cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 152 Documents clear
ANALISA PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE KNTILEVER PADA JALAN POROS SAMBOJA-SEPAKU KALIMANTAN TIMUR ALFIANTO, ACHMAD TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.401 KB)

Abstract

Longsor pada jalan poros samboja – sepaku terjadi pertama kali pada awal tahun 2016, penanggulangan sementara longsoran yang dilakukan pertengahan tahun 2016 belum menyelesaikan masalah, karena tidak mempertimbangkan aspek geoteknik penyebab longsor. Studi geoteknik yang dilakukan di lokasi longsor mencakup pekerjaan lapangan, Pekerjaan lapangan terdiri dari pemetaan topografi, pengujian kondisi tanah dan pengambilan contoh tanah.Dari Hasil Yang Didapatkan Berdasarkan Analisis Yang Dilakukan Adalah Sebagai Berikut: Stabilitas Terhadap Guling Aman, Stabilitas Terhadap Geser Dinyatakan Tidak Aman, Dan Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah Dinyatakan Aman. Oleh Karna Itu, Untuk Meningkatkan Daya Dukung Tanah. di perlukan dinding penahan tanah
ANALISA KEBUTUHAN DEBIT AIR UNTUK JARINGAN IRIGASI DI DESA KEBON AGUNG KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR HIDAYATULLAH, MUHAMMAD KHADAFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.375 KB)

Abstract

             Analisa kebutuhan debit air untuk jaringan irigasi di desa kebon agung kecamatan rantau pulung kabupaten kutai timur, di bawah bimbingan Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari., MT. dan Yuswal Subhy, ST., M.T.              Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertaniannya, Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berupa kebutuhan debit air untuk kelompok tani di desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung,              Untuk mengetahui nya awal adalah dari Data Curah Hujan (Rt), Evapotranspirasi (ET), Metode Distribusi Gumbel untuk mengetahui jumlah hujan maksimum di kala ulang tahun yang di tentukan, Kebutuhan Air Tanam dan Penyiapan Lahan dan baru sampai di dapat kebutuhan air yg di perlukan dan pola tanam nya, Dari hasil analisis kebutuhan debit air jaringan irigasi maka Kebutuhan air terpenuhi.              Berdasarkan hasil analisa frekuensi hidrologi menggunakan metode Distrubusi Gumbel bahwa hujan maksimum yang mungkin terjadi, pada periode ulang  10 tahun :  116,695 mm                         Kebutuhan air irigasi untuk padi – padi - palawija adalah Alternatif IV:a.      Alternatif IV     =          Padi                 =          1,21     lt/dt/haPadi                 =          0,74     lt/dt/haPalawija          =          0,17     lt/dt/ha
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN RESERVOIR DAN TANGKI WTP KAPASITAS 250 RIBU LITER PDAM KEC. LOAKULU KAB. KUTAI KARTANEGARA TURIN, TRI AFRISTA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.189 KB)

Abstract

Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal kesumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi.Tiang pancang yang digunakan dalam perbandingan ini adalah tiang pancang mini pile dan kayu ulin, Perhitungan keamanan tiang ditinjau khusus pada kapasitas daya dukung tiang. Kapasitas daya dukung tiang pancang sangat diperlukan untuk mendapatkan perencanaan pondasi yang memenuhi persyaratan. Banyak metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data lapangan dengan menggunakan data sondir dan data SPT dibandingkan satu sama lainnya, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis.Tiang pancang sebagai perbandingannya 2 macam yaitu mini pile dan kayu ulin. Dari dua tipe tiang pancang yang di analisa maka tiang pancang kayu ulin yang paling besar biayanya, sedangkan untuk mini pile lebih murah dan efisien.
STUDI BENTUK DAN LAYOUT DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT KUSUMA, YOGA NOVI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.178 KB)

Abstract

Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merancang struktur bangunan bertingkat yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral, terutama gaya gempa. Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan pemasangan dinding geser. Fungsi dinding geser dalam suatu struktur bertingkat adalah menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur bangunan. Bentuk dan penempatan dinding geser pada lokasi-lokasi tertentu yang cocok dan strategis dapat berpengaruh terhadap simpangan antar lantai dan tahanan beban horisontal pada struktur gedung.Metode penelitian berupa analisis struktur gedung 10 lantai dengan 4 pemodelan dinding geser dengan kegunaan gedung sebagai hotel. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur ETABS v.9.7.2. Hasil analisis menunjukkan nilai simpangan dari 4 pemodelan tersebut memenuhi persyaratan Δi < Δa yaitu Δi < 80 mm dan perbandingan nilai presentase Base Shear pada kontrol sistem ganda pada Model 1 RSPX arah X 28%:72% dan arah Y 7%:93% sedangkan RSPY arah X 4%:96 % dan arah Y 44%:56%. Pada Model 2 RSPX arah X 22%:78% dan arah Y 8%:92%, sedangkan RSPY arah X 12%:88 % dan arah Y 27%:73%. Kemudian pada Model 3 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 26%:74%, sedangkan RSPY arah X 25%:75 % dan arah Y 48%:62%. Dan Pada Model 4 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 23%:77%, sedangkan untuk RSPY arah X 22%:78 % dan arah Y 38%:62%
PENANGGULANGAN TINGKAT KERAWANAN DAERAH BANJIR DI JALAN WAHID HASYIM II KOTA SAMARINDA RISANTA, MUHAMMAD RIO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.956 KB)

Abstract

Banjir yang terjadi di Jalan Wahid Hasyim II ini merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaanpenelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab banjir dikawasantersebut, mengetahui nilai kapasitas yang cukup untuk daya tampung saluran drainase nya, dan juga mengetahuibagaimana cara penanganan menanggulangi banjir nya di Jalan Wahid Hasyim II tersebut.Dalam pelaksanaannya diperlukan survey di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjanglintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan cacthmen area. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitunganmengenai luas DAS, data curah hujan dari BMKG setempat, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitashujan rencana. Dalam menganalisis data primer diperlukan cara survey langsung di lapangan untuk pengambilandata dokumentasi, survey batas daerah tangkapan air dan luas total perencanaan.Dari hasil studi di lapangan didapatkan panjang lintasan terjauh yang dilalui air yaitu (3,003 km). Analisisintensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekanmaka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yangterjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah denganmembuat saluran drainase pengalih, yang di rencanakan di Gang Ahim.
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN CABLE STAYED DENGAN TWO VERTICAL PLANES SYSTEM TIPE FAN (STUDI KASUS JEMBATAN KEMBAR MAHAKAM IV) NUR, ANGGA ALFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bridge is a construction aim to connect two piece of paths that caused of obstacles such as valley, river, sea, lake, irrigation channel, train track, etc. Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City is an Arch Bridge or cur ve steel who placed right beside Mahakam I bridge with the main span about 220 M and two side spans about 90 M each.Cable Stayed Bridge is composed of pylon element, girder, and conducted from cables that connect to pylon and girder it selves. This cable distributes it force from girder or bridge floor that caused of traffic load and dead load to pylon bridge.Curve Steel Bridge holds such strong load it selves, even more it lives load too as a national road with a quite long span. It makes a quite strong load for over bridge structure. Depends on this case, this thesis will held about re-planning Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City with different system, which is over bridge structure will able to pass just using pylon and cable, that is Cable Stayed Bridge with Two Vertical Planes System Type Fan.From the planning result, the result of the top structure planning for girder using the Girder Prestress Box, Cable using VSL SSI 2000 Stayed cable System, Pylon Structure 5 mx 5 m with 100 D-32 and lower structure for pylon foundation using 36 steel piles 100 cm with a depth of 60 m.
KAJIAN LAHAN PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN MALL SAMARINDA CENTRAL PLAZA (SCP) SAMARINDA BAGIO, ARI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.418 KB)

Abstract

Parking is one of the most important elements in the urban  transport as it well affect the modal choice as well as the effect on the community and the transportation system in the city itself either short or long term basis the trade center area. Samarinda city is one area of dense activity. As well as the population growth is very rapid.As  ready of this growth, the number of new buildings that have traction and the seizure of vehicles is quite high, such as the following: mall, central offices, housing and others. Which makes the limited space for the movement of vehicles in the city of Samarinda activity of engine vehicles in the city of Samarinda also quite high each day so we need an area that is strategic to accommodate motorists and car both private vehicles woild also vehicles pub;ic transport them.Observations were made for 5 days with longer observation time 12 hours (10.00-22.00) . Data analysis included accumulated parking, parking duration, turn over parking, parking indeks, parking volume, parking capacity, parking levies.Average accumulated during the study for two wheels at 190.4/ day and for four wheels 98.8/day. Most parking duration is less than 1.5 hours, and turn over average parking during the study for two wheels at 0.152 and for four wheels of  0.196. and income parking fees highest for two wheels is Rp. 2.672.000, and for four wheels is Rp. 3.301.400, and for parking indeks for two wheels is 5.46% and for four wheels is 10.64%. 
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE KANTILEVER DAN TIPE MENYANDAR PADA STA 36+600 SAMPAI DENGAN STA36+650 KECAMATAN SEBULU HIDAYATULLAH, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.857 KB)

Abstract

Analisis dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui aman atautidaknya dinding penahan tanah yang berada di STA 36+600 sampai dengan STA36+650 Kecamatan Sebulu terhadap stabilitas daya dukung tanah, kestabilanterhadap guling, ketahanan terhadap geser dengan menggunakan beberapametode umum seperti metode Rankine dan Terzaghi.Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang dilakukan adalahsebagai berikut: stabilitas terhadap guling aman, stabilitas terhadap geserdinyatakan tidak aman, dan stabilitas terhadap daya dukung tanah dinyatakanaman. Oleh karna itu, untuk meningkatkan daya dukung tanah diperlukan tiangpancang.Dan observasi lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliahmasih belum lengkap tanpa pengetahuan dan wawasan yang didapat langsung dilapangan, khususnya di bidang manajemen proyek guna meningkatkanpemahaman dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di lapangan.
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE DI JALAN BEDENG, KELURAHAN LEMPAKE SAMARINDA UTARA RAHMAN, AKHDIAT
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.936 KB)

Abstract

Seiring berjalannya waktu perkembangan pembangunan terjadi sangat pesat di jalan Bedeng Kelurahan Lempake Samarinda Utara, Selain masalah pesatnya pembangunan, ada masalah lain yang harus di cari solusinya yaitu masalah saluran drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah dan sedimentasi yang tinggi.Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Bedeng Kelurahan Lempake ini perlu ditinjau kondisi eksisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode gumbel, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning.                          Hasil penelitian menunjukkan dalam jangka waktu 10 tahun seluruh saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga diperlukan perubahan dimensi yang lebih besar yaitu lebar 2,70 m dan tinggi 2,70 m
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI RAWA MUARA ASA KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PRADITYA, RIO WAHYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.217 KB)

Abstract

Kawasan yang berada pada areal yang cukup datar dan masih memiliki areal yang belum difungsikan sebagai sawah karena belum adanya air irigasi dan ditunjang dengan kondisi tanah yangmendukung untuk pertanian, Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan suatu kajian untuk dipakaisebagai acuan pengembangan Daerah Rawa(DR) Muara Asa. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kebutuhan air untuk pola tanam,mengetahui kapasitas debit andalan yang dibutuhkan dan juga mengetahui dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri daerahrawa di Muara Asa tersebut.Dalam pelaksanaannya diperlukan data proyek, peta, serta buku/refrensi mengenaiirigasi, dan data curah hujan dari BMKG setempat,Dalam menganalisis data primerdiperlukan cara survey langsung di lapangan untuk pengambilan data dokumentasi, datalapangan dan observasi lapangan.Dari hasil studi di lapangan didapatkan kebutuhan air maksimum untuk padi Isebesar 1.724m³/det,padi II 1.724m³/det dan Palawija 0,026m³/det diambil dari alternativeIV karena jumlah maksimum luas areal yang dapat di aliri yang terbesar yaitu284,930m²,perhitungan debit andalan (Q80) yang terbesar 7.167m³/dt pada bulan April,dandimensi saluran irigasi terbesar pada daera rawa(DR) Muara Asa terdapat pada saluranprimer Muara Asa Kanan 10 tengah dengan ukuran lebar dasar saluran 1.045m dan tinggiair sebesar 0.965m sehingga tinggi total saluran adalah sebesar 1.265m,dengan kemiringansaluran sebesar 0.0007421294

Page 2 of 16 | Total Record : 152