Articles
87 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2016)"
:
87 Documents
clear
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN SLAMET RIYADI – JALAN PANGERAN ANTASARI – Ir. H. JUANDA KOTA SAMARINDA
RIDANI, ANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Andi Ridani, Tingginya jumlah penduduk Kota Samarinda menyebabkan banyak aktifitas penduduk yang menggunakan prasarana ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda, seperti perdagangan jasa dan perkantoran. Semakin besar arus lalu lintas yang melintasi ruas jalan ini menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan.Pentingnya peranan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda mengakibatkan terjadinya akumulasi beban arus lalu lintas dan terjadi antrian dan tundaan kendaraan.Maksud penelitian ini mengetahui analisis tingkat pelayanan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda di kota Samarinda.Lokasi studi di Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir.H.Juanda berada di Kota Samarinda.Berdasarkan data BPS Januari sampai Mei 2015 jumlah penduduk Kota Samarinda adalah 883.838 Jiwa. Sampel Peneltian meliputi Volume Lalu lintas, Geometrik Jalan, Hambatan Samping, Kecepatan Kendaraan,Kondisi Lingkungan ruas Jalan, Data Jumlah Penduduk.Analisis kinerja ruas Jalan dengan menggunakan pedoman MKJI, 1997, analisis dibuat dalam formulir UR – 1 =  Merupakan data masukan berupa Kondisi Umum, Geometri Jalan, UR – 2 =  Merupakan data masukan lanjutan, terdiri dari Arus dan komposisi lalu lintas, Hambatan samping, UR – 3 =  Analisis berupa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas, Kecepatan kendaraan ringan.Melihat hasil analisis kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda di Kota Samarinda, terdapat kinerja ruas jalan Slamet Riyadi yang masih harus dilakukan penanganan oleh pihak terkait (stakehoulder) seperti melakukan pembatasan kendaraan lebih dari 8 ton (kendaraan berat) yang melewati ruas ini dan meminimalkan hambatan samping agar kapasitas ruas jalan menjadi lebih baik, untuk tingkat pelayanan (Level of service/ LOS) harus dapat ditingkatkan dengan dapat melakukan rekayasa lalu lintas dan manajemen lalu lintas serta aktifitas ruas jalan yang tinggi harusnya harus selalu berintergasi dengan perencanaan jaringan transportasi pada kawasan agar dampak lalu lintas dapat diminimalisir.
Debit Analysis of Flood InPesayan Bridge Berau District
RACHMADIAN, AUDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.823 KB)
AUDI RACHMADIAN, NPM: 12.11.1001.7311.284, Debit Analysis of Flood InPesayan Bridge Berau District, Supervisor: Dr. Ir. SRI yayuk SUNDARI, MT, and Supervisor II: HERI PURNOMO, ST, MT.   Pesayanbridge in Berau is a means of liaison between JalanTalisayan from Berau to Makajang direction and vice versa. This bridge is separated by the river. To connect the road segments planned for the bridge. Planning bridge can not be done haphazardly, needs to be examined in detail and carefully so that the bridge has a long durability, ability to withstand the weight of the vehicle by which the and the resilience to natural events such as the rapid flow of river water during floods underneath return period.The purpose of this study was to determine the flood Debit Analysis on Bridge PesayanBerau DistrictFrom the analysis of the flood discharge at the river bridge PesayanBerau district, the maximum flood discharge method Nakayashu taken HSS return period of 100 years with the flood discharge (Q100) is the largest 952.58123282 m3 / sec.High elevation bridge from the bottom to the water surface taken by debit highest return period of 100 years (Q100) = 952.58123282 m3 / sec obtained water level (h) = 9,15 meters. Planning for a free high Pesayan River Bridge, District Sambaliung, Berau is planned minimal height is h + surveillance minimal = 2.00 + 9.15 = 11.15 meters. From the analysis of the flood water level coupled with the minimal surveillance height for the placement of the base Pesayan River bridge River Bridge to as high as 11.15 meters
KAJIAN STRUKTUR 10 LANTAI GEDUNG DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
PRAMANA PUTRA, ANGGI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1440.493 KB)
Nowadays, almost every city in Indonesia are competing in upgrading the number of development. The development is being done towards the facilities and infrastructure in each city in order to support citizen’s daily needs, such as building construction, bridge construction, road construction, etc. Increasing of development number is also happening in Tenggarong City. This increasing of development number will affect the number of jobs vacancies, so that many constructions expert will be needed. Based on this problem, a construction of an office building, named Manpower and Transmigration of Kutai Kertanegara Tenggarong Building is planned. This building construction is planned because it has an important role for the citizen to provide jobs vacancies for them in their own competence. This research will discuss how to calculate building structure using matrix method and SAP2000 method. This research aims to know any loads that include in the structure.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEKERJA PADA PEMBANGUNAN GEREJA REFORMED INJIL INDONESIA –SAMARINDA
HIDAYAT, RIYANTO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.576 KB)
Keselamatan dan kesehatan kerja harus di jadikan hal yang penting dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda. karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja yang bisa saja timbul tidak hanya merugikan tenaga kerja saja tetapi juga perusahaan itu sendiri baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Pengertian tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang didefinisikan oleh beberapa ahli tidaklah jauh berbeda satu sama lainnya. Pada dasarnya definisi tentang keselamatan dan kesehatan kerja mengarah pada interaksi pekerja dengan lingkungan kerja dan interaksi pekerja dengan mesin atau alat – alat produksiMaksud dari penelitian ini adalah Bagaimana penerapan K3 terhadap tenaga kerja pekerja dilingkungan pada proyek kontuksi pembangunan Gereja RII Samarinda? tujuan penelitian Menganalisa penerapan faktor – faktor kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap tenaga kerja pada proyek konstruksi pembangunan Gereja RII Samarinda. Hasilanalisis penerapan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkunganproyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda dapat disimpulkan sebagai berikut:Kebijakan k3 dari 30 responden yang mengetahui serta menjalankan penerapan dan operasi kegiatan diperusahaan proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarindasebesar95%Perencanaan K3 dari 30 responden yang mengetahui serta menjalankan penerapan dan operasi kegiatan diperusahaan proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda sebesar 94%Penerapan dan Operasional kegiatan K3 dari 30 responden yang mengetahui serta menjalankan penerapan dan operasi kegiatan diperusahaan proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda sebesar 98%Evaluasi k3 dari 30 responden yang mengetahui serta menjalankan penerapan dan operasi kegiatan diperusahaan proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda sebesar 100%Tinjauan Manajemen k3 dari 30 responden yang mengetahui serta menjalankan penerapan dan operasi kegiatan diperusahaan proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda sebesar 100%Berdasarkan hasil penelitian total penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah 97,4% angka ini menunjukan bahwa penerapan K3 proyek kontruksi pembangunan Gereja RII sudah dilaksanakan dengan baik, Dalam hal ini membuktikan bahwa perusahaan ini telah bertanggung jawab dalam kegiatan proyek yang berlangsung.Fasilitas yang mendukung penerapan K3 pada proyek kontruksi pembangunan Gereja RII Samarinda yang dilakukan terhadap 30 responden berada dikisaran 87,45% angka ini dikatagorikan sangat baik dalam hal kelengkapan fasilitas K3 di proyek
ANALISA SISTEM SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RE MARTADINATA KOTA SAMARINDA
QOLBIE, YAUMIL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.741 KB)
Kota Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kota Samarinda yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pusat sektor industri, pusat sektor perdagangan, sektor pendidikan sekaligus sebagai pusat dari sektor pariwisata. Seperti banyak kota besar di Indonesia, sebagian wilayah Kota Samarinda terletak di dataran rendah.Salah satu permasalahan yang muncul dan memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan penataan kota. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai Kota Tepian, maka perlu adanya penataan di sekitar kawasan sungai-sungai yang ada di wilayah Kota Samarinda dan Kegiatan konservasi Sumber Daya Air untuk mempertahankan fungsi dan nilai, dengan cara mempertahankan fungsi kawasan lindung / sempadan, pengawetan air dan pengelolaan kualitas air.Program pengendalian banjir Kota Samarinda sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun dari Pemerintah Pusat. Sasaran yang hendak dicapai dari program tersebut adalah cukup jelas untuk pengendalian banjir Kota Samarinda.Pada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, karena air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang seiring dengan perubahan tata guna lahan tersebut. Disamping permasalahan banjir sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan, terdapat pula permasalahan saluran drainase Jalan Re Martadinata khususnya yang menuju ke Sungai Mahakam sebagai outletnya,dimana kapasitas Sungai Mahakam pada umumnya mampu menahan debit banjir yang ada.Berdasarkan hasil survey yang saya teliti di Jalan RE Martadinata yang merupakan jalan utama menuju Kota Samarinda bahwa, daerah tersebut sering terjadi banjir dan juga jumlah rumah-rumah penduduk dan perkantoran di daerah tersebut semakin padat sehingga mengakibatkan kurangnya saluran drainase dan daerah resapan air.
EVALUASI KINERJA JARINGAN AIR IRIGASI DESA TANJUNG LABU KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR
ARISANDI, REZA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.906 KB)
Reza Arisandi, Evalusi Kinerja Jaringan Air Irigasi Desa Tanjung Labu Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur, di bawah bimbingan Purwanto, ST., MT dan Yuswal Subhy, ST., MT           Irigasi mempunyai peranan untuk meningkatkan produksi tanaman khususnya padi sebagai suatu komoditas di Indonesia, pada dasarnya irigasi dapat dilakukan dengan cara menyediakan dan mengatur kebutuhan air untuk tanaman. Kebutuhan air untuk tanaman dipengaruhi oleh kehilangan air yang disebabkan penurunan kinerja jaringan irigasi. Untuk meningkatkan produksi tanaman dapat juga dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga penggunaan lahan menjadi efektif. Lokasi studi Daerah Irigasi Desa Tanjung Labu Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. Menghitung besarnya kebutuhan air irigasi dilakukan dengan menggunakan metode F.J Mock, maka dari analisis kebutuhan air irigasi diperoleh pola dan masa tanam yang baik dari besarnya hasil debit andalan DAS sungai Benumuda. Berdasarkan hasil penelitian ini debit andalan adalah sebesar 181.05 m3/det dan kebutuhan air adalah sebesar Padi I 19.70 lt/dt/ha , Padi II 20.40 lt/dt/ha, Palawija 28.23 lt/dt/ha, dan Padi I 19.70 lt/dt/ha. Dari hasil penelitian ini di dapat bahwa Irigasi Desa Tanjung Labu kurang optimal. Ini terlihat dari rencana luas irigasi yang sebesar 1.317 Ha dan yang dapat terairi hanya 835 Ha.
PENGARUH PENAMBAHAN ANTI STRIPPING PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC DENGAN MATERIAL SPLIT EX. PALU DAN PASIR PUTIH EX. MUARA BADAK
DESTIANI, SUKMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (569.059 KB)
Dalam masa pelayanannya, campuran aspal akan mudah mengalami stripping atau pengelupasan aspal dari agregat yang disebabkan oleh hilangnya ikatan atau adhesi dari campuran tersebut. Hal ini mengakibatkan beberapa jenis kerusakan perkerasan seperti bergelombang, retak – retak dan mendorong pelepasan butiran-butiran agregat pada badan jalan.Salah satu cara untuk mengatasi kerusakan-kerusakan pada jalan dengan memperbaiki perilaku campuran beraspalnya,yaitu dengan cara meningkatkan kualitas sifat-sifat aspal, kualitas agregat, dan memperbaiki mekanisme pengolahan.Metode - metode yang digunakan dalam menganalisa mengacu kepada (Standar Nasional Indonesia) dan Spesifikasi Umum. Untuk mendapatkan hasil analisa yang sesuai dengan standar dan spesifikasi maka benda uji di buat bervariasi seperti menggunakan variasi batas atas,tengah ataupun bawah pada perencanaan analisa saringan dan komposisi campuran sesuai dengan hasil presentasi serta pengaruh penambahan anti stripping (anti pengelupasan) pada campuran aspal .Adapun batasan masalah dalam penelitian ini antara lain adalah Campuran aspal yang ditinjau adalah aspal beton AC-WC, material menggunakan Split Ex. Palu, dan Pasir Putih Ex. Muara Badak, aspal yang digunakan yaitu aspal pertamina penetrasi 60/70, parameter pengujian menggunakan metodemarshall dan pada pengujian stabilitas sisa marshall dengan kadar aspal optimum menggunakan penambahan anti stripping sebanyak 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap berat aspal, tidak melakukan penelitian terhadap anti stripping, Tidak melakukan pengujian pada aspal.Maksud dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh penambahan Anti Stripping pada campuran aspal beton AC–WC dengan menggunakan material Split Ex. Palu dan Pasir Putih Ex. Muara Badak. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan anti stripping pada campuran aspal AC–WC menggunakan material Split Ex. Palu dan Pasir Putih Ex. Muara Badak terhadap nilai – nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi.
ANALISIS WAKTU TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM (TRAYEK B) KOTA SAMARINDA
SURYA WIJAYA, HADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.184 KB)
Transportasi adalah proses memindahkan benda hidup atau benda mati dari suatu tempat ke tempat lainnya. Kegiatan transportasi ini membutuhkan tempat yang disebut dengan prasarana transportasi.Angkutan umum menurut kamus tata ruang adalah alat angkut penumpang yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Kebutuhan masyarakat akan angkutan umum menjadikannya sebagai sarana yang sangat penting dalam sistem transportasi. Hal ini mengakibatkan pentingnya tingkat pelayanan angkutan umum yang dapat dilihat dari tingkat kinerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja angkutan umum trayek B di kota samarinda dari waktu tempuh, biaya operasional kendaraan dan kelayakan tarif angkutan. Untuk pengambilan data penelitian alat yg digunakan adalah berupa global positioning system (GPS), kemudian data ditransfer ke komputer dengan menggunakan aplikasi mapsource. Data kemudian dianalisa menggunakan metode PCI untuk perhitungan biaya operasional kendaraan. Dari biaya operasional yang diperoleh akan dianalisis lagi dengan data pendapatan pendapatan supir angkutan umum yang diperoleh dari hasil kuisoner untuk mengetahui kelayakan tarif.               Maka hasil penelitian yang diperoleh adalah biaya operasional kendaraan (BOK) angkutan umum trayek b pergi melalui rute r1 - r9 dengan panjang ruas jalan = 8,914 kilometer adalah Rp.46.925,- dan kembali melalui rute r1 - r10 dengan panjang ruas jalan = 10,027 kilometer adalah Rp.50.048,-. Perbandingan pendapatan bersih per bulan dari biaya operasional kendaraan (BOK) dengan upah umum regional (UMR) Rp.3.211.647,- ≥ Rp2.156.889,- dari hasil tersebut tarif untuk angkutan kota trayek B masih layak digunakan.
PENGARUH KADAR ASPAL TERHADAP PENINGKATAN NILAI STABILITAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BASE
FIRMANI, RENDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.411 KB)
Untuk mengetahui kriteria mutu dan kualitas campuran aspal, maka harus dilakukan penelitian di laboratorium sesuai dengan perhitungan yang ada berdasarkan sifat dari masing-masing bahan atau material yang digunakan dengan memperhatikan kualitas dan mutu campuran aspal, serta nilai efesiensi dan nilai ekonomisnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik campuran aspal beton AC- Base yang meliputi stabilitas dan flow dari uji marshall.Laston sebagai pondasi, dikenal dengan nama AC-Base (Aspalt Concrete-Base). Tebal nominal minimum AC-Base adalah 6 cm. AC-Base merupakan lapis perkerasan beraspal yang terletak di bawah lapis AC-BC. Lapis perkerasan ini tidak berhubungan langsung denga cuaca luar, tetapi harus memiliki stabilitas untuk menahan beban lalu lintas yang disebarkan melalui roda kendaraan.Dari hasil penelitian komposisi rancangan aspal beton AC-base dengan menggunakan kapur padam sebagai filler, maka dapat diambil kesimpulan pada campuran awal variasi 1 dengan kadar aspal optimum 5,5 % didapat nilai stabilitas 1852,40 kg dan nilai flow 4,53 mm, sedangkan campuran awal variasi 2 dengan kadar aspal optimum 5,5 % didapat nilai stabilitas 1865,63 kg dan nilai flow 4,63 mm, campuran awal variasi 1 dan 2 telah memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan yaitu stabilitas dengan nilai min. 1800 kg dan flow dengan nilai mini. 4,5 mm. Untuk pengujian Marshall Immersion setelah perendaman selama 24 jam pada suhu 60°C didapat nilai stabilitas sisa Marshall pada variasi 1 dengan nilai 98,32 % dan pada variasi 2 dengan nilai 98,32 %. Variasi 1 dan variasi 2 telah memenuhi standar spesifikasi yaitu min. 90 %.
ANALISIS KAPASITAS DAN BOK PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO ( PEMBANGUNAN ) - IR. H. JUANDA KOTA SAMARINDA
YUSUF, ALFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (29.934 KB)
Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat.Seiring pertumbuhan penduduk dan besarnya pembangunan serta meningkatnya transportasi, maka jumlah kendaraan atau volume lalu lintas pada ruas jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarinda yang di padati lalu lintas setiap harinya sering mengalami kemacetan dan penurunan kecepatan di beberapa segmen jalan, selain itu kondisi di beberapa segmen jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarida juga mengalami kerusakan dan lubang-lubang pada beberapa segmen jalan.Ruas jalan Ir. H. Juanda yang dimana terdapat beberapa perguruan tinggi yaitu Stikes Muhammadiyah dan Universitas 17 Agustus 1945 yang membuat kondisi lalu lintas relative sangat padat dan dilintasi oleh berbagai macam kendaraan. Volume lalu-lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik per satuan waktu pada lokasi tertentu. Untuk mengukur jumlah arus lalu-lintas, biasanya dinyatakan dalam kendaraan per hari, smp per jam, dan kendaraan per menit, Metode yang di terapkan dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan untuk mencari volume lalu lintas, hambatan samping, derajat kejenuhan, kecepatan serta bok kendaraan ringan.Hasil analisis yang di peroleh dari data-data lalu lintas tersebut adalah untuk jalan Letjen Suprapto volume lalu lintas puncak 2903,60 smp/jam, derajat kejenuhan 0,49, kecepatan 37 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.791 jalur 2 Rp. 4.720, dan untuk jalan Ir H Juanda volume lalu lintas puncak 3075,35 smp/jam, derajat kejenuhan 0,54, kecepatan 35 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.595 jalur 2 Rp. 4.681.