cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 17 Documents clear
STUDI PENJADWALAN PEMBANGUNAN PEKERJAAN SALURAN DRAINASE KOTA SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR HIDAYAT, WAHYU TAUFIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.639 KB)

Abstract

Pekerjaan proyek yang berhasil adalah proyek yang dapat menerapkan pola menejemen waktu dan biaya secara baik dan tepat. Menejemen waktu dan biaya sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya suatu proyek, karena dengan adanya pengaturan waktu dan biaya pekerjaan dilapangan akan mengalami pola yang teratur dan efesien. Sehingga pekerjaan akan sesuai dengan yang ada di kontrak dan kemungkinan keterlambatan pekerjaan bisa di minimalisir. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan menggunakan program dengan Time schedulle / Kurva S, Precendence Diagram Methode (PDM),CPM (Critical Path Methode), dan Microsoft Project. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biaya sebesar Rp. 3,044,874,199.85 sedangkan untuk Total waktu pekerjan Pembangunan Drainase Jalan Damai Kota Sangatta Kabupaten Kutai Timur dalam penjadwalan menggunakan Kurva S Adalah: 24 minggu/168 Hari, penjadwalan menggunakan motode CPM (Critical Path Methode) adalah : 25 Minggu/175 hari, penjadwalan menggunakan motode Precedence Diagram Methode (PDM) adalah : 25 Minggu/175 hari dan penjadwalan menggunakan motode Microsoft project adalah 180 hari,dimulai dari tanggal 10/6/2015 sampai dengan 06/12/2015.
PERENCANAAN GEOMETRIK PERSIMPANGAN BERSINYAL PADA JALAN SIRADJ SALMAN – JALAN ARGAMULIA DALAM – JALAN KAREL SASUIT TUBUN – JALAN PASUNDAN DI KOTA SAMARINDA H A, REZEKIAWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.517 KB)

Abstract

Titik pertemuan ruas di Kota Samarinda menjadi persimpangan empat lengan pada Jalan Siradj Salman – Jalan Argamulia Dalam – Jalan Karel Sasuit Tubun – Jalan Pasundan merupakan persimpangan yang banyak dilalui oleh kendaraan sepeda motor dan kendaraan ringan. Persimpangan ini pada jam-jam sibuk sering terjadi kemacetan banyak kendaraan yang melewati persimpangan ini karena daerah sekitar merupakan kawasan pemukiman dan ruas penyingkat untuk melakukan perjalanan. Persimpangan ini merupakan simpang tak bersinyal dan pada jam-jam sibuk ada beberapa warga yang mengatur arus lalulintas dipersimpangan ini, apabila tidak diatur maka mengakibatkan antar kendaraan saling berpautan (interlock).Maksud dari penelitian ini adalah merencanakan simpang bersinyal dengan lampu lalu lintas menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI’97) pada persimpangan pada Jalan Siradj Salman – Jalan Argamulia Dalam – Jalan Karel Sasuit Tubun – Jalan Pasundan.Berdasarkan hasil perencanaan simpang bersinyal didapat ;Perhitungan kinerja persimpangan adalah:Kapasitas-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam = 946,09 smp/jam-     Pendekat Timur = Jl. Pasundan= 744,23 smp/jam-     Pendekat Selatan= Jl. Siradj Salman= 931,32 smp/jam-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 657,38 smp/jamDerajat kejenuhan-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam = 0,799-     Pendekat Timur= Jl. Pasundan= 0,799-     Pendekat Selatan= Jl. Siradj Salman= 0,799-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 0,799-     Rata-rata = 0,799Tundaan Simpang-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam= 30,200 detik/smp-     Pendekat Timur= Jl. Pasundan= 32,679 detik/smp-     Pendekat  Selatan= Jl. Siradj Salman= 33,798 detik/smp-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 33,752 detik/smp-     Rata-rata = 32,607 detik/smpPerencanaan terdiri dari 4 (empat) fase dan total waktu lampu lalu lintas perfase 62 detik dengan waktu hijau adalah ;Pendekat Utara             = Jl. Argamulia                                    = waktu hijau 20 detikPendekat Timur                        = Jl. Pasundan                          = waktu hijau 16 detikPendekat Selatan          = Jl. Siradj Salman                   = waktu hijau 14 detikPendekat Barat                         = Jl. KS. Tubun                                    = waktu hijau 14 detik
ANALISA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA UNDITA, BASUKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.189 KB)

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi merupakan kegiatan yang banyak menggunakan berbagai jenis peralatan, baik canggih maupun manual. Jenis peralatan ini dilaksanakan di lokasi yang terbatas luasnya dalam berbagai jenis kegiatan sehingga menyebabkan resiko tinggi  terhadap  kecelakaan.  Di  samping  peralatan,  berkurangnya  pengetahuan pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian dalam hal pengawasan K3 juga salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.Dari data PT Jamsostek Provinsi wilayah Kalimantan Timur, jumlah kasus kecelakaan kerja di Kalimantan Timur tahun 2011 sebanyak 621 kasus kecelakaan kerja, sedangkan sepanjang tahun 2013 telah terjadi kecelakaan kerja 1190 kasus dan berdasarkan data Agustus 2014 telah terjadi 1216 kecelakaan Kerja.           Dalam hal klasifikasi kondisi kerja ditemukan bahwa kecelakaan dengan alat pengaman tidak sempurna mencapai angka yang cukup dominan yaitu 78.87% dan kecelakaan dengan menggunakan peralatan tidak seharusnya mencapai 6.21%. Sementara untuk klasifikasi berdasarkan sumber kecelakaan dengan menggunakan mesin (press, bor dan gergaji) mendominasi angka 39.88% dan dengan perkakas kerja tangan mencapai 14.44% (Shaleh, 2009).Dilihat dari data kecelakaan yang ada, menunjukkan bahwa pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan yang beresiko tinggi terhadap kecelakaan. Banyak penyebab   kecelakaan   kerja   yang   sering   terjadi   dalam   pekerjaan   konstruksi mengurangi keberhasilan proyek tersebut. Penyebab utama kecelakaan kerja adalah kurang optimalnya pelaksanaan  K3,  sedangkan  penyebab  dasar  yang  sebenarnyaadalah   Mis   Management   yang   artinya   manajemen   tidak   melakukan   upaya pencegahan kecelakaan kerja seiring dengan kegiatan manajemen perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan dan implementasi K3 sangat penting untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meminimalisir korban jiwa dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebab usaha menyelamatkan kehidupan manusia juga merupakan tanggung jawab moral yang sangat mendasar dari semua pihak yang terkait terlepas dari tingkat pemahamannya terhadap aturan, besar kecilnya skala proyek ataupun jenis posisi jabatan yang diembannya pada proyek konstruksi. (Santoso, 2004) Pelatihan dan implementasi K3 dapat dilihat dalam suatu pendekatan sistem yaitu penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Karena pada prinsipnya kecelakaan kerja akibat perbuatan manusia (human error) bisa dicegah dengan pengawasan dan kualifikasi SMK3 yang diperketat oleh pengawasan dari pemerintah pusat maupun dinas. (Rifki, 2013)SMK3 merupakan sistem  yang lebih bertanggung jawab dalam berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera beserta bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. (Logawa, 2007). Sistem  manajemen ini juga merupakan suatu set elemen yang saling terkait yang digunakan untuk menetapkan kebijakan, sasaran dan pencapaian sasaran. Sasaran tersebut meliputi struktur  organisasi,  rencana  aktivitas  (termasuk  analisa  risiko  dan  penetapan objektif), tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya. SMK3 terdiri dari lima prinsip dasar acuan elemen yaitu kebijakan, perencanaan, penerapan dan operasi  kegiatan,  evaluasi  atau pemeriksaan  dan  tinjauan  manajemen  atau usaha tindakan perbaikan.Prinsip dasar SMK3 sebenarnya sudah ada dalam perundang-undangan sejak tahun 1970. Dalam peraturan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun
KAJIAN POTENSI WADUK BENANGA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (IRIGASI, AIR BERSIH DAN KONSERVASI SUNGAI) DI DAS KARANG MUMUS BAGIAN HULU ERY SANTOSO, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.168 KB)

Abstract

Waduk Benanga terletak di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Pada awal pembangunannya yaitu sekitar tahun 1978, Waduk Benanga memiliki volume tampungan total 1,323 juta m3. Seiring berjalannya waktu, tampungan Waduk Benanga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Waduk Benanga mempunyai banyak kegunaan, selain sebagai pengendali banjir Kota Samarinda, juga sebagai penyedia kebutuhan air irigasi di DI. Lempake Jaya dan sekitarnya seluas 350 hektar. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai penyedia kebutuhan air baku untuk air bersih. Untuk itu diperlukan simulasi pengoperasian waduk dari sisi neraca air, agar diketahui bagaimana kemampuan Waduk Benanga untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air bersih.Dalam kajian ini, langkah pertama adalah menentukan curah hujan regional rata-rata di Daerah Tangkapan Air Waduk Benanga menggunakan metode Poligon Thiessen. Kemudian menentukan curah hujan andalan menggunakan metode Bulan Dasar. Analisa evapotranspirasi dilakukan dengan metode Penmann Modifikasi. Nilai curah hujan andalan dan evapotranspirasi dibutuhkan dalam perhitungan kebutuhan air irigasi dan perencanaan pola tata tanam. Perhitungan debit andalan waduk menggunakan metode NRECA. Berdasarkan nilai debit andalan dan data lengkung kapasitas serta nilai kebutuhan air irigasi, maka akan diketahui gambaran neraca air waduk. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mencari luas daerah irigasi maksimal serta volume kebutuhan air bersih.Dari hasil simulasi dengan menggunakan 2 alternatif awal masa tanam, yaitu awal bulan November (alternatif 1) dan awal Desember (alternatif 2), bisa diketahui bahwa pada alternatif 2 kemampuan Waduk Benanga lebih baik dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan mampu melayani daerah irigasi seluas 378 hektar. Mengingat luas daerah irigasi eksisting hanya sekitar 350 hektar, maka debit Waduk Benanga masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Dari hasil simulasi juga diketahui, kebutuhan air bersih adalah sebesar 0,21 m3/detik, dan kebutuhan konservasi sungai ditentukan sebesar 0,50 m3/detik.
ANALISIS WAKTU TEMPUH PERJALANAN KENDARAAN RINGAN DI KOTA SAMARINDA SAPUTRA, RIYAN EKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Time travel (Travel Time) defined the total time required to pass through a certain path length, including time stops and delays at intersections. And Cost of Operations Vehicle (COV) is a great value expressed his charge is issued for the operator of a vehicle under normal conditions for a particular purpose.The objectives to be achieved in this research is knowing the speed of light vehicles on the road Abul Hasan - P. Diponegoro - P. Hidyatullah - P. Suriansyah - Yos Sudarso - Gajah Mada - RE. Sana, Knowing the travel time of light vehicles on the road Abul Hasan - P. Diponegoro - P. Hidyatullah - P. Suriansyah - Yos Sudarso - Gajah Mada - RE. Sana, Knowing the value of the vehicle operational costs (COV).The method used for data retrieval using stopwacth travel time, while the data for the analysis of travel time and speed using MKJI 1997, while the operational costs of vehicles using the PCI (Pacific Consultant International). From the calculation results can be concluded that there is a late trip on elephant mada-lane road section II with an average speed of 20.31 km/h the vehicle operational cost Rp. 6644 / km 
ANALIS WAKTU TEMPUH KENDARAAN RINGAN KOTA SAMARINDA (Studi Kasus: Jl. Ir.Sutami-Teuku Umar-Mt.Haryono-Pangeran Suryanata) WAN, RID
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ir.Sutami – Teuku Umar – Mt. Haryono – PangeranSuryanata merupakan salah satu ruas jalan dimana daerah perkotaan yang sering terjadi kemacetan, tundaan, kecelakaan dan gangguan lalu lintas lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian waktu  biaya dan kerugian lainnya yang tidak sedikit nilainya bagi para pengguna jalan. Hal ini juga akibat kurang disiplinya pengguna jalan itu sendiri.Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Ir. Sutami selama 4 hari pada tanggal hari senin 25  mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (29.29 km/jam ) jalur 2 (28.85 km/jam),  Waktu perjalanan Jalur 1 (308 detik) jalur 2 (308 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp3.668) jalur 2 (Rp 3.676).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Teuku Umar selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (39.97 km/jam) jalur 2 (40.22 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (171 detik ) jalur 2 (166  detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp 2.939) jalur 2 (Rp 2.827).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Mt. Haryono selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (40.48 km/jam ) jalur 2 ( 40.65 km/jam ),  Waktu perjalanan Jalur 1 (198detik ) jalur 2 ( 198detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraanjalur 1 ( Rp 2.818 ) jalur 2 ( Rp 2.820 ).Hasil Analisa danSurvei di lapangan di ruas jalan Pangeran Suryanata selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (29.22 km/jam ) jalur 2  ( 28.71 km/jam ),  Waktu perjalanan Jalur 1 (100 detik ) jalur 2( 100detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 ( Rp 3.674 ) jalur 2 ( Rp 3.674 ).
STUDI SALURAN DRAINASE PADA JALAN MUSO SALIM BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT SASVANTELA, HERI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.148 KB)

Abstract

Dinamika perkembangan pembangunan kota serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi kota yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan kebutuhan akan sarana dan prasarana saluran drainase.Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya suatukota  pada umumnya adalah : kondisi fisik setempat, fungsikota, faktor sosial ekonomi, politik, budaya, sejarah dan kebudayaan, bentuk pemerintahan dan organisasi administratif, serta keadaan sarana dan prasarana.Pembangunan fisik sarana dan prasarana kota, harus terencana dan terkendali sesuai kaidah-kaidah perencanaan, terutama pada kawasan cepat berkembang, akan menghasilkan pembangunankotadengan kualitas fisik perancangan yang produktif, termsuk perencanaan jalan dan drainasenyaDalam hal perencanaan saluran drainase untuk jalan di perkotaan, maka hal yang harus dilaksanakan dengan seksama adalah sesuai standar dan sistem perencanaan drainase perkotaaan yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi kota, langkah perencanaan dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi (hidrologi cycle), karakteristik hujan, data hujan, pengolahan data hujan, debit rancangan serta aspek hidrolika yang menyangkut aliran air pada saluran, sifat-sifat aliran, rumus-rumus aliran air dan analisis dimensi saluran. Bila tidak direncanakan dengan baik sesuai standar perencanaan, maka akan ditemui banjir dimana-mana.Drainase pada Jalan Muso Salim Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, akibat pesatnya pembangunan dan pertumbuhan kota Barong Tongkok dimana banyak lahan yang sudah tertutup bangunan dan berkurangnya daerah resapan, maka sering dilanda banjir pada musim penghujan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas untuk debit banjir kala ulang 2 tahun, 5 tahun tahun, 10 tahun dan 25 tahun

Page 2 of 2 | Total Record : 17