Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Pemerintah Kota Samarinda cq. Dinas Pemukiman dan Pengembangan Kota Samarinda, Sub Dinas Perencanaan dan Penataan Ruang telah mengalokasikan dana untuk Relokasi Bangunan SMPN I dan SMAN I Terpadu Samarinda ke koridor Jalan Kadrie Onieng Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda, yaitu kegiatan Pembangunan SMPN I dan SMAN I Terpadu Samarinda.Oleh karena lokasi yang direncanakan untuk pembangunan SMPN I dan SMAN I Terpadu Samarinda tersebut merupakan lokasi baru yang merupakan daerah perbukitan dan ditumbuhi semak belukar, maka perlu dilakukan   pekerjaan pematangan lahan.Dalam pelaksanaan Pematangan Lahan Pembangunan SMPN I dan SMAN I Tepadu Samarinda, sangat diperlukan pemakaian alat berat, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan target yang telah ditentukan, dan penggunaan alat berat harus direncanakan secara baik dan cermat, sehingga tepat penggunaannya, optimal produksinya dan adanya efisiensi biaya peralatan.
ANALISA PERHITUNGAN BIAYA TUNDAAN LALU LINTAS PADA SIMPANG TIGA JALAN JUANDA DAN JUANDA 8 KOTA SAMARINDA Dedy Mandala R, Dwi
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.64 KB)

Abstract

ABSTRACT            The purpose of research is to know cost analysis calculation of traffic delays Simpang" Juanda Three Way and Juanda 8 Samarinda. The research was done from June 2012 until August 2012 (8 weeks). The time for the observation consist of three part of time, the first 07.00 am - 09.00 am, second 11.00 am - 01.00 pm, and the last 04.00 pm - 06.00 pm. The result of the research are the calculation of vehicle operating cost that occur when traffic conditions stabilized is Rp. 15.182,-/ km/ vehicle and traffic delay caused a lot of trips up there so it raises the cost of delay, large costs on average delay during rush hour is Rp.36.783.,-/ km/ vehicle.Keywords: Cost Analysis, Vehicle Operating Cost
Perhitungan Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Usaha Tani, Desa semurut – Kabupaten Berau”. HAYATI, NUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dynamics of Growth and countryside development and also growth of resident and very countryside society economics quickly, claiming the existence of requirement of prasarana and transportation medium which complex progressively and insist on one of them is [is] prasarana walke the. Road-Works of[is Effort Farmer ysng [of] located in Countryside Semurut, Subdistrict Tabalar, Regency Berau represent the very required transportation medium by the masayrakat countryside, utilize to transport the agricultural produce. Refering to above [the] mentioned, governmental Hence Provinsi Kalimantan East [of] [through/ passing] On Duty Public Work, Area Create The Masterpiece, Sub of Rural Growth Planning Area [of] fund allocation have for the road-works of the area, utilize to fulfill the medium requirement walke for society of Countryside Semurut. Along of location which [is] [is] planned to do [by] road-works of[is Effort the Farmer represent the new location representing bog area and growed [by] the coppice, hence require to be [done/conducted] [by] work pengurukan, longly walke + 1,050 km and wide walke 6 m, totally [is] ordinary land;ground hoard volume 15.660 m3, with the distance of location of dig of hoard material ( quarry) with the hoard location + 1 km. In Road-Works execution of[is Effort Farmer of Countryside Semurut, very needed [by] [is] a heavy equipment usage, so that work execution earn as according to goals which have been determined, and use [of] heavy equipment have to be planned well and careful, so that precisely its use, optimal [of] its production and existence of efficiency of equipments expense.
STUDI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG 3 (TIGA) KARANG ASAM SAMARINDA JUANSAH, MAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.4 KB)

Abstract

Simpang 3 (tiga) Karang Asam Samarinda yaitu pada jalan slamet riyadi dan jalan meranti merupakan salah satu bukti nyata kemacetan lalu lintas yang ada di kota samarinda. Dipasangkannya lampu lalu lintas (traffic Light) pada simpang tersebut seharusnya dapat mengatasi masalah kemacetan, serta pada tahun ini terdapat pelebaran di salah satu kaki simpang tersebut, tetapi nyatanya kemacetan dan panjang antrian tidak dapat dihindari. Ditambah bahwa simpang 3 (tiga) Karang Asam tersebut merupakan pusat akumulasi kendaraan dari luar Kota Samarinda, perumahan, pasar, kampus/sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan pintu akses menuju samarinda kota.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN DESA SALIKI MUARA BADAK MILA, KAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.232 KB)

Abstract

Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting, tingkat pelayanan yang tidak stabil, dalam artian banyak terdapat hambatan pada ruas jalan khususnya pada jalan Otto Iskandardinata Samarinda sehingga menyebabkan kemacetan. kemacetan yang sering terjadi dijalan raya terutama pada jam - jam sibuk merupakan salah satu permasalahan yang timbul.            Hal ini yang menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan penelitian terhadap kapasitas, kelas hambatan samping dan tinjauan derajad kejenuhan pada jalan Otto Iskandardinata. Adapun dalam pembuatan Skripsi ini penulis mencoba untuk menghitung volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan derajat kejenuhan pada jam - jam sibuk terhadap jalan tersebut. dengan buku panduan MKJI 1997, Dasar - dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Samarinda Dalam Angka dan data - data survey yang saya lakukan selama enam hari, maka dapat diketahui volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 30 Mei 2011 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 2.166 smp/jam untuk kedua arah. Untuk kelas hambatan sampingtertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 6 Juni 2011 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 1.660 untuk kedua arah, maka didapat kode VH (sangat tinggi) dari hasil tersebut. Dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90 untuk kedua arah.            Dilihat dari besarnya derajat kejenuhan pada jala Otto Iskandardinata Samarinda pukul 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90, maka jalan tersebut melebihi batas maksimum yang diisyaratkan MKJI yaitu 0,85, dengan demikian derajat kejenuhan tersebut dapat dikategorikan tidak ideal karena melebihi angka 0,85, maka untuk penanggulangannya dilakukan dengan membuat khusus tempat parkir, trotoar tidak dugunakan untuk berjualan dan instansi berwenang melarang pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas.
PERENCANAAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH KELURAHAN GUNUNG LINGAI KECAMATAN SAMARINDA UTARA SANDI, RAMADHANA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.064 KB)

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah konsumen di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Samarinda Utara yang membutuhkan air bersih yang tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas pendistribusian, penyediaan dan pelayanan air bersih. Perencanaan suatu jaringan distribusi air bersih suatu kawasan perlu mempertimbangkan beberapa aspek yaitu sosial budaya, teknis, biaya dan lingkungan. Untuk mencapai perencanaan yang tepat, efektif, dan efisien maka diperlukan metodologi penelitian. Hal tersebut telah menimbulkan suatu kesulitan dimana air bersih yang tersedia tidak cukup bagi penduduk yang membutuhkannya, sehingga para konsumen yang berada jauh di ujung pelayanan pemberian air bersih  telah kehilangan mendapatkan air bersih. Hal tersebut telah menimbulkan suatu kesulitan dimana untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan perhitungan yang menyangkut persamaan-persamaan dalam hidrolika saluran tertutup diperlukan suatu model sistem jaringan pipa distribusi air yang melibatkan pengetahuan yang menyangkut persamaan-persamaan dalam hidrolika saluran tertutup. Persamaan dasar yang terkait dengan hidrolika ini adalah persamaan kontinuitas dan kekekalan energi. Disamping itu diperlukan juga persamaan lain, yaitu persamaan Proyeksi penduduk berdasarkan umur rencana, kebutuhan air bersih di Kelurahan Gunung Lingai, kehilangan tekanan (headloss), diameter pipa yang digunakan, tekanan yang terjadi di dalam pipa.Berdasarkan hasil analisa dimana pada tahun 2012 jumlah proyeksi penduduk di Kelurahan Gunung Lingai sebesar 9449 jiwa dengan kebutuhan air bersih = 7,09 liter/detik, sedangkan pada proyeksi umur rencana tahun 2024 jumlah penduduk sebesar 19631 jiwa dengan kebutuhan air bersih di Kel= 14,11 liter/detik dengan panjang pipa pelayanan (L) = 3358 meter dan kapasitas aliran 0,1 liter/detik. Berdasarkan dari hasil analisa perhitungan diameter pipa yang digunakan dalam pada pipa induk adalah pipa yang berdiameter (D) = 400 mm dan 355 mm, dengan kecepatan rata-rata didalam pipa (V) = 0,826 meter/detik, mengalami kehilangan energi (Headloss) = 0,146 m dan tekanan rata-rata (P) = 147509,697 N/m2. Dengan menggabungkan persamaan-persamaan tersebut dapat dibangun suatu sistem persamaan yang menggambarkan sistem jaringan pipa distribusi air bersih yang pada akhirnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih serta dapat memaksimalkan air bersih yang telah tersedia.
ANALISA SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SYAHRANIE KOTA SAMARINDA PRANATA WIBOWO, HANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISTEM PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN I   Kebakaran adalah bahaya yang diakibatkan oleh adanya ancaman potensial dan derajat terkena pancaran api sejak dari awal terjadi kebakaran hingga penjalaran api, asap dan gas yang ditimbulkan. (SNI 03 – 1736 – 2000)Adapun klasifikasi bangunan terhadap kemungkinan bahaya kebakaran menurut dapat dikelompokan menjadi :a.   Bahaya Kebakaran Ringan Bangunan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi  kebakaran  melepaskan  panas  rendah,  dan  kecepatan  menjalar  api lambat.b.   Bahaya Kebakaran Rendah Kelompok I Bangunan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar rendah, penimbunan bahan yang mudah terbakar sedang dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, kecepatan penjalaran sedang. Contoh: bangunan yang fungsinya bukan bangunan industri, dan memiliki ruangan terbesar tidak melebihi 125m².c.   Bahaya Kebakaran Rendah Kelompok II Bangunan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 4,00 m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, kecepatan penjalaran sedang. Contoh: bangunan komersial dan industri yang berisi bahan yang dapat terbakar.d.   Bahaya Kebakaran Rendah Kelompok III Bangunan  yang  mempunyai  nilai  kemudahan  terbakar  tinggi  dan  apabila terjadi kebakaran, melepaskan panas yang tinggi, sehinnga menjalarnya api cepat.e.   Bahaya Kebakaran BeratBangunan  yang  mempunyai  nilai  kemudahan  terbakar  tinggi  dan  apabila terjadi kebakaran, melepaskan panas yang tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.  Yang termasuk  dalam kelompok  ini  adalah  bangunan  komersil  dan bangunan industri yang berisi bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti karet rusak, cat, spiritus dan bahan bakar lainnya. (Juwana, 2005;134)
ANALISA PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PELAKSANAAN PEMATANGAN LAHAN UNTUK PEMBUATAN WORK SHOP DI KAB. MALINAU PADA DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdul Gafur
KURVA MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.246 KB)

Abstract

Setiap proyek konstruksi memerlukan alat berat untuk beberapa jenis pekerjaan, namun tidak mencakup semua jenis alat berat yang ada. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan alat berat adalah proyek gedung, pelabuhan, jembatan, jalan, irigasi dan lain-lain. Demikian juga dengan Pematangan Lahan untuk Pembuatan Work Shop dan Gudang Alat Berat di kabupaten Malinau sebagai tempat pusat pemeliharaan alat rutin milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur.               Maksud dan tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui  produktifitas, jumlah alat yg di butuhkan dan lama waktu pelaksanaan agar dapat berjalan sesuai yang di harapkan.               Metode perhitungan yang dipakai disini adalah metode analisis data, yang meliputi analisis tentang material dan jenis pekerjaan, alat berat yang digunakan, perhitungan produksi alat berat, perhitungan jumlah efektif penggunaan alat berat, waktu pelaksanaan, dan hasil analisis perhitungan keseluruhan.               Dari hasil perhitungan alat Excavator di butuhkan 2 unit dengan produktifitas 573,76 m3/jam/hari selama 195 hari kerja. Dumptruck 5 unit dengan produktifitas 169,12 m3/jam/hari selama 180 hari kerja. Compactor 2 unit dengan produktifitas 682,64 m2/jam/hari selama 195 hari kerja dan Buldozer  2 unit dengan produktifitas 655,60 m2/jam/hari selama 153 hari kerja Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan penggusuran,pengupasan Top Soil , timbunan dan pemadatan untuk pematangan lahan pembuatan Work Shop adalah 720 hari. 
PERENCANAAN TURAP STA 00+500 S/D STA 01+000 PADA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Sulistio, Hendro
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.36 KB)

Abstract

Perencanaan turap pada umumnya berada pada tepi sungai atau tepi jalan yang mengalami longsoran atau kerusakan,,salah satu fungsinya yaitu sebagai penahan tanah agar tidak tergerus atau terikut longsor. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini penulis mengambil studi penelitian pada turap jalan gembira I kecamatan teluk pandan kabupaten kutai timur.Pada lokasi tersebut telah terjadi longsoran tanah ke daerah tepi sungai, akibatnya bahu jalan gembira I sudah terkikis sampai tepi jalan, dikhawatirkan akan menggerus jalan gembira I apabila tidak ditangani. Adapun pengamatan dan penelitian dilakukan pada sta 00+500 sampai dengan  sta 01+000, perencanan tiang pancang menggunakan minipile beton ukuran 20cm x 20 cm panjang 6 m sesuai dengan hasil penyeildikan tanah berupa sondir dan boring. Adapun dinding pasangan batu gunung sebgai dinding turap dimana telapak pondasi menggunakan beton bertulang k 300, sebagi pengikat dibuat kolom sebagai expantion joint dengan dinding turap. Kata kunci : perencanaan turap pada kecamatan teluk pandan KUTIM
ANALISA TEKNIS PRODUKSI ALAT BERAT UNTUK PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT X PT. BINTANG SYAHID ENERGY DI BERAU – KALTIM suharyanta, suharyanta
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.312 KB)

Abstract

ABSTRAKPada sebuah kegiatan penambangan batubara, utamanya pada proses kegiatan pengupasan dan pemindahan batuan penutup sering sekali terjadi ketidak sesuaian hasil produksi aktual di lapangan dengan target yang sudah direncanakan. Ketidak sesuaian yang terjadi akan menjadi masalah serius jika pencapaian produksi lebih rendah/kecil dari target, dan ini justru hal yang paling sering terjadi. Dalam proses pengupasan batuan penutup batubara, faktor-faktor yang bisa mempengaruhi produksi dari alat-alat berat yang bekerja antara lain dari faktor materialnya sendiri, kondisi alat-alat berat itu sendiri, kondisi lokasi kerja dan jalan angkut, kondisi cuaca dan effisiensi kerja alat dan operator. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidak sesuaian produksi ini diperlukan sebuah analisa teknis untuk mengevaluasinya. Analisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengambil data-data aktual di lapangan. Ada 2(dua) jenis data yang diambil, data Primer dan data Sekunder. Yang tergolong data primer antara lain waktu edar alat2 berat, effisiensi alat dan operator, faktor keterisian bucket, jarak lokasi buangan tanah dan geometri jalan angkut. Sementara yang termasuk data sekunder di antaranya data curah hujan, data geologi dan peta-peta. Dari data-data di atas kemudian dibuat analisa dan perhitungan untuk mendapatkan faktor penyebab ketidak tercapaian produksi dari yang direcanakan, apakah dari faktor alat, faktor operator, faktor lokasi kerja dan jalan angkut ataupun dari faktor cuaca. Dari perhitungan nanti juga akan didapatkan berapa besar kemampuan produksi sesungguhnya dari kondisi aktual di lapangan.