cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 29 Documents clear
ANALISIS JARAK TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL BUS KOTA SAMARINDA-BONTANG SANDI, AR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

besar yang melayani rute Samarinda - Bontang maupun bus-bus sedang yang melayani rute Samarinda kebeberapa kecamatan di kutai timur bagian hulu, seperti Sangatta, Bengalon, Sangkulirang, dan Wahau Menurut data Bappeda dan rencana induk Kota Samarinda Terminal Lempake Meningkatnya kepemilikan kendaraan roda empat berimbas pada kurangnya minat masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan bus sebagai angkutan massal, hal ini terlihat dari jumlah penurunan penumpang yang berangkat di Terminal Lempake menggunakan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dari Samarinda ke Bontang begitu pula sebaliknya Penilaian standar kinerja penilaian bus yang melayani rute dari Terminal Lempake Samarinda ke Terminal Bontang berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996) serta hasil survai dan analisis, didapat ; a. Waktu pelayanan yang diberikan oleh 6 perusahan bus dimulai keberangkatan dari Terminal lempake pada Jam 07:00 sampai Jam 19:05 (07:00 – 19:05) selama 12 jam 5 menit,maka angka ini sesuai standar yang ditetapkan yaitu > (lebih besar) 13 jam per hari hal ini memenuhi syarat. b. Waktu tempuh perjalanan rata-rata selama 2 jam 48 menit > (lebih besar) dari standar kinerja pelayanan angkutan umum yaitu berkisar antara 60 menit sampai 90 menit karena Bus melayani angkutan luar kota dalam Provinsi Kalimantan Timur. c. Kecepatan rata-rata Bus Berangkat dari Terminal Lempake Samarinda sampai ke Terminal Bus Bontang adalah :  Kecepatan rata-rata sebesar 48,43 km/jam > 10 km/jam  Kecepatan maksimum sebesar 50,75 km/jam > 10 km/jam  Kecepatan minimum sebesar 46,04 km/jam > 10 km/jam d. Tingkat ketersedian (Availability) armada bus adalah  Jumlah angkutan keseluruhan armada bus rata-rata sebanyak 34 armada.  Jumlah armada bus yang beroperasi rata-rata sebanyak 20 buah. 2  Tingkat Ketersediaan (Availability) Armada Bus rata-rata 58,8% dari total jumlah angkutan keseluruhan armada bus rata-rata. Biaya BOK kendaraan Bus Samarinda Bontang didapat sebagai berikut :  BOK konsumsi bahan bakar untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya bahan bakar sebesar : Rp173.041 x 2 = Rp346.082,-  BOK konsumsi oli kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh : Rp36.418 x 2 = Rp72.836,- pergantian oli kendaraan dilakukan per 10.000 km. Apabila dihitung berdasarkan panjang jalan samarinda Bontang, maka dapat dihitung sebagai berikut : - 228,402 km (Panjang Jalan PP) x 44 hari (1,5 bulan) = 10049 km Dari perhitungan diatas didapat pergantian oli kendaraan dilakukan setiap 1,5 (Satu setengah bulan) bulan sekali : Rp50.000,- x 20 L = Rp1.000.000,-  BOK Ban kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya ban kendaraan sebesar : Rp42.929 x 2 = Rp85858,- Pergantian ban kendaraan dilakukan per 24.000 km. Apabila dihitung berdasarkan panjang jalan samarinda Bontang, maka dapat dihitung sebagai berikut : - 228,201 km (Panjang Jalan PP) x 105 hari(3,5 bulan) = 24.000km. pergantian ban kendaraan dilakukan setiap 3,5 bulan sekali dengan biaya Rp1.176.000/ban,- x 4 bh = Rp4.704.000,-  BOK pemeliharaan suku cadang dan upah montir di peroleh biaya suku cadang sebesar : Rp3.456.724,- dan BOK upah montir/Hari = Rp37.503,-  BOK penyusutan kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang dengan panjang jalan 228,201 km di peroleh biaya penyusutan kendaraan sebesar = Rp361.680,-  BOK bunga modal kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya bunga modal kendaraan sebesar : Rp128,731 x 2 = Rp257.462,-  BOK biaya asuransi kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya asuransi kendaraan sebesar : Rp51.492 x 2 = Rp102.984,-  Perhitungan rekapitulasi BOK untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya Rp1.012.496 x 2 = Rp2.024.992,-
ANALISA TINGKAT RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA KEGIATAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM BBPOM SAMARINDA Arisandi, Muhammad Indra
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kegiatan konstruksi yang memiliki berbagai macam risiko salah satunya adalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembangunan gedung BBPOM Samarinda merupakan pekerjaan konstruksi baja bertingkat 4 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, membutuhkan alat-alat berat, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap bahaya kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, analisa risiko K3, perhitungan tingkat risiko K3, urutan analisa risiko K3, dan rekomendasi risiko K3. Teknik pengumpulan data antara lain data primer berupa observasi,wawancara,kuesioner, dan data sekunder berupa data kontraktor dan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko K3 sesuai dengan Peraturan Menteri  Pekerjaan Umum Tahun 2014 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Dari hasil penelitian disimpulkan teridentifikasi 20 risiko dari 8 kegiatan konstruksi baja, pada perhitungan tingkat risiko didapat 3 variabel risiko yang tinggi yaitu variabel baja jatuh kebawah (ke arah pekerja) pada jenis kegiatan pengangkatan baja menggunakan mobil crane,variabel pekerja terjatuh dari ketinggian pada jenis kegiatan pemasangan hebel di ketinggian,variabel terhirup asap las pada jenis kegiatan pekerjaan las.
PERENCANAAN PANTI JOMPO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR TROPIS DI KOTA SAMARINDA NIRWANDA, ANDIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti jompo merupakan lembaga sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan sosial dan kebutuhan hidup lansia. Kota Samarinda masih kekurangan Panti Jompo sebagai wadah bagi mereka untuk tinggal, panti jompo direncanakan menerima pelayanan lansia dengan umur 60 tahun keatas sesuai dengan UU. No.13 Tahun 2018 Tentang Kesejahteraan Lansia. Dalam perencanaan panti jompo ini melalui beberapa tahap seperti metoda pengumpulan data setelah diperoleh selanjutnya diolah melalui pendekatan yang sesuai dengan lingkup analisis dan kemudian keputusan pemecahan masalah yang telah dianalisis ini dituangkan dalam bentuk konsep desain yang akan diterapkan. Setelah itu analisa perencanaan panti jompo dirincikan seperti memperhatikan beberapa tahapan seperti kebutuhan ruang dan aktivitas, analisa KDB DAN KDH, analisa terhadap tapak, analisa terhadap bentuk dan material, analisa struktur, dan utilitas bangunan sehingga terbentuk susunan menuju konsep perencanaan panti jompo. Konsep perencanaan dilakukan dengan pendekatan konsep Arsitektur Tropis yang akan diterapkan ke bangunan panti jompo, seluruh bangunan yang akan direncakanan di panti jompo akan mengikuti kaidah konsep Arsitektur Tropis.Panti Jompo dengan penekanan Arsitektur Tropis ini diharapakan sebagai pemecah masalah atas kurangnya panti jompo yang ada di kota Samarinda
PERANCANGAN GEDUNG KONI KABUPATEN KUTAI TIMUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNACULAR TRESNA DEKA, RESTA CITRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONI adalah singkatan dari Komite Nasional Olaharaga Indonesia. Kantor KONI yang terdapat di Sangatta masih menggunakan kantor pinjaman di komplek gedung Stadion Utama Sangatta. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain gedung KONI Kabupaten Kutai Timur agar dapat mewadahi kegiatan organisasi olahraga dengan konsep arsitektur Neo-Vernacular. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana merancang gedung KONI di Sangatta agar dapat mewadahi kegiatan keorganisasian olahraga yang dibatasi permasalahan berupa bentuk dan tampilan bangunan yang berkonsep arsitektur Neo-Vernacular. Maka dari itu, perlu adanya gedung baru KONI di Sangatta yang dapat mewadahi Keorganisasian Olahraga Nasional Indonesia dengan konsep arsitektur Neo-Vernacular dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder, untuk metode analisa yang dilakukan adalah analisa pelaku dan aktivitas, identifikasi lokasi, analisa tapak, analisa struktur, analisa utilitas, dan analisa bentuk. Sedangkan untuk metode konsep yang diterapkan adalah arsitektur Neo-Vernacular. Neo-Vernacular merupakan bentuk-bentuk arsitektur yang menerapakan unsur-unsur budaya stempat, baik ornamen bentuk denah, dan lain-lain. Pada hasil pembahasan yaitu analisa luas KDB 3821,2 M² dan KDH 5.731,8 M². Untuk Konsep perancangan Gedung KONI diterapkan tema arsitektur Neo-Vernacular yaitu mengambil sebagian bentuk arsitektur budaya Kalimantan Timur yaitu rumah adat Lamin, seperti bantuk bangunan panggung, bentuk denah persegi panjang, betuk atap, serta ornamen dayak.
PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI DHARMAWAN, IMAM ANDIRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP, Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan.
PERANCANGAN MONUMEN PERJUANGAN SEBAGAI IDENTITAS KOTA SANGA-SANGA SEFRINA, ELIDA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan drawing. Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di San ga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548.81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2 , KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2 . Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.
PERENCANAAN GEDUNG PMI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK YANTO, ANDRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Perencanaan Palang merah Indonesia (PMI) dengan penekanan Arsitektur Futuristik adalah suatu bangunan yang digunakan untuk Proses Trasfusi darah yang bertaraf internasional dengan fasilitas dan lab sebagai sarana penunjang trasfusi darah yang lengkap di Samarinda dengan konsep Arsitektur Futuristik yang Arsitektur yang di desain dengan bentuk yang aneh dan berorientasi masa depan dan juga tidak lazim,. Melihat begitu besar peran Palang Merah Indonesia di setiap bencana, maka dibutuhkan kantor Palang Merah Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur yang memadai untuk semua peralatan, sumber daya manusia, dan barang bantuan untuk dibagikan kepada korban bencana.
PERANCANAAN BALAI LATIHAN KERJA TUNA RUNGU DAN WICARA DI KOTA SAMARINDA SYAWALDI, JEFRY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Saat ini Penyandang Cacak Fisik mulai diprioritaskan oleh pemerintah pusat dalam mengatasi Penyandang Cacat Fisik di Kota Samarinda, salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna rungu dan Wicara.  Hal ini menjadikan bentuk perhatian yang sangat besar kepada penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara .       Di Kota Samarinda ada terdapat tempat Sekolah luar biasa yang khusus untuk penyandang cacat fisik salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna Rungu dan Wicara yang khusus untuk menuntut ilmu pendidikan dan mengembangkan kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki , Dapat kita jumpai seperti Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna rungu dan Wicara banyak sekali siswa dan siswi yang memiliki kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki, namun sekolah tersebut hanya mampu mewadahi dan memfasilitasi dalam bidang keterampilan Industri Kreatif, itupun tidak sepenuhnya secara maksimal memberikan wadah dan memfasilitasi keterampilan yang dimiliki bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara yang ada di sekolah luar biasa tersebut.       Menurut Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda, tentang data disabilitas khusus penyandang disabilitas Tuna rungu dan Wicara tahun 2014 berjumlah 81 jiwa dengan perkelompokan umur rata-rata umur sekitar 22 sampai dengan umur 45, jenis kelamin antara pria berjumlah 40 jiwa, wanita berjumlah 41 jiwa, dan data Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna Rungu dan Wicara tingkatan sekolah menengah atas tahun ajaran 2019 yang akan siap memasuki dunia pekerjaan yaitu, berjumlah 32 siswa dan siswi dengan perkelompokan umur rata-rata berusia produktif sekitar 18 sampai dengan umur 24, dan jenis kelamin antara pria berjumlah 17 siswa, dan wanita  berjumlah 15 siswi.       Dapat kita uraikan bidang kreatifitas yang sangat dibutuhkan bagi para penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara saat ini seperti di bidang Industri kreatif, bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, bidang Otomotif dan juga di bidang Tata Kecantikan.       Samarinda, sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur sudah selayaknya menjadi pusat dari semua bidang, salah satunya dalam bidang sosial belum adanya tempat latihan kerja yang berupa balai dengan pengembangan kreatifitas dan keterampilan khusus bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara dan jumlah penyandang Tuna rungu dan Wicara yang cukup besar di Kota Samarinda menjadi salah satu pertimbangan dalam merencanakan Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara.       Untuk mendukung fungsi dari Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara tersebut, perlu pendekatan arsitektur organik diwujudkan dengan penciptaan suasana yang terlihat muda, menarik, unik, mengandung keceriaan serta menghilangkan kejenuhan saat bekerja dan menekankan pada keindahan dan harmoni pada bentuk bebas yang mengalir dengan bentuk-bentuk ekspresif yang berpengaruh pada psikologi manusia. dalam Sebuah bangunan Balai Latihan Kerja harus mampu menjadi wadah atau sarana bagi para peserta pelatihan dalam mengembangkan kreatifitas dan keterampilan dimiliki. Suasana yang terkesan muda, energik, dan menarik merupakan langkah awal dalam merangsang semangat para peserta.   Unik, mencerminkan karakter dari para peserta pelatihan yang diutamakan para usia produktif  yang sudah lulus atau tidak lanjut sekolah. Keceriaan, bermaksud agar para peserta tidak mengalami kejenuhan saat pelatihan maupun saat proses produksi dilapangan.
PERENCANAAN MUSEUM KAPAL MOTOR DI TENGGARONG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS ARIF, MUSTAFA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tenggarong memiliki Sungai Mahakam yang menghubungkan antar Kabupaten Kutai Barat sampai Kota Samarinda. Dengan panjang sungai mencapai 920 Kilometer.  Dengan ini akan dibuatnya perencanaan Museum Kapal Motor, pada tahapan penelitian ini berupa metode pengumpulan data primer dan sekunder, metode analisa terdiri analisa kebutuhan ruang, besaran ruang, hubungan ruang, site, Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Dasar Hijau, ruang dan gubahan ruang, massa dan gubahan massa, bentuk, struktur, utilitas. Konsep bangunan dengan penekanan arsitektur tropis pada penerapan pencahayaan bangunan Museum.Jumlah besaran ruang 6,341.7 m2 terbagi dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 6,341.7 luas Koefisien Dasar Hijau 4,227.8, untuk analisa site pada penelitian yaitu meninjau seperti drainase, arah angin, matahari. analisa utilitas seperti air bersih, kotor, hujan dan pemipaan pada area Museum. Jenis Kapal di pamerkan yaitu, kapal motor angkutan barang, tambang, angkutan kendaraan dengan konsep terklaster berupa penyusunan massa pada site, transformasi bentukan kapal menyerupai kapal angkutan Bis Air Sungai Mahakam, dan sejarah-sejarah Kapal.
PERENCANAAN WISATA TAMAN BURUNG KHAS KALIMANTAN DI TENGGARONG WAN, RIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusantara Indonesia sebagai Negara yang memiliki keragaman fauna yang kaya. Beragam spesies flora dan fauna mampu hidup dan berkembang di Nusantara tidak terkecuali dengan spesies burung atau aves yang ada di Indonesia.Burung merupakan fauna yang memiliki kelebihan berupa kicauan yang indah dan warna-warna yang beraneka ragam. Jumlah spesies burung Indonesia adalah yang terbanyak keempat di dunia setelah Kolombia, Peru, dan Brazil. Bahkan jika diranking berdasarkan tingkat endemisitas, Indonesia adalah negara dengan tingkat endemisitas burung tertinggi di dunia. Bahkan baru-baru ini dikabarkan bahwa jumlah spesies burung di Tanah Air tengah bertambah. Ria Saryanthi, Head of Communication & Institutional Development Burung Indonesia, memaparkan status burung di Indonesia 2019 yang jumlahnya sebanyak 1.777 spesies. Dari jumlah itu, 168 jenis merupakan jenis terancam punah dengan rincian; 30 jenis Kritis, 44 jenis Genting, dan 94 jenis Rentan. Selain itu, sebanyak 244 jenis mendekati terancam punah, 1.351 jenis risiko rendah, dan 11 jenis kurang data. Untuk status konservasi lain, jumlah jenis burung yang dilindungi sebanyak 553 spesies berdasarkan Permen KLHK No.P 92/MenKLHK/Setjen/Kum.1/8/2018. Dari jumlah itu, tercatat, jumlah jenis burung endemik 515 spesies sementara jumlah jenis burung sebaran terbatasnya 452 spesies.Oleh karena itu dalam upaya penjabaran strategi  kawasan berwawasan lingkungan dan sehat, salah satu sektor yang mendukung adalah sektor rekreasi/wisata. Sektor wisata yang dikembangkan yaitu berupa pengembangan wisata edukasi dan wisata rekreasi berupa burung Kalimantan yang bertujuan agar ikut berpesan serta melestarikan burung endemik Kalimantan yang terancam punah.Dengan adanya tempat wisata burung khas Kalimantan, diharapkan dapat  memiliki peran kontribusi di dalam ikut serta melestarikan dan membudidayakan burung endemik  Kalimantan. Tempat rekreasi edukasi burung Kalimantan, diharapkan dapat menjadi alternatif objek wisata di Tenggarong di karnakan belum adanya wisata taman burung di Tenggarong khususnya burung endemik Kalimantan.

Page 2 of 3 | Total Record : 29