cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 152 Documents clear
ANALISIS KINERJA BONGKAR MUAT BARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN ARUS TERMINAL PETI KEMAS PALARAN DI KOTA SAMARINDA FAUZAN, DIO AULIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.264 KB)

Abstract

Palaran container terminal is located in Kelurahan Bukuan Sub District Palaran Kota Samarinda East Kalimantan. Working on PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk since June 2008, the container port worth Rp 261 billion was completed in May 2010. After undergoing the test, the terminal or container port was officially declared operational in September 2010. To manage it, PT Samudera Indonesia Tbk To its new subsidiary, PT Pelabuhan Samudera Palaran.                As the Jakarta Municipal container terminal in PT PP, the Palaran container terminal is also a new one hundred percent port, starting from scratch. Not the result of upgrading the old port. Featuring a 270 meter dock, this new container terminal is equipped with a 70,200 square meter piling-up field, and has two cranes for container loading and unloading. Located in Bukuan Village, Palaran Subdistrict, this new container terminal is just 5 kilometers to the east of Samarinda Port. From the office of the Governor of East Kalimantan located on the edge of Mahakam, in downtown Samarinda, the distance is only about 9 kilometers.                With such large volume growth, the current port capacity will not be sufficient, so a new port with a larger capacity is needed. The realization of this project begins with the tender process of development and operation of the terminal with the schemeBOT (Built, Operate & Transfer) for 50 years organized by Pelindo IV and Samarinda City Government, which was won by PT Samudera Indonesia, Tbk. Furthermore, Special Purpose Company (SPC) was established, PT Palabuhan Samaran Ocean to build and operate TerminalFairholder Container for 50 years.                From the results of performance analysis shows that the BOR tends to decline throughout the year since 2001. The lowest BOR achieved in 2016 amounted to 32.2%. The highest BOR was achieved in 2013 of 35.7%. Both the lowest and highest BOR are still below the value provided by UNCTAD, which is 50%. Compared to container crane capacity of 1,468,900 TEUs / year, and RTE capacity of 1,113,900 TEUs / year, the prediction rate is still very far.
ANALISIS DIMENSI SALURAN DRAINASE JALAN PRAMUKA DI KOTA SAMARINDA NORDAHLIA, YUANITA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.277 KB)

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi di Jl. Pramuka Kota Samarinda merupakan dasar yang melatarbelakangi pelaksanaan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisa kapasitas dimensi saluran drainase Jl. Pramuka yang diperlukan, dengan cara membandingan debit saluran dijalan pramuka dengan debit hujan maksimum.dalam pelaksanaanya diperlukan studi di lapangan berupa dimensi drainase yang ada, chactment area, pemanfaatan dan tata guna lahan yang ada sekarang. Dari hasil studi ini didapat bahwa saluran yang sudah kapasitas drainase tidak mencukupi untuk menampung debit banjir sehingga diperlukan perbaikan pada saluran drainase.
NORMALISASI DRAINASE PERKOTAAN PADA RUAS JALAN NIAGA BARAT KOTA SAMARINDA ZULHARITS, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.886 KB)

Abstract

Dinamika perkembangan pembangunan serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi di Kota Samarinda pada umumnya dan Pada Ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda khususnya yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan sarana dan prasarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan kebutuhan akan sarana dan prasarana drainase yang merupakan bangunan pelengkap jalan.Permasalahan yang terjadi adalah drainase pada ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda, sering dilanda banjir pada musim penghujan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul : Normalisasi Drainase Perkotaan Pada Ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda.Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah :Berapakah besar debit banjir rancangan (QR) yang akan ditampung oleh      Saluran Drainase saluran jalan Niaga Barat untuk kala ulang 10 tahun.Apakah Sitem Jaringan dan Kapasitas Drainase yang ada mampu menampung Debit Banjir sampai tahun 2026.Penelitian dengan melakukan survey lapangan, analisis dan dalam perhitungan curah hujan efektif dengan Metode Log Person III, Perhitungan debit saluran drainase dengan Metode Rasional dan Perencanaan dimensi drainase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar Debit banjir Rancangan dengan kala ulang 10 tahun :       1. Debit banjir rancangan Saluran A1 = 1,877 m3/detik       2. Debit banjir rancangan Saluran A2 = 1,496 m3/detik       3. Debit banjir rancangan Saluran A3 = 0,547 m3/detikSistem jaringan dan kapasitas Drainase yang ada masih mampu menampung Debit banjir sampai tahun 2026 :Total Debit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A1 = 1,875 m3/detik.Total Debit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A2 = 1,494 m3/detik.Total Deebit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A3 = 0,546 m3/detik.
PERENCANAAN DRAINASE DAN PELEBARAN JALAN RUAS JALAN PANGERAN SURYANATA KOTA SAMARINDA SUWASONO, ENDRO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.142 KB)

Abstract

Kebutuhan prasarana jalan yang baik merupakan sesuatu yang diharapkan masyarakat dan merupakan faktor penunjang lancarnya perekonomian dan pembuka daerah terisolir. Mengingat kondisi sarana jalan yang ada saat ini banyak yang rusak, baik diakibatkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. Sehingga perlu diadakan perbaikan dan peningkatan guna memenuhi kebutuhan lalu lintas yang makin tinggi. Didalam proses perencanaan sebagai dasar untuk pelaksanaan perlu diperhatikan faktor-faktor diantaranya keamanan, kenyamanan, biaya,  lingkungan serta faktor lain yang mendukung perencanaan yang matang dan terencana.Untuk menghubungkan antar Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur sangat dibutuhkan infrastruktur berupa jaringan transportasi darat yaitu jalan raya. Meningkatnya volume lalu lintas yang terjadi mengharuskan untuk terus memperbaharui kondisi sarana dan prasarana pendukung yang ada.Kota Samarinda menjadi di Provinsi Kalimantan Timur yang sedang mengalami peningkatan volume lalu lintas, dan ruas Jalan Suryanata merupakan salah satu ruas jalan di Kota Samarinda yang memiliki lalu lintas padat dan sering kali terjadi kemacetan dan permasalahan lalu lintas. Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan peningkatan kelas jalan dan perencanaan drainase yang sesuai dengan kondisi daerah sekitar ruas jalan. Hal inilah yang melatar belakangi dilakukan Perencanaan Pelebaran Jalan Suryanata dan drainase sebagai bagian dari pelengkap jalan, sehingga dapat menuntaskan permasalahan di ruas tersebut dan mempermudah akses menuju ke wilayah di sekitarnya. Saat ini tingkat pelayanan jalan dirasa masih kurang, dan untuk itu selain melaksanakan rehabilitasi dan peningkatan kondisi pada ruas jalan yang telah ada juga sangat diperlukan peningkatan pelayanan jalan dengan melaksanakan peningkatan kapasitas jalan yang ada.
Perencanaan Sarana Kebugaran dan Relaksasi Dengan Penerapan Tema Sportif Di Samarinda RIFAI, MUH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.645 KB)

Abstract

Di tengah hiruk pikuk kotaSamarinda,dan juga perkembanganmasyarakat kota yang disibukan denganbanyak aktivitas sehingga hampir tidakmemiliki banyak waktu untukmelakukan kegiatan olahraga sertamelakukan perawatan tubuh dirumah.Namun masyarakat tidakmelupakan namanya kesehatan untukselalu tampil prima dalam melakukanaktivitas sehari hari.Untuk mendapatkankebugaran,masyarakat butuh tempatdimana mereka bisa melakukanberbagai macam kegiatan olahraga danjuga untuk merelaksasikan dirinya agarbisa tampil lebih fit dan prima dalamkesehariannya.Oleh karena itu,di samarinda diperlukanadanya wadah yang mampumemberikan tempat dimana mereka bisamelakukan olahraga begitu jugarelaksasi yang nyaman.Dengan saranayang dilengkapi denganfasilitas-fasilitas yang terpadu dalamsatu kesatuan sehingga pengunjungtidak lagi direpotkan oleh tempat yangterpisah-pisah untuk mencapaitujuannya yaitu sehat jasmani danrohani.Sasaran objek merancang sebuahbangunan Sarana Kebugaran danRelaksasi di Samarinda adalahmewadahi dua aktifitas sekaligus yaituaktifitas kebugaran dan juga aktifitasrelaksasi dengan penerapkan temaSportif.
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG TIGA JL. PASUNDAN – JL. GUNUNG MERBABU – JL. GUNUNG CERMAI KOTA SAMARINDA JANNAH, MIFTAKHUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.583 KB)

Abstract

Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur merupakansalah satu Kota besar yang memiliki permasalahan mengenai kemacetan lalulintas.Salah satu jalan yang sering terjadi kemacetan Lalu-lintas adalah simpangTiga Jl. Pasundan - Jl. Gunung Merbabu – Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda.Pada saat-saat tertentu jam puncak (peak Hour) terjadi kemacetan Lalulintasyang cukup parah sehingga menyebabkan permasalahan sosial yang adadidaerah tersebut. Metode yang di terapkan dalam menganalisis jalan tersebutmenggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan data survey lapanganpada simpang Tiga Jl. Gunung Merbabu – Jl. Pasundan – Jl. Cermai selama 3hari maka diperoleh nilai-nilai Kinerja lalu-lintas Simpang Tak Bersinyalsebagai berikut : Kapasitas Simpang (C) = 1691.56 smp/jam, Derajat Kejenuhan(DS) = 0.99 DS, Tundaan Simpang (D) = 16.66 D, Peluang Antrian (QP%) = 75-42
ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN MUSEUM TAMAN SAMARENDAH SAMARINDA TOPER, KRIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.21 KB)

Abstract

Dalam setiap proyek pembangunan selalu ada variabel risiko yang terjadi pada proyek mulai dari tahap pelelangan, tahap kontrak, dan tahap pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel risiko yang terjadi pada proyek pembangunan Gedung Museum Taman Samarendah Samarinda setelah itu untuk mengetahui variabel risiko yang paling dominan dan respon untuk variabel risiko yang paling dominan sehingga risiko yang terjadi pada proyek dapat di minimalisir. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang merupakan hasil dari kuisoner dari 5 responden dan data sekunder berupa data curah hujan dari BMKG Temindung untuk menguatkan hasil dari data primer yang telah dikumpulkan, Peneliti menggunakan program SPSS untuk mencari nilai mean tertinggi dari hasil kuisoner dan didapatlah variabel risiko yang paling dominan yaitu perngaruh cuaca akibat pada aktifitas konstruksi yang dapat menyebabkan pelaksanaan pekerjaan terganggu maka respon yang dapat diambil adalah dengan menambah tenaga kerja dan manambah jam lembur supaya proyek dapat berjalan dengan lancar. 
STUDI PEMODELAN MATEMATIS AKIBAT PENGARUH VARIASI FAKTOR REDUKSI BEBAN HIDUP PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH PRADITIA, AHMAD ARIF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.625 KB)

Abstract

Indonesia terletak di daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko akibat bencana gempa, maka digunakan struktur bangunan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen yang menekankan kewaspadaannya terhadap kegagalan struktur akibat keruntuhan geser. Dengan memperhatikan modifikasi faktor reduksi beban hidup menurut SNI 1727-2013, sehingga dilakukan penelitian terhadap variasi faktor reduksi beban hidup. Model matematis struktur SRPMM dengan pengaruh variasi faktor reduksi beban hidup disimulasikan dengan bantuan program SAP2000. Hasil Pemodelan menunjukkan penurunan nilai gaya dalam akibat variasi faktor reduksi beban hidup yang tidak signifikan, yaitu 0,89% pada gaya aksial, 0,15% pada gaya geser, dan 0,28% pada momen lentur. Perhitungan analisis statistik menghasilkan model persamaan regresi, yaitu y=0,001x-1,4225 untuk gaya aksial, y=-0,0047x+1,4393 untuk gaya geser, dan y=-0,0021x+1,1596 untuk momen lentur, yang menunjukkan hubungan variasi faktor reduksi beban hidup mempengaruhi hasil nilai gaya dalam sebesar 10,52% hingga 13,01%. Hasil perhitungan komponen struktur primer pada SRPMM menunjukkan tidak ada perubahan kebutuhan penulangan pada balok dan kolom.
STUDI KELEBIHAN MUATAN KENDARAAN ( OVERLOAD ) TERHADAP PENURUNAN UMUR RENCANA JALAN PADA RUAS JALAN SAMARINDA BALIKPAPAN RY, SAF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.664 KB)

Abstract

Safry, Studi kelebihan muatan kendaraan ( overload ) terhadap penurunan umur rencana jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan, di bawah bimbingan Rosa Agustaniah, ST., M.T dan Suratmi, ST., M.T.Di jalan Samarinda Balikpapan banyak ditemuakan kendaraan yang bermuatan lebih, hal itu akan menyebabkan kerusakan dini pada perkerasan jalan dan akan mengurangi umur rencana perkerasan jalan. Berdasarkan hal itu perlu dilakukan studi pengaruh muatan lebih terhadap umur rencana perkerasan jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan. Untuk mengetahui seberapa besar penurunan umur rencana dan sisa umur rencana jalan dilakukan analisa dan perhitungan data timbang muatan sumbu terberat (MTS) di lapangan, mengetahui sumbu dan distribusi beban kendaraan, menganalisa perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) muatan normal, lalu lintas harian rata-rata awal umur rencana (LHRo), lalu lintas harian rata-rata ahir umur rencana (LHRn), lintas ekivalen permulaan (LEP)umur rencana, lintas ekivalen akhir umur rencana (LEAn), lintas ekivalen tengah (LET), lintas ekivalen rencana (LER), perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) akibat muatan lebih di lapangan, menghitung LHR akhir (LHRn).Dari analisa dan perhitungan penurunan umur rencana perkerasan jalan akibat muatan lebih. tersebut di dapat penurunan umur rencana jalan selama 8,6 tahun dari umur rencana 10 tahun, dengan demikian sisa umur rencana menjadi 1,3 tahun.
STUDI NORMALISASI PENAMPANG SUNGAI SAMBUTAN KOTA SAMARINDA INDRI ASTUTI, RIRIS RAHAYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.225 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, yangyangyangyang dibatasi dibatasi dibatasidibatasidibatasidibatasi oleh oleholeh batasbatasbatasbatasbatas alam,sepertialam,sepertialam,sepertialam,sepertialam,seperti alam,sepertialam,seperti alam,seperti alam,seperti buki buki t atau gunung,atau gunung,atau gunung,atau gunung, atau gunung,atau gunung, atau gunung, maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah tersebut membtersebut membtersebut memb tersebut membtersebut memb tersebut memb tersebut membtersebut membtersebut memberikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( outlet outletoutletoutlet).Masalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnya mu tu Dae rah Al iran Sun gai ditandai oleh debit aliran sungai yang ti nggi setiap tahun serta meningk atnya laju erosi dan sedimentasi. A . Akibat yang ditimbulkannya adalah semakin seringnya kejadian meluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerus meluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerus, kurang efisienn ya system irigasi karena tidak optimalnya distribusi air, penipisan lapisan olah pada lahan pertanian serta terjadinya pendangk alan dari sung ai akibat sedimentasi. Apabila masalah ini tidak ditang ani segera, maka akan terjadi laju penurunan pro produkti vitas DAS.Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut

Page 11 of 16 | Total Record : 152