cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013" : 167 Documents clear
Kajian Principal-Agent pada Lembaga Publik di Unit Aktivitas Bola Basket Universitas Brawijaya Muhammad Amri Suhudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.263 KB)

Abstract

Kegiatan keolahragaan dilakukan bukan hanya untuk kesehatan, melainkan dapat menjadi persaingan sebuah lembaga atau organisasi untuk mendapatkan penghargaan (pencitraan). Hal tersebut menurut Coakley dan tercantum pada Sistem Keolahragaan Nasional  UU RI No.3 tahun 2005. Dari keolahragaan di kalangan mahasiswa, pembinaan menentukan output yang berkualitas sehingga tidak ada yang rugi seharusnya. Faktanya terdapat perbedaan pembinaan yang dilakukan di setiap universitas dengan tujuan yang sama (pencitraan).   Analisis yang dilakukan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk menjawab apa saja yang terjadi pada hubungan pihak rektorat Universitas Brawijaya (principal) dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Basket (agent). Hasilnya, hubungan principal-agent yang diterapkan di  UB  diberlakukan kontrak secara tertulis tetapi hubungan ini memiliki perjanjian (kontrak) secara otomatis. Hubungan  tersebut bisa di analisis dalam teori ekonomi kelembagaan baru yang dapat menimbulkan masalah keagenan. Hal ini juga disebabkan kedudukan principal dan agent tidak seimbang dalam pengaruh kekuasaan (power). Pembinaan  non akademik pada bidang keolahragaan bertujuan sebagai wadah untuk meningkatkan softskill mahasiswa dan mendapatkan citra nama baik atas prestasi yang diraih. Oleh karena itu pihak rektorat menerapkan pembinaan dalam sistem insentif dan monitoring yang pada dasarnya adalah bentuk kompensasi resiko atas pengorbanan mahasiswa yang berada di UKM Bola Basket sebagai agent.  Tetapi kenyataannya  insentif yang diterapkan lebih condong pada bentuk kepentingan pihak universitas saja, misalkan sebagai investasi ataupun biaya yang sulit. Begitu juga dengan monitoring yang kurang detail untuk agent (atlet/mahasiswa), misalkan kurangnya tanggung jawab atas cidera atlet. Hal ini tidak sesuai dengan teori kontrak pada ekonomi kelembagaan dan hukum kontrak innominate yang masih berkembang di Negara Indonesia. Kata Kunci : Principal, agent, kontrak, monitoring, insentif.
PERANAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA PERIODE 2007-2011 Angga Bayu Maiditama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.589 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong merupakan lahan bagi para tenaga kerja untuk mencari rezeki dan mencari pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena, di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong tidak terbatas sebagai nelayan saja, karena disana juga terdapat berbagai macam aktivitas lain. Mulai dari pengangkatan ikan dari kapal ke pelabuhan, pendataan hasil penangkapan, pemilahan ikan, serta pengepakan ikan. Berdasarkan data yang telah dihitung, dapat disimpulkan bahwa tingkat pertumbuhan elastisitas kesempatan kerja yang diperoleh dari perbandingan antara pertumbuhan pekerja subsektor perikanan dengan pertumbuhan PDRB subsektor perikanan yang ada di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan selama periode pengamatan, hal ini disebabkan oleh kurangnya hasil pemasokan perikanan yang disebabkan oleh musim yang tidak menentu, banyaknya masyarakat yang beralih profesi menjadi petani karena tabama menjadi subsektor yang dominan menonjol selama periode pengamatan dan kurangnya pengetahuan atau keahlian masyarakat dalam mengelola hasil-hasil sungai, mereka hanya fokus pada pencarian ikan di laut.Secara umum dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan PDRB subsektor perikanan akan mendorong pertumbuhan tenaga kerja subsektor perikanan Kabupaten Lamongan atau dengan kata lain bahwa pertumbuhan PDRB subsektor perikanan akan membawa akibat bagi meningkatnya kesempatan kerja subsektor perikanan di Kabupaten Lamongan. Selain itu dapat juga dikatakan bahwa pertumbuhan subsektor perikanan akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlihat melalui perhitungan PDRB, maka dengan sendirinya akan mempengaruhi pula pengguna tenaga kerja dan akan menciptakan peluang bagi para pencari kerja. Oleh karena itu, subsektor perikanan ini memang layak untuk ditumbuhkembangkan dan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Kata kunci: Pelabuhan Perikanan, Penyerapan Tenaga Kerja, PDRB
UPAYA PENGEMBANGAN USAHA PENGRAJIN BATIK MALANGAN (Studi Kasus di Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang) Murtadlo, Arif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.15 KB)

Abstract

Batik telah menjadi salah satu ikon budaya yang secara turun temurun telah diwariskan oleh nenek moyang dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya asli Indonesia. Batik merupakan asset bangsa yang harus dilestarikan agar tidak punah oleh zaman. Keberadaan batik menjadi sangat penting bagi perkembangan perekonomian di Indonesia. Kabupaten Malang terdapat usaha penghasil batik malangan yang terletak di Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Batik yang memiliki ciri khas tersendiri yang terus berupaya untuk dikembangkan dengan maksimal dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.  Batik malangan muncul pada tahun 1996  di Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Ada berbagai upaya untuk mengembangkan batik tersebut. Upaya pengembangan tersebut yaitu melalu pemanfaatan modal dengan maksimal yaitu modal fisik, modal keuangan, modal manusia dan modal sosial. Upaya selanjutnya strategi pengembangan pasar agar kelangsungan batik malangan tetap terjaga dan agar batik malangan lebih dikenal luas dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan dunia. Upaya pengembangan berikutnya dengan cara strategi pengembangan  produk baru. Upaya ini diharapkan supaya batik malangan dapat bersang dengan daerah penghasil batik yang ada di Indonesia, seperti Jogja, Solo, Madura, Pekalongan, Pacitan, Banyuwangi dan lain sebagainya. Perkembangan budaya dan fashion juga akan berdampak positif terhadap batik malangan. Batik digunakan secara meluas di segala kalangan mulai dari anak muda sampai orang dewasa. Demikian populernya batik, di masa kini  batik  tidak hanya dipakai sebagai baju atau pakaian saja. Banyak bentuk modifikasi berbagai keperluan rumah tangga yang berasal dari batik, seperti tas, sandal, sepatu, sprei, taplak meja, kerudung, aksesoris, suvenir, dan lain sebagainya.Kata Kunci: Batik, Batik Malangan
ANALISIS PENENTU EKSPOR KOPI INDONESIA Bismo Try Raharjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.454 KB)

Abstract

Coffee is  one of the primary  exports  commodity  of Indonesia. Where Indonesia  is the third largest coffee producer in the world after Brazil and Vietnam with supply around 6% of total world coffee production, and Indonesia is the fourth largest coffee exporter in the world with the 11% market share of the world.  This research is aimed to assess the factors that influence the volume of Indonesia coffee exports. Researcher used the panel data regresion as method of this research and secondary data of 1994-2010 as the type of research data with 8 importers countries as the object of the study The result of this research concluded that the factors significantly affect the volume of Indonesia coffee exports are real PDB of importer countries, exchange rate Rupiah to US Dollar, and retail price of the importer countries. However, the monetary crisis of the year 1998 affect to the volume of Indonesia coffee exports.Keywords : Coffee, Export, International trade
Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Studi Kasus Tahun 2001-2011 Rachmadi, Arif Lukman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.057 KB)

Abstract

Sebagai Negara  berkembang, Indonesia memiliki masalah uitama dalam hal permodalan. Modal dibagi menjadi dua, yaitu modal dai dalam negeri dan modal dari luar negeri yang biasa disebut dengan utang. Dalam perkembangannnya, Indonesia lebih memilih untuk menggunakan cara instan dan cepat untuk membiayai perekonomian dengan menggunakan utang luar negeri. Penggunaan utang luar negeri ini dalam jangka pendek maupun panjang akan mempengaruhi perekonomian. Indikator lain yang juga terkait dengan permodalan adalah Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai simbol penanaman modal langsung oleh perusahaan multinasional, Tabungan Domestik sebagai simbol kemandirian permodalan dalam negeri dan Debt Service Ratio sebagai indikator kemampuan Indonesia membayar pokok dan cicilan utang luar negeri.   Tujuan penelitian ini  adalah  untuk   mengetahui bagaimana pengaruh variabel  Utang Luar Negeri,  Penanaman  Modal  Asing, Debt  Service  Ratio  dan  Tabungan Domestik  terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 2001-2011. Analisis  data  pada  penelitian  ini  menggunakan  Metode  Regresi  Linear Berganda.  Uji  hipotesis  menggunakan  pengujian  secara  parsial  (uji  t),  simultan (uji  F)  dan  Uji  Koefisien  Determinasi  (R2).  Uji Asumsi Klasik dengan Normalitas, Multikolinearitas, Heterokesdastisitas dan Autokorelasi. Data-data  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah  data  Utang Luar Negeri (Pemerintah, Bank Central dan Swasta),  Penanaman Modal Asing, Debt Service Ratio, dan Tingkat Tabungan Domestik Tahun 2001 – 2011.  Hasil  penelitian  menunjukkan   bahwa seluruh variabel  independen, yaitu Utang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing, Debt Service Ratio dan Tabungan Domestik memilikipengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diwakili oleh variabel PDB. Variabel Utang Luar Negeri dan Tabungan Domestik memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap PDB, sedangkan variabel Penanaman Modal Asing dan Debt Service ratio memiliki pengaruh yang signifikan negative terhadap PDB. Kata kunci : PDB, Utang Luar Negeri, PMA, Tabungan Domestik, Debt Service Ratio
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PENGRAJIN SEPATU (Studi Kasus Pengrajin Sepatu Register dan Non Register di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto) SUBONO, M. RIZKI WARDHANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertuju anuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pengrajin  sepatu  di Kabupaten  Mojokerto,  dimana  Kerajinan  tersebut masih tetap  mampu bersaing dan  bertahan sehingga  dapat dijadikan sebagai salah satu usaha strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapatan pengrajin sepatu baik register maupun non register dipengaruhi oleh penggunaan tenaga kerja, lama usaha, tingkat pendidikan dan jumlah produksi. Pendapatan pengrajin sepatu register dipengaruhi oleh penggunaan tenaga kerja dan jumlah prduksi, sedangkan pendapatan pengrajin sepatu non register dipengaruhi oleh jumlah produksi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa  adanya perbedaan antara pengrajin sepatu register dan  non register dalam memperoleh pendapatan, pengrajin sepatu register memiliki kelebihan didalam penggunaan tenaga kerja karena adanya sistem kontrak hasil produk dengan industri sepatu besar. Selanjutnya pengrajin sepatu non register hanya dengan meningkatkan jumlah produksinya didorong dengan pemasaran yang baik akan dapat mempengaruhi tingkat pendapatan pengrajin. Kata kunci: Tenaga kerja, Lama usaha, Tingkat pendidikan, Jumlah produksi
EVALUASI KELAYAKAN USAHA GARAM RAKYAT BERPOLA SUBSISTEN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN EKONOMI DI KAWASAN PESISIR (Studi Pada Kelompok Petani Garam PUGAR Kabupaten Pasuruan) Nur saulah; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi mengenai manfaat  –  biaya (cost  – benefit) dari usaha garam rakyat di Kabupaten Pasuruan yang berpola subsisten, (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari usaha garam rakyat, (3) Mengetahui seberapa tingkat sensitivitas usaha garam rakyat terhadap perubahan beberapa variabel seperti harga jual garam, tingkat produksi, biaya-biaya produksi dan dana bantuan pemerintah (BLM) dan (4) Mengetahui titik pulang pokok/break even point (BEP) dari usaha garam rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif dengan data diperoleh dari: data primer (wawancara secara langsung terhadap informan kunci, pengisian kuesioner, dokumentasi, dan observasi lapangan) dan data sekunder (berupa data dari BPS dan penelitian terdahulu). Analisa evaluasi kelayakan usaha garam rakyat berpola  subsisten  ini diukur dengan menggunakan indikator: Cost-Benefit analysisis yang meliputi: Nisbah Benefits, Nisbah Cost, Net Present Value  (NPV), B/C Ratio, BEP, Payback Periode (PP)  dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) di Kabupaten Pasuruan layak untuk dikembangkan secara kontinu karena berdasarkan perhitungan evaluasi kelayakan proyek, kelompok usaha tersebut memiliki biaya dan manfaat yang besar bagi petani garam rakyat dalam satu musim produksi (4–6 bulan per tahun), dengan nisbah Benefit sebesar Rp.4.119.988.500,- Nisbah Cost sebesar Rp.2.694.529.600,- NPV sebesar Rp.1.268.653.346,- B/C Ratio 1,529, dan BEP Rp.2.275.241.533,-  dengan rata-rata tingkat  pengembalian kelompok adalah 3,9 bulan, kemudian (dengan asumsi perubahan sebesar 40%) usaha garam sangat sensitif terhadap perubahan variabel harga dan hasil produksi, kurang sensitif terhadap perubahan biaya produksi dan  tidak peka terhadap perubahan variabel dana bantuan pemerintah berupa BLM, namun bantuan pemerintah (BLM) tersebut memberikan dampak yang besar terhadap beberapa kelompok PUGAR. Hal tersebut kemudian yang menjadi  dasar pertimbangan kebijakan pihak-pihak yang berkaitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya Kabupaten Pasuruan melalui: perbaikan sistem pemasaran garam dan stabilitas harga garam, perbaikan fasilitas sarana & prasarana usaha garam agar produksi garam semakin meningkat dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam nasional sekaligus  terwujudnya pembangunan ekonomi di kawasan pesisir.Kata Kunci: Ekonomi Subsisten, PUGAR, Evaluasi Kelayakan Proyek,Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan, Petani Garam Rakyat
PENGARUH INDEKS PERSEPSI KORUPSI, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENERIMAAN PAJAK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI ASEAN-5 TAHUN 2002-2011 Rino Bagus Haryanto; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.526 KB)

Abstract

This paper is based on the empirical evidence on the effects of corruption on economic growth. There are two different opinions, some have argued that corruption can reduce economic growth and others argue corruption can increase economic growth. Based on empirical evidence to the contrary in various objects of research, the authors try to review and analyze how the effects of corruption on economic growth in ASEAN-5 countries consisting of  Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand and the Philippines. ASEAN-5 is a region that describes the emerging economies. This paper uses panel data analysis of five countries during the period of 2002-2011. Keywords: Corruptions, ASEAN-5, Corruption Perceptions Index, Growth, Rent-seeking.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL (Studi Kasus Pada Industri Krupuk Rambak di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto) Rizky Adrianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.932 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kecil di kabupaten Mojokerto, dimana  industri kecil  tersebut masih tetap mampu bersaing dan bertahan, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu usaha strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, fokus penelitian ini lebih dititikberatkan pada bidang sumber daya manusia, yaitu tentang pengaruh  bahan baku  , nilai produksi dan modal  kerja terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri kecil di Kabupaten Mojokerto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel-variabel bebas yang meliputi nilai produksi (X1) dan bahan baku (X3) mempengaruhi variabel terikatnya, yaitu jumlah tenaga kerja (Y). Akan tetapi variabel modal kerja  (X2)  tidak mempengaruhi jumlah tenaga kerjanya. Kata Kunci : Nilai Produksi, Modal Kerja, Bahan Baku
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2011 TERHADAP LEGALITAS PENGELOLAAN ZAKAT OLEH LEMBAGA AMIL ZAKAT (Studi Pada Beberapa LAZ Di Kota Malang) Trie Anis Rosyidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.702 KB)

Abstract

Dengan potensi zakat yang termasuk dalam  rukun Islam dan lima nilai instrumental yang dapat mengentaskan kemiskinan, pemerintah mengamandemen    undang-undang nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat menjadi undang-undang nomor 23 tahun 2011 untuk memperbaiki undang-undang  nomor 38 tahun 1999 yang dianggap belum dapat memenuhi kebutuhan hukum saat ini. Namun, pada implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011  terdapat pro-kontra di masyarakat karena terdapat pasal  –  pasal yang multitafsir yang dapat menghambat legalitas lembaga amil zakat. Peneliti akan mengamati bagaimana implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011 terhadap legalitas pengelolaan zakat oleh lembaga amil zakat (studi pada beberapa LAZ di Kota Malang) Dengan menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan content analysis sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa dalam implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011 terhadap legalitas pengelolaan zakat oleh lembaga amil zakat (studi pada beberapa LAZ di Kota Malang)  belum  tersosialisasi kepada masyarakat sehingga pihak pengelola zakat dan masyarakat ragu bahwa undang-undang nomor 23 tahun 2011tentang pengelolaan zakat  benar-benar diterapkan  , hal ini dikarenakan masih banyaknya pasal yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat sehingga menghambat legalitas LAZ dalam mengelola zakat. Maka, diperlukan peninjauan ulang dan sosialisasi mengenai undang-undang nomor 23 tahun 2011tentang zakat. Kata kunci: zakat, pengelolaan zakat, UU No.23/2011 tentang pengelolaan zakat

Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue