cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AgroBiogen
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 19071094     EISSN : 25491547     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AgroBiogen memuat artikel primer dan sekunder hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik tanaman, serangga, dan mikroba pertanian. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun pada bulan April, Agustus dan Oktober oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2009): April" : 6 Documents clear
Construction and Expression of Pet Operon using Shuttle Vector for Mesophilic and Thermophilic Bacteria Eny Ida Riyanti; Peter L. Rogers
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p7-15

Abstract

Keuntungan fermentasi etanol pada suhu tinggi mendorong penelitian perakitan bakteri termofilik etalogenik. Selain itu, kemampuan bakteri termofilik dalam penggunaan gula pentosa hasil degradasi biomasa memberi peluang untuk menekan biaya produksi bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkonstruksi pet (production of ethanol) operon dengan menggunakan shuttle vector pMK18 dan melihat ekspresinya dalam bakteri mesofilik dan termofilik. Konstruksi dan ekspresi pet operon dengan menggunakan adhT dari bakteri termofilik dan pdc dari bakteri mesofilik, dan penggunaan mesofilik-termofilik shuttle vector sebagai backbone-nya baru pertama kali dilaporkan. Pet operon adalah suatu susunan gen penyandi produksi etanol yang terdiri dari gen pdc (pyruvate decarboxylase) dan adh (alcohol dehydrogenase). Konstruksi pet operon menggunakan gen adhT dari bakteri termofilik Geobacillus thermoglucosidasius M10EXG dan pdc (pyruvate dehydrogenase) dari bakteri mesofilik Zymomonas mobilis ZM4 telah dilakukan dengan menggunakan mesofilik-termofilik shuttle vector pMK18. Ekspresi pet operon pada bakteri mesofilik Eschericia coli dapat memproduksi 0,3 g/l etanol dengan aktivitas adhT sekitar 0,02 U/mg protein dan aktivitas pdc sekitar 0,004 U/mg protein. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk perbaikan konstruksi pet operon untuk sistemtermofik pada Thermus thermophilus HB27, karena konstruksi yang didapat belum optimum untuk sistem termofilik ini. Hasil ini diharapkan akan mengawali pengembanganteknik manipulasi genetik pada bakteri termofilik yang masih sangat terbatas, khususnya pengembangan teknik manipulasi termofilik etanologenik. Kata kunci: Etanol, bakteri termofilik, bakteri mesofilik, pet operon, ekspresi gen. 
Potensi Pemanfaatan Perangkat Diagnostik ELISA serta Variannya untuk Deteksi Patogen Tanaman Yadi Suryadi; Ifa Manzila; muhammad Machmud
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p39-48

Abstract

Diseases aremajor constrains to agricultural crop productions in Indonesia.In the current free world trade system, the chances ofintroduction of plant quarantine agents are higher, and aredifficult to control, due to importation of seeds and otherplanting materials. Principles of the plant disease controlinclude exclusion and eradication. Early and accurate diseasediagnosis is an early and important step for a successfuldisease control. Enzyme-linked Immunosorbent Assay(ELISA) is a promising technique for an aneffective andefficient disease diagnosis. Some advantages of techniqueover the conventional and molecular diagnostic techniquesare economical use of reagents, high sensitivity, relativelysimple and quick, suitable for large numbers of samples,and adaptable for automation. In the past decade, severalvariants and kits of ELISA had been introduced, such asIndirect ELISA, F(ab’)2 ELISA, Dot Blot ELISA, and ImmunoFluorescence Assay (ELFA). Based on the solid membraneused, the Dot Blot ELISA some variants were developed,such as the NCM-ELISA, Tissue Blotting ELISA, dan Paper ELISA. The ELISA variants had different limit of detection levels. The limit detection of the variants for bacteria is ranging from 102-105 cells/ml, while those for viruses were from 1-10 ng/ml. The times required for the ELISA tests ranging from 5-48 hours. Models and components of ELISA kits for some viral and bacterial plant pathogens had been developed, but more are still needed since generally for each pathogen needs a different kit. The commercially available ELISA kits are limited in numbers, some of themare for pathogens that are not present in Indonesia. Production of ELISA kits for domestic uses will be more effective and efficent, particularly for pathogens that are present in the country. The ELISA kits are applicable not only fo detection and identification of pathogens, but also forecological study of the pathogens in conjuction with epidemiological study of the disease. This paper is a brief review on the ELISA technique and its variants and potential uses for detection of plant pathogens
Genetic Diversity Analysis of Aluminum-toxicity Tolerant and Sensitive Soybean Genotypes Assessed with Microsattelite Markers I Made Tasma; Ahmad Warsun
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p1-6

Abstract

Analisis Diversitas Genetik Genotipe Kedelai Toleran danPeka Keracunan Aluminium Menggunakan Marka Mikrosatelit.I Made Tasma dan Ahmad Warsun. Persilangandua genotipe kedelai dengan jarak genetik jauh menghasilkanprogeni dengan polimorfisme tinggi pada banyak lokusyang memfasilitasi keberhasilan program pemuliaan dan pemetaankarakter agronomi penting kedelai. Tujuan penelitianini untuk mengetahui diversitas genetik genotipe kedelaitoleran dan peka keracunan aluminium (Al), informasi diversitasalel dan tingkat polimorfisme marka SSR dari genotipekedelai yang diuji, menentukan genotipe dengan jarak genetikjauh sebagai tetua dalam pembentukan populasi pemetaankarakter toleran Al, dan informasi diversitas genetik dalampemilihan tetua untuk program pemuliaan kedelai tolerankeracunan Al. Dua puluh empat genotipe kedelai tolerandan peka keracunan Al dianalisis menggunakan 15 markaSSR. Marka SSR lokasinya menyebar pada 14 kromosom kedelai.Dendrogram dikonstruksi menggunakan UnweightedPair-Group Method Arithmatic (UPGMA) melalui programNumerical Taxonomy and Multivariate System (NTSYS) versi2.1-pc. Diversitas genetik antara dua genotipe kedelai berkisarantara 2-33,2%. Pada diversitas 33,2% uji klaster UPGMAmembagi genotipe menjadi 2 kelompok masing-masing terdiridari 19 dan 5 genotipe untuk kelompok 1 dan 2. Jumlahalel SSR total 81dengan rata-rata jumlah alel per lokus SSR4,4 dan rata-rata tingkat polimorfisme 0,55. Menggunakan diversitastertinggi 33,2% dua genotipe paling peka Al (B3293dan B3442) dari kelompok 1 dan dua genotipe paling toleranAl (B3462 dan B3851) dari kelompok 2 dipilih untuk membentukpopulasi pemetaan karakter toleran Al. Berdasarkannilai diversitas genetik tertinggi 33,2% banyak kemungkinankombinasi persilangan dapat dilakukan antara genotipetoleran Al untuk pemuliaan kedelai toleran Al.
Development of GAL4/VP16 Facilitated-enhancer Trap System for Rice Crop Improvement Kurniati, Sri; Kilian, Andrzej
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p16-24

Abstract

Pengembangan Sistem Perangkap Enhancer yang Difasilitasioleh Aktivator Transkripsi GAL4/VP16 untuk PerbaikanTanaman Padi. Sri Koerniati dan Andrzej Kilian.Peningkatan produksi padi untuk memenuhi kebutuhannasional dilakukan melalui perbaikan tanaman, termasukpencarian dan isolasi gen-gen baru melalui mutasi. Aplikasiberbagai sekuen mutagen, elemen loncat atau T-DNA, didukungdengan teknik PCR merupakan perdekatan yang lebihbaik dibandingkan dengan metode klasik. Perangkap enhanceradalah sistem yang dikembangkan untuk mengatasimasalah rendahnya tingkat perolehan mutan, akibat banyakgen berfungsi sama atau satu gen berfungsi pada beberapatingkat perkembangan tanaman. Sistem ini mampu menampilkanekspresi pada jaringan tertentu (spatial) dan ataupada waktu tertentu (temporal) pada tanaman hemizigot(hemizygous plants). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkanvector cassette perangkap enhancer dengankomponen utama aktivator transkripsi GAL4/VP16 dan duagen reporter (gus dan gusPlus), dan (2) memperoleh informasitentang ekspresinya pada padi. Sepuluh vector diperolehdan ditransformasikan ke kalus padi Nipponbare danMillin dengan Agrobacterium tumefaciens. Kajian vektormelalui ekspresi gen reporter diamati pada kalus 3 harisetelah co-cultivation dan jaringan vegetatif dari 745 linipenangkap enhancer. Sembilan puluh lima persen nomormemiliki ekspresi dan persentase lebih tinggi daripada yangtelah dilaporkan sebelumnya. Lini dengan vektor GAL4/VP16delesi tidak memiliki ekspresi pada kalus dan jaringan vegetatif,walaupun hasil Southern Blot menunjukkan tanamanini memiliki dua T-DNA. Tiga puluh dua persen lini gusPlusmemiliki ekspresi yang kuat, sedangkan 30% berekspresilemah dibandingkan dengan masing-masing 12% dan 47%untuk lini gus. Lini gusPlus juga tersebar pada lebih banyakpola ekspresi. Jumlah insersi pada lini perangkap enhancerberkisar antara 1-7 T-DNA dan 49% di antaranya memilikisatu T-DNA. gusPlus merupakan gen reporter yang lebihsensitif daripada gus dan GAL4/VP16 terbukti berfungsi.
Analisis Integrasi dan Segregasi Gen Ketahanan terhadap Hawar Daun pada Progeni F1 Hasil Persilangan Tanaman Kentang Transgenik dengan Non Transgenik Alberta Dinar Ambarwati; Agus Purwito; Muhamad Herman; S. M. Sumaraow; Hajrial Aswidinnoor
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p25-31

Abstract

Potato late blight, caused by Phytophthora infestans is one of the most devastating plant diseases. Potato yield losses due to this disease ranged from 47-100%. Frequent intervals and high rates of fungicide spray, currently practiced by potato growers to control the disease are expensive. Host resistance is an alternative control measure that is more economically and environmentally sustainable. Development of late blight resistant plants was conducted by crossing RB transgenic Katahdin SP904 andSP951 as male and two susceptible (Atlantic, Granola) varieties as female parents. F1 progenies were molecularly characterized for the integration of the RB transgene and evaluated for their segregations. Crossing data of Atlantic x transgenic Katahdin SP904 and SP951 produced 71 (57.72%)berries with average number of seeds per berry 139.58 and 83 (41.29%) berries with average number of seeds/berry 85.23, respectively. Granola x transgenic Katahdin SP904 and SP951 crosses gave higher results in terms of berry set (79.55 and 84.44%, respectively) than Atlantic x transgenic Katahdin crosses. A total of 554 F1 progenies were analyzed for thepresence of the RB PCR marker. An expected 619-bp and 840-bp band were amplified in the progenies that contain the RB gene. The RB gene was integrated in 65 (45.45%), 77 (47.83%), 47 (45.63%), and 71 (48.30%) F1 progenies of Atlantic x transgenic Katahdin SP904, Atlantic x transgenic Katahdin SP951, Granola x transgenic Katahdin SP904, andGranola x transgenic Katahdin SP951, respectively. Chisquare tests showed that all the four cross combinations followed a 1 : 1 segregation ratio.
Transformasi Gen Antisens ACC Oksidase pada Pepaya dengan Teknik Penembakan Partikel Diani Damayanti; Sudarsono Sudarsono; Ika Mariska; Muhamad Herman
Jurnal AgroBiogen Vol 5, No 1 (2009): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v5n1.2009.p32-38

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is a climacteric fruit that exhibit avery fast ripening rate. Ethylene controls the ripening eventin the papaya fruit. 1-aminocyclopropane-1-carbocxylic acid(ACC) oxidase gene encodes a specific enzyme for ethylenebiosynthesis. The gene had become a target for manipulationto make a gene construct of an antisense ACC oxidaseto regenerate transgenic papaya that has a characteristic ofdelayed ripening. The objective of the experiment is to engineer transgenic papaya that has a delayed ripening characteristic by transforming papaya with the antisense ACC oxidase gene through particle bombardment technique. The immature embryos of papaya variety Burungwere used for the explants. Antisense ACC oxidase and reporter (gus) genes were co-transformed to papaya calli. Four hundreds eighteen calli were bombarded by the antisense ACC oxidase gene. The transformation experiment resulted 25 putatives transgenic plants out of fifty plantsacclimatized in a greenhouse. Gus gene expression assay observed at 9 days after bombardment showed that the papaya explants bombarded twice at 9 cm shoot distance had 53.3% transformation rate of gus positive and 5.25 blue spots number in average. The results of PCR analysis showed that four out of 25 transgenic putative papaya plants (TR6, TR9, TR20, dan TR24), indicated a positive PCR of the antisense ACC oxidase gene with the amplified fragment DNA size of 800 base pair.

Page 1 of 1 | Total Record : 6