cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 164 Documents clear
PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN DALAM KOTA SAMARINDA HAKIM HUTAGALUNG, DIPO NOEL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.544 KB)

Abstract

Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Karena begitu pentingnya fungsi jalan, maka agar fungsi dari jalan itu sendiri dapat dimaksimalkan oleh penggunanya diperlukan kondisi jalan yang baik. Bertitik tolak dari kondisi yang baik tersebut, suatu perkerasan jalan sekuat apapun seiring dengan waktu dan tingginya aktifitas yang melintasinya akan dengan mudah menurun kekuatannya sebagai akibat dari melemahnya kepadatan lapisan pondasi dan terurainya butiran agregat dari bahan pengikatnya. Kerusakan pada struktur perkerasan jalan dapat terjadi dengan kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakannya : berat, sedang, ataupun ringan. Disarankan pada saat kerusakan ringan dapat segera diperbaiki dengan cara pemeliharaan rutin, agar kerusakan tidak berkembang lebih lanjut atau semakin parah yang berakibatkan semakin mahal biaya untuk perbaikannya. Adapun dalam penelitian ruas Jalan Harmonika, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Gor Segiri, Jalan Pulau Sebatik, Jalan Abdul Muthalib, Jalan PM. Noor ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode AASTHO 93, yang diuraikan berdasarkan jenis-jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, data CBR tanah dan data LHR. Dalam penelitian ini dapat dihasilkan penggolongan tingkat kerusakan pada setiap jalan seperti pada ruas jalan Harmonika dengan nilai PCI 12 (sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 43 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. Rp. 23.521.000,00, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Stadion Segiri dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 42 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 23.521.000,00, Jalan Pulau Sebatik dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan lapis perkerasan AASTHO 93 32 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 37.097.000,00, Jalan Abdul Muthalib dengan nilai PCI 66 (Baik) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 46 cm dan pada Jalan PM. Noor dengan nilai PCI 71 (Sangat Baik) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 35 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 44.612.000,00.
STUDI ANALISA TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN KAMPUNG DATAH BILANG - LUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU RAD, MU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.716 KB)

Abstract

Roads are one of the land transportation infrastructure that has an important role for human life. In addition to geometric road planning, road pavement is part of road planning that must be planned effectively and efficiently, because the road service level requirements are higher. Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section is one part of the collector's road that connects the sub-district and TransProvince Roads, which until now are very much expected to be developed. The construction of this road using rigid pavement, so that the pavement is resistant until its service life, it needs the right design method in its planning. There are many methods for designing the thickness of this concrete plate, including using the Bina Marga 2013 method and AASHTO 1993. In this thesis, the aim is to analyze the alternative thick design of pavement to examine the planning parameters of both methods, plan the thickness of the concrete slab, and analyze the comparative results of the two methods. This method begins with the collection of secondary data in the form of traffic data, land data and hydrological data, then calculating the thickness of the hardness using both methods. In planning the calculation of plate thickness, the input parameters for each method are needed. The input parameters for pavement thickness planning for the Bina Marga 2013 method are traffic parameters, subgrade, sub base course, sub base course of grained material, and concrete strength. The input parameters for pavement thickness planning for the 1993 AASHTO method are traffic parameters, subgrade modulus, pavement construction material, realibility, and drainage coefficient. For the case study of Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section the concrete slab thicker based on the Bina Marga 2013 method calculation was 28,5 cm, while based on the 1993 AASHTO method was 17 cm. The difference obtained is quite large, namely 11,5 cm. This is due to differences in the input parameters of each method.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN POROS SAMARINDA – MUARA BADAK, KECAMATAN SAMARINDA UTARA SUBAKTI, AKBAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.8 KB)

Abstract

Banjir yang dialami oleh Kecamatan Samarinda Utara khususnya pada Jalan Poros Samarinda – Muara Badak, Kecamatan Samarinda Utara akhir – akhir ini merupakan imbas dari semakin banyaknya lahan yang tertutup oleh bangunan – bangunan baru yang tak berlandaskan strategi perencanaan dari sistem drainase yang ada. pada musim hujan debit air yang memasuki badan sungai sebagai saluran drainase yang utama juga menjadi lebih besar dan berakibat pada tidak mencukupi kapisitas saluran yang ada dan berakibat pada tidak mencukupinya kapasitas saluran yang ada dan akibat dari itu saluran drainase tidak berfungsi secara baik sehingga meluap. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan Poros Samarinda – Muara Badak Kecamatan Samarinda Utara dengan menggunakan metode (Distribusi Normal) dan (Log Pearson Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area) sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Poros Samarinda – Muara Badak, Kecamatan Samarinda Utara.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN TYPE KANTILEVER DAN GRAFITASI TERHADAP DINDING PENAHAN TANAH PADA INSTALASI PENGELOHAN AIR (IPA) BANTUAS TIRTA KENCANA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RAHMANSYAH, IDUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.307 KB)

Abstract

Retaining wall is a construction that serves to hold the soil loose or natural and preventthe collapse of sloping land or slopes whose stbility can’t be guaranteed by the slope of the land it self. Retained soil gives an active impluse to the structure of the wall so that the structure tends tobe rolled and displaced. The water treatment plants (IPA) Bantuas Tirta Kencana, the to avoid landslides, the soil shifts or collapses in the area, it’s necessary to build a retaining wall. The water treatment plants (IPA) Bantuas Tirta Kencana located in a location far from residential areas, because of it’s position arround the forest area, the location of the building is at’n altitude of +15 m from the main road. In addition to avoiding landslides, sliding, and collapsing also because the istalasi Bantuas is a public facility and a large-scale treatment plant. The method used for retrieving land data using boring and sondir data and laboratory data that support this research and carried out in the field. While the analysis method for handling the stability of shear, roll nd collapse using rankine and coulomb method on cantilever type and gravity type retaining walls. From the result of the calculations, it was concluded that the retaining wall heigh was 5,2 m and the width was 3,5 m and the lenght of the segmenting was 20 m. Stability of retaining wall cantilever type method rankine against bolster 2,933 ≥ 2 (safe ), shear 2,397 ≥ 2 ( safe ), and collapse 26,74 ≥ 3 ( safe). Whereas in the coulomb method against bolster 3,252 ≥ 2 (safe ), shear 2,650 ≥ 2 ( safe ), and collapse 27,951 ≥ 3 ( safe). Stability of retaining grafity type method rankine against bolster 1,760 ≥ 2 (no safe ), shear 1,609 ≥ 2 ( no safe ), and collapse 14,366 ≥ 3 ( safe). Whereas in the coulomb method against bolster 1,947 ≥ 2 (no safe ), shear 1,806 ≥ 2 ( no safe ), and collapse 16,185 ≥ 3 ( safe).
ANALISA PENGENDALIAN MUTU HASIL UJI BETON UNTUK KEPALA JEMBATAN (ABUTMENT) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN RUAS JALAN TALISAYAN DI KABUPATEN BERAU SITUMORANG, BENGET P
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.733 KB)

Abstract

Indonesia dengan lebih dari 200 juta jiwa penduduk merupakan pasar yang potensial untuk melakukan investasi. Jumlah penduduk yang demikian besar ini tersebar dalam wilayah yang sangat luas pula dengan kekayaan alam yang sangat melimpah sedemikian hingga mampu menciptakan peluang bagi dunia bisnis untuk melakukan investasi dalam segala bidang. Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan seperti halnya infrastruktur jalan dan jembatan.Guna terwujudnya pengendalian pelaksanaan dan kualitas Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Indonesia sesuai dengan yang diharapkan dan yang ingin dicapai.Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 603/PRT/M/2005 tentang Pedoman Umum Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum, guna meningkatkan tertib penyelenggaraan pembangunan dan mewujudkan prasarana dan sarana bidang jalan dan jembatan yang effisien, efektif dan produktif dalam pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan dan sesuai dengan kebijakan sistem manajemen mutu konstruksi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 34/PRT/M/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pengendalian Manajemen Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, pengendalian mutu/kualitas terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan secara konsisten dan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas konstruksi jalan dan jembatan yang handal.Permasalahannya adalah sejauh mana kesesuaiannya terhadap norma, standar, pedoman, tatacara dan spesifikasi teknik yang merupakan alat strategis pemerintah untuk menjamin mutu infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat menjamin ukuran hasil pekerjaan sesuai mutu yang disyaratkan dan diharapkan.Jembatan merupakan suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah, dimana rintangan ini biasanya jalan berupa lain yaitu jalan air atau jalan lalu lintas biasa. Jembatan memiliki arti penting bagi setiap orang, dengan tingkat kepentingan yang berbeda-beda tiap orangnya (Supriyadi, 2000).  Menurut Dr. Ir. Bambang Supriyadi, jembatan bukan hanya kontruksi yang berfungsi menghubungkan suatu tempat ke tempat lain akibat terhalangnya suatu rintangan, namun jembatan merupakan suatu sistem transportasi, jika jembatan runtuh maka sistem akan lumpuh. Maka untuk pengendalian mutu dari kegiatan pelaksanaan pembangunan  jembatan  ruas jalan Lingkar P. Nunukan yang merupakan salah satu paket kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur untuk mencapai  kesesuaian penggunaan perlu adanya pengelolan mutu dengan benar dan tepat yang bertujuan mencapai peryaratan mutu proyek sesuai dengan standar yang disyaratkan.Pada kegiatan pembangunan Jembatan Ruas Jalan Talisayan di Kabupaten Berau salah satu bahan yang dipakai dalam pelaksanaan pembangunan kepala Jembatan (abutment) yaitu beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).Kontrol yang baik dapat dicapai dengan menggunakan bahan-bahan yang memenuhi syarat, penakaran dan pencampuran bahan yang benar, sesuai dengan kualitas yang diinginkan, serta pelaksanaan yang baik dalam pengangkutan, penuangan, perawatan dan pengujian. Meskipun sifat alamiah beton yang komplek menghalangi kesempurnaan homogenitas beton adanya variasi kekuatan yang cukup besar lebih menandakan kurang adanya kontrol yang baik pada pembuatan beton..  Benda  uji  lebih mengindikasikan potensi kekuatan dari pada kekuatan beton yang sebenarnya supaya diperoleh hasil yang lebih tepat, kesimpulan kekuatan beton harus didapat dari suatu pola pengujian dimana karakteristik beton dapat diperkirakan dengan cukup tepat. Pengujian yang tidak cukup akan menghasilkan kesimpulan yang tidak meyakinkan.Prosedur statistik pengendalian mutu (Control Quality) beton berdasarkan 03-2847-2002 yang berisi tata cara mengevaluasi hasil uji kekuatan beton disediakan untuk memperoleh nilai – nilai yang paling mendekati dalam mengevaluasi hasil pengujian  kekuatan  beton. Informasi  yang  didapat dari prosedur statistik juga merupakan nilai yang digunakan dalam menentukan kriteria perencanaan dan spesifikasi. Tata cara ini secara ringkas menampilkan variasi yang terjadi dalam kekuatan beton dan berguna dalam menginterprestasikan variasi tersebut yang berhubungan dengan kriteria dan spesifikasi yang dibutuhkan.
ANALISA KINERJA TERHADAP WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM IAIN SAMARINDA FEBRIANI, NOR FAJRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2931.43 KB)

Abstract

Planning, cost control, and time are part of the overall construction project management. In addition, quality, projects can also be known in terms of cost and time. The danger of deviations from plans in terms of costs and time that are very important for construction construction must be measured continuously. Significant cost and time deviation. Poor depreciation. As for the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method at the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building using Earned Value Analysis Method by collecting data in the field at the IAIN Auditorium Building Construction Project in Samarinda. In this study the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method in the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building results in the SPI value of 0.853 while the CPI is 1.006, which means that the project experiences delays in terms of schedule but issues less actual costs of work already done. For the ETC value of Rp. 13,380,535,283 and an EAC value of Rp. 30,483,085,771 while the ECD value to 294 days for project completion time is recommended so that the relevant parties control the progress of the performance in the following weeks and find a solution so that the project is completed on time with the remaining costs.
KINERJA RUAS JALAN KEMUNING LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA FIKRI, MUAMMAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.916 KB)

Abstract

Kemuning Loa bakung in Samarinda City is a road Secondary collectors that connect primary and secondary regions to each other. The conditions of land use found on Kemuning road are dominated by the public market with trading activities etc. Kemuning Road in Samarinda is classified as a class III road category C. When the economy grows and the level of population prosperity will result in an increase in the level of traffic. Traffic resulting from transportation needs from the community, where people will always look for ways that are faster, safer and smoother. Increasing population and the amount of urbanization to urban areas will cause movement and density, so the need for transportation also increases. On this basis, a research was conducted on the performance of the Kemuning road in Samarinda. In the Kemuning Road Performance Analysis, the Indonesia Manual Road Capacity Manual (MKJI'1997), which is explained by Form UR-1 in General and Geometrical forms of road conditions, UR-2 in the form of advanced input data, namely Flow and Composition of Side of Traffic and Obstacles, UR-3 is in the form of analyzing the free flow rate of light vehicles, light vehicle capacity and speed. In the Kemuning Road Performance Analysis study, a peak hour survey was conducted at Jl. Jakarta to Jl. Kemuning and Jl. KH. Mas Mansyur to Kemuning and the survey was conducted from 8:00 to 9:00, 11:00 to 12:00, 16:00 to 17:00. After calculating existing data, in segment I directions Jl. Jakarta - Kemuning is 1404.44 pcu / hour and the service level is at level C, which means the current stable zone, the driver at the limit of choosing speed. Then Segment II Kemuning Segment II KH. Mas Mansyur - Kemuning is 1404.44 junior / hour from standard <2900 pcu / hour. (Table 2.10) and the service level is at the C level, which means the current stable zone, the driver at the speed limit.
STUDY PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA JALAN GUNUNG LINGAI KOTA SAMARINDA PERKHASA, FREDDY ANGGA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.786 KB)

Abstract

Jalan gunung lingai, Kelurahan Gunung Lingai yang berada pada koordinat. lintang -0.461513, dan garis bujur 117.174646 Merupakan daerah yang banyak belum mempunyai saluran drainase. saluran pada daerah tersebut hanya memakai saluran alam dan saluran buatan yang belum terselesaikan sebagai tempat pengaliran air hujan dan air buangan. Dengan tidak adanya saluran drainase pada daerah tersebut maka dilakukan perencanaan saluran drainase pada daerah tersebut.dengan membuat dan merencanakan drainase yang nantinya akan berguna untuk mengalirkan air hujan dan air buangan pada daerah tersebut agar tidak terjadinya genangan pada kawasan atau jalan di daerah tersebut. Dalam perencanaan saluran drainase harus melakukan beberapa analisa seperti analisa curah hujan , analisa drainase existing dan analisa debit banjir nantinya akan mengetahui debit air hujan yang ada dan debit air hujan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan debit yang ada pada saluran ekisting sehingga air permukaan tetap terkontrol dan tidak mengganggu pengguna jalan. Luas tangkapan air (Catchment Area) adalah daerah pengaliran yang menerima curah hujan selama waktu tertentu (Intensitas Hujan) sehingga menimbulkan debit limpasan yang harus ditampung oleh saluran hingga mengalir ke ujung saluran (outlet). Analisa ini lakukan untuk mengontrol antar debit dari saluran drainase dan debit dari rancangan . Pada perhitungan dimensi ekisating pada jalan Gunung Lingai menggunakan persamaan Manning.
PENGARUH ARUS KENDARAAN KE JEMBATAN MAHAKAM KOTA (MAHKOTA) TERHADAP KEMACETAN PADA RUAS JALAN R.OTTO ISKANDARDINATA KOTA SAMARINDA SAPUTRO S, ANDRIANTO MASHADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.63 KB)

Abstract

Jalan R.Otto Iskandardinata di Samarinda merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan sekunder yang satu ke kawasan yang lainnya. Kondisi guna lahan yang terdapat pada ruas jalan Jendral Sudirman didominasi oleh bangunan umum dengan aktivitas umum yaitu perdagangan Jalan R.Otto Iskandardinata di Samarinda ini termasuk kategori jalan kelas III C. Seiring berkembangnya ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran penduduk akan mengakibatkan bertambahnya tingkat perjalanan Lalu lintas, yang terjadi akibat adanya kebutuhan akan transportasi dari masyarakat, dimana masyarakat akan selalu mencari jalan yang lebih cepat, aman dan lancar. Kenaikan jumlah penduduk dan banyaknya urbanisasi ke daerah perkotaan maka akan menimbulkan tingkat pergerakan dan kepadatan, sehingga kebutuhan akan transportasi pun meningkat pula. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana pengaruh arus kendaraan ke jembatan mahakam kota ( mahkota ) terhadap kemacetan pada ruas jalan R. Otto Iskandardinata kota samarinda. Adapun dalam pengaruh arus kendaraan ke jembatan mahakam kota ( mahkota ) terhadap kemacetan pada ruas jalan R. Otto Iskandardinata kota samarinda ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan
ANALISA KINERJA RUAS PADA JEMBATAN MAHKOTA II KOTA SAMARINDA BUDIANTO, ARIF SETYO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.382 KB)

Abstract

he bridge is a construction structure that allows transportation routes through rivers, lakes, times, highways, railroads and others. As the population increases, the movement of transportation in the Mahkota II Bridge area increases and influences the segment performance and service level at the Mahkota II Bridge through the community to carry out daily activities to the destination through the Crown Bridge II section. The existence of the Mahkota II Bridge which is the connecting bridge of many activities to mobilize the movement of traffic flow must calculate the current capacity of the bridge to measure the performance and level of service for the Crown Bridge II section. Analysis carried out manually in accordance with the conditions of traffic flow in Indonesia. In this case an analysis was carried out using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997) to take into account traffic performance. Traffic data obtained from a field survey conducted for 4 days is Monday, Wednesday, Saturday and Sunday, date (July 2, July 4, July 7 and July 8 2018) during rush hour which is presented in the form of a vehicle data table . Based on the results of the performance analysis on the Mahkota II Samarinda bridge using the MKJI 1997 method, the highest volume of Mahkota II Samarinda on Saturday is 1003.25 smp / hour with the highest Level Of Service (LOS) occurring on Saturday at 0.33, with a level service category "B".