cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 87 Documents clear
PERBANDINGAN TIANG PANCANG BAJA DAN BETON PADA PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH CANTILEVER DI KM-09 JALAN POROS SAMARINDA – TENGGARONG DI TINJAU DARI SEGI BIAYA DAN KEAMANAN NURDIN, FEBRIANSYAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.928 KB)

Abstract

Febriansyah Nurdin, Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal kesumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi.Tiang pancang yang digunakan dalam perbandingan ini adalah tiang pancang baja dan beton. Perhitungan keamanan tiang ditinjau khusus pada kapasitas daya dukung tiang. Kapasitas daya dukung tiang pancang sangat diperlukan untuk mendapatkan perencanaan pondasi yang memenuhi persyaratan. Banyak metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data lapangan dengan menggunakan data sondir dan dan data SPT dibandingkan satu sama lainnya, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis.Tiang pancang sebagai perbandingannya ada 4 macam yaitu spiral pipe baja, H-Beam baja, segiempat beton dan segitiga beton. Dari beberapa tipe tiang pancang yang di analisa maka tiang pancang baja  yang paling besar daya dukungnya adalah tipe H-beam, sedangkan untuk beton yang paling tinggi daya dukung nya dengan tipe segiempat. Apabila tiang pancang di tinjau dari segi biaya maka untuk tiang pancang jenis baja, spiral pipe lebih ekonomis, sedangkan untuk jenis beton maka tipe segitiga lebih ekonomis bila digunakan. 
Perancangan Jaringan Irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara ELLA AGUSRISTYANTO, I MADE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I  MADE  ELLA  AGUSRISTYANTO,  Perancangan  Jaringan  Irigasi  Manunggal  Daya Kabupaten Kutai Kartanegara dengan bimbingan Dr.Ir.H.Habir, MT dan Suharto, ST.MT. Kebutuhan irigasi desa manunggal daya Kabupaten Kutai Kartanegara sangat bergantung pada sungai kumpa kiri  yang terletak di hulu sungai Mahakam jika sungai kumpa kiri pada bagian hulu tidak berfungsi akibat bergesernya alur sungai oleh sebab itu perlu di lakukannya perbaikan agar areal persawahan dapat berfungsi dengan baik.Merancang jaringan sistem irigasi pada ruas primer dan sekunder untuk Jaringan irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara.Metode  yang  digunakan  untuk  menghitung  adalah  :  Dasar  Analisis  Hidrologi, Analisis Frekuensi Curah Hujan, Uji SebaranPenelitian ini Mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek teknis terhadap penentuan       luas areal irigasi dan pembangunan bendung serta jaringan irigasi, serta pembagian petak sawah, melakukan detail desain bendung, bangunan air dan jaringan irigasi, menyusun pedoman OP bendung, bangunan air dan jaringan irigasi.
MANAJEMEN RISIKO KONTRAK KONSTRUKSI PADA SISTEM UNIT PRICE TERHADAP PROYEK PEMBANGUNAN FLY OVER JALAN JUANDA-ABDUL WAHAB SYAHRANI DI SAMARINDA TRIYOSO, AGUNG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.995 KB)

Abstract

INTISARI : Saat ini dengan membaiknya perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, Samarinda menjadi pusat bisnis property dalam bentuk apartemen, real estate dan masih banyak macam lainnya, ada beberapa jenis tipe kontrak secara garis besar dan yang sering di gunakan oleh owner yaitu system kontrak lump sum dan unite price. Dari hal-hal yang telah dijelaskan diatas tampak bahwa masing-masing tipe kontrak memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan oleh kontraktor untuk menentukan tindakan dalam mengatasi risiko. Sistem yang digunakan untuk mengelola risiko agar dampaknya tidak berpengaruh terlalu besar pada tujuan proyek dinamakan sistem manajemen risiko.            Masalah yang ingin diteliti adalah bagaimana identifikasi risiko kotrak pembangunan fly-over ? dan bagaimana tingkat risiko kontrak pada proyek pembangunan fly-over bagi kontraktor pelaksana.   Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko menggunakan metode matrik probabilitas-dampak, lokasi dalam penelitian ini yaiti di Jalan Juanda – Abdul wahab syahrani di samarinda. Berdasarkan hasil tingkat risiko kontrak didapat 6 indikator risiko yang signifikan terhadap proyek. Yaitu Harga perkiraan sementara (HPS) dari owner, nilai proyek, jadwal pelaksanaan, system kontrak, hubungan proyek ini dengan proyek lain, keahlian dalam membuat RAB. Sedangkan risiko yang sangat berpengaruh terhadap kontrak ada 12 variabel berisiko.
PERANCANGAN MARKAS KOMANDO GABUNGAN KHUSUS DI KALIMANTAN TIMUR (KAMUFLASE FASAD) RIDHA PAHLIFI, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.9 KB)

Abstract

Muhammad Ridha Pahlifi, Perancangan Markas Komando Gabungan Khusus di Kalimantan Timur (Kamuflase Fasad), di bawah bimbingan Arman Efendi, S.T, MT, dan Ir. Prasetyo, M.Si.Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan dan menggambarkan tentang Perancangan Markas Komando Gabungan Khusus di Kalimantan Timur (Kamuflase Fasad) atau bisa disingkat MAKOGABSUS. Markas ini direncanakan karena melihat kejayaan Militer Indonesia pada jaman Soekarno menjadi salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Tapi sekarang ada beberapa konflik yang membuat kekuatan Agresi  Militer Indonesia tidak sekuat seperti dulu lagi, seperti sengketa Sengketa Internasional pada perbatasan Indonesia di perbatasan daerah Tutorial Kalimantan dengan Negara tetangga yaitu :Sengketa pulau Sipadan dan Ligitan, Sengketa pulau Ambalat, Dan baru-baru ini terjadi di pulau Natuna China. Dalam hal di atas apa yang perlu Indonesia lakukan untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi ataupun akan terjadi yang khususnya pada pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga ? dalam pertanyaan di atas dapat dijawab bahwa begitu perkasanya Militer kita pada zaman dulu, dan sekarang bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kedaulatan NKRI khususnya di Kalimantan Timur. Apalagi di Kalimantan berbatasan langsung dengan Negara asing, jadi penting sekali memperkuat pertahanan NKRI dari segi pasukan khusus TNI yang selalu siaga berada disebuah tempat atau markas. Hasil dari perancangan ini dapat dilihat dari segi efisiensi bangunan dan Konsepnya, yang memiliki 6 pasukan khusus didalamnya yaitu : Kopasus, Kopaska, Korpaskas, Yontaifib, Denjaka dan Den Bravo 90. Dan Markas ini mempunyai kenggulan khusus, seperti pada judulnya yaitu, Markas Komando Gabungan Khusus Di Kalimantan Timur (Kamuflase Fasad). Yang mempunyai penekanan pada Fasad yang berkamuflase. Kamuflase  adalah suatu metode yang memungkinkan sebuah  organisme atau benda yang biasanya mudah terlihat menjadi tersamar atau sulit dibedakan dari lingkungan sekitarnya.   Jadi perlunya perancangan ini menjadi jawaban atas perihal-perihal di atas, yaitu dengan adanya Markas Komando Gabungan Khusus ini bisa mengatasi dan mengamankan khususnya daerah Kalimantan Timur terutama pada masalah sengketa keamanan pulau dan umumnya pada Negara. Juga memberi dampak positif terhadap para TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU untuk memiliki markas gabungan khusus di Kalimantan Timur.
PERENCANAAN PUSAT OTOMOTIF SAMARINDA ABDILLAH IDRIS, HASIBUAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.284 KB)

Abstract

Perencanaan Pusat Otomotif  Samarinda merupakan tempat yang nantinya akan dituju oleh para biker dan otolover, untuk merawat,  memperbaiki dan merubah bentuk penampilan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya para club-club otomotif khususnya yang ada di Samarinda dan sebagai tempat untuk bertukar pengalaman dan pikiran. Pusat Otomotif Samarinda yang merupakan salah satu fasilitas public yang bersifat komersil, dan bangunan ini dapat menjadi tempat yang memberikan kebebasan pandangan bagi para penggemar otomotif terhadap pentingnya hijau terhadap polusi udara oleh asap-asap kendaraan.     Dengan demikian para biker dan otolover dapat mengembangkan bakatnya agar kota Samarinda yang ramai akan dunia otomotif, dapat mengikuti perkembangan dunia otomotif.
ANALISA PERBANDINGAN CAMPURAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS EX. TENGGARONG EX. PALU DAN AGREGAT KASAR EX. PALU DENGAN CARA PERENDAMAN DAN TIDAK DI RENDAM RIZKINA, HAIDIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.151 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan kontruksi yang sangat penting. Contohnya seperti banyak digunakan hampir diseluruh lini pembangunan seperti bangunan, jembatan, perkerasan jalan, bendungan, terowongan, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan kuat tekan beton yang dibuat dengan cara perendaman dan tidak direndam menggunakan metode SNI 03-2847-2013 menggunakan bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu untuk mencapai kuat tekan beton 20.75 Mpa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dengan cara penggabungan bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu untuk pembuatan sampel beton pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Dengan menggunakan cara perhitungan mix design dan perhitungan faktor koreksi.Kuat tekan beton rencana f’c = 20.75 Mpa pada bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu dengan perawatan direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 28.82 Mpa, 7 hari f’c 26.11 Mpa, 14 hari f’c 23.91 Mpa, 21 hari f’c 23.58 Mpa dan 28 hari f’c 24.43 Mpa dapat memenuhi syarat dan untuk kuat tekan beton yang tidak direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 25.41 Mpa, 7 hari f’c 21.93 Mpa, 14 hari f’c 19.29 Mpa, 21 hari f’c 16.44 Mpa dan 28 hari f’c 16.97 Mpa tidak dapat memenuhi syarat pada umur 14, 21 dan 28 hari. Sehingga disimpulkan bahwa beton yang dirawat dengan perendaman dapat mencapai kuat tekan rencana sedangkan yang tidak direndam tidak dapat mencapai kuat tekan rencana tersebut.
THE DESIGN OF NORMAL CONCRETE AND BENDRAT FIBRE CONCRETE WITH MAHAKAM SAND AND SPLIT STONES OF KUTAI BARAT SISHAM, ARNOLD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.245 KB)

Abstract

Normal concrete is concrete with content weight of 2200 – 2500 kg/m3 composed of split aggregates. Fibre concrete is a mixture of normal concrete and other fibrous materials, whose fibres measure 5 cm with variation of 5% and 10% of the weight of concrete. This research purpose to investigate the difference between the compressive strength exerted by normal concrete and bendrat fibre concrete and that by coarse aggregate of split from Kutai Barat and sand aggregate from Mahakam.This research utilizes mixed design method (Indonesian National Standard—SNI 03-2847-2002) and is carried out in laboratory with the maximum size of coarse aggregate at 40 mm. The samples collected include normal concrete, fibre concrete of 5% and fibre concrete of 10%, each of which has 30 samples. That said, there are 90 samples in total.Based on the compressive strength test of normal concrete at its 28 days, the value of average compressive strength (f’cr) = 132,25 kg/cm² and the prerequisite compressive strength (f’c) = 115,07 kg/cm², compared to its targeted average compressive strength  (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2. The compressive strength test of 5% fibre concrete at its 28 days shows that the value of average compressive strength (f’cr) = 155,48,25 kg/cm² and the prerequisite compressive strength (f’c) = 134,4 kg/cm², compared to its targeted average compressive strength  (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2. Lastly, the compressive strength test of 10% fibre concrete at its 28 days, the value of the targeted average compressive strength (f’cr) = 159,25 kg/m2 and the prerequisite compressive strength (f’c) = 133,46 kg/cm2, compared to its targeted average compressive strength  (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2.
PERKERASAN CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON (HRS- BASE) DENGAN MATERIAL LOKAL UBAY, NUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.97 KB)

Abstract

Lapisan Tipis Aspal Beton (LATASTON) terdiri dari dua macam campuran yaitu lataston lapis pondasi (HRS-Base) dan lapis permukaan (HRS-WC) dengan ukuran maksimum agregat masing-masing campuran adalah 19mm.Penelitian Aspal yang dilakukan menggunakan Pengujian Marshall Test dengan langkah yaitu Persiapan Benda Uji, Penentuan Berat Jenis Bulk dari benda uji, Pemeriksaan nilai  stabilitas dan flow, dan Perhitungan sifat volumetrik benda uji.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Stabilias dan flow pada untuk lapis tipis aspal beton HRS-Base secara keseluruhan memenuhi syarat. Ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan, Variasi I pada kadar aspal 7,0 yaitu Stabilitas 985,467 kg, flow 3,44mm, berat jenis 2,534       ,  VIM 4,179%, VMA  19,672%, VFA 78,889%.  Lalu  pada Variasi II pada      kadar aspal 7,5 yaitu stabitilas 949,064 kg, flow 3,5mm, berat jenis 2,581       , VIM 4,564%,   VMA 19,569%, VFA 76,701%. Dari hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa material lokal memiliki kualitas yang cukup bagus dan layak untuk digunakan sebagai lapisan pondasi (HRS- Base). Untuk perendaman didapat hasil stabilitas marshall sisa Variasi I 97,81 % dan variasi II 98,70
PERHITUNGAN DEBIT BANJIR MAKSIMUM PADA DRAINASE JALAN GERILYA DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI KOTA SAMARINDA APRIADI, DODY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.839 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang muncul dan memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan penataan kota. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai Kota Metropolitan, maka perlu adanya penataan di sekitar kawasa nsungai-sungai yang ada di wilayah Kota.dan Perkembangan pembangunan Kawasan hunian harus di imbangi dengan pembenahan drainase yang  layak.                 Daerah Jalan Gerilya Kota Samarinda sebagai contoh yang merupakan kawasan pembangunan perumahan sehingga terjadi perubahan perkembangan tata guna lahan (land use) dari daerah resapan air menjadi genangan air yang menimbulkan permasalahan baru, yaitu terjadi peningkatan limpasan permukaan (surface run off), Pada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, Analisa data untuk mendapatkan curah hujan rancangan menggunakan Metode Gumbel dan Metode Log Person Type III.Debit banjir yang harus ditampung oleh drainase pada jalan Jalan Gerilya Kota Samarinda, untuk debit maksimum pada tahun 2026 sebesar 6,555 m3/detik , lebih besar dari debit actual sebesar 0,00490m3/detik sehingga saluran tidak mencukupi aman. Dimensi saluran drainaserencana yang direncanakan adalah panjang saluran: 596 m, lebar dasar saluran:2,5 m, tinggi penampang basah:1,5m, tinggi jagaan:0,50 m, kemiringan dasar saluran: 0,111 %, kemiringan tanah: 0,726 %, lebar atas saluran: 2,8.
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MANGGAR BARU ETA CENDEKIA, DENNIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.988 KB)

Abstract

Dennis Eta Cendekia, Analisa Perubahan Garis Pantai Manggar Baru,di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT. dan Yuswal Subhy, ST, MT.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan danmenggambarkan tentang Perubahan Garis Pantai Manggar Baru di daerah KotaBalikpapan Provinsi Kalimantan Timur, dalam menjabarkan simulasi perubahangaris pantai pada daerah tersebut, data yang akan disajikan dalam penelitian iniadalah data primer yaitu, data yang diperoleh dari penelitian langsung dilapangan berupa data dari survey dan wawancara langsung serta data sekunder,yaitu data yang diperoleh melalui telaah pustaka, baik melalui buku – buku, jurnal,majalah, tulisan ilmiah, dan akses internet yang dinilai relevan dengan tema yangdiangkat dalam penelitian ini. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalahmetode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulandata, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan / verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisa Perubahan Garis PantaiManggar Baru mengalami perubahan garis pantai jika tidak diberi penangganan,perubahan garis pantai ini terjadi karena besarnya satuan sedimen transportperhari yang terjadi di kawasan Pantai Wisata Manggar Baru, besar nya sedimentransport perhari dipengaruhi oleh besarnya energy gelombang yang menyisisirbibir pantai, besarnya energy gelombang pun dipengaruhi oleh besarnya nilaiangin yang bertiup lebih besar dari arah tenggara