cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 29 Documents clear
PERENCANAAN RESORT PADA WISATA BUAYA DI PANTAI KENYAMUKAN KOTA SANGATTA LETTU, UIDAS BRIGAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Resort Pada Wisata buaya merupakan tempat untuk masyarakat berwisata yang di dalamnya ada habitat perairan tawar yang dilestarikan dan dijaga di daerah pantai kenyamukan Kota Sangatta. Adapun tujuan dari perencanaan ini yaitu membuat fasilitas penunjang Gedung Pengelola, Tour Guide, Penginapan, Menara Pengamatan buaya, Gallery Informasi Buaya, Restoran, Perpustakaan dan Toko Souvenir dengan Permasalahan Bagaimana merencanakan Resort dan Fasilitas penunjang di dalam mengembangkan wisata buaya di pantai kenyamukan kota sangatta. Pada hasil pembahasan diantaranya melakukan survey lapangan di Pantai Kenyamukan Kota Sangatta, kemudian menganalisa sebagai proses penelitian yang berupa analisa besaran ruang dengan luas sebesar 13.775 M2, yang terbagi pembagian ruang Ruang pengunjung wisata, Ruang pengelola, Ruang Service dan Ruang Penunjang. Untuk konsep perencanaan difokuskan pada bangunan fasilitas pengunjung berupa resort, dimana resort tersebut memiliki luasan 15.000 M2, yang bentuk bangunannya menyerupai gunung di ambil dari bentuk dasar persegi panjang dan segi tiga.
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN TYPE GRAVITASI PADA PEMBANGUNAN GEDUNG S.P.N DI KUTAI KARTANEGARA PRASETYA, CATUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan aspek penting dalam perencanaan konstruksi dinding penahan tanah. Karena pada tanah ialah berdiri satu bangunan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan faktor kestabilan tanah. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan pengendalian kestabilan tanah agar tak mengalami kelongsoran adalah dengan membangun dinding penahan tanah.Dinding penahan tanah adalah suatu struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan tanah yang mempunyai kemiringan/lereng dimana kemantapan tanah tersebut tidak dapat dijamin oleh tanah itu sendiri. Bangunan dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urugan atau tanah asli yang labil akibat kondisi topografinya.Pembangunan dinding penahan tanah, bertujuan untuk menjaga infrastruktur maupun rencana infrastruktur tetap aman terhadap guling, geser dan keruntuhan sepanjang garis dinding penahahan tanah tersebut dalam waktu yang lama (kuat secara struktur) merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan untuk melindungi infrastruktur dari kegagalan.Tugas akhir ini membahas perencanaan dinding penahan tanah dengan type gravitasi pada lokasi  pembangunan gedung SPN (Sekolah Polisi Negara) di Kutai Kartanegara, Kalimantan timur.Pada proyek pembangunan Gedung SPN (Sekolah Polisi Negara) merupakan rangkaian dari progam pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun sarana berupa wadah yang akan digunakan sebagai tempat pendidikan calon polisi negara.Keberadaan Gedung ini sangat penting nantinya dalam kelancaran kegiatan pendidikan calon polisi di Kalimantan Timur. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembangunan gedung tersebut dengan perencanaan yang matang dan baik.Oleh karena di beberapa tempat terdapat kondisi tanah yang berbeda maka di perlukan perencanaan dan design yang matang agar pelaksanaan pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN WORKSHOP OPERATOR CRANE DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) KOTA SAMARINDA RACHMAWARTI, NOVITA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowing Novita Rachmawarti, 2019, Worker Productivity Analysis on Construction Projects of Crane Operators at Samarinda City Training Center (BLK), Thesis, Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, University of August 17, 1945. Productivity is a fundamental factor that influences the performance of competitiveness in the construction industry. Labor productivity will also greatly affect the magnitude of the profits or losses of a project. In the implementation of the field this can sometimes occur because the workforce is less effective in its work. In measuring the level of productivity of labor there are various ways, one of which is by examine the magnitude of the level of LUR (Labor Utilization Rate) of each worker, which is to examine the extent of the effectiveness of the worker at work. The level of worker productivity is influenced by many factors. These factors include field conditions and supporting facilities, skills of workers, age or age factors of workers, suitability of wages, experience in work, health of workers, coordination and planning, types of work contracts, managerial or field management. This study was intended to analyze data by conducting a survey in the field, the existing data was collected and processed and then analyzed using the SPSS program (Statistical Package for Social Science) version 17. To obtain conclusions that were in accordance with the actual conditions in the survey location. In this study observations were carried out using the productivity rating method, where worker activity was classified into 3 things: Essential Contributory Work, Effective Work, and Not Useful. This research was conducted on Crane Operator Development Project at Samarinda City Training Center (BLK). The study was conducted by observing the level of productivity of 30 workers and accompanied by filling in questionnaires. Productivity level observation (LUR) is carried out for 12 days for each worker. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the level of worker productivity in the Crane Operator Construction Workshop project at the Samarinda City Training Center (BLK) is quite satisfactory because of the average. Its productivity is 84.72%> 50%. This is in accordance with the book (Oglesby, 1989: 180-181) which contains "for a work team it is said to reach effective or satisfying time if the worker utility factor is more than 50%". Partially the variable that has a significant effect is the level of education with sig = 0.226> 0.05, the education level variable partially does not have a significant effect on the dependent variable of worker productivity. The level of education has a dominant influence with a beta value of 0.430 with a T value of 1,248.
KAJIAN SISTEM DRAINASE JALAN ARWANA KEL.TIMBAU KEC. TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA KADAFI, MUHAMMAD FAIZAL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase perkotaan merupakan prasarana kota yang intinya berfungsi untuk mengendalikan limpasan air hujan yang berlebihan. Dari segi pengamatan yang dilakukan banyak sekali sampah dan sedimentasi yang menumpuk di beberapa titik saluran, bukan hanya sampah tetapi saluran drainase juga sudah tidak memenuhi kapasitas daya tampungnya. Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya daerah Tenggarong menjadi salah satu daerah yang rawan banjir saat ini, mengingat Tenggarong merupakan kota yang dekat dengan Sungai Mahakam menjadikan kota ini sering banjir ketika musim penghujan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran Jalan Arwana, Kel. Timbau, Kec. Tenggarong dengan menggunakan metode (Gumbel) dan (Log Pearson Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area) sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada Jalan Arwana, Kel. Timbau, Kec. Tenggarong.
PERENCANAAN RESORT PADA WISATA BUAYA DI PANTAI KENYAMUKAN KOTA SANGATTA LETTU, UIDAS BRIGAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Resort Pada Wisata buaya merupakan tempat untuk masyarakat berwisata yang di dalamnya ada habitat perairan tawar yang dilestarikan dan dijaga di daerah pantai kenyamukan Kota Sangatta. Adapun tujuan dari perencanaan ini yaitu membuat fasilitas penunjang Gedung Pengelola, Tour Guide, Penginapan, Menara Pengamatan buaya, Gallery Informasi Buaya, Restoran, Perpustakaan dan Toko Souvenir dengan Permasalahan Bagaimana merencanakan Resort dan Fasilitas penunjang di dalam mengembangkan wisata buaya di pantai kenyamukan kota sangatta. Pada hasil pembahasan diantaranya melakukan survey lapangan di Pantai Kenyamukan Kota Sangatta, kemudian menganalisa sebagai proses penelitian yang berupa analisa besaran ruang dengan luas sebesar 13.775 M2, yang terbagi pembagian ruang Ruang pengunjung wisata, Ruang pengelola, Ruang Service dan Ruang Penunjang. Untuk konsep perencanaan difokuskan pada bangunan fasilitas pengunjung berupa resort, dimana resort tersebut memiliki luasan 15.000 M2, yang bentuk bangunannya menyerupai gunung di ambil dari bentuk dasar persegi panjang dan segi tiga.
PERENCANAAN WAHANA BERMAIN PROFESI ANAK DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SAMARINDA UTOYO, AGUSTINA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan emosional, fisik, sosial dan nalar. Permainan fokus di terapkan pada ciri khas Kota samarinda yaitu makanan khas samarinda dan kebudayaan desa pampang. Saat ini permainan profesi sudah ada akan tetapi masih belum terlengkapi fasilitas yang memadai untuk anak-anak. Maka dilakukan penelitian dengan tujuan merencanakan wahana bermain profesi anak dengan penekanan metafora dengan batasan masalah untuk pelaku kegiatan yaitu anak-anak usia 0-5 tahunHasil penelitian menunjukan besaran ruang dengan luas koefisien dasar bangunan sebesar 6.410,9795 m2, luas koefisien dasar hijau sebesar 5.636,606 m2 dengan pembagian 78 ruangan dari 9 massa bangunan. Rencana lokasi site berada di Jl.Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, sehingga perencanaan menggunakan konsep metafora, dimana transformasi bentuk persegi panjang dan lingkaran yang membentuk lego dan untuk gubahan massa bangunan yaitu radial yang mengelilingi bangunan. Konsep metafora yang mengikuti bentuk lego karena permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak.
PERENCANAAN SEKOLAH DASAR BERBASIS SEKOLAH ALAM DENGAN PENEKANAN EFEK BAYANGAN TERHADAP BANGUNAN DI KOTA SAMARINDA PUTRA, EKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah alam merupakan sekolah yang dibangun untuk upaya pengembangan pendidikan yang dilakukan dengan metode belajar di alam secara langsung. Para siswa di sekolah alam dibebaskan waktunya untuk lebih banyak berinteraksi di alam terbuka sehingga terbentuk pengenalan langsung pada materi dan kegiatan yang bersifat pengalaman. Sekolah alam ini merupakan sekolah yang diperuntukkan kepada siswa sekolah dasar pada umumnya. Kegiatan di alam berlangsung ketika jam 7 pagi hingga jam 10 pagi, kegiatan diawali dengan para siswa datang dan merawat tanaman dan hewan di sekolah alam serta dilanjutkan dengan pembelajaran di alam lalu dilanjutkan kegiatan belajar didalam kelas. Konsep yang diterapkan dalam sekolah alam meliputi penggunaan alam sebagai tempat untuk aktifitas pendidikan, penggunaan serta pengenalan alam sebagai media dan bahan untuk pengenalan serta alam yang digunakan sebagai wadahnya. Sekolah ini mampu mengatasi kebosanan yang terjadi pada siswa jika melakukan pembelajaran di dalam ruangan saja. Efeknya adalah dengan adanya sekolah alam tersebut bisa mewujudkan sebuah cita-cita pada setiap orang yang peduli akan perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia.Pendidikan merupakan tolak ukur kualitas individu agar dapat memahami dirinya dan hidup mandiri bersama masyarakat luas. Pendidikan di sekolah dasar merupakan jenjang yang paling dasar agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Tujuan dari pendidikan sekolah dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri. Sekolah alam pada dasarnya adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam lingkungan sekitar sebagai tempat pengenalan, bahan dan juga sebagai objek pengenalan. Dengan konsep pendidikan ini para siswa diharapkan bisa belajar dari alam lingkungan sekitar dan mengaitkan pelajaran serta menerapkan ilmu yang didapat dengan kehidupan nyata sehari-hari.Pembelajaran meliputi pengembangan ilmu pengetahuan secara langsung di alam ataupun di laboratorium. Bangunan tempat anak belajar di sekolah alam biasanya terbuat dari bahan yang ramah lingkungan seperti bambu dan kayu lokal ataupun bahan material ramah lingkungan lainnya. Para siswa biasanya duduk di lantai. Kelas yang digunakan tidak terlalu tertutup seperti kelas di sekolah formal melainkan berupa saung atau ruang belajar terbuka.Dalam membantu proses pengajaran didalamnya, dibutuhkan konsep bangunan yang dapat menunjang kenyamanan dalam kegiatan belajar. Salah satu kenyamanan yang dapat dicapai adalah kenyamanan termal yang dapat dihasilkan oleh efek bayangan terhadap bangunan. Efek bayangan yang dihasilkan oleh bangunan dapat mengurangi ketidaknyamanan manusia terhadap sengatan matahari.
PERENCANAAN KAWASAN WISATA SENTRAL TENUN DI KAWASAN KAMPUNG TENUN SAMARINDA FARISY, FADHEL AL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata sudah ada semenjak adanya perjalanan manusia dari suatu tempat ke tempat lain dan perkembangannya sesuai dengan sosial budaya masyarakat itu sendiri. Munculnya pariwisata di Indonesia dalam sejarah nusantara, diketahui bahwa kebiasaan mengadakan perjalanan telah dijumpai sejak lama.Dalam buku Nagara Kartagama, pada abad XIV, raja Hayam Wuruk telah mengelilingi Majapahit dengan diikuti oleh pejabat negara. Ia menjelajahi daerah Jawa Timur dengan mengendarai pedati. Dari sinilah, pariwisata di Indonesia terus berkembang sesuai dengan keadaan politik, sosial dan budaya masyarakatnya. Kemajuan pesat pariwisata di Indonesia tidak terlepas dari usaha yang dirintis sejak beberapa puluh tahun yang lalu. ( Suwena & Ngurah, hal.5, 2017).Indonesia memiliki berbagai macam tempat wisata, diantaranya adalah wisata laut dan pantai, pegunungan, danau, hutan dan budaya. Salah satu tempat wisata budaya yang ada di Indonesia adalah Kampung Tenun. Kampung Tenun merupakan pusat pengerajin kain tenun yang ada di Kota Samarinda. Kerajinan tenun sarung ini pada mulanya dibawa oleh pendatang suku Bugis dari Sulawesi Selatan yang berdiam di kawasan Tanah Rendah atau saat ini adalah Samarinda Seberang sejak tahun 1668 yang menjadi cikal - bakal pendirian Kota Samarinda. Pada tahun 1985 pengerajin kain tenun mulai berkembang di Kawasan Kampung Tenun.Pada saat itu alat yang digunakan untuk menenun adalah Gedokan. Alat ini terbuat dari bahan kayu dan bambu yang fungsinya untuk mengaitkan benang lungsi. Menenun dengan menggunakan alat gedokan menghasilkan kain tenun yang berkualitas dan memliki nilai jual yang tinggi karena dikerjakan dengan sangat cermat dan teliti namun memakan waktu yang cukup lama dalam proses pembuatannya.Pada tahun 1980-an hingga saat ini, alat tenun beralih menjadi ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin. Alat ini dapat menghasilkan sebuah kain tenun dalam waktu satu atau dua hari, sehingga pengerajin tenun beralih menggunakan ATBM karena proses pembuatannya terbilang lebih cepat dari alat tenun Gendokan. Namun kualitas kain yang dihasilkan dari ATBM lebih rendah jika dibandingkan dengan kain tenun dari alat gedokan, karena apabila ada benang yang putus maka akan tampak pada kain yang dihasilkan.Pada tanggal 14 Maret 2012 lalu Kecamatan Samarinda Seberang ditetapkan sebagai Kampung Wisata Tenun Samarinda. Kawasan ini direncanakan sebagai salah satu obyek wisata andalan Kalimantan Timur dan rumah kelahiran dari Sarung Samarinda sendiri dijadikan Cagar Budaya Rumah Adat.Namun wajah atau ciri khas dari Kampung Tenun itu sendiri masih belum terlihat hingga saat ini. Penanda untuk kawasan wisata Kampung Tenun itu sendiri menggunakan gapura besar yang terletak dekat dengan Jembatan Pasar Sore dan Rumah Adat Cagar Budaya. Letak rumah rumah pengerajin tenun yang diteras rumah nya terdapat ATBM mayoritas berada di dalam gang gang sempit dan boardwalk dari kayu ulin sehingga kurangnya daya tarik wisatawan.Dari beberapa hasil survey didapat yaitu kurangnya sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan seperti tidak tersedianya area parkir bagi wisatawan yang ingin berkunjung, tidak tersedianya pusat informasi mengenai Kampung Tenun, aksesbilitas air yaitu dermaga tudak memenuhi standar keamanan, kurangnya toilet umum bagi wisatawan, tidak tersedianya pedestrian bagi pengunjung maupun bagi masyarakat sekitar.Melihat permasalahan yang ada di atas, sehingga pada perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun akan dibangun prasarana kepariwisataan seperti Galeri, pusat informasi dan tempat pelatihan menenun atau workshop. Menyediakan fasilitas, sarana & prasarana penunjang wisata seperti area parkir, outlet penjualan kain tenun dan pujasera. Wisata Sentral Tenun ini juga dapat menjadi tempat edukasi bagi masyarakat sehingga dapat menarik wisatawan lokal.Diharapkan dengan adanya Perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun di Samarinda yang didukung dengan fasilitas ataupun sarana dan prasarana penunjang pariwisata, dapat meningkatkan potensi wisata kampung Kampung Tenun yang juga terhubung dengan sejarah masjid tua Sirathal Mustaqiem damakam Lamohang Daeng Mangkona, dapat memfasilitasi pengunjung yang datang sesuai dengan kebutuhannya, dan juga membawa pengaruh positif terhadap masyarakat Kampung Tenun. Selain itu Perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun ini juga diharapkan dapat menjadi ikon wisata khas Samarinda.
ANALISA PENILAIAN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RSUD ULIN DI BANJARMASIN AMSHARI, ADAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                Kegiatan konstruksi memiliki berbagai macam risiko salah satunya adalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Pembangunan RSUD ULIN DI Banjarmasin merupakan pekerjaan konstruksi bertingkat 7 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, melibatkan alat-alat berat, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap bahaya kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, analisa risiko K3, perhitungan risiko K3, dan urutan risiko K3 terhadap risiko K3.Teknik pengumpulan data antara lain observasi, kuesioner, data kontraktor dan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko K3 sesuai dengan Peraturan Menteri  Pekerjaan Umum Tahun 2014 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.Dari hasil penelitian disimpulkan teridentifikasi 23 risiko dari 9 kegiatan konstruksi, pada perhitungan tingkat risiko didapat 8 variabel risiko tinggi yaitu material jatuh (ke arah pekerja) pada kegiatan pembangunan proyek.

Page 3 of 3 | Total Record : 29