cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 152 Documents clear
ANALISIS LEVEL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP MANAJEMEN K3 ( Studi Kasus: Proyek pembangunan Kantor Ki Kav Tank, Garasi & Barak Bertingkat, Gudang Ruang Genset, Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur) ALAM, MUHAMMAD SYAMSIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.102 KB)

Abstract

Pembangunan di Indonesia sudah banyak dilakukan, hal ini dikarenakan besarnya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal maupun tempat usaha. Maka tidak heran banyak bangunan yang dibangun sebagai apartemen, sampai gedung perkantoran. Dalam pembangunan tersebut tentunya ingin diselesaikan dengan tepat waktu, namun terkadang aktivitas pekerjaan suatu proyek dapat terganggu atau terhenti, salah satu penyebabnya adalah kecelakan yang mungkin terjadi pada suatu proyek konstruksi. Untuk itu diperlukannya sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat melaksanakan proyek konstruksi tersebut, sehingga memperkecil resiko kecelakaan pada pelaksanaan proyek kerja tersebut. K3 merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena dampak kecelakaan dan peyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.K3 bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerjanya.
Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau ) PERDANA, SETIAJI CHANDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.989 KB)

Abstract

Setiaji Chandra Perdana, 2017, Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau )Studi Kasus proporsi campuran beton normal f’c 40 MPa (I) : Dr. Ir. H.Benny Mochtar EA,. M.T., Pembimbing (II) : Zonny Yulfadli., S.T, M.TInstalasidanPengolahan Air (IPA) PDAM Kota Samarinda Unit Gunung Lingai dengankapasitas debit 100 liter/detik telahmelayanipelanggan pada tahun 2017 adalah sebanyak 15.557 sambunganrumah.Permasalahan yang terjadi adalah penggunaan material lokal di kabupaten kutai timur untuk mengetahui unsur fisik material agar mendapat proporsi campuran beton yang sesuai dengan perencanaannya.Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul : Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau ) Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Berapa proporsi Job Mix Design Beton untuk mutu betonf’c40MPamenggunakan bahan material lokal batu pecah ex.Selabing dan pasir alami ex.Muara Muara wahau.Penelitian dengan melakukan pengujian material di laboratorium konstruksi , analisis dan dalam perhitungannya menggunakan metode SNI ( Standart Nasional Indonesia ).Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Kuat tekan yang direncanakan adalah f’c 40 MPa dan kuat tekanrata-rata rencana yang ditargetkan (f’cr) 49 MPa. Menurut hasil percobaan dengan proporsi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :Ø Didapatkan susunan campuran beton teoritis untuk tiap M³, sebagai berikut :Semen Portland ex. Tonasa                   =          612      KgAir                                                          =          205      KgAgregat Kasar ex. Selabing                   =          872      KgAgregat Halus ex. Muara Wahau          =          635      Kg Dari proporsi campuran diatas didapatkan nilai slump dan hasil pengujian kuat tekan silinder adalah :Ø Nilai slump yang didapat adalah 90 mm.Ø Pada umur 7 hari, estimasi 28 hari nilai kuat tekan rata-rata adalah 53,28 MPa > 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 1,44Ø Pada umur 28 hari nilai kuat tekan rata-rata adalah 50,16MPa> 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 0,88.Ø Pada umur 7 hari dan 28 hari nilai kuat tekan rata-rata didapat adalah 51,72 MPa > 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 1,98
STUDI PERHITUNGAN SISTEM SALURAN DRAINASE PADA JALAN HAJI ISA III KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU FAHLIANANTA, RANDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.261 KB)

Abstract

Kabupaten Berau banyak menyimpan potensi yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha. Kabupaten ini memiliki banyak sekali wisata alam yang sangat cantik dan mempesona, Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Berau terbentuk dari kondisi geografis, sejarah dan budaya. Pada jalan Haji Isa III – Kota Berau merupakan aksen jalan yang sering mengalami banjir sehingga perlu adanya penelitian, Untuk perhitungan hidrologi pada penelitian ini menggunakan metode distribusi gumbel dan metode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Sehingga dapat disimpilkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing.
Penerapan Arsitektur Kontemporer Pada Perencanaan Gedung Olahraga Soft Tennis Di Samarinda RAHMAH, CEMPAKA NURUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1961.702 KB)

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan kepada manusia. Ada satu olahraga yang belum banyak diketahui pada masyarakat khususnya kota Samarinda, yaitu permainan Olahraga Soft Tennis. Namun saat ini, untuk fasilitas olahraga Soft Tennis belum terpenuhi sehingga dilakukan rancangan gedung olahraga Soft Tennis yang bersifat edukatif, rekreatif, dan professional dengan memperhatikan beberapa aspek salah satunya aksesibilitas. Perencanaan Gedung Olahraga Soft Tennis di Samarinda ini di desain dengan penerapan Arsitektur Kontemporer, yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas pelatihan Soft Tennis untuk atlet dan masyarakat umum yang berstandarkan Internasional. Untuk menentukan lokasi pembangunan gedung olahraga ini dilakukan pengumpulan data dari lokasi site yang terpilih dan menganalisa hasil data yang telah di dapat agar dapat sesuai dengan kriteria kelayakan perencanaan gedung olahraga Soft Tennis di Samarinda
STUDY PERANCANGAN DINDING PENAHAN LONGSORAN PADA RUAS JALAN POROS KM.38 SEMOI/SEPAKU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA SAPUTRO, DEVI YANTO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.529 KB)

Abstract

East Kalimantan is a mountainous area, therefore the construction of roads is also onaverage in the top of the mountain, because the function of the road is very important for theneeds of the community and is a liaison between provinces where many roads are not feasibledue to landslides on the side of the road and it is a way axis. the authors make this final task bymaking a landslide handling research in the form of retaining wall in km.38 semoi / sepaku andused two types of retaining wall of the cantilever wall and counterfort and addition of pile.From the above problems and objectives, problem limitation is required by calculating thestability and control of the retaining wall with the coulomb and rankine methods, calculatingthe carrying capacity control with the converse labbare method, and not calculating the costbudget plan.In this final project the authors also make intent and objective is to evaluate thestability of the soil before and after the occurrence of avalanches on the road km.38 semoi /sepaku and then do the recalculation with the stability of shifting and rolling so that it can be asecurity factor on the calculation and the purpose of preparation of the final task is to be able toplan the dimensions of the retaining wall that is safe and economical on cantilever type walland counterfort wall. Data retrieval method used in this thesis research with primary methodthat is sondir, boring, as well as measurement of topography and secondary method in the formof literature study, work drawing. After the material in need fulfilled then done the analysis ofthe calculation by making the retaining wall design and in this final task the authors comparetwo types of cantilever and counterfort with rankine and coulomb method and on the carryingcapacity by converse labbare method.rom result of analysis got stability factor to bolsters on cantilever wall with coulombmethod equal to 2,61 ≥ 2, rankine method 2,4 ≥ 2, and got factor of shear stability with coulombmethod equal to 0,356> 2, rankine method 0,324> 2 and stability of collapse on the coulombmethod of 1.935> 3 and rankine 2.302> 3. On the wall counterfort can be stability valuebolsters with coulomb method of 2.3 ≥ 2, rankine method 2.1 ≥ 2, and the shear stability factorobtained by the method of coulomb of 0.381> 2, Rankine method 0.347> 2 and the stability of2collapse on the coulomb method of 1.34> 3 and rankine 1.24> 3. Also obtained security controlof the bearing capacity of piles on the cantilever wall of individuals of 2.73> 3.6 and pilesgroups of 5.451> 3.6 while on individual counterfort walls of 2.52> 3.6 and group piles of7.57> 3.6.The conclusion of the final project that the authors make is of cantilever typecantilevered wall with coulomb method obtained safe stability of bolsters style, unsafe shearforce stability, and collapse also in unsafe condition, with rankine method obtained value on thestability of bolsters safe, stylish stability insecure shear and collapse in can be insecure value.While on counterfortfort retaining wall type with coulomb method obtained safe stability ofguling style, unsafe shear stress stability and collapse also obtained unsafe condition, and onrankine stability method of bolsters in can safe value, unsafe stability of shear force, andstability of collapse not secure. Therefore in need of pile bearing capacity as a vertical loadcontainer that works.
Perencanaan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Berbasis Eco-Architecture SAPUTRO, HERU DWI CAHYO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.211 KB)

Abstract

Aspek terpenting dalam desain arsitektur ialah bangunan yang hemat energi dan juga ramah lingkungan. Krisis sumber energi tak terbaharui mendorong arsitek untuk semakin peduli akan energi dengan cara beralih ke sumber energi terbaharui dalam merancang bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Konsep penekanan Eco-Architecture ini didasari dengan issue global warming. Diharapkan dengan konsep ini dapat mengurangi dampak tersebut. bangunan – bangunan pemerintahan saat ini banyak yang tidak memerhatikan penggunaan energi dan lingkungan sekitar. Ini akan menjadi perihal penting untuk membuat penggunanya merasa nyaman saat bekerja dalam gedung ini. Mewujudkan suatu rancangan bangunan yang dapat mewadahi kegiatan kesekretariatan, dengan memperhatikan pola aktivitas pelaku kegiatan dengan tetap memperhatikan pembaruan sistem fasilitas bangunan melalui penerapan sistem Bangunan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan yang diterapkan dalam Eco-Architecture
ANALISA PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG BETON BERTULANG DENGAN PIPA BAJA SECHEDULE PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TERMINAL OIL PT. MIGAS MANDIRI PRATAMA KALIMANTAN TIMUR IAH, SAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.049 KB)

Abstract

Saniah, Analisa Perbandingan Pondasi Tiang Pancang Beton Bertulang dengan Pipa Baja Sechedule Pada Pembangunan Gedung Kantor Migas Mandiri Pratama Klimantan Timur , di bawah bimbingang Purwanto, S.T., M.T dan Achmad Munajir, S.T., M.T Pembangunan bangunan kantor Migas Mandiri Pratama Kalimatan Timur ini mempunyai struktur atas berupa beton bertulang, dan bagian bawah pondasi tiang pancang. Kekokohan dan kestabilan sebuah struktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan struktur atas (upper structure) dan menahan gaya-gaya yang bekerja. Selain kemampuan struktur atas, kekuatan struktur bawah (sub structure) juga harus diperhitungkan agar mampu mendukung seluruh beban yang ada baik karena gaya luar maupun karena berat struktur itu sendiri. Sebuah konstruksi akan mengalami kehancuran atau kegagalan apabila beban yang ada tidak mampu diterima oleh struktur penahannnya, dalam hal ini sangat diperlukan perhitungan pondasi yang benar dan pemilihan pondasi yang tepat untuk menahan konstruksi tersebut. Pondasi adalah komponen struktur yang berfungsi sebagai penopang bangunan dan meneruskan beban bangunan atas (upper structure) ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya. Tanpa pondasi yang kuat akan membahayakan bangunan di atasnya, karena akan mengalami keruntuhan atau bahaya-bahaya yang lainnya, sehingga pondasi perlu direncanakan dengan teliti, dengan pemilihan jenis pondasi yang tepat.
PERENCANAAN RUMAH SAKIT JANTUNG DI KOTA SAMARINDA ARIFULLAH, ALFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak makanan siap saji yang di jual dimana-mana, memiliki kandungan lemak yang tidak baik untuk kesehatan. Makanan tidak sehat tersebut yang menyebabkan potensi penyakit jantung. Ada bermacam-macam penyakit jantung yaitu penyakit jantung koroner, Aterosklerosis, Arritmatia, imfark miokard akut (kerusakan dan kematian otot jantung), gagal jantung, kardiomiopati (pelemahan dan pembesaran otot jantung), kelainan katup jantung, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, penyakit serebrovaskular, dan fibrilasi atrial. Merencanakan Rumah Sakit Jantung di Samarinda yang menciptakan kondisi nyaman bagi pasien maupun bagi pengguna, dengan memberikan pemecahan desain arsitektur sesuai fungsinya. Analisa yang di lakukan berupa Analisa Kebutuhan Ruang, Analisa Besaran Ruang, Analisa Tata Ruang, Analisa Penetuan Lokasi, Analisa Site, Analisa Bentuk Bangunan, Analisa Material Bangunan. Pada penelitian ini Rumah Sakit Jantung dengan penerapan konsep futuristik ini berlokasi di jalan Cipto Mangun Kusumo dengan memiliki fasilitas area parkir, lobby, ruang informasi, resepsionis, ruang administrasi, ruang rawat inap VVIP, VIP, kelas 1, kelas 2, kelas 3, ruang dokter, ruang konsultasi, pos perawat, ruang operasi, ruang pemulihan, ruang EKG, ruang ICU, ruang UGD, ruang treadmill, ruang laboratorium, ruang Xray, ruang CT Scan, ruang MRI Scan, ruang layanan catatan kesehatan, ruang jenazah, ruang ganti, ruang alat, ruang meeting, ruang pengelola, apotik, ruang kontrol, pantry, ruang istirahat, ruang office boy, ruang security, mushola, toilet, gudang, ruang mesin, dan foodcourt. Rumah Sakit Jantung ini nantinya akan menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan berobat ke rumah sakit yang ahli dalam mengobati masalah organ jantung dengan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
PERENCANAAN PERPANJANGAN LANDAS PACU BANDAR UDARA MARATUA DENGAN PESAWAT ATR 72 SAPUTRA, SANDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sandy Saputra,The Runway is a rectangular area used by aircraft for landing and take-off at airports, having a "hotmix" asphalt layer with identification of degrees and directions written in letters, as well as lines to indicate touch down or take offIn the Airport Runway planning that counts, namely Calculation of Forecasting (Forcasting), Determination of runway direction, Calculation of Pavement.Airport Runway Calculation Calculation uses Quantitative method to get forecasting results, Wind Rose Analysis Method for determining runway direction and CBR Method Method to get the results of calculating road pavement thickness on the planning of runway extension Maratua Airport with ATR 72 aircraft.
STUDI BENTUK DAN LAYOUT DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT KUSUMA, YOGA NOVI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merancang struktur bangunan bertingkat yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral, terutama gaya gempa. Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan pemasangan dinding geser. Fungsi dinding geser dalam suatu struktur bertingkat adalah menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur bangunan. Bentuk dan penempatan dinding geser pada lokasilokasi tertentu yang cocok dan strategis dapat berpengaruh terhadap simpangan antar lantai dan tahanan beban horisontal pada struktur gedung. Metode penelitian berupa analisis struktur gedung 10 lantai dengan 4 pemodelan dinding geser dengan kegunaan gedung sebagai hotel. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur ETABS v.9.7.2. Hasil analisis menunjukkan nilai simpangan dari 4 pemodelan tersebut memenuhi persyaratan ∆i < ∆a yaitu ∆i < 80 mm dan perbandingan nilai presentase Base Shear pada kontrol sistem ganda pada Model 1 RSPX arah X 28%:72% dan arah Y 7%:93% sedangkan RSPY arah X 4%:96 % dan arah Y 44%:56%. Pada Model 2 RSPX arah X 22%:78% dan arah Y 8%:92%, sedangkan RSPY arah X 12%:88 % dan arah Y 27%:73%. Kemudian pada Model 3 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 26%:74%, sedangkan RSPY arah X 25%:75 % dan arah Y 48%:62%. Dan Pada Model 4 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 23%:77%, sedangkan untuk RSPY arah X 22%:78 % dan arah Y 38%:62%.