cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 87 Documents clear
KAJIAN STRUKTUR BETON BERTULANG 10 LANTAI PADA PEMBANGUNAN GEDUNG SEKRETARIAT KONI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR WATY, TRISNA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.253 KB)

Abstract

Building construction is one of the most frequently used. For that the additional floor in the Secretariat Building construction KONI East Kalimantan Province is because space in the building is inadequate, it is planned to be 10 floors previously planned 8 floors.In planning the building in the analysis using the two methods used in Matrix and SAP 2000 which aims to determine the loads acting on a portal and to determine the moment that occurs due to loading. For foundation piles were used that were adapted to the ground data.From the results of the analysis results obtained load acting on a portal that is dead loads, live loads and wind loads. Based on the results of comparative analysis of the structure with the two methods taken the greatest moment so that the value obtained, the beam Mu = 41.835 tons/ m, column Pu = 158.873 tons / m, sloof Mu = 14.251 ton / m. Based on the calculation of the foundation found the number of different pole each position located then at the end position amounted to 3 pole and 2 pole positions amounted middle.
ANALISA PERBANDINGAN AGREGAT KELAS C MURNI DENGAN CAMPURAN PEMAKAIAN ABU BATU PADAS SUBIYANTORO, IWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.873 KB)

Abstract

Iwan Subiyantoro, Analisa Perbandingan Agregat Kelas C Murni Dengan Campuran Pemakaian Abu Batu Padas, di bawah bimbingan Bapak Dr.Ir.H. Habir, MT  dan Ibu Musrifah Tohir, MTAgregat merupakan komponen utama dari lapis perkerasan jalan. Yaitu 90 – 95% agregat, berdasarkan presentase berat atau 75-85% agregat berdasarkan volume. Dengan demikian daya dukung, keawetan dan mutu perkerasan jalan ditentukan juga dari sifat agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik nilai CBR dengan menggunakan bahan campuran abu batu padas.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dengan variasi bahan tambah abu batu padas 0%, 2%, 5% dan 10%. Dengan menggunakan Metode pengujian pemadatan modified dan pengujian CBR. Untuk mendapatkan nilai CBR.Penggunaan bahan tambahan abu batu padas pada agregat kelas C mengasilkan kenaikan nilai CBR di tiap penambahan abu batu padas yakni pada saat 0% nilai CBR 36.5%, 2% nilai CBR 38%, 5% nilai CBR 43 % dan 10% nilai CBR 46.5%. sehingga di simpulkan dengan menggunakan bahan tambah tersebut dapat menambah nilai kuat CBR material tersebut.Kata kunci : Agregat, Bahan Tambah Agregat, Nilai CBR
STUDI PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU DAPA PROYEK PEMBANGUNAN SUNGAI MANGGAR KUSUMA ASMARA TRISNA, ARIES
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.451 KB)

Abstract

Adalah Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik sipil, mengadakan penelitian guna memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana Strata I (S1), dengan judul skripsi “Studi Pelaksanaan Manajemen Mutu pada Pembangunan Jembatan Sungai Manggar Pembangunan Jembatan sebagai salah satu fasilitas penghubung dari proyek Jalan Tol Balikpapan – Samarinda.            Salah satu elemen pengendalin manajemen mutu yang dilakukan adalah uji kuat tekan sebagai kendali mutu beton, pada pelaksanaan pekerjaan struktur bangunan bawah jembatan, yang bersifat tidak merusak (non destructive) dengan benda uji silinder, peninjauan lapangan sejak April 2016, meneliti pelaksanaan pengujian mutu beton pada pile cap dari pile cap 1 (satu) sampai pile cap 9 (Sembilan), dan diawali dari pile cap 4 (empat) berupa beton karakteristik  fc’25 Mpa.            Hasil studi manajemen mutu, menggunakan uji kuat tekan sebagai acuan kendali mutu dengan menggunakan analisa statistik terapan dari data kuantatip menjadi kualitatip  dan analisa sesuai elemen standar ISO 9001 : 2000 sebagai evaluasi mutu beton fc’25 Mpa dengan batasan penelitian  hanya pada pelaksanaan pekerjaan pile cap 1 (satu) sampai dengan pile cap 9 (Sembilan) saja. Dimana secara mutu pekerjaan sudah tercapai akan tetapi secara efisiensi masih belum maksimal. 
CHARACTERISTICS OF LIGHTWEIGHT CONCRETE USING THE AGGREGATE ROUGH LATERITE GRADING CONTINUOUS AND SIZE 10 MM HERMAN, SURYANTO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.804 KB)

Abstract

In an effort to utilize laterite stone, laterite stone was developed as coarse aggregate in the concrete mix to obtain concrete products are strong and stable. This study was conducted to determine whether the laterite stone can be used as an alternative material of coarse aggregate in the concrete mix, especially because of the abundance of coarse aggregate material laterite stone and underutilized. This research is also expected to be the basis for further research studies. Lateritic stone coarse aggregate material can be used as an alternative material of coarse aggregate in the concrete mix. Based above, the authors conducted research characteristics of lightweight concrete using laterite stone coarse aggregate material.This research uses mixed design method (Standard National Indonesia) SNI 03-2847-2002 conducted in the laboratory using the maximum size of coarse aggregate that is 40 mm. Samples that are used for concrete continuous gradations and concrete uniform of size 10 mm each using 30 sample and the total number of samples is 60 samples.            From the test results Compressive Strength Concrete and Concrete Continuous Gradient Uniform size of 10 mm using laterite stones and sand Mahakam, was able to achieve the planned Compressive Strength is f'c = 125 Kg / Cm2. Testing the compressive strength of on average to be achieved (f'cr) on concrete continuous gradation = 182.42 Kg / cm2. Compressive strength testing plan (f'c) onconcrete uniform size 10 mm = 176.61 Kg/cm2. Testing compressive strength average which is about to be achieved (f'cr) on concrete uniform size 10 mm = 146.26 Kg/cm2.
ANALISA RENCANA CAMPURAN ASPAL AC – BC MENGGUNAKAN MATERIAL SPLIT EX. PALU, PASIR EX. MAHAKAM DAN PASIR PUTIH EX. KUTAI LAMA DENGAN PENAMBAHAN ANTI STRIPPING ( ANTI PENGELUPASAN ) RUSLAN, PURNOMO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.186 KB)

Abstract

Pada penggunaan dan penerapan campuran aspal panas untuk kondisi jalan dengan volume lalu lintas sedang hingga tinggi seringkali ditemukan masalah kerusakan lapisan perkerasan seperti terjadinya retak, alur jejak roda, dan naiknya aspal ke permukaan. Hal ini disebabkan karena iklim yang terdapat di Indonesia, yaitu iklim tropis. Dimana temperatur udara menjadi cukup tinggi, adanya radiasi sinar matahari, curah hujan tinggi dan peningkatan volume serta beban lalu lintas yang cukup pesat mempengaruhi secara langsung kerusakan lapisan perkerasan tersebut.Metode - metode yang digunakan dalam menganalisa mengacu kepada SNI (Standar Nasional Indonesia) dan Spesifikasi Umum. Untuk mendapatkan hasil analisa yang sesuai dengan standart dan spesifikasi maka rancangan campuran aspal untuk membuat benda uji dibuat bervariasi, seperti mengkombinasikan pasir Mahakam dengan pasir putih Kutai Lama, kemudian campuran aspal dirancang tanpa penambahan anti stripping dan campuran dengan penambahan anti stripping.Adapun batasan masalah dalam penelitian ini antara lain adalah Campuran aspal yang ditinjau adalah aspal AC – BC, material menggunakan Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam dan Pasir Putih Ex. Kutai Lama, aspal yang digunakan yaitu aspal pertamina penetrasi 60/70, parameter pengujian marshall pada campuran variasi I (tanpa penambahan anti stripping)  dan variasi II (dengan penambahan anti stripping), yang ditinjau adalah nilai stabilitas dan nilai stabilitas sisa marshall dengan kadar aspal optimum, tidak melakukan penelitian terhadap anti stripping (anti pengelupasan), rancangan campuran pada variasi II dengan penambahan anti stripping menggunakan kadar persentase yang dimulai dari 0,2%, 0,25%, 0,3%, 0,35%, 0,4% terhadap berat aspal .Maksud dari penelitian ini adalah  menganalisa rencana campuran aspal AC – BC dengan menggunakan material Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam, Pasir Putih Ex. Kutai Lama dan menganalisa campuran aspal tanpa penambahan anti stripping maupun dengan penambahan anti stripping. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas mutu campuran yang memenuhi standart  dan spesifikasi pada pengujian campuran aspal AC – BC menggunakan material Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam dan Pasir Putih Ex. Kutai Lama serta kualitas mutu campuran aspal tanpa penambahan anti stripping dan campuran dengan penambahan anti stripping.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA ANTARA BUS DAN KAPAL RUTE KOTA SAMARINDA-MELAK ARDIANTO, YUDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi secara umum dapat diartikan sebagai usaha pemindahan, atau penggerakan orang atau barang dari suatu lokasi, yang disebut lokasi asal, kelokasi  lain, yang biasa disebut lokasi tujuan, untuk keperluan tertentu dengan mempergunakan moda transportasi. Dari pengertian ini transportasi mempunyai beberapa dimensi seperti : Lokasi asal dan tujuan, alat (teknologi), keperluan tertentu di lokasi tujuan seperti ekonomi, sosial, dan lain-lain. Sistem transportasi masyarakat untuk mengangkut penumpang dan barang menggunakan alat angkut dinamakan moda transportasi. Secara umum maksud dari penelitian ini adalah  menganalisis perbandigan pemilihan moda transportasi antara bus dan kapal sungai AKDP yang melayani rute dari Terminal Sungai Kunjang dan Pelabuhan Samarinda ke Terminal Melak dan Pelabuhan yang berada di Melak, Kabupaten Kutai Barat.Metodologi penelitian ini dilakukan meliputi survei awal dan survei utama yaitu melalui pembagian kuesioner yang disusun dengan Metode Stated Preference. Kuesioner tersebut dibagikan pada saat survei di lapangan langsung  yaitu di Terminal dan Pelabuhan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Analisis data model pemilihan moda menggunakan analisa regresi linier berganda dan uji korelasi.Dari hasil penelitian tersebut selanjutnya akan menganalisis untuk mendapatkan karakteristik pengguna bus dan kapal sungai dan model pemilihan modanya. Dari beberapa karakteristik yang menggunakan bus dan kapal sungai rute Kota Samarinda-Melak adalah sebagai berikut :Tujuan perjalanan yang paling banyak menggunakan bus adalah perjalanan liburan atau pulang kampung dan urusan keluarga/sosial untuk penguna perjalanan kapal sungai. Dari segi penghasilan penguna kedua moda ini berpenghasilan antara Rp. 2.000.000 – 3.000.000 buat penguna moda bus sedangkan penguna kapal sungai penghasilan nya Rp. 3.000.000 – 4.000.000. Sedangkan alasan pemilihan moda adalah pertimbangan harga tiket yang murah sedangkan untuk moda kapal sungai kemudahan membawa banyak barang. Melihat dari hasil penelitian ini, semua pilihan diserahkan pada penumpang atau penguna jasa transportasi yang mempertimbangkan cost/biaya, waktu tempuh, dan tingkat keamanan/keselamatan moda tersebut.
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN SAMARINDA-BONTANG MENGGUNAKAN MODEL LOGIT-BINER-SELISIH RIYANI, NOVA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.837 KB)

Abstract

Pemilihan moda transportasi memiliki peran yang penting dalam sebuah perencanaan sytem transportasi. Hal ini di karenakan pentingnya mengetahui karakteristik serta perilaku pengguna moda dalam memilih moda transportasi. Keadaan ekonomi serta tingkatnya biaya operasional, perusahaan angkutan umum meningkatkan kualitas pelayanan baik dengan fasilitas yang disediakan untuk dapat bersaing dengan angkutan lainnya.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna moda, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pemilihan moda, serta memperoleh model pemilihan moda yang dapat menjelaskan perilaku pelaku memilih moda, khususnya pennguna moda Angkutan Umum (bus) dan Mobil sewa di area Terminal Lempake untuk melakukan perjalanan Samarinda-Bontang. Data diperoleh dari kuesioner yang didesain dengan teknik stated preference, kemudian di uji statistik menggunakan SPSS 21, 2016, dan diolah untuk mendapatkan model pemiliha moda. Model pemilihan moda yang digunakan adalah model logit-biner-selisih.Dari hasil uji statistik di ketahui bahwa variable jumlah perjalanan dalam 1 tahun, pekerjaan pengguna moda bus didominisikan oleh mahasiswa dengan presentase 68,89%, mobil sewa didominasikan karyawaan swasta dengan presentase 46,67%. Jenis kelamin pengguna moda bus didominisikan kepada perempuan dengan presentase 62,22%, sedangkan pengguna mobil sewa penumpang laki-laki dengan presentase 55,56%. Latar belakang/alasan pengguna bus didominisikan oleh alasan faktor kenyamanan dengan presentase 26,22%, sedangkan  untuk pengguna mobil sewa memilih faktor kecepatan/waktu dengan presentase 33,33%. Tujuan berangkat pengguna bus berlibur/rekreasi dengan presentase 71,11%, Sedangkan pengguna mobil sewa bisnis/bekerja dengan presentase 57,78%. Biaya perjalanan pengguna bus didominisikan dengan biaya Rp. 40.000/orang dengan presentase 60,00%, Sedangkan pengguna mobil sewa didominisikan dengan biaya Rp.75.000/orang dengan presentase 73,33%. Waktu untuk menuju terminal pengguna moda bus dengan waktu 21-30 menit dengan presentase (68,89%),  Sedangkan pengguna mobil sewa waktu untuk menuju terminal 21-30 menit sebesar (60,00%). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan untuk pengguna moda bus didominasikan dengan 3 jam waktuu perjalanan dengan presentase (80,00%), Sedangkan untuk pengguna mobil sewa didominasikan dengan 2,5 jam waktu perjalanan dengan presentase (51,11%).Probabilitas (proposi) orang akan menggunakan angkutan umum (bus) sebesar 96,3%, sedangkan probabilitas (proposi) orang akan menggunakan Mobil sewa sebesar 3,7%. 
STUDY PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT MEDIKA UTAMA SETIARA BALIKPAPAN ALI, RABA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.153 KB)

Abstract

Raba Ali, Struktur adalah susunan bagian gedung yang mampu menahan beban konstruksi utama yang disalurkan dari beban struktur atas ke struktur bawah tanpa memperhatikan apakah struktur tersebut terlihat atau tidak terlihat.Dalam perencanaan Pembebanan Struktur Gedung Mengacu Pada Peraturan SNI 1727-2013, Jenis Pembebanan Gedung Yang Digunakan yaitu Beban Mati, Beban Hidup, Beban Angin. Dan Perencanaan Struktur Beton Bertulang Mengacu Pada SNI 2847-2013.Analisis Perhitungan Struktur menggunakan Metode Matrik dan Bantuan Program SAP 2000 V.14, untuk mendapatkan hasil Momen Desain Lentur, Momen Gaya Geser dan Momen Aksial, untuk dapat merencanakan Desain penulangan Plat Lantai, Penulangan Balok dan Penulangan Kolom pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Medika Utama Setiara Balikpapan.  
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SALURAN DRAINASE PADA KOMPLEKS PERUMAHAN PREVAB KOTA SAMARINDA HANAFI, ARIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.336 KB)

Abstract

Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan sehingga kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui besarnya debit banjir yang ada dengan melakukan evaluasi kapasitas saluran dan menentukan dimensi saluran drainase kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.Penelitian ini dilakukan bulan April 2016 pada 19 saluran drainase di Kompleks Perumahan Prevab Kota Samarinda. Data yang diperlukan adalah data primer hasil survey di lokasi penelitian dan data sekunder seperti data curah hujan, peta topografi, dan kependudukan.Berdasarkan evaluasi saluran drainase yang ada di kompleks perumahan tersebut perencanaan ulang perlu dilakukan terhadap dimensi saluran drainase seperti pada Jalan Angklung, Jalan Gitar, Jalan Kecapi. Jalan Piano, dan Jalan Harpa.
ANALISA PERBANDINGAN CAMPURAN BETON DENGAN AGREGAT HALUS EX. MAHAKAM EX. PALU DAN AGREGAT KASAR EX. PALUDENGAN CARA PERENDAMAN AIR RAWA DAN AIR PDAM WIDODO, SUPOMO TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.28 KB)

Abstract

Supomo Tri Widodo, Analisa Perbandingan Campuran Beton Dengan Agregat Halus Ex. Mahakam Ex. Palu Dan Agregat Kasar Ex. Palu Dengan Cara Perendaman Air Rawa Dan Air PDAM, di bawah bimbingan Dr. Ir. H. Habir, MT dan Musrifah Tohir, ST., MT.                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perbedaan perendaman air terhadap karakteristik kuat tekan beton. Air yang digunakan pada penelitian ini adalah air rawa Dan air PDAM untuk melakukan Curing pada sampel beton. Dan menentukan proporsi campuran sampel beton dengan menggabung 2 jenis agregat halus, yaitu agregat halus Ex. Mahakam dan Ex. Palu dan agregat kasar Ex. Palu. Dimana kadar lumpur untuk agregat halus Ex. Mahakam lebih besar dari pada agregat Ex. palu. Untuk mencapai kuat tekan yang di rencanakan f’c 20.75 Mpa (K-250). Penelitian ini menggunakan metode perancangan campuran (Standar Nasional Indonesia) SNI 03-2847-2013 yang dilakukan di laboratorium masing-masing menggunakan 30 sampel dan jumlah keseluruhan sampelnya adalah 60 sampel.Dari Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari Pada Perendaman Beton Air PDAM Nilai kuat (F’cr) adalah = 296.72 kg/cm² = 24.63 Mpa Dan kuat tekan yang diisyaratkan adalah (F’c) = 250 kg/cm² = 2.10 Mpa. Dan kuat tekan beton pada perendaman air Rawa Dihasilkan nilai kuat tekan (F’cr) = 228.31 kg/cm² = 18.95 Mpa. Kuat tekan yang diisyartkan adalah (F’c) = 250 kg/cm² = 20.75 Mpa.Dari Hasil pengujian kuat tekan beton Dan pada perendaman Beton Curing Pada Air PDAM smua memenuhi syarat kuat tekan pada penelitian ini Dan pada air Rawa nilai kuat tekan hanya umur 3 hari yang bias masuk dalam nilai kuat tekan rencana Yaitu Mencapi 23.81 Mpa, Pada umur 7, 14, 21, dan 28 Hari didapat niali kuat tekan yang tidak memenuhi syarat Dalam penelitian ini. campuran Beton merupakan hasil mix design dengan FAS 0,5 dan nilai slump 80-120mm. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Silinder beton dengan ukuran 30 cm x 15 cm dan berjumlah 60 buah Benda uji. Beton diuji pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari Untuk menghasilkan nilai kuat tekan (F’c) = 20.75 Mpa (K-250).