cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Alamat Kantor Editor Jurnal Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Plasma Nutfah
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 14104377     EISSN : 25491393     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Plasma Nutfah (BPN) is an open access scientific journal published by The Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (ICABIOGRAD), The Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD), Ministry of Agriculture. This peer-refereed journal covering the area of genetic resources including exploration, characterization, evaluation, conservation, diversity, traditional knowledge, management and policy / regulation, of all kinds of genetic resources: plants, animals, fishes, insects and microbes. Manuscripts submitted to this journal are those that have never been published in other journals. This journal is published in one volume of two issues per year (June and December). We invite authors to submit the manuscripts to this journal in English or Indonesian. Detail information about the journal, including author guidelines and manuscript template, is available on the website (http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bpn). The manuscript should be submitted electronically through our submission system. Buletin Plasma Nutfah (BPN) is an open access scientific journal published by Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (ICABIOGRAD), Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD), Ministry of Agriculture. BPN Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia (No. 21/E/KPTP/2018) for period of 2016-2020. This peer-refereed journal covers the area of genetic resources including exploration, characterization, evaluation, conservation, diversity, traditional knowledge, management and policy / regulation related to genetic resources: plants, animals, fishes, insects and microbes which has never been published in other Journal
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2018): December" : 11 Documents clear
Karakterisasi Padi Lokal, Pegagan (Siputih) pada Agroekosistem Rawa Lebak Sumatra Selatan Kiagus Abdul Kodir; Yuana Juwita; Priatna Sasmita
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p77-82

Abstract

Padi Pegagan (Siputih) termasuk salah satu padi unggul lokal spesifik lahan rawa lebak di Sumatra Selatan. Padi ini sudah jarang ditanam oleh petani. Identifikasi dilakukan pada Agroekosistem Rawa Lebak di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, untuk melihat karakter morfologi dan agronomi padi varietas lokal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi varietas padi lokal, Pegagan (Siputih) yang dikoleksi dari lima kecamatan yang berbeda (Tanjung Raja, Indralaya, Jejawi, SP Padang, dan Kayuagung). Total material genetik diuji dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap sebanyak 4 ulangan. Ukuran petak masing-masing 5 m × 5 m, jumlah bibit/lubang 2–3 bibit, jarak tanam 25 cm × 25 cm. Karakterisasi dilakukan berdasarkan Panduan Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi dari Komisi Nasional Plasma Nutfah. Data karakter morfologi disajikan secara deskriptif data kualitatif yang dianalisis dengan Analisa Modus (Mo). Sedangkan karakter agronomi berupa data kuantitatif dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil pengamatan dan analisis varietas lokal padi Pegagan (Siputih) yang dikoleksi dari lima wilayah kecamatan menunjukkan variasi yang tidak berbeda nyata, baik karakter morfologi maupun agronominya. Sejalan dengan penanaman untuk karakterisasi dilakukan rouging kelima varietas lokal dan diketahui terdapat 0,15% campuran varietas lain dan 1,85% tanaman memiliki sifat-sifat atau tanda yang menyimpang.
Patogenisitas Nematoda Entomopatogen terhadap Hama Uret Tebu Lepidiota stigma (Coleoptera: Scarabaeidae) I Gusti Agung Ayu Indrayani; Subiyakto Subiyakto; Chaerani Chaerani
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p83-88

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi di Indonesia karena memproduksi gula. Salah satu penyebab menurunnya produksi tebu beberapa tahun terakhir adalah akibat serangan hama uret Lepidiota stigma (Coleoptera: Scarabaeidae). Pemanfaatan nematoda patogen serangga (NPS) merupakan salah satu alternatif pengendalian hama uret pada tebu yang cukup efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi isolat-isolat NPS yang sangat patogenik terhadap hama uret tebu, L. stigma. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Serangga, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang. Sembilan perlakuan menggunakan isolat NPS, yaitu DKS-1, AGH-1, DKH-1, DKH-5, NH-1, NH-2, PH-1, PH-2, dan PH-4 serta 1 kontrol (tanpa perlakuan), diuji patogenisitasnya terhadap hama uret tebu, L. stigma. Setiap perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 30 ekor uret instar 3 yang diperlakukan dengan NPS pada dosis 2 × 104 juvenil infektif (JI)/ml. Parameter yang diamati adalah mortalitas uret L. stigma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat DKS-1 dan PH-1 memiliki tingkat patogenisitas yang tinggi terhadap hama uret tebu, L. stigma dengan rerata mortalitas uret mencapai 70–90%. Peningkatan persentase mortalitas hama uret tertinggi terjadi pada 72 jam setelah perlakuan, terutama pada isolat DKS-1 dan PH-1, berturut-turut sebesar 57,1 dan 50%. Diperolehnya dua isolat NPS unggul dengan strategi pencarian inang yang berbeda (menyergap atau memburu) diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama uret tebu dengan NPS sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi tebu.
Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Kandidat Probiotik untuk Mengatasi Salmonelosis pada Ayam Pedaging Siti Chotiah; Rini Damayanti
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p89-96

Abstract

Pangan asal ternak sangat dibutuhkan manusia sebagai sumber protein karena mengandung asam-asam amino esensial, namun berbahaya untuk dikonsumsi jika mengandung residu antibiotik pada produk ternak yang dapat mengakibatkan resistensi terhadap kuman pada tubuh manusia. Sejak diberlakukan kebijakan untuk membatasi pemakaian antibiotik pada pakan ternak maka penggunaan probiotik banyak dipakai sebagai subsitusinya. Penelitian ini dilakukan di BBLitvet untuk menghasilkan kandidat probiotik untuk mengontrol pertumbuhan bakteri Salmonella sp pada ayam yang potensial mencemari lingkungan dan sebagai penyebab foodborne disease. Metode yang dipakai pada penelitian ini meliputi penapisan isolat lokal bakteri kandidat probiotik, uji daya hambat terhadap bakteri patogen target (Salmonella enterica) serotipe Typhimurium B0046 (NCTC 74, ATCC 13311) dan serotipe Enteritidis B2893 (ATCC 13076), patogenisitas in vitro, daya tahan hidup dalam usus ayam, dan masa simpan dalam kemasan liofilisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam isolat bakteri yang terdiri dari Aerococcus viridans B2776, Bifidobacteriun dentium B2754 dan B2755, Enterococcus faecium B2758, Lactobacillus casei B2752, dan Streptococcus uberis B2757 telah terseleksi sebagai kandidat probiotik. Keenam isolat tersebut mempunyai sifat-sifat: antimikroba (in vitro) terhadap Salmonella enterica serotipe Typhimurium BCC B0046 dan serotipe Enteritidis BCC B2893, tidak patogen, mampu membentuk koloni dalam usus ayam pedaging selama 40 hari dengan konsentrasi >1010 CFU/gram, dan masa simpan sampai 1 tahun dalam bentuk liofilisasi menggunakan protektan inositol serum 5% atau susu skim 7,5% pada suhu simpan 5C dengan konsentrasi >log10 CFU/ml. Karakteristik potensial tersebut telah memenuhi syarat sebagai probiotik terhadap bakteri patogen dan dapat digunakan untuk mengendalikan salmonelosis pada ayam pedaging
Variasi Warna dan Kandungan Antosianin Varietas Lokal Beras Hitam Yogyakarta pada Dua Ketinggian Kristamtini Kristamtini; Endang Wisnu Wiranti; Sutarno Sutarno
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p97-102

Abstract

Di wilayah Yogyakarta telah dikenal beberapa varietas lokal beras hitam dengan kualitas dan warna beras yang berbeda. Namun, pengaruh ketinggian tempat pada varietas lokal tersebut belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman warna beras dan kandungan antosianin beberapa varietas lokal beras hitam asal Yogyakarta pada dua ketinggian tempat dan korelasinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Desember 2015 yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah tujuh varietas lokal beras hitam asal Yogyakarta (kode G). Faktor kedua adalah dua lokasi penelitian, di dataran rendah (26 m dpl) Dusun Gulon, Desa Sri Hardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul (A1), dan di dataran sedang (462 m dpl) Dusun Padasan, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman (A2). Variabel warna beras : L*, a*, dan b* diamati menggunakan Chroma Meter, Konica Minolta–Minolta CM-2006, dan pembakuan dilakukan dengan kalibrasi warna baku-putih. Analisis kandungan antosianin total dilakukan berdasarkan nilai absorban ekstrak tepung beras pada panjang gelombang 535 nm dengan alat spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman warna dan kandungan antosianin total pada beras hitam yang ditanam di ketinggian tempat yang berbeda. Varietas lokal Tugiyo Umur Panjang memiliki kandungan antosianin tertinggi di lokasi dengan ketinggian rendah (Bantul), sedangkan varietas lokal Sembada Hitam menunjukkan kandungan antosianin tertinggi di lokasi dengan ketinggian medium (Sleman). Keeratan hubungan antarvariabel pengamatan menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif pada di antara warna L*, a*, b*, dan terdapat korelasi negatif antara karakter warna L*, a*, dan b* dengan kandungan antosianin total
Karakterisasi Morfologi Durian (Durio zhibetinus) Lokal Asal Kabupaten Katingan Susilawati Susilawati; M. Sabran
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p%p

Abstract

Katingan adalah salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang terkenal dengan keragaman durian (Durio zibethinus) lokalnya. Untuk mengetahui potensi keragaman durian di Katingan telah dilakukan karakterisasi pohon induk durian potensial yang dikenal di masyarakat, yang populer dengan nama durian Kasongan. Enam jenis durian lokal asal Kabupaten Katingan tersebut yaitu Ubuyu, Lagas, Belimbing, Susu, Bukit Lime, dan Kalasi telah dikarakterisasi pada bulan Juni–November 2013 dan September– Desember 2014. Karakterisasi dilakukan dengan mengacu pada panduan penyusunan deskripsi durian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan principal component analysis (PCA) untuk mengurangi jumlah peubah yang digunakan dalam analisis kemiripan genetik/analisis klaster. Hasil analisis menunjukkan bahwa morfologi daun memiliki kontribusi terhadap keragaman kumulatif sebesar 98,4%. Selain itu, berdasarkan hasil analisis gerombol, keenam jenis durian Katingan memiliki tingkat kemiripan antara 44,90–72,45%. Nilai kemiripan tertinggi terdapat pada durian Lagas dan Susu (72,45%).
Inventarisasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Talas Lokal di Kabupaten Toraja Utara Erina Septianti; Sahardi Sahardi
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p115-124

Abstract

Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) sudah lama dibudidayakan dan digunakan sebagai sumber pangan alternatif di Toraja. Keragaman genetik talas yang ditemukan di Toraja Utara belum banyak diinventarisasi dan dikarakterisasi dengan lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan karakter sifat-sifat morfologi talas lokal Toraja Utara, sehingga dapat didaftarkan sebagai kekayaan sumber daya genetik lokal yang harus dilestarikan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara yang meliputi daerah dataran tinggi di Desa Baruppu’ Parodo, Kecamatan Baruppu’ dan daerah dataran rendah di Kelurahan Mantirotiku, Kecamatan Rantepao. Masing-masing daerah dipilih berdasarkan survei pendahuluan yang menandakan bahwa daerah tersebut merupakan daerah budi daya talas. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2016. Pengamatan dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Karakter morfologi diamati secara in situ pada tanaman di lapang, tanpa melakukan penanaman khusus pada tanaman yang optimal. Dari hasil survei ditemukan lima jenis talas lokal yaitu talas Upe Ungu, Upe Kuning, Upe Putih, Monggo, dan Bite. Karakter morfologis talas tersebut bervariasi dari tipe tanaman, daun, tangkai, umbi, dan akarnya. Kemiripan ditemukan dalam karakter bentuk dan warna daun, tetapi keragaman ditemukan pada karakter ukuran dan warna serat cormus. Talas lokal di Toraja Utara banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti nasi, camilan, maupun sayur. Keunggulannya adalah selain mudah dibudidayakan juga mempunyai rasa cormus yang gurih, pulen, aroma harum, kulit cormus setelah direbus sangat mudah terkelupas, dan tektur daging cormus halus. Harga jual talas lokal ini cukup mahal karena masih sulit ditemukan dan belum banyak dibudidayakan.
Back Matter Bul PN Vol 24 No 2 Buletin Plasma Nutfah
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p%p

Abstract

Karakterisasi Kadar Antosianin Varietas Lokal Padi Warna Sebagai SDG Pangan Fungsional Kristina Dwiatmini; Higa Afza
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p125-134

Abstract

Varietas lokal padi warna merupakan plasma nutfah berharga yang dapat berperan sebagai pangan fungsional di masa depan. Padi warna memiliki kandungan antosianin yang berfungsi sebagai komponen nutrien bioaktif, yang dinamakan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengarakterisasi kadar antosianin 27 aksesi varietas lokal padi warna Indonesia dan 2 varietas unggul padi merah hasil pemuliaan (Aek Sibundong dan Inpari 24), serta 1 varietas padi beras putih (Ciherang) sebagai kontrol. Analisis dilakukan dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), menggunakan standar sianidin-3-glukosida. Hasil analisis laboratorium, varietas Aen Metan dan Melik mengandung bahan aktif antosianin tertinggi, yaitu 0,7953 mg/g dan 0,7806 mg/g. Kedua varietas lokal ini merupakan padi hitam yang sering digunakan sebagai tetua dalam persilangan. Aek Sibundong dan Inpari 24 memiliki kadar antosianin sebesar 0,6496 mg/g dan 0,4423 mg/g, secara berturut-turut. Kandungan antosianin terendah terdapat pada varietas Ciherang yang merupakan varietas unggul padi beras putih. Empat varietas lokal padi beras merah yaitu Baliman Putih, Sari Kuning, Karamanting, dan Iden memiliki kandungan antosianin yang lebih tinggi daripada padi varietas unggul beras merah hasil pemuliaan.
Sistem Akses SDG Tanaman dan Pembagian Keuntungan Hasil Pemanfaatannya Muhammad Sabran, MSc
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p135-142

Abstract

Dua rezim intenasional yang mengatur akses terhadap sumber daya genetik tanaman dan pembagian keuntungan dari pemanfaatannya adalah Protokol Nagoya dari konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian. Meskipun kedua rezim ini sudah diharmonisasikan, impelementasinya masih menghadapi beberapa kesulitan. Kemunculan teknologi baru sekuen genom dan pengeditan genom serta biologi sintetis menambah kompleksitas tersebut karena aturan-aturan tentang pembagian keuntungan yang sekarang ada bisa diabaikan. Diskusi terkini tentang akses dan pembagian keuntungan terutama pada Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik untuk Pangan dan Pertanian juga dibahas.
Front Matter BPN Vol 24 No 2 Nutfah, Buletin Plasma
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 2 (2018): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n2.2018.p%p

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11