cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 152 Documents clear
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE (Studi Kasus Jalan Alternatif menuju Jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta) TAN, SUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.292 KB)

Abstract

Kota Sangatta merupakan Ibu Kota Kabupaten Kutai Timur, dengan tingginya curah hujan dalam beberapa tahun terakhir sangat sering terlihat limpasan permukaan didaerah Sangatta, sehingga sangat mengganggu aktivitas warganya. Berbagai upaya sedang dan telah disiapkan pemerintah dalam melakukan antisipasi keadaan alam yang semakin kurang menentu dalam Intensitas hujan. Apakah hal ini sudah dilakukan secara optimal dalam mengatasi masalah ini. Upaya tersebut berupa pemeliharaan saluran drainase kota, pembenahan sungai-sungai yang melintasi kota, berbagai studi terkait pengendalian banjir kota, pembangunan sarana pengendali banjir serta beberapa aturan telah dikeluarkan untuk pengendalian banjir. Namun demikian upaya tersebut kalah cepat dengan perkembangan kota. Disisi lain seiring dengan kemajuan itu, juga terjadi ancaman degradasi lingkungan yang cukup mengkhawatirkan. 
DESAIN BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN (SABO) PADA SUNGAI RAPAK DALAM SAMARINDA SEBERANG INDRIANI, UPIE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.374 KB)

Abstract

Sediments are materials or fragments of rocks, minerals and dissolved organic materialsand move in the direction of the flow of river water. Sediments can be distinguished into bed loadsand suspended loads. Sabo Dam building is a water construction which functions as anchoring,reservoir and sediment controller that dissolves in the river flow so that the sediment does notinterfere with the performance of the existing DamThe method used in the calculation of SABO building design is referring to Pd.T12-2004-A. Whereas to know the amount of erosion using USLE (Universal Soil Less Equation) method forsedimentation volume using the equation of erosion multiplied by the time of the Sediment ReleaseRatio multiplied by the watershed area.From the calculation results can be concluded that Estimation of sediment volume asmuch as 1,351 tons / year, and obtained high SABO is 3.5 m width is 4.4 m wide and the top widthis 2 m. SABO design stability is safe against bolsters, shear and carrying capacity.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PELAJAR SEKOLAH DI KAWASAN K.H. AHMAD DAHLAN SAMARINDA SANTOSO, EDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.233 KB)

Abstract

Activity studying in school will lead to a journey that can produce movements that ultimately require a choice of modes of transportation. The selection of modes to school students in the K.H. road area Ahmad Dahlan is not a random process, but is influenced by many factors. The problem is, what factors influence the learner in choosing the mode of transportation to the school and the mode of transportation that many students choose.                The survey was conducted by spreading 342 questioners on students of SMPN 2, MTS. Normal Islam, SMKN 4, SMPN 37 on the road  K.H. Ahmad Dahlan Samarinda. The survey results were analyzed by Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the mode selection factors.                The analysis shows that the factors that affect school students in the area K.H. Ahmad Dahlan Samarinda in choosing the mode of transportation to school is a safety factor (33.654%), cost factor (23.316%), comfort factor (21.429%), time (19.601%).                For many transportation modes in select school students in the area K.H. Ahmad Dahlan Samarinda is a mode of shuttle transportation (47,368%), private motor (41,520%), public transportation (7,310%), walking distance (3,216%), and for last private car (0,585%).                From the results of the analysis obtained mathematical model of priority scale goals of school students in the area K.H. Ahmad Dahlan Samarinda namely Ymbp (0.0016), Ymrp (0.1069), Yau (0.0188), Yaj (0.1259), Ybk (0.0084).
EVALUASI KINERJA BENDUNG IRIGASI CIPTA GRAHA KABUPATEN KUTAI TIMUR RAHMAN, ABDUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.062 KB)

Abstract

Guna meningkatkan fungsi dan memperpanjang umur bendung dan jaringan yang telah terbangun, maka dibutuhkan evaluasi kinerja bendung Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur yang berada di wilayah Kalimantan Timur, agar dapat bekerja secara optimal dalam pelayanan kepada masyarakat dan sebagai pedoman bagi para pengelola dalam melaksanakan manajemen (pengelolaan) OP.Didapat nilai indeks kinerja sebesar 60.06 sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja D.I Cipta Graha kurang baik sehingga perlu peningkatan di 6 parameter, terutama di sarana penunjang, Organisasi Personalia dan dokumentasi yang masih minim dari nilai optimum. Namun untuk parameter Prasarna Fisik dan Produktivitas tanam sudah cukup baik serta dukungan dari P3A yang sudah cukup baik.Untuk Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) D.I Cipta Graha membutuhkan biaya ± Rp. 359.704.232 yang terbagi untuk biaya Operasi, Pemeliharaan Rutin Saluran dan Bangunan.Rencana pemulihan kerusakan bendung irigasi yang ada dapat dilihat Rencana Anggaran Biaya Pemeliharaan Korektif D.I Cipta Graha membutuhkan biaya ± Rp. 820.042.000,- yang berguna untuk perbaikan bangunan bendung dan saluran-saluran yang ada di lokasi tersebut.Agar D.I Cipta Graha berfungsi sesuai dengan yang diharapkan maka hal yang harus diperhatikan adalah Operasi dan pemeliharaan harus dilakukan secara continue
Perencanaan Kantor Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Di Samarinda 2017 LAGUS, ANDRIANUS WARTA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2506.38 KB)

Abstract

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III adalah Unit Pelaksana Teknis dari pemerintah, yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang Efektif dan Efesien. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III merupakan Unit Pelaksana Teknis dari pemerintah yang mengatasi dua wilayah sungai yaitu wilayah sungai Sesayap dan Wilayah Sungai Mahakam. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III saat ini belum mempunyai gedung kantor sendiri. Dalam hal ini Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memiliki pekerjaan banyak yang harus diatasi, oleh karena itu dibutuhkan suatu tempat atau bangunan kantor tersendiri bagi para pegawai Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk mengerjakannya. Membuat konsep kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III yang bangunannya berdiri sendiri dengan penataan ruang yang memberikan rasa nyaman para pegawai sesuai dengan kegiatan yang ada di dalam kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dengan bentuk bangunan yang tidak monoton.
ANALISA KEBUTUHAN DEBIT AIR UNTUK KELOMPOK TANI DESA RANTAU MAKMUR KECMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR YUDA PERDANA, AGAM PERWIRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.784 KB)

Abstract

Irigasi merupakan alternatif pemanfaatan air untuk pertanian, guna mendukung terwujudnya kecukupan dan ketahanan pangan khususnya untuk keperluan konsumsi lokal dan mengimbangi peningkatan jumlah penduduk sehingga dilakukan penelitian analisa hidrologi untuk mengetahui kecukupan air di Desa Rantau Makmur.Penelitian ini menggunakan metode analisa frekuensi yaitu distribusi log normal, log person III, gumbel dengan kala ulang 1.25, 2, 5, 10. Analisa evapotranspirasi, dan analisa debit andalan.Dengan luas daerah aliran sungai (DAS) Benumuda 237.554 km² dan panjang sungai 35.981 km membuat kondisi sungai tidak pernah mengering dalam kondisi cuaca kemarau, dan dengan luas areal yang dapat diairi  200.55 ha lahan pertanian maupun palawija di desa Rantau Makmur terpenuhi kebutuhan airnya.  
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI WILAYAH JALAN REEL SUNGAI KELEDANG MENUJU JALAN HASAN BASRI KOTA SAMARINDA SAFEI, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.049 KB)

Abstract

Dengan semakin kompleksnya permasalahan drainase di perkotaan, maka perencanaan dan pembangunan bangunan air untuk drainase khususnya pada Sistem Saluran Jalan Reel Sungai Keledang menuju Jalan Hasan Basri Kota Samarinda harus dilakukan secara tepat. Perencanaan pengamatan terhadap banjir disebut juga perencanaan pengendalian banjir yang pada dasarnya sangat tergantung pada peranan dan fungsi daripada sungaitujuannya Penelitian adalah Untuk mengetahui besarnya debit banjir kala ulang 5 tahun dan 10 tahun, besarnya debit eksisting dan dimensi saluran drainase yang mampu debit banjir kala ulang 10 tahunMetode untuk menghitung curah hujan rancangan adalah Metode Gumbel dan Metode Log Person type III. Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional.Hasil Kajian drainase menunjukan debit saluran Jalan Reel Sei. Keledang tidak mecukupi debit banjir kala ulang 10 tahun sehingga diperlukan solusi dari kajian tersebut dengan mengubah dimensi saluran didasari perhitungan dengan menggunakan penampang segiempat, berbahan Beton dengan tetap mempertimbangkan faktor kemiringan dasar saluran di rencana tinggi basah 1 meter, lebar bawah 1,8 meter dan tinggi jagaan adalah 0,5 meter.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN WAHID HASYIM II DI SAMARINDA AZIS, HERMANTON M SAID
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.33 KB)

Abstract

Wahid Hasyim II Roads in Samarinda is a collector street that serve the transportation function of collecting or divider with characteristic medium distance trips, the average speed was, and the number of driveways is limited. Wahid Hasyim II Roads in Samarinda, including category III class road C. As the development of the economy and rising levels of affluence of the population will result in increasing levels of traffic trips, which occur due to the need for transportation of people, where people will always find a way that is faster, safely and smoothly. The increase in population and urbanization many urban areas it will cause a degree of movement and density, so the need for transportation has increased as well. On this basis,As for the Performance Analysis of Wahid Hasyim II Roads uses the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI'1997), which is described by Form UR-1 in the form of general conditions and Geometric road, UR-2 in the form of input data that flows and composition advanced traffic and obstacles aside, UR-3 in the form of analysis is the free flow of light vehicles Speed, Capacity and Speed of light vehicles.In studies Performance Analysis Wahid Hasyim II Roads this survey peak hours for 2 weeks, the first week and the second week Bengkuring intersection at Simpang Ring Road and the survey was conducted in the hours 07:00 to 9:00,12:00 to 14:00, 16:00 to 18:00 and 20.00- 22:00. After calculation of existing data, the intersection Bengkuring segment 1 hour peak occurred on Monday, on traffic volume amounted to 1607.20 smp / hour, degree of saturation of 0.46, Speed 34 km / h, takes 0.0491 hours and service levels are at a C level, which means a stable flow zone, the driver choose the speed limit. Then at the intersection of Ring Road segment 2 hour peak occurred on Saturday, in the traffic volume amounted to 1349.50 smp / hour, degree of saturation of 0.44, Speed 34 km / take 0,0491 hours and service level are at a B level, which means a stable flow zone, the driver has the freedom to choose the speed.
OPTIMALISASI WAKTU PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD PADA PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS KEHUTANAN KABUPATEN KUTAI TIMUR LAHMUDDIN, DEDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.721 KB)

Abstract

Tuntutan pembangunan disegala bidang semakin dirasakan, terutama di negara yang sedang berkembang, hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Banyak kemajuan yang harus dikejar, ketinggalan ini diusahakan harus dikejar dengan pembangunan disegala bidang. Pembangunan tersebut berupa pembangunan fisik proyek, pembangunan gedung, jembatan, jalan tol, industri besar atau kecil, jaringan telekomunikasi, dan lain-lain.            Keberhasilan Pembangunan ditentukan oleh keberhasilan penyelenggaraan proyek pembangunan dan manajemen pekerjaan yang baik.  Dalam perusahaan, kelancaran penyelesaian pelaksanaan proyek merupakan hal yang sangat diharapkan. Namun, pada kebanyakan perusahaan sekarang ini, tidak semua proyek yang diselenggarakan dapat mencapai hasil seperti  yang diharapkan. Kegagalan penyelenggaraan proyek selain dapat mengakibatkan kerugian sumber daya, perusahaan juga akan kehilangan waktu yang berarti terlepasnya peluang-peluang yang dapat dicapai.  Proyek pembangunan dalam sekala besar dengan durasi  pelaksanaan yang lama merupakan suatu kegagalan yang dapat mempengaruhi citra perusahaan.  Kondisi tersebut mengakibatkan perusahaan-perusahaan konstruksi agar dapat bersaing untuk mendapatkan suatu tender agar dapat menjaga eksistensi perusahaan.  Dalam menghadapi persaingan ini, banyak pihak perusahaan melakukan strategi manajemen perusahaan, seperti menyeimbangkan sumber daya manusia, sumber daya material, waktu penyelesaian pelaksanaan dan biaya pelaksanaan            Dalam pelaksanaan pembangunan suatu proyek terdapat tiga aspek yang merupakan indikator keberhasilan proyek yaitu mutu, waktu, dan biaya.  Proyek dapat dikatakan berhasil jika biaya dan waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan perencanaan serta kualitas telah terpenuhi.  Untuk dapat memenuhi ketiga unsur tersebut pihak perusahaan harus mempunyai strategi dan metode yang dapat digunakan sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.             Untuk mencapai ketepatan waktu penyelesaian proyek, perlu dilakukan perencanaan yang dapat mempercepat waktu pelaksanaan proyek, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode percepatan pekerjaan melalui CPM (Critical Path Method).
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN CABLE STAYED DENGAN TWO VERTICAL PLANES SYSTEM TIPE FAN (STUDI KASUS JEMBATAN KEMBAR MAHAKAM IV) NUR, ANGGA ALFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.289 KB)

Abstract

Bridge is a construction aim to connect two piece of paths that caused of obstacles such as valley, river, sea, lake, irrigation channel, train track, etc. Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City is an Arch Bridge or cur ve steel who placed right beside Mahakam I bridge with the main span about 220 M and two side spans about 90 M each.Cable Stayed Bridge is composed of pylon element, girder, and conducted from cables that connect to pylon and girder it selves. This cable distributes it force from girder or bridge floor that caused of traffic load and dead load to pylon bridge.Curve Steel Bridge holds such strong load it selves, even more it lives load too as a national road with a quite long span. It makes a quite strong load for over bridge structure. Depends on this case, this thesis will held about re-planning Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City with different system, which is over bridge structure will able to pass just using pylon and cable, that is Cable Stayed Bridge with Two Vertical Planes System Type Fan.From the planning result, the result of the top structure planning for girder using the Girder Prestress Box, Cable using VSL SSI 2000 Stayed cable System, Pylon Structure 5 mx 5 m with 100 D-32 and lower structure for pylon foundation using 36 steel piles 100 cm with a depth of 60 m.

Page 4 of 16 | Total Record : 152