cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3 (2014): November 2014" : 8 Documents clear
PRODUKTIVITAS TANAMAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL PADI DI LAHAN SAWAH BUKAAN BARU DENGAN BERBAGAI PEMUPUKAN DI SULAWESI SELATAN Sahardi ,; Herniwati ,; Fadjry Djufry
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

The Study of Productivity and Feasibility of Rice in New Opened Wetland Based on Several Types of Fertilizers. Soil fertility of new wetland field in South Sulawesi is generally low and variated, so that fertilization technology is a must to improve the productivity. This study aims is to determine the effect of fertilization on the growth and yield of rice fields and to obtain a package of rice fertilization technology that can improve the productivity of new wetland field in South Sulawesi. The study was arranged in a randomized block design with four treatment combinations of organic and inorganic fertilizers carried by four farmers in their land asreplications. The results showed that the aplication of combination between organanic and anorganic fertilizer had significant effect on the growth and yield of rice in newly open land. The organic fertilizer package of 5 t/ha + 20 l POC bio urine/ha in combination with inorganic fertilizer 200 kg urea/ha + 300 kg NPK/ha was the best package that could increase rice yield by 26.36% compared to farmers fertilization method and also be financially feaseble to be developed in new wetland field of South Sulawesi.Key words: New opened wetland, fertilization, riceABSTRAKKesuburan tanah pada lahan sawah bukaan baru di Sulawesi Selatan umumnya rendah dan beragam, sehingga teknologi pemupukan merupakan hal yang mutlak dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah serta mendapatkan paket teknologi pemupukan padi sawah yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah bukaan baru di Sulawesi Selatan. Kajian disusun dalamRancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan kombinasi pemupukan organik dan anorganik dilaksanakan oleh empat orang petani di lahan miliknya sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemupukan kombinasi pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Paket pemupukan 5 t pupuk organik/ha + 20 lt POC bio urine/ha yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik 200 kg Urea/ha + 300 kg NPK/ha, merupakan paket terbaik.Paket tersebut dapat meningkatkan hasil 26,36 % dibandingkan cara petani dan secara finansial layak untuk dikembangkan pada lahan bukaan baru di Sulawesi Selatan.Kata kunci: Lahan sawah bukaan baru, pemupukan, padi
ANALISIS FINANSIAL DAN PERSEPSI PETANI TERHADAP PENANGKARAN BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Zainal Abidin; Didik Harnowo
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

Financial Analysis and Farmers Perception of Soybean Seed Producer in Southeast Sulawesi.Development of soybean is determined by availability of good seeds. The research was conducted to know thefinancial aspect and farmers’perception of soybean seed producer farm in Southeast Sulawesi. Research wasconducted on March –December 2009 in Momundowu Village Konawe Regency with OFCOR methode in 28hectare areas and collaboration with 33 farmers. Data collected comprises data on production, cost and farmers’perception. Data was analyzed using financial analysis through losses and gain approach and farmers’perceptionusing frequency table with percentage parameters. The result of research show that soybean seed producer inSoutheast Sulawesi has good development prospect for finantially generate profit level with MBCR value of 4,65.Currently, farmer not yet develop soybean seed producer in large scale because of social factors indicated by thelow perception of farmers on soybean seed producer. To develop soybean seed in order to support the provision ofsoybean seed in Southeast Sulawesi, it is necessary to improve the technical skills through training mainly relatedaspects of pest and disease control, rouging, sorting and labeling /certification.Key words: Soybean, seed producer, financial, farmer perceptionABSTRAKKeberhasilan pengembangan kedelai ditentukan oleh ketersediaan benih bermutu. Kajiandilakukan untuk mengetahui aspek finansial dan persepsi petani terhadap penangkaran benih kedelai di SulawesiTenggara (Sultra). Kajian dilakukan pada Maret –Desember 2009 di Desa Momundowu Kab. Konawe.Pendekatan pengkajian dilaksanakan dengan metode On Farm Client Oriented Research (OFCOR) pada luasanareal 28 ha dengan melibatkan 33 orang petani. Data yang dikumpulkan meliputi data produksi, biaya usahatanidan persepsi petani. Analisis data dilakukan dengan analisis finansial dengan pendekatan Losses and Gain dananalisis persepsi menggunakan tabel frekuensi dengan parameter persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenangkaran benih kedelai di Sultra memiliki prospek pengembangan yang baik karena secara finansialmenghasilkan tingkat keuntungan dengan nilai MBCR sebesar 4,65. Kondisi penangkaran kedelai di Sultra yangbelum berkembang saat ini lebih disebabkan oleh faktor sosial yang ditunjukkan dengan masih rendahnya persepsipetani terhadap usaha penangkaran benih kedelai. Untuk menumbuhkembangkan penangkaran benih kedelai dalamrangka mendukung penyediaan benih kedelai di Sultra, diperlukan adanya peningkatan keterampilan teknispenangkaran benih melalui pelatihan terutama terkait aspek pengendalian hama dan penyakit, rouging, sortasi danpelabelan/sertifikasi.Kata kunci: Kedelai, penangkaran benih, finansial, persepsi petani
PRODUKTIVITAS JAGUNG KOMPOSIT BERPENGAIRAN SPRINKLER SEBAGAI PANGAN DAN PAKAN DI LAHAN KERING IKLIM KERING NUSA TENGGARA BARAT Ahmad Suriadi; Baiq Tri Ratna Erawati; Moh. Nazam
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

The Productivity of Composite Maize with Sprinkle Irigation for Food and Feed in Dry Land of West Nusa Tenggara. The potential of dry land in West Nusa Tenggara is about 1.8 million ha and about 30 % of them had been utilized. Maize is a plant that is quite adaptive to cultivate in dry land but that its productivity was low du to limited rainfall. Productivity of composite maize with sprinkler irrigation has been tested to obtain carrying capacity for feed and food in the village Jeringo Suela, East Lombok district during July-October 2011.The study was conducted in farmers' fields and was laid out with a randomized block design using 6 varieties of maize and was repeated three times (Srikandi Putih, Srikandi Kuning, Lagaligo, Lamuru, Anoman and Arjuna).Agronomic parameters were observed includes biomass, plant height, plant moisture content and yield (ton/ha).The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Results showed that the variety effect plant height, cob height and yield, while the number of plants harvested, number of cob harvested and seed yield were not influenced by varieties. Lamuru variety has the highest yield by 8.266 t/ha, followed by Arjuna with 7.540 t/ha, while the lowest yield was found at Lagaligo with 6.117 t/ha. Carrying capacity of the biomass of maize to feed cattle in the location were exceeds the amount of cattle that are own by farmers (2 cattle/household). The highest carrying capacity was found at Lagaligo (without cobs) but low yield followed by Srikandi Kuning, Lamuru and Anoman varieties and the lowest was found at Srikandi Putih and Arjuna. Development of composite maize on dry season in dry land of semi-arid climate using sprinkler seem to be promoted technology that government may develop the irrigation sprinklers in other upland locations. Based on these results, it may suggest that the compositemaize may be planted on dry land and semi arid using sprinkler irrigation is Lamuru or Srikandi Kuning.Keywords: Composite maize, biomass, carrying capacity, fodder, dry land, sprinklerABSTRAKNusa Tenggara Barat memiliki lahan kering sekitar 1,8 juta ha, tetapi yang baru dimanfaatkan sebesar 30%. Jagung merupakan tanaman yang cukup adaptif dikembangkan di lahan kering namun produktivitasnya masih rendah karena curah hujan yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui produktivitas beberapa varietas jagung komposit berpengairan sprinkler sebagai pakan dan pangan yang ditanam pada musim kemarau. Penelitian dilakukan di lahan petani yang ditata dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok menggunakan enam varietas jagung (Srikandi Putih, Srikandi Kuning, Lagaligo, Lamuru, Anoman dan Arjuna) yang diulang tiga kali. Parameter agronomi yang diamati selanjutnya dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA) dan analisis ekonomi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, tinggi letak tongkol dan hasil biji, sedangkan jumlah tanaman panen, jumlah tongkol panen dan rendemen biji tidak dipengaruhi secara nyata oleh varietas. Varietas lamuru memiliki hasil tertinggi yaitu 8,266 t/ha, kemudian diikuti oleh varietas Arjuna sebesar 7,540 t/ha, sedangkan terendah dihasilkan oleh varietas Lagaligo sebesar 6,117 t/ha. Daya dukung biomas jagung terhadap pakan ternak sapi Bali di lokasi pengkajian melebihi dari jumlah sapi yang dipelihara petani saat ini (2 ekor). Daya dukung biomasjagung yang tertinggi di peroleh pada varietas jagung Lagaligo (tanpa tongkol) namun hasilnya rendah dengan diikuti oleh varietas Srikandi Kuning, Lamuru dan Anoman dan yang paling rendah adalahvarietas Srikandi Putih dan Arjuna. Berdasarkan hasil penelitian ini, varietas yang anjurkan untuk ditanam pada lahan kering iklim kering berpengairan sprinkler adalah Lamuru atau Srikandi Kuning.Kata kunci: Jagung komposit, biomas, daya dukung, pakan ternak, lahan kering, sprinkler
EFEKTIVITAS PAKET REKOMENDASI PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN LEBAK OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN Syahri ,; Renny Utami Somantri
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

The Effectiveness of Fertilizer Recommendations Package on Rice Productivity in Freshwater Land of Ogan Ilir, South Sumatera. Indonesian Agency for Agricultural Research and Development, Ministry of Agriculture has issued fertilizer recommendation package based on soil test kit for lowland rice (PUTS) and integrated cropping calendar (KATAM). Crop growth and yield of rice in freshwater land is mostly affected by rice varieties and fertilizer application due to variation in soil conditions. The study aim was to determine the effects of both fertilizer technologies on growth and yield as well as suppression of pest attacks of three rice varieties in lowland swampy areas of South Sumatera. The experiment was conducted in Lubuk Sakti village Ogan Ilir, South Sumatera from April to August 2013. It was arranged in a completely randomized design (CRD) with seven technology packages consisted of three rice varieties (Inpari 10, Inpari 12, Inpari 14) and two fertilizer technologies. Legowo 4:1 type 1 was applied for all treatments except for farmer’s technology where transplanting spacing was 20x20 cm. The results showed that combination between fertilizer recommendation package and rice variety gave significant effect on plant growth, yield and pest attack of rice crop. Fertilizer recommendation fromKATAM combined with Inpari 12 rice variety gave the highest productivity at 8,2 t grain/ha. The technology package of PUTS showed better effect on suppressing the intensity of counterfeit white pest and blast diseases upto 55.8% and 68% respectively. Keywords: Fertilization, freshwater land, riceABSTRAKBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan rekomendasi teknologi pemupukan berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Kalender Tanam (KATAM) Terpadu. Pertumbuhan dan hasil tanaman padi di lahan rawa lebak sangat dipengaruhi oleh varietas padi dan pemupukan mengingat karakteristik tanahnya beragam. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh rekomendasi paket pemupukan terhadap pertumbuhan, produktivitas serta penekanan serangan hama penyakit tiga varietas padi di lahan lebak SumateraSelatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir dari April hingga Agustus 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan kombinasi antara varietas (Inpari 10, Inpari 12, Inpari 14) dan dosis pemupukan (PUTS dan KATAM Terpadu), sehingga diperoleh paket: Inpari 10 PUTS, Inpari 10 KATAM, Inpari 12 PUTS, Inpari 12 KATAM, Inpari 14 PUTS, Inpari 14 KATAM dan Inpari 12 Cara Petani. Penanaman dilakukan dengan sistem tanam tegel (20 cm x 20 cm) untuk cara petani, dan sistem tanam jajar legowo 4:1 tipe 1 untuk perlakuan rekomendasi pemupukan PUTS dan KATAM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi rekomendasi pemupukan dan varietas padi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil serta tingkat serangan hama dan penyakit tanaman. Rekomendasi pemupukan KATAM pada varietas Inpari 12 memberikan produktivitas tertinggi, yaitu 8,2 t GKG/ha. Sedangkan paket rekomendasi pemupukan PUTS mampu menekan intensitas serangan hama putih palsu dan penyakit blas lebih tinggi, yaitu masing-masing 55,8% dan 68%.Kata kunci: Padi, pemupukan, rawa lebak
ANALISIS STABILITAS DAYA HASIL VARIETAS KEDELAI DI LAHAN SAWAH KABUPATEN MADIUN, JAWA TIMUR Amik Krismawati; Darman Moudar Arsyad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

The Stability of Soybean Yield Analysis in Wetland of Madiun District, East Java. Adaptive highyielding varieties are the most important component technology to increase the productivity of the crop. The fieldassessment to find out the yield stability was conducted in six locations (Sub-districts: Saradan, Pilangkenceng,Madiun, Balerejo, Mejayan, and Sawahan) in Madiun District of East Java, during the late dry season 2012. Thefour soybean varieties - Argomulyo, Anjasmoro, Kaba, Burangrang - were tested using a randomized block designwith three replications in each locations. The analysis result for the yield stability, using a method by AMMI(Additive Main Effects and Multiplicative Interaction), showed that the Anjasmoro was recognized as a stable andwide adaptation variety. The other analysis result showed that Argomulyo was adapted in Sawahan andPilangkenceng Subdistrict. Also, Burangrang was adapted in Balerejo and Mejayan Subdistrict. In contrast, Kabawas less adapted in all tested locations.Key words: Soybean, stability, higher yield, AMMIABSTRAKVarietas unggul yang adaptif merupakan salah satu komponen teknologi yang memegang peranan pentingdalam meningkatkan produktivitas tanaman. Pengujian stabilitas daya hasil telah dilaksanakan di enam lokasi(kecamatan: Saradan, Pilangkenceng, Madiun, Balerejo, Mejayan, dan Sawahan) Kabupaten Madiun ProvinsiJawa Timur pada MK II 2012. Empat varietas unggul kedelai (Argomulyo, Anjasmoro, Burangrang, danKaba)telah diujicoba dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan di setiaplokasi. Hasil analisis stabilitas daya hasil dengan metode AMMI (Additive Main Effects and MultiplicativeInteraction) menunjukkan bahwa varietas Anjasmoro tergolong stabil (beradaptasi luas) pada cakupan wilayahKabupaten Madiun, Jawa Timur, dengan rata-rata hasil di atas rata-rata umum. Varietas Argomulyo beradaptasispesifik di wilayah Sawahan, dan Pilangkenceng, dan varietas Burangrang beradaptasi spesifik di wilayah Balerejodan Mejayan. Varietas Kaba nampak kurang adaptif di semua lokasi pengujian.Kata kunci: Kedelai, stabilitas, daya hasil, AMMI
KAJIAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI DI KOTA BOGOR Yati Haryati; Sukmaya ,; Susi Mindarti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

Assessment of Cropping Medium Related to The Growth and The Harvest of Mustard Greens in Bogor. Planting media generally use a mixture of soil organic fertilizer and in which the important factors for the growth of plants as the source of nutrients, water, and air are available. The objectives of assessmnet were (1) to determine the effect of two growing media on the growth and yield of mustard, and (2) to select the best alternative planting media from agronomic and socio-economic aspects. The assessment was conducted at a of Sustainable Food Home area of Sempur Village, Bogor during in September 2013. The treatments were the planting media, namely A = goat manure + soil + husks and chaff and B = organic waste husks replicated 16 times. Tosakan mustard variety was used as the crop indicator. The result showed that both planting media gave that differenteffect on the crop growth and yield of mustard. The higher of plant height and more leaves number, the fresh weight of plant will also be higher.Keywords: Planting medium, mustard, goat manureABSTRAKMedia tanam umumnya menggunakan campuran tanah dan pupuk organik yang di dalamnya tersedia faktor-faktor utama untuk pertumbuhan tanaman seperti unsur hara, air, dan udara. Tujuan pengkajian untuk: (1) mengetahui pengaruh dua media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, (2) memilih alternatif media tanamterbaik dari aspek agronomis dan sosial ekonomi. Pengkajian dilakukan di lokasi kegiatan model Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada September 2013. Kajian dilakukan dengan menguji media tanam, yang terdiri dari dua media tanam yaitu A = Pupuk kandang kambing + tanah + sekam dan B = limbah sampah organik + sekam yang diulang 16 kali. Bibit sawi yang digunakan adalah varietas Tosakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa media tanam dengan menggunakan campuran pupuk kandang kambing dan tanah dan sekam memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan bobot segar sawi dibandingkan dengan media limbah sampah organik dan sekam. Semakin tinggi tanaman dan semakin banyak jumlah daun, maka semakin tinggi bobot segar tanaman.Kata kunci: Media tanam, sawi, kotoran kambing
PERBANYAKAN BIBIT KAKAO MELALUI TEKNIK GRAFTING, OKULASI, DAN SOMATIK EMBRIOGENESIS DI PROVINSI SULAWESI SELATAN M Basir Nappu; Jermia Limbongan; Baso A Lologau
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

The Study of Cocoa Seed Multiplication Using Grafting, Budding and Somatic Embryogenesis inSouth Sulawesi Province. The low quality and quantity of seed is one of the obstacles to increase the cocoaproduction. Cocoa plantation revitalization program requires up to 75 million of cocoa seeds per year to supportthe development in about 200,000 hectares area. Vegetative propagation of plants such as cocoa bud grafting, sidegrafting, grafting, somatic embryogenesis (SE) can be done as one of the solutions to solve the problems. Thestudy was conducted in two cocoa-producing districts namely Luwu and North Luwu, on February to September2012. The focus of the activities was conducted research on the methods of plant propagation of cocoa that warebud grafting, side grafting, grafting, and SE which aimed to determine the most suitable method applied at the farmlevel as well as the types of clones as a source of budwood in South Sulawesi. The studies were carried out in theform of survey by selecting respondents in two locations of cocoa development. The collected data from theexperimental design were analyzed by ANOVA, and further tested was done by using Duncan’s Multiple RangeTest at the level of 5%. The feasibility of utilization of the propagation methods then analyzed using a Benefit CostRatio (B/C). The results showed that the success rate of grafting techniques and side-grafting shoots both in thenursery and in the crop ware high enough, so the seed multiplication techniques can be recommended to be appliedat the level of farmers' groups. SE seedlings technology was not recommended in smallholders, but it is possible tobe applied at private estates and national companies, that had better comprehend the application of such technologyand had adequate facilities. Local superior clones that had been identified as superior clones were Sulawesi-1,Sulawesi-2, Mocktar 01, and Buntu Batu, those were recomended to be released. Varietal released is one of majorrequirements that a clone can be developed for commercial purpose.Key words: Cocoa, propagation technology, seeds, superior clonesABSTRAKSalah satu kendala yang dihadapi dalam peningkatan produksi kakao ialah rendahnya kualitas dankuantitas bibit. Padahal, program revitalisasi perkebunan kakao memerlukan bibit kakao hingga 75 juta bibit pertahun untuk mendukung pengembangan areal seluas 200.000 ha. Perbanyakan tanaman kakao secara vegetatifseperti sambung pucuk, sambung samping, okulasi, somatik embriogenesis (SE) dapat dilakukan sebagai salah satusolusi untuk menyelesaikan permasalahan penyediaan bibit kakao. Kajian dilaksanakan di dua kabupaten penghasilkakao yaitu Kabupaten Luwu dan Luwu Utara, pada bulan Februari sampai September 2012. Fokus kegiatan ialahpengkajian terhadap metode pembibitan kakao secara vegetatif yaitu sambung pucuk, sambung samping, okulasi,dan SE yang bertujuan mengetahui metode paling cocok untuk diterapkan di tingkat petani serta jenis klon sebagaisumber entres yang digunakan di Sulawesi Selatan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk survai dengan memilihresponden di dua lokasi pengembangan kakao. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan ANOVA dandiuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf 95%. Untuk mengetahui kelayakan usahatanipembibitan kakao, maka dilakukan analisis Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkatkeberhasilan teknik sambung pucuk dan sambung samping di pesemaian dan di pertanaman cukup tinggi, sehinggakedua teknik perbanyakan bibit tersebut dapat direkomendasikan di tingkat kelompok tani. Penggunaan teknologibibit SE tidak dianjurkan diterapkan di perkebunan rakyat, tetapi sebaiknya diterapkan di perusahaan perkebunanswasta dan nasional yang memiliki fasilitas yang memadai. Klon unggul lokal yang sudah teridentifikasi dapatdikembangkan yaitu Sulawesi-1, Sulawesi- 2, Mocktar 01, dan Buntu Batu. Sebaiknya klon tersebut segeradiusulkan untuk dilepas sebagai klon unggul, sehingga mempunyai legalitas sebagai klon yang dapat digunakansebagai sumber entres.Kata kunci: Kakao, teknologi perbanyakan, bibit, klon unggul
EFISIENSI TEKNIS DAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MEMPENGARUHI INEFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH DI PROVINSI BALI Suharyanto ,; Jemmy Rinaldi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

Technical Efficiency and Effect of Farmer Socio-Economic Factors to Technical Inefficiency in BaliProvince. Efficiency in farm management, including the management of agricultural technology is closely relatedto managerial capacity and capability of farmers, farm characteristics and production inputs. The study aimed toanalyze the level of technical efficiency of rice farming and socioeconomic factors that influence inefficiency ofrice farming in Bali. The study was conducted at three district of rice production centers in Bali province i.e.Tabanan, Buleleng and Gianyar. Data were collected through interviews with 94 respondents using a structuredquestionnaire during wet and dry seasons 2012. The collected data we analyzed using stochastic frontierproduction function with Maximum Likelihood Estimation (MLE) method. The result showed that riceproductionin Bali was affected by land area, N fertilizer, pesticides, labor and age of seeds. Rice production in thedry season was higher than that in wet season. Technically lowland rice farming in Bali has been efficient, asshown by the average of technical efficiency index, which was more than 0.70. Socioeconomic characteristicsfactors that affected the technical inefficiency of lowland rice farming such as age, formal education, farmingexperience and number of percils. Technical efficiency of lowland rice farming on their own land was higher thanthat of the land.Key words: Socioeconomic, technical inefficiency, lowland rice, BaliABSTRAKEfisiensi pengelolaan usahatani termasuk pengelolaan teknologi pertanian berkaitan erat dengan kapasitasdan kapabilitas managerial petani, karakteristik usahatani dan penggunaan input produksi. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi sawah dan faktor-faktor sosial ekonomi yangmempengaruhi ineffisiensinya. Penelitian dilakukan di tiga kabupaten sentra produksi padi sawah di Provinsi Baliyakni: Tabanan, Buleleng dan Gianyar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuisionerterstruktur selama MK 2011 dan MH 2011/2012 dengan melibatkan 94 responden. Data yang dikumpulkandianalisis menggunakan fungsi produksi stokhastik frontier dengan metode Maximum Likelihood Estimation(MLE). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi padi sawah dipengaruhi oleh luas lahan, pupuk N, pestisida,umur bibit dan tenaga kerja. Produksi padi sawah pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan pada musimhujan. Secara teknis usahatani padi sawah di Provinsi Bali telah efisien, dengan rata-rata indeks efisiensi teknislebih besar dari 0,70. Adapun karakteristik sosial ekonomi yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani padisawah antara lain umur petani, pendidikan formal, pengalaman usahatani dan jumlah persil. Efisiensi teknisusahatani padi sawah lebih tinggi pada lahan milik sendiri dibandingkan lahan bukan milik.Kata kunci: Sosial ekonomi, inefisiensi teknis, padi sawah, Bali

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue