cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 91 Documents clear
KAJIAN SISTEM DRAINASE KAWASAN VORVOO KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MAULAKUM, ACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.768 KB)

Abstract

Keberadan saluran drainase yang repsentatif adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi demi mencegah meluapnya debit banjir yang sering terjadi bilamana hujan turun. Kondisi saluran banyak yang tidak dapat berfungsi secara maksimal, sehingga menyebabkan terhambatnya debit air yang mengalir di dalam saluran tersebut, semakin memprihatikan saluran tersebut merupakan saluran drainase yang berada di pusat-pusat kota dan pertokoan. Tujuan penulisan ini adalah menghitung debit banjir yang turun dan mengetahui permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut.Berkaitan dengan studi kasus kajian sistem drainase kawasan vorvoo kota samarinda maka diperlukan data primer, data sekunder, juga didukung dengan data penunjang lainnya. Tujuan yang hendak dicapai melalui perhitungan ini bermaksud agar mampu mengatasi debit limpasan air yang sering terjadi di lokasi tersebut.Dari hasil survey dilokasi saluran drainase yang ada menggunakan tipe trapesium dengan, T = 2.00 m,  H = 2.00 m, B = 1.75 m. Data sekunder diambil dari Data Curah Hujan Kota Samarinda dari Badan Meteorologi Bandara Temindung Kota Samarinda, Peta Kota Samarinda, Data Kota Samarinda dalam Angka. 
PERHITUNGAN PEMINDAHAN TANAH MEKANIS PADA PEKERJAAN PEMATANAGN LAHAN PERUMAHAN PANORAMA ALAM ASRI II KEC. SUNGAI KUNJANG SAMARINDA SORDIAN, MUHAJIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.603 KB)

Abstract

Pada “Perhitungan Pemindahan Tanah Mekanis Pada Pekerjaan Pematangan Lahan Lokasi Perumahan Panorama Bukit Asri Samarinda”. merupakan suatu pelaksanaan Pematangan Lahan Pembangunan Perumahan Panorama Bukit Asri Samarinda, sangat diperlukan pemakaian alat berat, agar pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan target yang telah ditentukan, dan penggunaan alat berat harus direncanakan secara baik dan cermat, sehingga tepat penggunaannya, optimal produksinya dan adanya efisiensi biaya peralatan Perhitungan pekerjaan galian dan timbunan pada pekerjaan pematangan lahan Perumahan Panorama Bukit Asri Samarinda. Hasil perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan menggunakan alat berat untuk pekerjaan Galian, dan Timbunan, adalah :v Pekerjaan Galian :Pekerjaan Galian dengan menggunakan Excavator, maka waktu paling lama yang diperoleh adalah 31 hari = 1 bulan.v Pekerjaan pengangkutan  :Pekerjaan pengangkutan tanah  dengan menggunakan Damp Truck, maka waktu yang diperoleh adalah 28 hari.v Pekerjaan Penghamparan/Timbunan :Pekerjaan Penghamparan/Timbunan dengan menggunakan Bulldozer type Komatsu D 85E (2 unit), maka waktu yang diperoleh adalah 30 hari = 1 bulan.v Pekerjaan Pemadatan :Pekerjaan Pemadatan dengan menggunakan Compactor type Bomag CAT BW 212 D ( 1 unit), maka waktu yang diperoleh adalah 13 hari.
PERENCANAAN TEBAL LAPIS PERKERASAN JALAN SIMPANG PERDAU – MUARA LEMBAK DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN FAHRONI, RIZA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.425 KB)

Abstract

Perkerasan Jalan adalah bagian dari   jalur lalu lintas, yang merupakan   penampang struktur pada badan jalan2. Lancarnya arus lalu lintas dipengaruhi   oleh perkerasan jalan dalam kondi3. Lapisan tebal perkerasan berfungsi   untuk menerima dan menyebarkan   beban lalu-lintas tanpa menimbulkan   kerusakan si baik4. Perencanaan tebal perkerasan yang   akan diuraikan ini adalah merupakan   dasar dalam menentukan tebal   perkerasan lentur pada suatu jalan   raya.MAKSUD DAN TUJUANA. Maksud : merencanakan dan   menghitung tebal perkerasan jalan di   ruas jalan Simpang Perdau – Muara   LembakB. Tujuan : untuk menganalisa dari   existing jalan yang ada, seperti tanah   dasar, lapis pondasi bawah dan lapis   pondasi atas sehingga di dapat   masing-masing ketebalan dari setiap   lapisan jalan yang adaRUMUSAN MASALAHA. Rumusan Masalah  1. Berapakah nilai dari daya     dukung tanah dasar (DDT).  2. Berapakah nilai dari tebal lapis     permukaan jalan pada tahun     2013 ?  3. Berapakah nilai dari tebal lapis     permukaan jalan 5 tahun yang     akan datang yaitu pada Tahun     2018 ?
PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN TERHADAP JENIS KERUSAKAN JALAN DI TINJAU DARI PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN SAMARINDA – MUARA BADAK LESMANA, ARIF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.736 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan salah satu wilayah penghasil minyak bumi dan gas alam (migas) yang memiliki luas wilayah 939,09 km2 terus mengalami perkembangan baik perekonomian maupun infrastruktur, dan salah satu infrastruktur tersebut adalah prasarana jalan.Pada Ruas Jalan Samarinda-Muara Badak yang ramai dilalui kendaraan berat maupun ringan, telah mengalami kerusakan yang bervariasi pada setiap segmen di sepanjang ruas jalan baik retak kulit buaya, amblas maupun kerusakan tepi dan apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka akan dapat memperburuk kondisi lapisan perkerasan sehingga dapat mempengaruhi keamanan dan kenyamanan lalu lintas.Dalam penelitian ini, penulis secara spesifik melakukan penelitian untuk : (1) mengidentifikasi serta menentukan cara penanganan yang tepat terhadap jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Samarinda - Muara Badak sepanjang 3 km dan (2) menghitung tebal perkerasan (overlay) dengan Metode Analisa Komponen (SNI 03-1732-1989).
ANALISIS INTENSITAS CURAH HUJAN DI KOTA SAMARINDA AMBRI, HAIRUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.759 KB)

Abstract

Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan diantaranya intensitas, durasi dan frekuensi. Intensitas yang berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat di ekspresikan dengan kurva Intensity –Duration-Frequency (IDF).             Data Hujan yang di analisis berasal dari 5 Stasiun pencatat Hujan di Kota Samarinda, Yaitu Stasiun Hujan Karang Paci, Tanah Merah, Lempake, Sungai Kunjang dan Stasiun Hujan Temindung. Analisis dilakukan dengan data hujan 10 tahun terakhir.            Hasil Analisis frekuensi untuk masing-masing kala ulang di tunjukkan dalam bentuk Kurva Intersity-Duration-Frequency (IDF). Diperoleh jenis distribusi hujan yang menyerupai data Hujan dari Stasiun Temindung adalah Data Curah Hujan Stasiun Sungai Kunjang. 
STUDI LAPIS PONDASI BAWAH MENGGUNAKAN AGREGAT KLAS B DENGAN AGREGAT KLAS C PADA PROYEK JALAN BEBAS HAMBATAN / FREE WAY PAKET 4 JEMBATAN MAHAKAM KOTA - BENTUAS SAPUTRA, ROY TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.152 KB)

Abstract

Jalan merupakan prasarana  yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan  kehidupan  masyarakat terutama dalam sektor perekonomian dan perindustrian.  Salah satu  langkah  yang harus  diperhatikan  dalam  perencanaan adalah pemilihan bahan perkerasan sesuai dengan kriteria : bahan mudah didapat, dana yang tersedia cukup, ketersediaan peralatan dan SDM yang ada, serta sesuai dengan fungsi jalannya sendiri. Selama ini penggunaan bahan hanya berdasarkan kebiasaan saja, misalnya untuk Lapisan Pondasi Atas (LPA)   selalu digunakan Agregat A, untuk Lapisan Pondasi Bawah selalu menggunakan agregat B. Sebenarnya untuk bahan ini bisa disesuaikan dengan bahan yang ada di lokasi, misalnya LPB  dengan menggunakan Agregat Klas C.Untuk merencanakan tebal lapis perkerasan didaerah yang banyak mempunyai Agregat Klas C sebaiknya lapisan  Pondasi  Bawah  direncanakan  dengan  menggunakan  Agregat  Klas  C.Agregat Klas C sebelum digunakan harus diuji di laboratorium untuk mengetahui nilai CBRnya dan memenuhi standar speksifikasi yang ada. Dan untuk Lapisan Pondasi Bawah harus mempunyai CBR ≥ 30 %. Hasil analisis menunjukan bahwa Agregat klas C dapat digunakan dan dapat menghemat biaya pelaksanaan.
PERHITUNGAN JEMBATAN KOMPOSIT SUNGAI MUARA BELINAU CALCULATION OF COMPOSITE BRIDGE MUARA BELINAU RIVER RAHAYU, RAFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.652 KB)

Abstract

Transportation is an important part of the mechanism of human life and develop as human civilization it self. One part is the bridge transportation.  The bridge is an important element in the transportation  system, because the bridge function to serve the flow of traffic there  on. The bridge was originally a wooden bridge, because the bridge is often the case that sway when there are vehicles passing above. Hence the need to improve the ability of the bridge and in the redesign of a composite bridge. Long-span composite bridge under review is 25 m, width 6 m carriageway, pavement width of 0.5 m and 0.5 m right side of the left side, so that the total width of the bridge is 7 m. Results of analysis of composite bridge calculation is derived calculations  use the floor slab reinforcement  for the D16-150 and D16 negative flexural-150  for flexural positive.  Pavement  using reinforcement  D16-200. Pole using reinforcement 4Ø12 backrest. Tread plate for transverse and longitudinal directions using reinforcement D16-100.
PERHITUNGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PEMBANGUNAN TURAP DI RUSUNAWA KM 7 KELURAHAN BATU AMPAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN COULOMB BALIKPAPAN – KALIMANTAN TIMUR KUSUMA WARDANI, HELDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.732 KB)

Abstract

Propinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Propinsi yang berpotensi besar mengalami longsoran di Indonesia khususnya terjadi pada jaringan jalan, ternyata tidak membuang kesempatan dalam penentuan dan pengambilan kebijakan untuk menanggulangi/mengatur wilayahnya sendiri. Hal ini terlihat dari maraknya Pemerintahan Propinsi ataupun Pemerintahan Kabupaten dan Kota di Kalimantan Timur, dalam menanggulangi terjadinya longsoran di daerahnya masing – masing, sebagai wujud dari hasil pelaksanaan otonomi daerah.Banyaknya kegiatan fisik khususnya penanggulangan longsoran yang sedang berjalan, tentunya juga menuntut adanya kemampuan, keahlian dan sumber daya manusia yang cukup tinggi, baik dalam perencanaan proyek, pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.Dinas Pekerjaan Umum sebagai dinas yang memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu dan fasilitas Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Propinsi Kalimantan Timur khususnya di ruas jalan KM 7 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan, maka Pemerintah Kotamadya Balikpapan Melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Permukiman Prasarana Wilayah ini ingin menanggulangi Penanganan Longsoran pada ruas jalan KM 7 Balikpapan dengan Struktur Dinding Penahan Tanah, sehingga diharapkan penanganan ini dapat memberikan Penyelesaian untuk menangani longsoran – longsoran yang ada sekarang ini maupun dimasa yang akan datang.Sehubungan dengan hal diatas maka, mulailah dengan penanganan longsoran yang nantinya diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi, tanpa harus khawatir kemacetan dan keselamatan bagi pengguna jalan di ruas jalan Rusunawa KM 7 Kelurahan Batu Ampar Kotamadya Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.Dalam suatu penanganan longsoran ini sangatlah penting untuk mengetahui fungsi ataupun perencanaan penanganan longsoran terlebih dahulu, sebab dengan mengetahui tujuan dan fungsi dari perencanaan tersebut maka dapat lebih mudah dalam proses desain dan perencanaan, sehingga dalam perhitungan bagi segi mutu dan efisiensi penanganannya dapat tercapai sesuai dengan yang di inginkan.Penanggulangan longsoran yang hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya atau secara coba – coba pada umumnya kurang berhasil karena penanggulangannya belum tepat atau kurang memadai, sehingga dana yang digunakan kurang efektif.Untuk itu di perlukan perencanaan longsoran secara baik , benar dan efisien. Longsoran dapat ditanggulangi dengan menggunakan dinding penahan tanah yang telah diperhitungkan. Mengenai keamanan akibat terjadinya longsoran.
PERENCANAAN POLDER SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALI BANJIR PADA DAS SEMPAJA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ANSYAH, RIDU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.328 KB)

Abstract

ABSTRACK  Watershed of Sempaja Samarinda, province of East Kalimantan through many changes in land use, both uptream and downstream of the watershed. This Significant changes has resulted of flooding in Sempaja Watershed.To anticipate flood problems in Sempaja Watershed, polder planed as an alternative flood control.  The result planning polder on Watershed of Semapaja Samarinda is based on the design flood discharge over a periode of 25 years and calculated using the pump with 18m3/sc capasity we have dimensions of the polder. The polder have  900m long, 450m wide and 3m deep of dimensions. This polder can accommodate 1.215.000 m3 flood.
PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN NORMALISASI SUNGAI LOA-ALA KM 1 KECAMATAN LOA JANAN KUKAR KARNAIN, ZUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.96 KB)

Abstract

ABSTRACT In the "Calculation of Equipment Productivity At Work Normalization Loa-Ala River Km 1 Loa Janan aquatic mammal". Is an implementation of the sector to advance the field  of  irrigation.  It  is  therefore  required  the  use  of  heavy  equipment,  so  that  job execution can be achieved according to predetermined targets and the use of heavy equipment must be well planned and carefully, so that its precise, optimal production and efficient in terms of the equipment baiaya excavation and embankment on the River jobs Normalization.  The  results  of  calculations  using  the  job  execution  time  of  heavy equipment for excavation work, and piles are:  Excavation work using type Exavator Komatsu PC 200 (1 unit), then a period of 27 days was obtained.   pekrjaan Land transport job by using the Dump Truck type Mitsubishi 135 PS (3 units), then the time obtained is 20 days.  Work of the spreading / barrow using Komatsu Bulldozer type D 85E (1 unit), then the time obtained is 10 days.  Soil compaction jobs using type Compactor Bomag BW 212 D CAT (1 unit), then the time gained is 6 days

Page 6 of 10 | Total Record : 91