cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 5 (2017)" : 25 Documents clear
PENGATUR SUHU AIR PADA VALVE TANGKI AIR HANGAT MENGGUNAKAN PID KONTROLER R. Afin Priswiyandi; Erni Yudaningtyas; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi masyarakat perkotaan yang hidupnya penuh dengan aktivitas hingga larut malam, mandi dengan air hangat kerap menjadi pilihan. Namun saat mandi dengan air hangat, pastikan suhu air yang digunakan tepat karena jika terlalu hangat atau bahkan panas akan berdampak buruk pada kulit. Seseorang membutuhkan air hangat sekitar suhu 37°C – 45°C untuk mandi. Berdasarkan permasalahan yang di temukan maka penelitian ini mencoba menerapkan kontrol PID untuk mengatur suhu air dengan suatu algoritma program pada sebuah mikrokontroler. Parameter PID yang digunakan dicari menggunakan metode Ziegler-Nichols pertama. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan kp=2,88, ki=0,288, dan kd=72 Kontroler menggunakan arduino uno sebagai pengolah data dan menghasilkan sinyal kontrol berupa PWM sehingga menghasilkan sinyal kontrol pada serial monitor. Motor servo diatur dengan dicatu oleh LM2596s dengan mengatur tegangan kerjanya. Sensor suhu LM35 diberikan catu daya oleh Arduino uno. Hasil pengujian diketahui response sistem menjadi lebih cepat 0,3s untuk settling time, 0,05s untuk time delay dan rise time, 0,4S untuk peak time. Namun memiliki overshoot 3% lebih besar dibandingkan sebelum menggunakan PID meski error steady state setelah menggunakan PID hanya 2,24%.   Kata kunci: PID, response, water heater, PWM   SUMMARY                     For urban communities whose lives are full of activity late into the night, bathing in warm water is often an option. However, when bathing with warm water, make sure the water temperature is used precisely because if too warm or even hot will have a negative impact on the skin. Someone needs warm water around 37° C - 45° C for bathing. Based on the problems found in this research tries to apply PID control to regulate the water temperature with an algorithm program on a microcontroller. PID parameters are used sought to use Ziegler-Nichols method first. Based on the testing that was done then obtained kp = 2,88, ki = 0,288, and kd = 7,2 The controller uses arduino uno as a data processor and generate PWM control signals form so as to produce a control signal on the serial monitor. Servo motors supplied by LM2596s regulated by adjusting the working voltage. LM35 temperature sensor supplied by the power supply Arduino Uno. The test results are known to be faster system response 0.3s for settling time, 0.05s for the time delay and rise time, 0.4s for peak time. However it has overshoot 3% higher than before using the PID error steady state even after using PID only 2.24%.   Keyword: PID, response, water heater, PWM
PENGONTROLAN SUHU PADA PENETAS TELUR ITIK MENGGUNAKAN KONTROLER PI Willi Bangun Iswara; Erni Yudaningtyas; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penetas telur adalah sebuah alat yang membantu proses penetasan pada telur. Cara kerja mesin atau alat tersebut melalui proses pengeraman tanpa induk dengan menggunakan sebuah lampu pijar sebagai pengganti. Oleh karena itu, alat ini sering dipakai dipertenakan unggas untuk mengeramkan telur-telur yang telah dibuahi.Itik merupakan unggas petelur yang cukup produktif dalam bertelur. Tetapi itik memiliki sifat mengeram yang sangat rendah, sehingga untuk menetaskan perlu dilakukan secara buatan. Masa tetas teler itik yaitu 28 hari, telur itik dapat menetas dengan baik dipengaruhi oleh temperatur/suhu yang sesuai. Dengan perlakuan pola suhu 37,50C (hari 1-21), 39,50C (hari 22-24) selama 3 jam per hari, 37,50C (hari 25) dan 370C (hari 26-28). Perlakuan suhu ditingkatkan pada siang hari. Suhu dinaikkan selama 3 jam dihitung sejak suhu mesin tetas stabil (Sa’diah, I’an Natu, dkk. 2015). Pada penelitian ini dilakukan pengontrolan suhu dengan mengunakan kontroler PI. Sebagai kontroler yang mana akan mengoperasikan seluruh sistem karena memiliki dalam performa sistem dan menghilangkan offset.Berdasarkan perilaku yang telah dilakukan dengan metode 1 Ziegler-Nichols, maka didapatkan nilai Kp = 5,6322 dengan Ki = 0,057 dan toleransi error 2%. Parameter tersebut selanjutnya diterapkan pada program untuk menguji respon kontrol dari perangkat keras yang telah dibuat. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai (waktu tunda) sistem sebesar 24 detik, nilai (settling time) sistem sebesar 446 detik, nilai (overshoot) sistem sebesar 6,77% dan nilai %E (error steady state) sistem sebesar 1,14%.Kata Kunci —Pengontrolan, suhu, kontroler PI
APLIKASI VOICE OVER IP (VOIP) PADA SERVER HP ML110G7-SATA DENGAN KOMUNIKASI BERBASIS SESSION INITIATION PROTOCOL (SIP) Fajar Pamungkas; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Voice Over Ip (VoIP) pada Server Hp Ml110g7-Sata Komunikasi Berbasis Sip adalah Aplikasi yang memanfaatkan Server Hp Ml110g7-Sata sebagai server VoIP untuk komunikasi pada jaringan VoIP dengan Trixbox sebagai system operasi utamanya yang diinstal pada server Hp Ml110g7-Sata yang digunakan untuk mendaftarkan client agar bisa terhubung dan berkomunikasi pada jaringan VoIP. Layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memanfaatkan  jaringan internet (Internet Protokol) untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronik dan realtime dengan cara mengubah format suara ke dalam bentuk digital melalui suatu standar untuk voice coding yang direkomendasikan oleh International Telecommunication Union – Telecommunication Sector (ITU-T), sehingga komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan biaya lokal saja. Layanan VoIP dapat di gunakan pada perangkat mobile dengan  sistem  operasi Android maupun PC melalui layanan data internet baik WIFI / Hotspot, Handphone, Kabel Modem, dll. Unsur pembentuk VoIP adalah User agent, Proxy, Protocol dan Coder-Decoder (CODEC). Trixbox merupakan softswicth untuk mengoperasikan proxy, yang berbasis session initiation protocol (SIP). Pada penelitian dilakukan desain konfigurasi layanan mobile VoIP pada Aplikasi Server Hp Ml110g7-Sata dan kajian penerapannya. Parameter yang akan diukur adalah QoS serta performansi server dengan jumlah user aktif  meliputi delay, jitter, packet loss berserta beban prosesor maupun app memori pada server untuk melihat kinerja server.   Kata kunci : Server VoIP, Trixbox, ITU T, Hp Ml110g7-Sata, Performansi server, Quality of Service (QoS)   ABSTRACT Voice Over Ip (VoIP) Application on Hp Server Ml110g7-Sata Sip-Based Communication is an Application that utilizes Hp Ml110g7-Sata Server as a VoIP server for communication on VoIP network with Trixbox as its main operating system installed on Hp Ml110g7-Sata server which is used for Register client to be able to connect and communicate on VoIP network. The Voice over Internet Protocol (VoIP) service is a technology that utilizes Internet (Internet Protocol) network to provide voice communications electronically and realtime by converting voice formats into digital form through a standard for voice coding recommended by International Telecommunication Union - Telecommunication Sector (ITU-T), so remote communication can be done at local cost only. VoIP services can be used on mobile devices with Android operating system or PC via internet data services either WIFI / Hotspot, Mobile, Modem Cable, etc. VoIP forming elements are User agents, Proxy, Protocol and Coder-Decoder (CODEC). Trixbox is a softswicth for operating proxies, based on session initiation protocol (SIP). In this study, the design of VoIP mobile service configuration on the Hp Ml110g7-Sata Application Server and its application implementation. The parameters to be measured are QoS as well as the performance of the server with the number of active ussers including delay, jitter, packet loss along with the processor load and app memory on the server to see server performance. Keyword : VoIP Server, Trixbox, ITU T, Hp Ml110g7-Sata, Server Performance, Quality of Service (QoS)
Analisis Pengaruh Ketinggian Lokasi Dan Antena Stasiun Pemancar Radio Siaran FM Frekuensi 88 – 107,7 MHz Terhadap Peformasi Di Wilayah D.I. Yogyakarta Haryo Widagdo; Erfan Achmad Dahlan; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai 4 Kabupaten dan satu Kota Yogyakarta . Secara fisiografis dikelompokkan menjadi 4 area yaitu : Gunung Merapi, Pegunungan Sewu, Pegunungan Kulonprogo dan Dataran rendah, jumlah penyelenggara radio siaran FM kurang lebih 42. Pemantauan Kinerja (performa) radio siaran FM sebagai antisipasi untuk meminimalisir pelanggaran ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah seperti parameter teknis dan wilayah layanan. Parameter teknis yang dimaksud adalah frekuensi pembawa dan pengkanalan sesuai perijinan yang dimiliki, daya pancar, lebar pita dan deviasi frekuensi, sedangkan jangkauan pemancar adalah kuat medan (Field Strength)< 66 dBμV/m, Effective Height Above Average Terrsin (EHAAT), wilayah layanan pemancar radio siaran FM dipengaruhi tinggi lokasi dan tinggi antena pemancar. Pengukuran menggunakan beberapa alat ukur dan alat bantu yaitu Spectrum Analyzer (SPA), Antena, Field Strength Meter, GPS serta Applicasi Radio Mobile, sebagai obyek penelitian adalah radio “TS” FM dan Radio “JF’ FM yang mempunyai karakteristik berbeda ditinjau dari lokasi pemancar. Radio “JF “ FM mempunyai performa frekuensi kerja : 100,9 MHz, lebar pita : 208,7 KHz, ERP : 6,3 kilowatt , tinggi lokasi : 291 mdpl , tinggi antena : 36 meter, EHAAT : 127,19 meter sedangkan Radio “ TS “ FM mempunyai performa frekuensi kerja : 97 MHz, lebar pita : 194,18 KHz, ERP : 5,9 kilowatt , tinggi lokasi : 132,7 mdpl, tinggi antena : 32 meter, EHAAT : 2,8 meter. Analisa performa radio siaran dengan menggunakan applikasi radio mobile bahwa Radio “ JF “ FM mempunyai tinggi lokasi 291 m dpl dan tinggi antena : 36 meter menghasilkan Daya Pancar ERP (effective radiated power) : 6,3 kilo watt dan Effective Height Above Average Terrsin (EHAAT) : 127,19 meter, melebihi jarak jangkauan yang ditetapkan Pemerintah yaitu 12 km dan berpeluang menyebabkan interferensi kepada radio FM lainnya.Kata Kunci: Performa Radio FM, Ketinggian Antena, Pengaruh Lokasi Pemancar Radio Siaran FM, EHAAT, ERP.
PENGONTROLAN SEKUENSIAL UNTUK SISTEM 5 POMPA AIR DENGAN MENGGUNAKAN YOKOGAWA DCS YOKOGAWA CENTUM VP Muhammad Bukhori Rofiq; n/a Purwanto; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak— Instrumentasi pengontrolan sekuensial telah berkembang pesat, salah satu instrumentasi pengontrolan yang paling banyak digunakan dalam dunia industri ialah DCS (Distributed Control System). Teknik pengontrolan DCS mampu meningkatkan performasi dan mampu mengendalikan sistem dengan multi-input maupun multi–output. Penerapan aplikasi DCS dilakukan pada suatu pompa air DC 24 V, yaitu dengan melakukan pengontrolan level. Kontrol multivariabel dilakukan pada satu variabel kontrol, antara lain variabel level. Plant yang diatur berupa 2 wadah tangki. Level ketinggian air yang di kontrol akan namambahkan air dalam tangki. Level air pada tangki akan selalu berubah - ubah dan menentukan setpoint agar air tidak melebihi batas tinggi tangki 15 cm. Analisis dilakukan untuk mengamati performansi yang diberikan sistem. Pengujian menunjukkan dari level awal 0 cm dengan luas volume tangki sebesar 48,6 m3 dengan level air setiap 30 detiknya 2,16 liter/detik serta waktu level air naik selama kebatas maksimal 23 menit dan batas maksimalnya adalah 15,3 cm. Sistem berjalan secara sekuensial karena kinerja pompa yang berjalan secara berurutan sehingga mendapatkan kinerja yang optimal. Kata kunci: pompa air, kontrol sekuensial, pump plant control, DCS Yokogawa Centum VP.   Abstract— Sequential control instrumentation has grown rapidly, one of the most widely used instrumentation controls in the industrial world is the DCS (Distributed Control System). DCS control techniques can improve performance and be able to control the system with multi-input and multi-output. Application of the DCS application is performed on a 24 V DC water pump, by controlling the level. Multivariable controls are performed on one control variable, including level variables. Plant arranged in the form of 2 container tank. The controlled water level will add water in the tank. The water level in the tank will always vary and determine the setpoint so that the water does not exceed the 15 cm height limit. The analysis is performed to observe the performance given by the system. The test shows from the initial level of 0 cm with the tank volume area of 48.6 m3 with the water level every 30 seconds 2.16 liter / second and the water level rise during the maximum limit of 23 minutes and the maximum limit is 15.3 cm. The system runs sequentially due to the performance of the pump running in sequence so as to obtain optimal performance. Keywords: water pump, sequential control, pump plant control, DCS Yokogawa Centum VP.

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue