cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 144 Documents clear
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur untuk Pelebaran Ruas Jalan Samboja – Balikpapan, FIRMAN NAPITUPULU, JHON
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat diperlukan di Kalimantan Timur. Hal ini dikarenakan jalan merupakan penunjang berbagai sektor pembangunan dan merupakan prsarana dalam pembangunan kawasan pemukiman, kawasan industri daerah pertambangan dan pembukaan daerah-daerah terisolir di daerah sepanjang jalan tersebut. Oleh karena itu, sistem transportasi jalan raya merupakan kegiatan penggerak ekonomi yang penting disamping juga menjadi sarana aktifitas penduduk yang melibatkan masalah-masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan jalan dimaksudkan untuk mempermudah hubungan dari suatu daerah ke daerah lain, serta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah tersebut. Seperti halnya Jalan Samboja – Balikpapan merupakan ruas jalan Nasional yang perlu diperhatikan karena merupakan ruas penghubung antara Ibu Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Ruas Jalan ini selalu dilakukan perbaikan dengan cara  melakukan pelebaran jalan pada sisi kiri dan kanan jalan serta untuk menjamin agar ruas jalan ini aman dalam berkendaraan.Tujuan studi ini :Merencanaan tebal perkerasan lentur di daerah pelebaran baik sisi kiri dan kanan Jalan Samboja – Balikpapan dengan menggunakan metode SNI 03-1732-1989 (Analisa Komponen) 5 dan 10 tahun yang akan datangMenghitung Anggaran Biaya Kegiatan Pelebaran JalanHasil analisis perencanaan untuk pelebaran pada ruas jalan Samboja – Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur dapat disimpulkan sebagai berikut :Perencanaan tebal perkerasan lentur di daerah pelebaran baik sisi kiri dan kanan Jalan Samboja – Balikpapan dengan menggunakan metode SNI 03-1732-1989 (Analisa Komponen) adalah : Dari  hasil perhitungan keseluruhan diatas untuk tebal pelebaran pada tahun 2018 adalah Untuk CBR tanah dasar 4,8 %, Lapisan Pondasi Bawah Agregat B tebal 10 cm, Lapisan Pondasi AtasAgregat Kelas A tebal 20 cm, Lapis permukaan (laston) tebal 4 cmDari  hasil perhitungan tebal tambahan (overlay) pada pelebaran tahun 2023 yang akan datang setebal 6 cm. Perhitungan perkiraan harga kegiatan untuk pelebaran jalan pada samping kiri dan kanan ruas Jalan Samboja – Balikpapan sebesar Rp. 5.974.761.000,00 (Lima Milyar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah) 
Perencanaan Tebal Tebal Perkesasan Kaku (rigid pavent) pada Ruas Jalan Pangeran Suryanata Kota Samarinda WIDI HARTOMI, AWAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.415 KB)

Abstract

AbstrakPerkeraaan kaku (Rigid Pavement) adalah salah satu jenis perkerasan jalan disamping Perkerasan lentur (flexible pavement) dan Perkerasan Komposit, sering digunakan untuk jalan yang mendukung beban kendaraan berat serta sering terjadi genangan air. Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa Dowel dan Tie Bar yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut.Lalulintas Jalan Pangeran Suryanata Kota Samarinda, adalah merupakan jalan arteri dengan jumlah kendaraan padat dan sering terjadi banjir, sehingga perlu dikerjakan dengan Perkeraaan kaku (Rigid Pavement).Perencanaan Tebal Perkeraaan kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Pangeran Suryanata Kota Samarinda, hasilnya adalah sebagai berikut:Tebal perkerasan beton (rigid pavement) = 230 mm dengan mutu beton K-350.Dowel (Ruji) : Ø 32 mm, panjang 450 mm dengan jarak antar dowel= 300 mm.Tie Bar : Ø 16 mm, panjang 700 mm dengan jarak antar tie bar = 750 mm.4.    Besar biaya pekerjaan perkerasan kaku (rigid pavement), adalah Rp 488.405,785.000,00 (Empat Ratus Delapan Puluh Delapan Milyar Empat Ratus lima Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah)
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI PADA PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM ( SPAM ) DI WILAYAH PELAYANAN KOTA BALIKPAPAN KELURAHAN MANGGAR MUHAMMAD FAUZI
KURVA MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1895.452 KB)

Abstract

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan konsumen di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur yang memerlukan air bersih serta tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas pendistribusian, penyediaan dan pelayanan air bersih. Masalah tersebut telah memunculkan suatu kendala dimana air bersih yang tersedia tidak memenuhi bagi penduduk yang membutuhkannya, sehingga para konsumen yang berada jauh dari sumber pelayanan air bersih tidak maksimal dalam mendapatkan air bersih. Dengan demikian membuat semakin menurunnya kualitas, keadaan ini juga diikuti oleh menurunnya tekanan-tekanan air keseluruh daerah pelayanan, sehingga konsumen mempergunakan berbagai cara untuk memperoleh air sesuai dengan keinginannya.  Penanganan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada. Untuk mengatasi keadaan ini, pemerintah kota membuat sistem distribusi air bersih untuk menjamin ketersediaan air bersih atau air minum bagi penduduk Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur dan evaluasi terhadap sistem penyediaan air bersih yang ada sekarang ini, terutama sistem jaringan pipa distribusinya. Disamping permasalahan-permasalahan yang timbul dalam sistem penyediaan air minum, perlu adanya perbaikan sistem penyediaan air minum, serta diperlukan suatu model sistem jaringan pipa distribusi air yang melibatkan pengetahuan yang menyangkut persamaan-persamaan dalam hidrolika saluran tertutup. Persamaan dasar yang terkait dengan hidrolika ini adalah persamaan kontinuitas dan kekekalan energi serta diperlukan juga persamaan lain, yaitu persamaan kehilangan tekanan (headloss). Berdasarkan dari hasil analisa proyeksi pertumbuhan penduduk  di Kelurahan Manggar pada tahun 2013 dengan jumlah penduduk  sebesar 32.395 jiwa dengan kebutuhan air bersih = 18,32 liter/detik, sedangkan pada tahun rencana 2027 jumlah penduduk sebesar 63.742 jiwa dengan kebutuhan air bersih = 36,15 liter/detik. Dari hasil analisa perhitungan jaringan pipanisasi air bersih untuk daerah Pelayanan Kelurahan Mangar. Untuk Headloss keseluruhan penduduk Manggar adalah 35,793 m dan Headlos rata-ratanya adalah 0,379 m Q rata-rata = 0,1 m3/detik Panjang pipa pelayanan (L) = 5.389 m Kecepatan aliran rata-rata (V) = 1,731 m/detik Diameter yang digunakan (D) = 0,3 m Tekanan rata-rata yang terjadi di dalam pipa (P) = 621.850,737 N/m2. Dengan menggabungkan persamaan-persamaan tersebut dapat dibangun suatu sistem persamaan yang menggambarkan sistem jaringan pipa distribusi air bersih yang pada akhirnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih serta dapat memaksimalkan air bersih yang telah tersedia.
STUDI PERBANDINGAN ANTARA KONTRAK TAHUN TUNGGAL DAN KONTRAK TAHUN JAMAK HABIB, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.421 KB)

Abstract

.Kontrak adalah dokumen yang mempunyai kekuatan hukum, yang dibuat oleh dua orang atau lebih, yang berisi tentang hak dan kewajiban dari pihak – pihak yang bersangkutan untuk melaksanakan sebuah perjanjian pekerjaan guna membuat  keputusan dimana hasil kesepakatan tersebut ditulis dalam sebuah kontrak.Jenis penelitian ini menggunakan analisis SWOT menghasilkan  adanya factor  kekuatan ( strength ), kelemahan ( Weaknes ), kesempatan/peluang  ( opportunity ) ancaman (treath) yang dialami oleh organisasi yang bersangkutan dan Kuesioner yaitu dengan mengisi kuesioner dan wawancara dengan menggunakan analisa SWOT .Hasil Dari factor (S.W) Strength ( kekuatan ), Weakness (kelemahan) ,Strength (kekuatan) Kontrak tahun tunggal lebih kecil dibandingkan  dengan kontrak tahun jamak karena dalam factor waktu pelaksanaan. Dari factor (O,T) Opportunities (peluang),Theart (ancaman): Opportunities (peluang),Kontrak tahun jamak lebih berpeluang tentang waktu pekerjaan dan pelaksanaannya . Theart (ancaman) Kontrak tahun tunggal kurang berpeluang tentang waktu karena mengikat dalam 1tahun.
PERHITUNGAN STRUKTUR BAJA BERTINGKAT DENGAN METODE LRFD PADA PROYEK RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR WAHYU JULIANTO, NURSALIM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.463 KB)

Abstract

Filosofi dasar yang sering digunakan dalam perencanaan struktur baja adalah metode LRFD (Load Resistance and Factor Design). Metode ini didasarkan pada ilmu probabilitas, sehingga dapat mengantisipasi segala ketidakpastian dari material maupun beban.Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk merencanakan suatu bangunan portal struktur baja bertingkat gedung asrama dengan 6 (enam) lantai, yang stabil, cukup kuat, mampu layan, awet dan memenuhi tujuan lainnya seperti ekonomis dan kemudahan pelaksanaan.Perhitungan menggunakan metode analisa Matriks dan juga metode LRFD untuk perhitungan struktur baja pada proyek rencana pembangunan gedung asrama Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan : (1) Balok menggunakan profil WF 400.200.8.13 (2) Kolom menggunakan profil WF 400.200.8.13 (3) Sambungan menggunakan Baut tipe A-325 dan pelat sambung berdiameter 8 mm (4) Pelat menggunakan sistem dek baja (compodeck).
DIAJUKAN GUNA MELENGKAPI PERSYARATAN YUDISIUM DRAJAT SARJANA TEKNIK SIPIL STRATA SATU (S1) PRYANATA, ANDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.846 KB)

Abstract

PENJADWALAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN JAKARTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR, yang merupakan sebagian persyaratan dalam rangka mencapai gelar Sarjana Teknik pada jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Tantangan pada pelaksanaan proyek adalah bagaimana merencanakan jadwal waktu yang efektif dan perencanaan biaya yang efisien tanpa mengurangi mutu. Di dalam industri konstruksi dikenal beberapa metode penjadwalan proyek, antara lain : Bar Chart, Network Diagram, Metode Preseden Diagram (PDM), dengan Software Microsoft Project. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang umum dipakai di Indonesia, membandingkan masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mencari karakter yang sesuai dengan sifat proyek, dan melakukan simulasi masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek serta menganalisa kelebihan dan kekurangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan 1 jadwal proyek yang meliputi proyek pekerjaan jalan. Kemudian dilakukan analisis data, elaborasi dan komparasi dari 1 sampel proyek, yaitu berupa metode Bar Chart yang diubah ke dalam bentuk metode PDM, dengan Software Microsoft Project. Hasil analisa menunjukkan bahwa Bar Chart masih umum digunakan di dalam penjadwalan proyek konstruksi, sedangkan metode Network Diagram cocok untuk proyek yang bersifat komplek karena dapat menunjukkan secara spesifik hubungan logika ketergantungan antar kegiatan dan memiliki teknik hitungan matematis, dan metode Penjadwalan Linear sesuai untuk proyek yang memiliki kegiatan berulang/linier karena dapat mendeteksi secara langsung kegiatan yang mengalami gangguan dalam penjadwalan proyek pada waktu dan tempat tertentu. Agar dapat saling menutupi kekurangan masing-masing metode, maka sebaiknya tidak hanya menggunakan satu metode perencanaan dan penjadwalan proyek, tapi juga dapat mengombinasikannya dengan metode yang lain. Sebagai tindak lanjut dari studi ini adalah perlu adanya penerapan dan penggunaan metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang sesuai dengan karakteristik proyek. Selanjutnya dapat dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui hubungan logika ketergantungan dan lintasan kritis pada proyek.
PERENCANAAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH KELURAHAN SAMBALIUNG KECAMATAN SAMBALIUNG KABUPATEN BERAU DANI, HAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.766 KB)

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat akan air bersih yang layakmerupakan masalah yang berkembang di Kecamatan Sambaliung.Pendistribusian air bersih tidak merata, sehingga sebagianmasyarakat/perumahan belum mendapatkan air bersih secara optimal. Untukmengatasi hal tersebut dibutuhkan jaringan distribusi air bersih yang baik danmampu melayani kebutuhan air bersih sesuai dengan proyeksi kebutuhan air dimasa yang akan datang bagi penduduk di daerah tersebut.Dilihat dari topografi daerah Kecamatan Sambaliung berada disepanjang sungai Kelay yang membuat Kecamatan Sambaliung memilikisumber air bersih yang sangat berlimpah sehingga memungkinkan untukmemenuhi kebutuhan air bersih masyarakat/perumahan.Dari hasil survei didapat panjang jaringan yang akan direncanakansepanjang 6326 meter dengan dengan kontur tanah yang relatif datar, pipayang akan di gunakan yaitu pipa PVC dengan diameter 200 mm, dengantingkat kekasaran sebesar 130.Hasil perhitungan dan analisis kebutuhan air bersih harian maksimumKelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung pada tahun 2024 (proyeksi 10tahun) sebesar 12,640 liter/detik dan kebutuhan air pada jam puncak padatahun 2024 (debit puncak) sebesar 19,234 liter/detik.Dari hasil analisis hidrolika jaringan pipa distribusi utama diperlukankecepatan aliran dalam pipa sebesar 0,796 meter/detik sehingga kenutuhan airbersih dapat terpenuhi ke rumah-rumah penduduk.
EVALUASI SIMPANG TAK BERSINYAL PADA JALAN WAHID HASYIM – JALAN H.M. ARDAN DI KOTA SAMARINDA YADI, MUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.752 KB)

Abstract

Persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan, salah satu simpang tak bersinyal yang berada di Kota Samarinda merupakan ibu kota Kalimantan Timur. Titik persimpangan jalan ini merupakan outer ring road penghubung jalan ke daerah Utara kota Samarinda. Pada persimpangan jalan ini, khususnya di jalan utama atau mayor harus melayani arus lalu lintas yang cukup besar.         Adapun tujuan skripsi ini adalah sebagai berikut :Menghitung kinerja simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan.Mengetahui tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan.Memprediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan kondisi 10 tahun yang akan datangDari hasil analisis dan perhitungan  pada perencanaan simpang tak bersinyal persimpangan pada Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan dapat disimpulkan sebagai berikut :Perhitungan kinerja simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan Kinerja simpang tak bersinyal mencakup : kapasitas, derajat kejenuhan dan peluang antrian adalah :Kondisi Awal Jam Puncak Kinerja lalu lintas persimpangan tak bersinyal = Volume kendaraan (Q):1739,8 smp/jam, Kapasitas (C):2638,722 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,66, Peluang Antrian : 57,96 %Kondisi Awal Volume Kendaraan Rata-rata Kinerja lalu lintas Persimpangan tak bersinyal = Volume kendaraan (Q): 1454,8 smp/jam, Kapasitas (C): 2638,72 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS):0,55,Peluang Antrian: 49,94 %Kondisi Jam Puncak dan Pelebaran kaki Persimpangan Untuk Kinerja lalu lintas = Volume kendaraan (Q):1739,8 smp/jam,Kapasitas (C):2754,8 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,63, Peluang Antrian : 55,95 %Kondisi Volume Kendaraan Rasta-rata dan Pelebaran kaki Persimpangan Untuk Kinerja lalu lintas=Volume kendaraan (Q):1454,800 smp/jam, Kapasitas (C): 3726,660 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,39, Peluang Antrian :36,91 %Tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid  Hasyim – Jalan H.M Ardan adalah :Kondisi Awal Jam Puncak didapat rasio v/c = 0,66< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Awal Volume Kendaraan Rata-rata didapat rasio v/c = 0,55< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Jam Puncak dan Pelebaran kaki Persimpangan didapat rasio v/c = 0,63< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Volume Kendaraan Rata-rata dan Pelebaran kaki Persimpangan didapat rasio v/c = 0,39< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = B.Prediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid  Hasyim – Jalan H.M Ardan kondisi 10 tahun yang akan datang dengan tingkat pertumbuhan kendaraan sebesar 15,9 % adalah katagori tingkat pelayanan (LOS) = F
STUDI KASUS KONTRAK KONTRUKSI PEKERJAAN PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI D.I. MUARA BANGUN (480 HA) KABUPATEN BERAU JULFIANDAR, RAHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.906 KB)

Abstract

Kontrak  adalah  suatu  janji  atau  seperangkat  janji–janji  dan  akibat  pengingkaran  atau pelanggaran  atasnya  hukum  memberikan  pemulihan  atau menetapkan  kewajiban  bagi yang ingkar janji disertai sanksi untuk pelaksanaannya.Dalam mengajukan penawaran, pihak yang menawarkan berjanji untuk melakukan, sesuatu. Pihak yang ditawarkan (offeree) kemudian memiliki kekuasaan untuk menciptakan  kontrak, dengan menerima penawaran dari yang menawarkan. Kontrak tercipta apabila penawaran  (offer) tadi diterima. Tidak akan tercipta suatu  kontrak apabila penawarannya tidak bisa diterima. Dengan  demikian kontrak melalui suatu proses pihak-pihak antara yang menawarkan dan yang ditawari,  yang disusul dengan diterimanya penawaran oleh yang ditawari.Ada berbagai macam jenis kontrak yang digunakan dalam proses pengadaan barang/jasa  pemerintah seperti kontrak lump sum, kontrak harga satuan, kontrak gabungan lump sum dan harga satuan, kontrak persentase, dan kontrak terima jadi (turnkey contract). Pejabat Pembuat Komitmen harus memilih jenis kontrak yang tepat sesuai dengan jenis kegiatan/pekerjaan yang akan dilaksanakan. Kesalahan dalam menentukan jenis kontrak bukan saja akan menimbulkan  permasalahan dalam pelaksanaan kontrak terkait dengan kesepakatan antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia barang/jasa seperti cara pembayaran dan kemungkinan perubahan kontrak, tetapi juga dapat menyebabkan kesalahan dalam menentukan pemenang lelang oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan.Pada penelitian ini mencoba menjabarkan dan menjelaskan dari proses lelang sampai dengan  proses pembayaran (berakhirnya kontrak).
ANALISA TANAH DASAR (SUBGRADE) PADA RUAS JALAN SANGKULIRANG-SIMPANG KALIORANG DIKABUPATEN KUTAI TIMUR LAH, ABDUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.432 KB)

Abstract

Transportasi adalah salah satu bagian dari kebutuhan dan kepentingan keseluruhan manusia yang disebabkan oleh adanya suatu sistem pergerakan atau perpindahan obyek, baik berupa manusia ataupun barang dari satu tempat asal ketempat perpindahan tujuan yang dikehendaki. Untuk itu, diperlukan suatu perencanaan jalan yang baik agar bisa berfungsi sebagai sarana transportasi. Salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut, adalah dengan melakukan perbaikan pada jalan tersebut terutama pada pondasi yang mana merupakan salah  satu struktur utama yang menopang konstruksi jalan tersebut. Tanah dasar sebagai pondasi perkerasan disamping harus mempunyai kekuatan atau daya dukung terhadap beban kendaraan, maka tanah dasar juga harus mempunyai stabilitas volume akibat pengaruh lingkungan terutama air. Tanah dasar yang mempunyai kekuatan dan stabilitas volumeyang rendah akan mengakibatkan perkerasan mudah mengalami deformasi dan retak.  Perkerasan yang dibangun pada tanah dasar yang lemah danmudah dipengaruh lingkungan akan mempunyai umur pelayanan yang pendek.Dari permasalahan yang ditunjukkan diatas, maka saya mengambil judul Proyek Akhir “ ANALISA TANAH DASAR (SUBGRADE) PADA RUAS JALAN SANGKULIRANG-SIMPANG KALIORANG DIKABUPATEN KUTAI TIMUR” analisa ini sangat diperlukan untuk menunjang dari program pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan dari konstruksi jalan terutama tanah dasar yang digunakan untuk menopang pondasi jalan.Analisa tanah ini meliputi beberapa item uji yang akan dilakukan baik di lapangan maupun di laboratorium. Untuk uji di lapangan dilakukan uji boring dengan kedalaman maksimal -5m dengan pengambilan undisturbed sample setiap kedalam -1, -3, -5 pada setiap titik lokasi yang akan dilakukan pengujian. Setelah itu sample dibawa ke laboratorium guna mendapatkan informasi teknis mengenai parameter dan sifat dari sample undisturbed. Pengujian di laboratorium meliputi Volumetri dan gravimetric, strength test (Triaxial UU/Direct shear/UCT), Analisa Ayakan, Atterberg Limits, dan konsolidasi. Kemudian dari hasil pengujian di analisa untuk konsolidasi, kestabilan, dan tegangan tanah. Diharapkan dari hasil analisa ini bisa mendapatkan cara yang efektif guna mendukung pemerintah setempat untuk program peningkatan jalan.

Page 2 of 15 | Total Record : 144