cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 77 Documents clear
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS JALAN PADA JALAN PAHLAWAN SAMARINDA EDWIN, NORMAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.992 KB)

Abstract

Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting, tingkat pelayanan yang tidak stabil, dalam artian banyak terdapat hambatan pada ruas jalan khususnya pada jalan Pahlawan, Samarinda  sehingga menyebabkan kemacetan. kemacetan yang sering terjadi dijalan raya terutama pada jam - jam sibuk merupakan salah satu permasalahan yang timbul.             Hal ini yang menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan penelitian terhadap kapasitas, kelas hambatan samping dan tinjauan derajad kejenuhan pada jalan Pahlawan. Adapun dalam pembuatan Skripsi ini penulis mencoba untuk menghitung volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan derajat kejenuhan pada jam - jam sibuk terhadap jalan tersebut. dengan buku panduan MKJI 1997, Dasar - dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Samarinda  Dalam Angka dan data - data survey yang saya lakukan selama enam hari, maka dapat diketahui volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 30 Mei 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 2.166 smp/jam untuk kedua arah. Untuk kelas hambatan sampingtertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 6 Juni 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 1.660 untuk kedua arah, maka didapat kode VH (sangat tinggi) dari hasil tersebut. Dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90 untuk kedua arah.             Dilihat dari besarnya derajat kejenuhan pada jala Pahlawan Samarinda  pukul 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90, maka jalan tersebut melebihi batas maksimum yang diisyaratkan MKJI yaitu 0,85, dengan demikian derajat kejenuhan tersebut dapat dikategorikan tidak ideal karena melebihi angka 0,85, maka untuk penanggulangannya dilakukan dengan membuat khusus tempat parkir, trotoar tidak dugunakan untuk berjualan dan instansi berwenang melarang pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas.
ANALISIS KAPASITAS DAN KEBUTUHAN PARKIR KENDARAAN BERAT DI KOMPLEK PERGUDANGAN KARANG ASAM ULU II KOTA SAMARINDA NOVAL ANGGAWI, SAID FARIZ
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.977 KB)

Abstract

Gudang adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan barang baik yang berupa raw material barang work in proces atau finished good. Dari kata gudang maka didapatkan istilah pergudangan yang berarti merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan gudang. Kegiatan di gudang  bagi perusahaan swasta beperan penting, mulai dari waktu kecepatan pengambilan barang sampai dengan waktu kecepatan penempatan barang, maka perlunya kendaraan untuk pengambilan dan penempatan barang.Penelitian ini bertujuan untuk pengaturaan parkir kendaraan berat yang ada dipinggir jalan, Komplek Pergudangan Karang Asam Ulu II dan merencanakan kebutuhan parkir 5 tahun kedepan.Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey langsung di lapangan untuk mendapatkan jumlah kendaraan yang parkir yaitu dengan mencatat kedaraan berat yang masuk dan keluar parkir di Komplek Pergudangan Karang Asam Ulu II sedangkan survey durasi lama menggunakan sampling bongkar muatan. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bawah kebutuhan parkir saat ini untuk truk kontainer 20 feet 180 petak, dan truk kontainer 40 feet 95 petak, petak yang ada di Komplek Pergudangan karang Asam untuk truk kontainer 20 feet 105 petak, dan truk kontainer 40 feet 40 petak, untuk merencanakan kebutuhan parkir 5 tahun depan truk kontainer 20 feet membutuhkan 189 petak, dan truk kontainer 40 feet 100 petak.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA (DR) TANJUNG BUKA DENGAN LUAS AREAL 750 HA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA PUTRO, AJI SURYANTO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.422 KB)

Abstract

Tanjung Buka adalah wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Keberadaan Daerah Rawa (DR) Tanjung Buka sudah relatif lama dan memiliki luas potensial ±10.000 ha (Pengamatan Daerah Bulungan, 2010). Dalam memenuhi kebutuhan air pada sektor pertanian dengan sistem irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul.Upaya pembukaan lahan dan penempatan transmigrasi dimulai tahun 2003, yaitu dengan UPT Tanjung Buka SP1. Upaya – upaya reklamasi rawa DR. Tanjung Buka yang telah dilakukan diantaranya dengan melakukan kegiatan SID ( survey, investigasi dan desain ) jaringan tata air rawa yang dimulai pada tahun 1998/1999 oleh P2RD Kalimantar Timur dan dilanjutkan oleh pihak BWS Kalimantan III kalimantan Timur serta kegiatan pembangunan jaringan tata air rawa pada daerah tersebut yang dimulai tahun 2007 hingga sekarang oleh BWS Kalimantan III Kalimantar Timur.Dengan memperhatikan pengalaman selama ini, maka upaya pengembangan lahan rawa, dimasa mendatang lebih difokuskan pada pembangunan jaringan rawa baru. Dalam pelaksanaannya, upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu, konsisten, dengan tetap berpedoman pada fungsi pelestarian rawa serta pemanfaatannya secara lestari/berkelanjutan.Diharapkan dengan adanya saluran irigasi di daerah rawa (DR) Tanjung Buka kebutuhan air irigasi di saat musim kemarau dapat tetap terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatur cara pemberian air dan sistem pola tanam yang lebih optimal yaitu dengan menganalisa efisiensi dan optimalisasi pola tanam serta analisis kebutuhan air.
STUDI HUBUNGAN KECEPATAN DENGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RUAS JALAN SAMARINDA-BONTANG Cahyo Saputra, Niko Sudrajat Anggoro
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.896 KB)

Abstract

Niko Sudrajat Anggoro Cahyo Saputra, Studi Hubungan Kecepatan Dengan Biaya Operasional Kendaraan Ruas Jalan Samarinda-Bontang, di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Tukimun, ST, MTRuas jalan Samarinda-Bontang merupakan jalan penghubung antara ibukota ke kota/kabupaten yang ada Kalimantan Timur.Ruas jalan ini setiap tahun selalu diperbaiki karena sering mengalami kerusakan di permukaan jalan berjenis aspal. Keterkaitan kerusakan jalan dengan biaya operasi kendaraan berhubungan dengan kecepatan waktu tempuh kendaraan.Biaya operasi kendaraan didefinisikan sebagai biaya yang secara ekonomi terjadi dengan adanya pengoperasian satu jenis kendaraan pada kondisi normal untuk satu tujuan tertentu.Biaya operasi kendaraan adalah biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh pemilik kendaraan baik yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Perhitungan BOK akan dilakukan baik di jalan eksisting maupun di jalan yang sudah dilakukan peningkatan jalan dengan menggunakan besarnya kecepatan tempuh.Hasil analisis kecepatan dengan biaya operasional kendaraan ruas Jalan Samarinda - Bontangdidapat sebagai berikut ;Hasil kinerja ruas jalan Samarinda-Bontang didapat ; Kapasitas untuk segmen I = 2648,1 smp/jam, Kapasitas untuk segmen II     =2648,1 smp/jam, Derajat kejenuhan segmen I = 0,21 < 0,85, berada pada LoS = B, Derajat kejenuhan segmen II         = 0,18 < 0,85, berada pada LoS = A.Hasil analisis kecepatan perjalanan di ruas jalan Samarinda-Bontang ; Segmen I = 56,47 km/jam, Segmen II = 55,24 km/jam, Rata-rata Segmen I ditambah Segmen II = 55,86 km/jamKecepatan jalan dengan biaya operasional kendaraan dengan panjang ruas jalan Samarinda-Bontang 117 kilometer didapat ;BOK segmen I= Rp. 315.531,76, BOK segmen II=Rp. 318.897,71, BOK Kecepatan berdasarkan PP RI No 34 tahun 2006 ;Rp. 307.209,72
PERHITUNGAN EARNED VALUE ANALYSIS PADA PEMBANGUNAN KANTOR DESA SUMBER SARI KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MAJI, SUDAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.028 KB)

Abstract

Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak faktor lingkungan sehingga suatu proyek akan berbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnya menyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan SDM. Pengendalian pada umumnya dilakukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu diperlukan analisis yang memerlukan suatu sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang di kontrol benar-benar efisien dan dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Suatu bentuk pelaporan perkembangan proyek juga diperlukan agar produktivitas pekerjaan terhadap rencana jadwal dan biaya dapat terekam secara objektif, tercatat secara rinci dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masing-masing pelaksana proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya pelaksanaan proyek terhadap nilai kontrak, memprediksi prakiraan biaya pada bulan terakhir, mengetahui kontraktor mengalami keuntungan atau kerugian dalam mengerjakan proyek ini dan apakah pekerjaan di lakukan tepat sesuai jadwal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, studi ini menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Analisis data menggunakan metode analisis dan deskriptif. Analisis berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan. Sedangkan deskriptif maksudnya adalah dengan memaparkan masalah- masalah yang sudah ada atau tampak. Dari hasil Penelitian Prakiraan biaya akhir pada bulan terakhir yaitu di bulan ke-5. Dari hasil nilai estimasi biaya akhir proyek diperoleh EAC (Estimate Temporary Cost), dan dari hasil perhitungan bahwa pekerjaan terlaksana tepat sesuai rencana (on schedule). Dari hasil evaluasi dan analisis data diperoleh status biaya dan waktu saat pelaporan. Biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor hingga akhir proyek Rp.991.484.500,00 dan waktu pelaksanaan lima bulan. Dalam hal ini pelaksana mengalami keuntungan sebesar Rp.88.442.010,99 dan waktu yang dilaksanakan sesuai dengan rencana.
DESAIN PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI KECAMATAN SAMARINDA UTARA RASYID, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Samarinda Utara merupakan salah satu kecamatan yang memiliki penduduk terbanyak di kota Samarinda. Dengan banyak penduduk maka banyak pula air limbah yang di buang oleh masyarakat. Oleh karena itu diperlukannya Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Kecamatan Samarinda Utara untuk mengelola air limbah yang ada didaerah tersebut. Jalan Wanyi di pilih sebagai wilayah lokasi tinjauan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder, metode analis meliputi perhitungan data jumlah penduduk, analisa volume air buangan, analisa kebutuhan air bersih, dan perencanaan tangki septic komunal.Berdasarkan hasil penelitian mengenai desain perencanaan instalasi pengolahaan air limbah di Kecamatan Samarinda Utara pada proyeksi tahun 2035 didapatkan total debit air limbah yang dihasilkan sebesar 190549.00 m3 /hari. Dimensi dan kapasitas bak Instalasi Pengolahan Air Limbah pada lokasi tinjauan di dapat dengan panjang 38,476 m, lebar 3,5 m, tinggi 1,5 m, dan ruang bebas 0,5 m. Kapasitas bak yang di dapat sebesar 287 m3/hari. Jumlah total instalasi pengolahan air limbah yang dibutuhkan pada kecamatan samarinda utara pada tahun 2035 sebanyak 622 unit.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT INCHE ABDOEL MOEIS DENGAN SISTEM BIOFILTER ANAEROB - AEROB KOTA SAMARINDA ALWING, ALWING
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit inche Abdoel Moeis Merupakan rumah sakit negeri kelas C yang beralamat di jalan HAMM Rifaddin kota samarinda kalimantan timur. rumah sakit ini mempunyai luasan tanah 12,4 Ha dengan luas bangunan 12.175.06 M2 yang terdiri dari 2 lantai dengan rencana kapasitas pelayanan pasien adalah sebanyak 156 (seratus tiga puluh) tempat tidur (sumber data rumah sakit). dari hasil penelitian saya maka di dapatlah jumlah rata-rata jiwa perhari di rumah sakit 547 orang dengan pemakaian air rata perhari 120 liter perhari dalam satu hari rumah sakit ini menghasilkan 65 m air limbah. pada pengolahan air limbah biofilter anaerob - aerob terdapat macam-macam bak pengolahannya yaitu bak pemisah lemak/minyak, bak equalisasi / bak sumur pengumpul, bak pengedapan akhir. dengan empat sambungan saluran tertutup yakni sambungan dari sumber limbah, saluran tersier, saluran skunder, saluran primer.