cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis, dan Serat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan untuk menerbitkan hasil penelitian dan pengembangan, dan tinjauan (review) tanaman pemanis, serat buah, serat batang/daun, tembakau, dan minyak industri. Buletin ini membuka kesempatan kepada umum yang meliputi para peneliti, pengajar perguruan tinggi, dan praktisi. Makalah harus dipersiapkan dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan penulisan yang disajikan pada setiap nomor penerbitan. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober, satu volume terdiri atas 2 nomor. Akreditasi No. 508/Akred/P2MI-LIPI/10/2012, ISSN: 2085-6717, e-ISSN: 2406-8853, Mulai terbit: April 2009
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2009): April 2009" : 10 Documents clear
Potensi Tembakau Virginia Flue Cured Varietas NC 100 di Lombok Suwarso, .; Herwati, Anik; Murdiyati, A.S; S., Deciyanto; Santoso, Imam; Haryanto, Dian; Yasin, M.; Pambudi, Djadmiko
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau virginia fc varietas NC 100 diimpor dari ProfiGen do Brasil Ltda. dan diuji potensi hasil dan mutunyadi Pringga Jurang, Kopang Rembiga, dan Semaya, Lombok pada musim tembakau tahun 2006. Sebagaipembanding digunakan PVH 09. Pengujian dilakukan pada dua waktu tanam, yaitu akhir bulan Juli dan akhirbulan Agustus 2006. Untuk membandingkan kedua varietas, pada setiap unit pengujian digunakan uji t.Hasil pengujian menunjukkan NC 100 dapat menghasilkan 1,932 ton/ha kerosok, indeks mutu 48,08, danindeks tanaman 94,01. Produktivitas PVH 09 1,861 ton/ha kerosok dengan indeks mutu dan indeks tanaman45,08 dan 83,97. Ketahanan lapangan NC 100 terhadap penyakit lanas dan layu bakteri lebih rendah dibandingPVH 09, tetapi NC 100 lebih tahan terhadap TMV dan TEV dibanding PVH 09.
Pengujian Efektivitas Penggunaan Pupuk ZK terhadap Hasil dan Mutu Tembakau Madura Murdiyati, A.S; Herwati, Anik; Suwarso, .
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau madura merupakan bahan baku rokok keretek. Tembakau ini berkembang utamanya di KabupatenPamekasan dan Sumenep, kemudian meluas sampai ke Kabupaten Sampang. Salah satu permasalahanyang dihadapi adalah status kalium (K) tanah di Madura umumnya rendah sampai sedang, dan gejala kekahatan(kekurangan) akan kalium ini sudah terdeteksi sejak tahun 1989. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pemberian pupuk ZK terhadap produksi dan mutu tembakau madura di lahan petani. Pengujiandilakukan pada 22 unit lahan petani di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Perlakuanadalah pemupukan dengan 100 kg ZK per hektar. Sebagai kontrol adalah 22 unit lahan petani yang tidakmenggunakan pupuk ZK. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pemberian 100 kg ZK per hektar padatembakau madura dapat meningkatkan indeks mutu 19,3%, harga tembakau Rp4.019,00/kg (19,4%), indekstanaman 27,3% dan penerimaan petani Rp2.267.818,00/ha (18,4%). Ratio tambahan keuntungan terhadaptambahan biaya dengan penggunaan pupuk ZK 100 kg per hektar adalah 1,57.
Ketahanan Aksesi Plasma Nutfah Tembakau Cerutu terhadap Penyakit Lanas dan Busuk Batang Berlubang Resistance of Tobacco Germplasms Against Black Shank and Hollow Stalk Yulianti, Titiek
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh aksesi tembakau cerutu yang tahan terhadap penyakit lanas dise-babkan oleh patogen Phytophthora nicotianae vßdH var. nicotianae Waterhouse dan busuk batang berlu-bang yang disebabkan oleh patogen Erwinia carotovora sebagai sumber genetik pada persilangan untuk me-rakit varietas unggul baru. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan rumah kasa dan semi lapangan pada polybag di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang, mulai bulan Maret sampai dengan De-sember 2008. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Unit perlaku-an terdiri dari 10 tanaman tembakau cerutu. Parameter pengamatan adalah persentase tanaman sakit. Ino-kulasi Phytophthora nicotianae pada tanaman dilakukan pada 1 bulan setelah tanam dengan cara membuat luka/sayatan pada pangkal batang kemudian diolesi suspensi patogen dan ditutup dengan kapas steril yang dibasahi dengan air steril untuk menjaga kelembapan. Inokulasi E. carotovora dilakukan pada dua minggu setelah tanam (MST) yaitu pada akar yang disayat terlebih dahulu dengan menggunakan pisau cutter seba-gai media masuknya inokulum pada bagian tanaman. Suspensi inokulum yang digunakan 10 ml dengan ke-rapatan 108/ml per polybag. Dari hasil pengujian diperoleh enam aksesi tembakau cerutu tahan terhadap P. nicotianae yaitu: S-2235, S-2272, S-2361, S-2399, S-2400, dan S-2403. Sedangkan aksesi yang tahan ter-hadap E. carotovora adalah: S-2234, S-2236, S-2271, S-2272, S-2298, S-2299, S-2361, S-2399, S-2400, dan S-2401.This study aimed to examine the resistance level of 30 cigar tobacco accessions to Phytophthora nicotianae, the causal agent of black shank, and Erwinia carotovora, the causal agent of hollow stalk. The resistant lines will be used as resistant genetic source in breeding process to construct premium variety (ies). The screen-ing test was conducted in a glass house from March–December 2008 arranging in randomized block design with three replicates. Each unit of tobacco accessions consisted of 10 plants and percentage of wilt/diseased plant assessed to determine the resistant degree. P. nicotianae was inoculated on wounded bottom stem beneath the soil level 1 month after transplanting. Whilst E. carotovora was infested in sterilized soil 10 ml with concentration of 108 per polybag two weeks after tobacco seedlings were transplanted. The root sys-tems were wounded to facilitate the bacterium enter the cells. Results of the test show that 6 of 16 tested accessions were resistant, ie. S-2235, S-2272, S-2361, S-2399, S-2400, and S-2403 to P. nicotianae; and 10 accessions were resistant to E. carotovora ie. S-2234, S-2236, S-2271, S-2272, S-2298, S-2299, S-2361, S-2399, S-2400, and S-2401.
Evaluasi Ketahanan Plasma Nutfah Kenaf terhadap Cekaman Fe pada pH Masam Evaluation of Kenaf Germplasm to High Fe Concentration and Low pH Resistance Purwati, Rully Dyah; Marjani, .
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi ketahanan plasma nutfah kenaf pada lingkungan konsentrasi Fe yang ekstrim dan pH masam telah dilaksanakan di Laboratorium dan Rumah Kaca Pemuliaan Balittas, Malang, mulai bulan Januari–Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan ran-cangan acak kelompok yang diulang 3 kali. Bahan penelitian terdiri dari 100 aksesi kenaf yang diuji di labo-ratorium pada tingkat bibit. Pada setiap ulangan, masing-masing aksesi kenaf diuji sebanyak 20 bibit ber-umur 3–4 hari, yang ditanam pada stereo-foam berlapiskan kasa strimin. Bibit dipelihara pada larutan nu-trien ”Yoshida” dan diberi perlakuan konsentrasi unsur Fe 350 ppm dan pH 4. Sebagai pembanding diguna-kan nutrien yang sama dengan konsentrasi Fe = 0 ppm dan pH netral. Pengamatan dilakukan terhadap pan-jang akar, panjang hipokotil, berat kering akar, dan berat kering hipokotil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan 100 aksesi kenaf yang diuji terhadap kelebihan Fe pada pH masam bervariasi; tetapi ada 8 aksesi yang tergolong tahan, yaitu aksesi nomer 449, 461, 476, 782, 785, 833, 836, dan 839.The objective of this experiment was to find out information of kenaf germplasm resistance to high Fe con-centration and low pH of media. The experiment was conducted in laboratory and green house of plant breeding division, IToFCRI, Malang from January to December 2008. The experiment was designed in ran-domized block design with three replications. One hundred accessions of kenaf seedlings were evaluated in laboratory. Each accession in each replicate consisted of 20 seedlings (3–4 days old) were planted in stereo-foam trays with plastic gauze layer. Seedlings were maintained in “Yoshida” nutrient solution and treated with 350 ppm Fe concentration and pH 4. The same media with 0 ppm Fe and neutral pH was used as a control. The parameters observed were root and hypocotyls length, root and hypocotyls dry weight. Results of this experiment showed that the resistance to excess Fe in low pH of 100 accessions evaluated were va-ried. Out of 100 accessions, eight accessions were categorised as resistant i.e. accession no. 449, 461, 476, 782, 785, 833, 836, and 839.
Konsep dan Implementasi Teknologi Budi Daya Ramah Lingkungan pada Tanaman Tembakau, Serat, dan Minyak Industri Concept and Implementation of Environmentally-Friendly Technologies in Cultivation of Tobacco, Fiber, and Industrial Oil Crops Nurindah, .
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi ramah lingkungan budi daya tanaman pada suatu lahan akan dapat mempertahankan kelestarian lingkungan. Penciptaan teknologi budi daya tanaman tembakau, serat, dan minyak industri di-arahkan pada teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu hasil, efisiensi biaya usaha tani, dan ramah lingkungan. Teknologi ramah lingkungan difokuskan pada penemuan komponen teknologi prapa-nen yang mempunyai dampak minimal terhadap pencemaran atau perusakan lingkungan, yang meliputi va-rietas-varietas unggul, teknik pengendalian hama dan penyakit, teknik konservasi lahan tembakau. Varietas-varietas unggul tersebut adalah varietas-varietas yang mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit, yaitu tembakau Prancak 95, Prancak N1, Prancak N2, Kemloko 2, dan Grompol Jatim 1; kapas: Kanesia 11–Kanesia 13; kenaf: Karangploso 14–Karangploso 15; wijen: Sumberrejo 4; dan jarak kepyar: Asembagus 81. Teknik pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan adalah teknologi pengendalian hama yang membatasi atau meniadakan penggunaan insektisida kimia sintetik dan menerapkan teknik pengendalian de-ngan memanfaatkan peran musuh alami serangga hama atau antagonis patogen penyebab penyakit, dan penggunaan pestisida nabati. Teknik konservasi lahan untuk mengendalikan erosi dan penyakit lincat dikem-bangkan pada lahan tembakau temanggung dengan menerapkan penggunaan varietas tahan penyakit, pem-buatan terassering dan penguatnya, pengolahan lahan minimal, dan aplikasi mikroba antagonis. Teknologi ramah lingkungan tersebut telah diterapkan di tingkat petani dan memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan komoditas.Technology innovations for tobacco, fibers, and industrial-oil crops are directed to increase production and quality of the products, efficiency, and environmentally-friendly technologies. The efficiency and environ-menttally-friendly technologies are focused on the pre-harvest technology innovations that have minimal im-pacts on environmental damages. The technologies include superior varieties, pest control, and land conser-vation. The superior varieties are those that resistant to either insect pests or diseases, i.e. tobacco: Prancak 95, Prancak N1, Prancak N2, Kemloko 2, and Grompol Jatim 1; cotton: Kanesia 11–Kanesia 13; kenaf: Ka-rangploso 14–Karangploso 15; sesame: Sumberrejo 4; and  castor: Asembagus 81.  Environmentally-friendly pest control is to limit or no use synthetic-chemical pesticides in pest control, but optimally make use the role of natural enemies and antagonists and use biopesticides. Land conservation technique to control erosi-on as well as ”lincat’ disease has been developed in fields of temanggung tobacco by using tobacco variety resistant to the disease, terracering, minimum tillage, and application of antagonist microbes. Those techno-logies has been implemented in the farmers’ fields and has a positive impacts for the commodity develop-ment. 
Ketahanan Aksesi Plasma Nutfah Tembakau Cerutu terhadap Penyakit Lanas dan Busuk Batang Berlubang Resistance of Tobacco Germplasms Against Black Shank and Hollow Stalk Titiek Yulianti
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v1n1.2009.17-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh aksesi tembakau cerutu yang tahan terhadap penyakit lanas dise-babkan oleh patogen Phytophthora nicotianae vßdH var. nicotianae Waterhouse dan busuk batang berlu-bang yang disebabkan oleh patogen Erwinia carotovora sebagai sumber genetik pada persilangan untuk me-rakit varietas unggul baru. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan rumah kasa dan semi lapangan pada polybag di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang, mulai bulan Maret sampai dengan De-sember 2008. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Unit perlaku-an terdiri dari 10 tanaman tembakau cerutu. Parameter pengamatan adalah persentase tanaman sakit. Ino-kulasi Phytophthora nicotianae pada tanaman dilakukan pada 1 bulan setelah tanam dengan cara membuat luka/sayatan pada pangkal batang kemudian diolesi suspensi patogen dan ditutup dengan kapas steril yang dibasahi dengan air steril untuk menjaga kelembapan. Inokulasi E. carotovora dilakukan pada dua minggu setelah tanam (MST) yaitu pada akar yang disayat terlebih dahulu dengan menggunakan pisau cutter seba-gai media masuknya inokulum pada bagian tanaman. Suspensi inokulum yang digunakan 10 ml dengan ke-rapatan 108/ml per polybag. Dari hasil pengujian diperoleh enam aksesi tembakau cerutu tahan terhadap P. nicotianae yaitu: S-2235, S-2272, S-2361, S-2399, S-2400, dan S-2403. Sedangkan aksesi yang tahan ter-hadap E. carotovora adalah: S-2234, S-2236, S-2271, S-2272, S-2298, S-2299, S-2361, S-2399, S-2400, dan S-2401.This study aimed to examine the resistance level of 30 cigar tobacco accessions to Phytophthora nicotianae, the causal agent of black shank, and Erwinia carotovora, the causal agent of hollow stalk. The resistant lines will be used as resistant genetic source in breeding process to construct premium variety (ies). The screen-ing test was conducted in a glass house from March–December 2008 arranging in randomized block design with three replicates. Each unit of tobacco accessions consisted of 10 plants and percentage of wilt/diseased plant assessed to determine the resistant degree. P. nicotianae was inoculated on wounded bottom stem beneath the soil level 1 month after transplanting. Whilst E. carotovora was infested in sterilized soil 10 ml with concentration of 108 per polybag two weeks after tobacco seedlings were transplanted. The root sys-tems were wounded to facilitate the bacterium enter the cells. Results of the test show that 6 of 16 tested accessions were resistant, ie. S-2235, S-2272, S-2361, S-2399, S-2400, and S-2403 to P. nicotianae; and 10 accessions were resistant to E. carotovora ie. S-2234, S-2236, S-2271, S-2272, S-2298, S-2299, S-2361, S-2399, S-2400, and S-2401.
Evaluasi Ketahanan Plasma Nutfah Kenaf terhadap Cekaman Fe pada pH Masam Evaluation of Kenaf Germplasm to High Fe Concentration and Low pH Resistance Rully Dyah Purwati; . Marjani
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v1n1.2009.28-40

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi ketahanan plasma nutfah kenaf pada lingkungan konsentrasi Fe yang ekstrim dan pH masam telah dilaksanakan di Laboratorium dan Rumah Kaca Pemuliaan Balittas, Malang, mulai bulan Januari–Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan ran-cangan acak kelompok yang diulang 3 kali. Bahan penelitian terdiri dari 100 aksesi kenaf yang diuji di labo-ratorium pada tingkat bibit. Pada setiap ulangan, masing-masing aksesi kenaf diuji sebanyak 20 bibit ber-umur 3–4 hari, yang ditanam pada stereo-foam berlapiskan kasa strimin. Bibit dipelihara pada larutan nu-trien ”Yoshida” dan diberi perlakuan konsentrasi unsur Fe 350 ppm dan pH 4. Sebagai pembanding diguna-kan nutrien yang sama dengan konsentrasi Fe = 0 ppm dan pH netral. Pengamatan dilakukan terhadap pan-jang akar, panjang hipokotil, berat kering akar, dan berat kering hipokotil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan 100 aksesi kenaf yang diuji terhadap kelebihan Fe pada pH masam bervariasi; tetapi ada 8 aksesi yang tergolong tahan, yaitu aksesi nomer 449, 461, 476, 782, 785, 833, 836, dan 839.The objective of this experiment was to find out information of kenaf germplasm resistance to high Fe con-centration and low pH of media. The experiment was conducted in laboratory and green house of plant breeding division, IToFCRI, Malang from January to December 2008. The experiment was designed in ran-domized block design with three replications. One hundred accessions of kenaf seedlings were evaluated in laboratory. Each accession in each replicate consisted of 20 seedlings (3–4 days old) were planted in stereo-foam trays with plastic gauze layer. Seedlings were maintained in “Yoshida” nutrient solution and treated with 350 ppm Fe concentration and pH 4. The same media with 0 ppm Fe and neutral pH was used as a control. The parameters observed were root and hypocotyls length, root and hypocotyls dry weight. Results of this experiment showed that the resistance to excess Fe in low pH of 100 accessions evaluated were va-ried. Out of 100 accessions, eight accessions were categorised as resistant i.e. accession no. 449, 461, 476, 782, 785, 833, 836, and 839.
Konsep dan Implementasi Teknologi Budi Daya Ramah Lingkungan pada Tanaman Tembakau, Serat, dan Minyak Industri Concept and Implementation of Environmentally-Friendly Technologies in Cultivation of Tobacco, Fiber, and Industrial Oil Crops . Nurindah
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v1n1.2009.41-54

Abstract

Penerapan teknologi ramah lingkungan budi daya tanaman pada suatu lahan akan dapat mempertahankan kelestarian lingkungan. Penciptaan teknologi budi daya tanaman tembakau, serat, dan minyak industri di-arahkan pada teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu hasil, efisiensi biaya usaha tani, dan ramah lingkungan. Teknologi ramah lingkungan difokuskan pada penemuan komponen teknologi prapa-nen yang mempunyai dampak minimal terhadap pencemaran atau perusakan lingkungan, yang meliputi va-rietas-varietas unggul, teknik pengendalian hama dan penyakit, teknik konservasi lahan tembakau. Varietas-varietas unggul tersebut adalah varietas-varietas yang mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit, yaitu tembakau Prancak 95, Prancak N1, Prancak N2, Kemloko 2, dan Grompol Jatim 1; kapas: Kanesia 11–Kanesia 13; kenaf: Karangploso 14–Karangploso 15; wijen: Sumberrejo 4; dan jarak kepyar: Asembagus 81. Teknik pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan adalah teknologi pengendalian hama yang membatasi atau meniadakan penggunaan insektisida kimia sintetik dan menerapkan teknik pengendalian de-ngan memanfaatkan peran musuh alami serangga hama atau antagonis patogen penyebab penyakit, dan penggunaan pestisida nabati. Teknik konservasi lahan untuk mengendalikan erosi dan penyakit lincat dikem-bangkan pada lahan tembakau temanggung dengan menerapkan penggunaan varietas tahan penyakit, pem-buatan terassering dan penguatnya, pengolahan lahan minimal, dan aplikasi mikroba antagonis. Teknologi ramah lingkungan tersebut telah diterapkan di tingkat petani dan memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan komoditas.Technology innovations for tobacco, fibers, and industrial-oil crops are directed to increase production and quality of the products, efficiency, and environmentally-friendly technologies. The efficiency and environ-menttally-friendly technologies are focused on the pre-harvest technology innovations that have minimal im-pacts on environmental damages. The technologies include superior varieties, pest control, and land conser-vation. The superior varieties are those that resistant to either insect pests or diseases, i.e. tobacco: Prancak 95, Prancak N1, Prancak N2, Kemloko 2, and Grompol Jatim 1; cotton: Kanesia 11–Kanesia 13; kenaf: Ka-rangploso 14–Karangploso 15; sesame: Sumberrejo 4; and  castor: Asembagus 81.  Environmentally-friendly pest control is to limit or no use synthetic-chemical pesticides in pest control, but optimally make use the role of natural enemies and antagonists and use biopesticides. Land conservation technique to control erosi-on as well as ”lincat’ disease has been developed in fields of temanggung tobacco by using tobacco variety resistant to the disease, terracering, minimum tillage, and application of antagonist microbes. Those techno-logies has been implemented in the farmers’ fields and has a positive impacts for the commodity develop-ment. 
Potensi Tembakau Virginia Flue Cured Varietas NC 100 di Lombok . Suwarso; Anik Herwati; A.S Murdiyati; Deciyanto S.; Imam Santoso; Dian Haryanto; M. Yasin; Djadmiko Pambudi
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v1n1.2009.1-9

Abstract

Tembakau virginia fc varietas NC 100 diimpor dari ProfiGen do Brasil Ltda. dan diuji potensi hasil dan mutunyadi Pringga Jurang, Kopang Rembiga, dan Semaya, Lombok pada musim tembakau tahun 2006. Sebagaipembanding digunakan PVH 09. Pengujian dilakukan pada dua waktu tanam, yaitu akhir bulan Juli dan akhirbulan Agustus 2006. Untuk membandingkan kedua varietas, pada setiap unit pengujian digunakan uji t.Hasil pengujian menunjukkan NC 100 dapat menghasilkan 1,932 ton/ha kerosok, indeks mutu 48,08, danindeks tanaman 94,01. Produktivitas PVH 09 1,861 ton/ha kerosok dengan indeks mutu dan indeks tanaman45,08 dan 83,97. Ketahanan lapangan NC 100 terhadap penyakit lanas dan layu bakteri lebih rendah dibandingPVH 09, tetapi NC 100 lebih tahan terhadap TMV dan TEV dibanding PVH 09.
Pengujian Efektivitas Penggunaan Pupuk ZK terhadap Hasil dan Mutu Tembakau Madura A.S Murdiyati; Anik Herwati; . Suwarso
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 1, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v1n1.2009.10-16

Abstract

Tembakau madura merupakan bahan baku rokok keretek. Tembakau ini berkembang utamanya di KabupatenPamekasan dan Sumenep, kemudian meluas sampai ke Kabupaten Sampang. Salah satu permasalahanyang dihadapi adalah status kalium (K) tanah di Madura umumnya rendah sampai sedang, dan gejala kekahatan(kekurangan) akan kalium ini sudah terdeteksi sejak tahun 1989. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pemberian pupuk ZK terhadap produksi dan mutu tembakau madura di lahan petani. Pengujiandilakukan pada 22 unit lahan petani di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Perlakuanadalah pemupukan dengan 100 kg ZK per hektar. Sebagai kontrol adalah 22 unit lahan petani yang tidakmenggunakan pupuk ZK. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pemberian 100 kg ZK per hektar padatembakau madura dapat meningkatkan indeks mutu 19,3%, harga tembakau Rp4.019,00/kg (19,4%), indekstanaman 27,3% dan penerimaan petani Rp2.267.818,00/ha (18,4%). Ratio tambahan keuntungan terhadaptambahan biaya dengan penggunaan pupuk ZK 100 kg per hektar adalah 1,57.

Page 1 of 1 | Total Record : 10