cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Bisnis
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2015): JUNI" : 25 Documents clear
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN SINGLE INDEX MODEL UNTUK MEMINIMUMKAN RISIKO BAGI INVESTOR DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI PADA SAHAM INDEKS KOMPAS 100 PERIODE FEBRUARI 2010-JULI 2014) Agustin Tri Setyoningsih
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.925 KB)

Abstract

Investments can be made in the capital market, capital market instruments which are mostly attractive for investors is stock. Stock provides a return in the form of capital gains and dividends yield, not only noticing the return, investors need to pay attention to the investments risk. Unsystematis risk can be minimized by forming the optimal portfolio using one of the methods that is single index model. Study purpose is to knowing the stocks forming the optimal portfolio, the proportion of funds allocated to each stocks, the level of expectation return and risk.The method used in this research is descriptive research method with a quantitative approach. The samples used were 46 stocks in Kompas 100 Index, which meets the criteria for sampling. The results showed that 12 stocks of forming optimal portfolio, the stocks of which are UNVR, TRAM, MNCN, BHIT, JSMR, BMTR, GJTL, KLBF, AALI, CPIN, AKRA, and ASRI. Stock with highest proportion of funds is TRAM (23,52%), stock with lowest proportion of funds is AALI (0,62%). Portfolio which are formed will give return expectations by 3,05477% and carry the risk for about 0,1228%. Keywords: Optimal Portfolio, Single Index Model, Kompas 100 Index, Expected Return, Risk. Abstrak Investasi dapat dilakukan pada pasar modal, instrumen pasar modal yang paling diminati investor adalah saham. Saham memberikan return berupa capital gain dan dividen yield, selain memperhatikan return investor perlu memperhatikan risiko yang ditanggung. Risiko tidak sisitematis dapat diminimalisir dengan membentuk portofolio optimal menggunakan salah satu metode yaitu single index model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saham-saham yang menjadi pembentuk portofolio optimal, besarnya proporsi  dana yang dialokasikan untuk  masing-masing saham, besarnya return ekspektasi dan tingkat risikonya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 46 saham pada Indeks Kompas 100, yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 perusahaan dari sampel penelitian merupakan saham pembentuk portofolio optimal, yang terdiri dari saham UNVR, TRAM, MNCN, BHIT, JSMR, BMTR, GJTL, KLBF, AALI, CPIN, AKRA, dan ASRI. Saham dengan proporsi dana tertinggi dimiliki oleh TRAM (23,52%), sedangkan saham dengan proporsi dana terendah dimiliki oleh saham AALI (0,62%). Portofolio yang terbentuk memberikan return ekspektasi sebesar 3,05477% dengan tingkat risiko sebesar 0,1228%. Kata kunci: Portofolio Optimal, Single Indeks Model, Indeks Kompas 100, Return Ekspektasi, Risiko.
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN ROI DAN ROE PADA BANK CAR TINGGI DENGAN BANK CAR RENDAH (Studipada Bank Umum yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2013) . Piteriya
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.362 KB)

Abstract

Good capital management indispensable in running the company. In this research, discusses how the bank's performance in managing their capital, capital is used to finance the operations of the company in order to run smoothly. In measuring the performance of the bank in managing their capital used capital adequacy ratio, capital adequacy ratio is used to improve the company discipline and professionalism to manage all assets held to earn profits for the company and also used to assess how much the company's ability to bear risk that may occur. This research aims to determine the performance of a bank that has a high CAR with a bank that has a low CAR, as measured by profitability ratio that is ROI (Return On Investment) and ROE (Return On Equty), ROI and ROE is used because it is known that such a profitability ratio measurement the company's ability to generate profits, the greater level of profit of a bank, it will have an impact on increasing their own capital. With the increase equity capital of the bank health related to capital (CAR) have also increased. Results of this research is that the performance of the bank which has a high CAR is better when compared with banks that have a low CAR, the higher value of a bank, the bank's CAR will be solvable and vice versa, a bank that has a lower CAR identifies that these banks are less solvable Keywords: Capital Adequacy Ratio, Return On Investment, Return On Equity Abstrak Pengelolaan modal yang baik sangat diperlukan dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Pada penelitian ini, membahas tentang bagaimana kinerja bank dalam mengelola modalnya, dimana modal digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan agar berjalan lancar. Dalam mengukur kinerja bank dalam mengelola modalnya digunakan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio), rasio kecukupan modal digunakan untuk meningkatkan disiplin dan profesionalime perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan dan juga digunakan untuk menilai seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko-risiko yang mungkin terjadi. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bank yang memiliki CAR tinggi dengan bank yang memiliki CAR rendah, yang diukur dengan rasio rentabilitas yaitu ROI (Return On Investment) dan ROE (Return On Equty), ROI dan ROE digunakan karena seperti diketahui bahwa rasio rentabilitas merupakan pengukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, semakin besar tingkat keuntungan suatu bank, maka akan berdampak pada meningktnya modal sendiri. Dengan meningkatnya modal sendiri  maka  kesehatan bank yang terkait dengan permodalan (CAR) juga semakin meningkat. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kinerja bank yang memiliki CAR tinggi lebih baik jika dibandingkan dengan bank yang memiliki CAR rendah, semakin tinggi nilai CAR suatu bank maka bank tersebut akan lebih solvable dan begitu juga sebaliknya, bank yang memiliki CAR rendah mengidentifikasikan bahwa bank tersebut kurang solvabel. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio, Return On Investment, Return On Equity
ANALISIS REAKSI PASAR ATAS PENGUMUMAN STOCK SPLIT OLEH PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK. TAHUN 2013 (Studi Pada Perusahaan di Sektor Peternakan Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013) I Putu Gede Brahmaputra Waisnawa
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.658 KB)

Abstract

This research aims to examine an abnormal return and trading volume activity before and after the announcement of Stock Split by PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk period 2013. Stock split is break up a share to be n share. New per share price is 1 per n of the previous price. The population of this research is to the company ' s stock split and listed at the Indonesian Stock Exchange in 2013, which consisted of 6 companies. Sampling techniques this research taken using purposive sampling with sample criteria used is listed as company members of the Indonesian Stock Exchange engaged in basic industry and chemistry with livestock feed sub-sectors that do Stock Split period in 2013 and is not a State-owned enterprise. Based on predefined criteria obtained 1 sample company namely PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Type of this research is quantitative research using secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange website. Data analysis using Paired Samples T-test test and test the normality of the data. Based on the results of the statistical tests indicate that there is no significant difference in trading volume of activity before and after the announcement of Stock Split. Results of statistical tests abnormal return shows no significant difference between the abnormal return before and after the announcement of Stock Split. Keyword : stock split, abnormal return, trading volume activity, market reaction, Indonesia Stock Exchange Abstak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman Stock Split oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Tahun 2013. Stock Split adalah memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Harga per lembar saham baru adalah 1/n dari harga sebelumnya. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan Stock Split dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013 yang berjumlah 6 perusahaan. Teknik pemilihan sampel penelitian ini diambil menggunakan  purposive sampling dengan kriteria sampel yang digunakan adalah perusahaan yang tercatat sebagai anggota BEI yang bergerak dalam bidang industri dasar dan kimia dengan sub-sektor pakan ternak yang melakukan Stock Split periode tahun 2013 dan bukan merupakan badan usaha milik negara. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh 1 sampel perusahaan yaitu PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website BEI. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test dan uji normalitas data. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman Stock Split. Hasil uji statistik abnormal return menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman Stock Split. Kata kunci : stock split, abnormal return, trading volume activity, reaksi pasar, Bursa Efek Indonesia
PENGARUH INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA SBI, PENDAPATAN PER KAPITA, DAN EKSPOR TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2002-2013 Akhmad Muzakky
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.811 KB)

Abstract

The aim of this study was conducted to determine the effect of some macro-economic conditions on the value of the currency and economic growth. Those Macroeconomic conditions are inflation, SBI interest rate, per capita income and exports. This research included in this type of explanatory research. This study uses a quantitative approach. The data that is used are quarterly time series data 2002-2013 periods as many as 48 samples were sourced from Bank Indonesia and the Central Statistics Bureau. Saturated sampling method is used in this study with multiple linear regression analysis method as the method of analysis. Simultaneous test results showed that inflation, SBI interest rate, income per capita and exports have a significant effect on the currency and economic growth. Partial test results indicate that inflation, exports and per capita income has significant influence on the rupiah, while the variable interest rate of SBI, exports and per capita income has a significant influence on economic growth. Key words: Inflation, SBI interest rate, economic growth, Rupiah exchange rate ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa kondisi ekonomi makro terhadap nilai tukar Rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ekonomi makro yang dimaksud adalah inflasi, suku bunga SBI, pendapatan per kapita, dan ekspor. Penelitian ini termasuk dalam jenis explanatory research. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data time series triwulan periode 2002-2013 sebanyak 48 sampel yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode sampling jenuh digunakan dalam penelitian ini dengan metode analisis regresi linear berganda sebagai metode analisisnya. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa inflasi, tingkat suku bunga SBI, pendapatan per kapita dan ekspor memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa inflasi, ekspor dan pendapatan perkapita memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah, sedangkan variabel tingkat suku bunga SBI, ekspor dan pendapatan per kapita memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci : inflasi, suku bunga SBI, pendapatan per kapita, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar Rupiah
PENGARUH SUKU BUNGA TERHADAP AKTIVITAS PERDAGANGAN SAHAM (STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2005-2014) Guardian Muhammad
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.239 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of BI Rate and FED Rate partially and simultaneously on stock trading volume, stock trading value, and stock trading frequency by using multiple linear regression analysis. This study uses data quarter of 2005 to 2014 with 40 samples of data time series for each independent and dependent variables. Partial analyses result that; first, BI Rate affects on stock trading value and stock trading frequency negativelly, but does not affect on stock trading volume; second, FED Rate does not affect on stock trading volume, stock trading value, and stock trading frequency. Simoultan analyses result that BI Rate and FED Rate affect on stock trading value positively, but does not affect on stock trading volume and stock trading frequency. The findings in this study indicate the occurrence of asymmetric information to investors in receiving information about changes in BI Rate and FED Rate. It seems that investors tend to be more confident on self-assessment, ignoring changes in BI Rate and FED Rate, and more focus on the real return from the investments on selected stocks. Keywords: BI Rate, FED Rate, stock trading volume, stock trading value, stock trading frequency. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh BI Rate dan FED Rate secara parsial dan simultan terhadap volume perdagangan saham, value perdagangan saham, dan frekuensi perdagangan saham dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan data kuartal tahun 2005 hingga tahun 2014 dengan jumlah sampel 40 data time series untuk setiap variabel bebas dan terikat. Analisis parsial menunjukkan bahwa; pertama, BI Rate berpengaruh negatif terhadap value perdagangan saham dan frekuensi perdagangan saham, tetapi tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham; kedua, FED Rate tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham, value perdagangan saham, dan frekuensi perdagangan saham. Analisis simultan menunjukkan bahwa BI Rate dan FED Rate berpengaruh positif terhadap value perdagangan saham, tetapi tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham dan frekuensi perdagangan saham. Temuan dalam penelitian ini mengindikasikan terjadinya informasi asimetris pada investor dalam menerima informasi perubahan BI Rate maupun FED Rate. Hal ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih percaya diri terhadap penilaian diri sendiri, mengabaikan perubahan BI Rate maupun FED Rate, dan lebih tertuju pada real return dari investasi saham yang dipilih. Kata kunci: BI Rate, FED Rate, volume perdagangan saham, value perdagangan saham, frekuensi perdagangan saham.  
ANALISIS PENETAPAN HARGA INTRINSIK SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRICE EARNING RATIO (PER) SEBAGAI DASAR KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM (Studi Pada Perusahaan Sektor Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013) Bayu Dwi Saputra
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.353 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know calculation of intrinsic value of stock using price earning ratio (PER) method as well how the intrinsic value could be used as the basic of investment decision. This research study at building construction sector company which listed at Indonesian Stock Exchange. The sample of this research are PT. Adhi Karya (Persero), Tbk, PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, and PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk. This research using quantitative approaching method with financial mathematic analysis. The results showed a different condition from three sample of the population. PT.Adhi Karya (Persero),Tbk in an undervalued condition because the intrinsic value more than its market value, therefore investor should buy this type of stock. PT. Pembangunan Perumahan (Persero),Tbk  in an Correctly Valued condition because its intrinsic value at the same price with market value. PT.Wijaya Karya (Persero),Tbk in an Overvalued Condition which the intrinsic value are lower than its market value therefore investor have to sell this type of stock. Keywords : Stock, Intrinsic Value, Price Earning Ratio, Investment Decision Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penetapan harga intrinsik saham dengan menggunakan metode Price Earning Ratio (PER), serta mengetahui bagaimana harga intrinsik tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan investasi. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah PT. Adhi Karya (Persero), Tbk, PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, dan PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan matematika keuangan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi yang berbeda dari ketiga sampel saham perusahaan sektor konstruksi bangunan yang diteliti. Harga intrinsik Saham PT. Adhi Karya (Persero),Tbk berada di atas harga pasar dan berada dalam kondisi undervalued (harganya murah) sehingga keputusan yang tepat adalah membeli saham ini. Harga intrinsik Saham PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk sama dengan harga pasarnya dan berada pada kondisi Correctly Valued. Sedangkan harga intrinsik saham dari PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk berada di bawah harga pasar saham dan ada pada kondisi Overvalued (harganya mahal) sehingga keputusan yang tepat adalah menjual saham ini. Kata Kunci : Saham, Harga Intrinsik, Price Earning Ratio, Keputusan Investasi
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS DAN CAPITAL (RGEC) PADA BANK KONVENSIONAL BUMN DAN SWASTA (Studi pada Bank Umum Milik Negara dan Bank Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Bursa Adinda Putri Ramadhany
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.941 KB)

Abstract

The business activity of a bank could run well if its condition is in a healthy category, thus emerged PBI No. 13/1/PBI/2011 to assess the health level of bank. The purpose of this study was comparing the health level of state-owned and foreign exchange commercial banks. This research used three factor of RGEC they were risk profile using NPL and LDR, earnings using ROA and NIM, and capital performance using CAR to four state-owned banks and 22 foreign exchange commercial banks which were used as samples. The results showed that the health level of state-owned banks were better than the foreign exchange commercial banks as state-owned banks had higher average in ROA, NIM and CAR, despite the lower average in NPL and LDR. The higher value of ROA, NIM and CAR average from state-owned banks than foreign exchange commercial banks indicated that state-owned banks tried to keep their profitability,net interest income, and capital adequacy. While as seen from NPL and LDR, foreign exchange commercial banks tended to keep the credit risk and liquidity low. State-owned banks are expected to mind and supervise their credits to minimize credit and liquidity risks. foreign exchange commercial banks are expected to increase their financial ratios to compete with others. Keyword: the health level of bank, RGEC methode, risk profile, earnings, capital ABSTRAK Kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank dapat berjalan dengan lancar jika kondisi bank berada dalam kategori sehat oleh karena itu muncul PBI No.13/1/PBI/2011 untuk menilai kesehatan bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kesehatan antara bank BUMN dan swasta nasional devisa. Penelitian ini menggunakan tiga faktor pada RGEC yaitu profil risiko menggunakan NPL dan LDR, rentabilitas menggunakan ROA dan NIM dan permodalan menggunakan CAR pada empat bank BUMN dan 22 bank swasta nasional devisa yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan bank BUMN lebih baik daripada bank swasta nasional devisa karena nilai rata-rata ROA, NIM dan CAR bank BUMN lebih besar meskipun nilai rata-rata NPL dan LDR bank swasta nasional devisa lebih kecil dibandingkan dengan bank BUMN. Nilai rata-rata ROA, NIM dan CAR bank BUMN yang lebih besar menunjukkan bahwa bank BUMN berusaha menjaga perolehan laba, pendapatan bunga bersih serta kecukupan modal yang dimiliki sedangkan dilihat dari rasio NPL dan LDR, bank swasta nasional devisa cenderung menjaga risiko kredit dan likuiditasnya agar tetap rendah. Bank BUMN diharapkan menjaga dan mengawasi kredit yang diberikan untuk meminimalisir terjadinya risiko kredit dan likuiditas. Bagi bank swasta nasional devisa diharapkan mampu meningkatkan nilai rasio keuangannya agar dapat bersaing dengan bank-bank lain. Kata kunci: tingkat kesehatan bank, metode RGEC, profil risiko, rentabilitas, permodalan  
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA PENDIRIAN HOME INDUSTRY (Studi Kasus pada Home Industry Cokelat “Cozy” Kademangan Blitar) Abidatul Afiyah
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.955 KB)

Abstract

Chocolate Home Industry “Cozy” is a new business established by self funding, with amounted of money Rp10,000,000. The products are cocoa powder and chocolate bar with a variety of flavors. This research aims to determine the feasibility of investment in the establishment of Chocolate Home Industry “Cozy” where located at Jaten RT 01 RW 01 Kademangan Blitar. The research was conducted in January-February 2015 using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The technical and production aspects, organization and management aspects and also financial aspects with the calculation of the feasibility of investment such as Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Profitability Index (PI). Market and marketing analysis indicates that prospects for Chocolate Home Industry “Cozy” is good enough, it is seen from the increasing number of demand every year. Technical analysis and production showed that the location of the home industry is close to the residental allows them to recruit labors. Organization and management analysis shows that business owner has been running the management functions well, starting from planning, organizing, directing, and controlling. The result of financial analysis showed that Payback Period (PP) of that business is 1 year and 7 months, the Net Present Value (NPV) is 116.261.950, the Internal Rate of Return (IRR) is 116,33%, and the Profitability Index (PI) is 12,63. Keywords: Home Industry, The Feasibility Study, Aspects of Feasibility Study ABSTRAK Home Industry Cokelat “Cozy” merupakan usaha baru yang didirikan dengan modal sendiri, yaitu sebesar Rp10.000.000. Produk yang dihasilkan berupa cokelat bubuk dan cokelat batang dengan berbagai macam varian rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan investasi dalam pendirian Home Industry Cokelat “Cozy” yang beralamat di Lingkungan Jaten RT 01 RW 01 Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari-Februari 2015 dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek organisasi dan manajemen, serta aspek finansial dengan perhitungan kelayakan investasi berupa Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Analisis pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa prospek Home Industry Cokelat “Cozy” cukup baik, dilihat dari peningkatan jumlah permintaan setiap tahun. Analisis teknis dan produksi menunjukkan bahwa lokasi home industry dekat dengan pemukiman sehingga memudahkan untuk merekrut tenaga kerja. Analisis organisasi dan manajemen menunjukkan pemilik usaha telah menjalankan fungsi manajemen dengan baik. Analisis finansial dengan menggunakan 100% modal sendiri didapatkan hasil Payback Period (PP) yaitu 1 tahun 7 bulan, Net Present Value (NPV) sebesar 116.261.950, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 116,33%, dan Profitability Index (PI) sebesar 12,63. Kata Kunci: Home Industry, Studi Kelayakan, Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2013) Fidya Gumilang A
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.176 KB)

Abstract

The stock market is a meeting for interested parties such us the investors and the company. One of the investors are institutional ownership. Institutional ownership is one way to reduce a earnings management. Earnings management occurs because of the asymmetry information. Asymmetry information occurs, will encourage managers to present information that is not true. This study aimed to examine the effect of institutional ownership and asymmetry information on earnings management. The data used in this study is using time series data in the periode 2011 – 2013. The samples in this study using a purposive sampling techniques with some criteria, so the sample in this research is 30 manufactured companies which is listed in the Indonesia Stock Exchange. The measurement of institutional ownership variable in this study was measured by the percentage of the number of shares owned by instutions, asymmetry information variable measured by the bid-ask spread, while the earnings management is measured by the modified Jones model. Multiple linear regression analysis used in this study. The result of this study showed that the variables of institutional ownership has a negative significant effect on earnings management, while the asymmetry information variable has a positive significant effect on earnings management. Keywords: Institutional Ownership, Asymmetry Information, Agency Theory, Financial Report, and Earnings Management Abstrak Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak – pihak berkepentingan seperti pihak investor dan pihak perusahaan. Salah satu pihak investor yaitu kepemilikan institusional. Kepemilikan institusional merupakan salah satu cara untuk mengurangi tindakan manajemen laba. Manajemen laba terjadi karena adanya asimetri informasi. Asimetri informasi yang terjadi, akan mendorong manajer untuk menyajika informasi yang tidak sebenarnya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana pengaruh kepemilkan institusional dan asimetri informasi terhadap manajemen laba. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data time series tahun 2011–2013. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampel dengan beberapa kriteria,sehingga sampel dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perhitungan variabel kepemilikan institusional dalam penelitian ini dihitung berdasarkan persentase jumlah saham yang dimiliki institusi, variabel asimetri informasi dihitung dengan perhitungan bid-ask spread, sedangkan manajemen laba dihitung dengan model Jones modified. Analisis regresi linier berganda merupakan analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional memiliki pengaruh signifikan dengan hubungan negatif terhadap manajemen laba, sedangkan variabel asimetri informasi memiliki pengaruh yang signifikan dengan hubungan positif terhadap manajemen laba. Kata Kunci: Kepemilikan Institusional, Asimetri Informasi, Teori Agensi, Laporan Keuangan, dan Manajemen Laba
THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL AND TRANSACTIONAL LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL CULTURE IN DETERMINING EMPLOYEE’S JOB SATISFACTION (Study at Ngadirejo Sugar Company, Kras-Kediri, East Java) Diah Ayu Lestari
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kinerja karyawan. Pengaruh  kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kinerja karyawan. Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kinerja karyawan. Pengaruh kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kinerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengamati pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kepemimpinan Transaksional, dan Budaya Organisasi dalam penentuan Kepuasan Kinerja Karyawan. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Gula Ngadirejo, Kras-Kediri, Jawa Timur yang produksinya berdasarkan pada pertanian. Dalam perhitungan statistik,  penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS. 16  metode Enter dengan sampel penelitian berjumlah 74 koresponden yang diikuti oleh karyawan pabrik tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Tidak ada hubungan signifikan dalam kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kinerja karyawan. Tidak ada hubungan signifikan dalam kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kinerja karyawan. Adanya hubungan signifikan dalam Budaya Organisasi terhadap pengaruh Kepuasan kinerja Karyawan. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepemimpinan Transaksional, Budaya Organisasi, dan Kepuasan Kinerja Karyawan. ABSTRACT This research aims to understand: The impacts of transformational leadership to employee’s job satisfaction. The  impacts of transactional leadership to employee’s job satisfaction. The impacts of organizational culture  to employee’s job satisfaction.  The impact of transformational leadership, transactional leadership, and organization culture to employee’s job satisfaction.This study is purposed to observing the effect of Transformational Leadership, Transactional Leadership and Organizational Culture to determining Employee’s Job Satisfaction at Ngadirejo sugar Company, Kras-Kediri, East java, where the company production on agriculture based. This research uses a quantitative research method and takes a sample for about 74 respondences and by using Enter Method in SPSS.16 Software for the statistically analyse the data. This statistical method to be employed in this study are descriptive statistical and inferential statistical. The result of this analysis showed that there are insignificant effect of transformational leadership in determining employee’s satisfaction, then the variable of transactional leadership has no significant effect to employee’s job satisfaction, and the variable of organizational culture has a significant effect to the employee’s job satisfaction. Keywords: Transformational and Transactional Leadership, Organizational Culture, Employee’s Job Satisfaction.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 79, No 1 (2020): MEI Vol 78, No 1 (2020): JANUARI Vol 77, No 1 (2019): DESEMBER Vol 76, No 1 (2019): NOVEMBER Vol 75, No 1 (2019): OKTOBER Vol 74, No 1 (2019): SEPTEMBER Vol 73, No 2 (2019): AGUSTUS Vol 73, No 1 (2019): Agustus Vol 72, No 2 (2019): JULI Vol 72, No 1 (2019): JULI Vol 71, No 1 (2019): JUNI Vol 70, No 1 (2019): MEI Vol 69, No 1 (2019): APRIL Vol 68, No 1 (2019): MARET Vol 67, No 1 (2019): FEBRUARI Vol 66, No 1 (2019): JANUARI Vol 65, No 1 (2018): DESEMBER Vol 64, No 2 (2018): NOVEMBER Vol 64, No 1 (2018): NOVEMBER Vol 63, No 1 (2018): OKTOBER Vol 62, No 2 (2018): SEPTEMBER Vol 62, No 1 (2018): SEPTEMBER Vol 61, No 4 (2018): AGUSTUS Vol 61, No 3 (2018): AGUSTUS Vol 61, No 2 (2018): AGUSTUS Vol 61, No 1 (2018): AGUSTUS Vol 60, No 3 (2018): JULI Vol 60, No 2 (2018): JULI Vol 60, No 1 (2018): JULI Vol 59, No 1 (2018): JUNI Vol 58, No 2 (2018): MEI Vol 58, No 1 (2018): MEI Vol 57, No 2 (2018): APRIL Vol 57, No 1 (2018): APRIL Vol 56, No 1 (2018): MARET Vol 55, No 3 (2018): FEBRUARI Vol 55, No 2 (2018): FEBRUARI Vol 55, No 1 (2018): FEBRUARI Vol 54, No 1 (2018): JANUARI Vol 53, No 2 (2017): DESEMBER Vol 53, No 1 (2017): DESEMBER Vol 52, No 1 (2017): NOVEMBER Vol 51, No 2 (2017): OKTOBER Vol 51, No 1 (2017): OKTOBER Vol 50, No 6 (2017): SEPTEMBER Vol 50, No 5 (2017): SEPTEMBER Vol 50, No 4 (2017): SEPTEMBER Vol 50, No 3 (2017): SEPTEMBER Vol 50, No 2 (2017): SEPTEMBER Vol 50, No 1 (2017): SEPTEMBER Vol 49, No 2 (2017): AGUSTUS Vol 49, No 1 (2017): AGUSTUS Vol 48, No 1 (2017): JULI Vol 47, No 2 (2017): JUNI Vol 47, No 1 (2017): JUNI Vol 46, No 2 (2017): MEI Vol 46, No 1 (2017): MEI Vol 45, No 1 (2017): APRIL Vol 44, No 1 (2017): MARET Vol 43, No 2 (2017): FEBRUARI Vol 43, No 1 (2017): FEBRUARI Vol 42, No 2 (2017): JANUARI Vol 42, No 1 (2017): JANUARI Vol 41, No 1 (2016): DESEMBER Vol 40, No 2 (2016): NOVEMBER Vol 40, No 1 (2016): NOVEMBER Vol 39, No 2 (2016): OKTOBER Vol 39, No 1 (2016): OKTOBER Vol 38, No 2 (2016): SEPTEMBER Vol 38, No 1 (2016): SEPTEMBER Vol 37, No 2 (2016): AGUSTUS Vol 37, No 1 (2016): AGUSTUS Vol 36, No 1 (2016): JULI Vol 35, No 2 (2016): JUNI Vol 35, No 1 (2016): JUNI Vol 34, No 1 (2016): MEI Vol 33, No 2 (2016): APRIL Vol 33, No 1 (2016): APRIL Vol 32, No 2 (2016): MARET Vol 32, No 1 (2016): MARET Vol 31, No 1 (2016): FEBRUARI Vol 30, No 1 (2016): JANUARI Vol 29, No 1 (2015): DESEMBER Vol 28, No 2 (2015): NOVEMBER Vol 28, No 1 (2015): NOVEMBER Vol 27, No 2 (2015): OKTOBER Vol 27, No 1 (2015): OKTOBER Vol 26, No 2 (2015): SEPTEMBER Vol 26, No 1 (2015): SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2015): AGUSTUS Vol 25, No 1 (2015): AGUSTUS Vol 24, No 2 (2015): JULI Vol 24, No 1 (2015): JULI Vol 23, No 2 (2015): JUNI Vol 23, No 1 (2015): JUNI Vol 22, No 2 (2015): MEI Vol 22, No 1 (2015): MEI Vol 21, No 2 (2015): APRIL Vol 21, No 1 (2015): APRIL Vol 20, No 1 (2015): MARET Vol 19, No 2 (2015): FEBRUARI Vol 19, No 1 (2015): FEBRUARI Vol 18, No 2 (2015): JANUARI Vol 18, No 1 (2015): JANUARI Vol 17, No 2 (2014): DESEMBER Vol 17, No 1 (2014): DESEMBER Vol 16, No 1 (2014): NOVEMBER Vol 15, No 2 (2014): OKTOBER Vol 15, No 1 (2014): OKTOBER Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER Vol 14, No 1 (2014): SEPTEMBER Vol 13, No 2 (2014): AGUSTUS Vol 13, No 1 (2014): AGUSTUS Vol 12, No 2 (2014): JULI Vol 12, No 1 (2014): JULI Vol 11, No 1 (2014): JUNI Vol 10, No 1 (2014): MEI Vol 9, No 2 (2014): APRIL Vol 9, No 1 (2014): APRIL Vol 8, No 2 (2014): MARET Vol 8, No 1 (2014): FEBRUARI Vol 7, No 2 (2014): JANUARI Vol 7, No 1 (2014): JANUARI Vol 6, No 2 (2013): DESEMBER Vol 6, No 1 (2013): November Vol 5, No 2 (2013): OKTOBER Vol 5, No 1 (2013): SEPTEMBER Vol 4, No 2 (2013): SEPTEMBER Vol 4, No 1 (2013): AGUSTUS Vol 3, No 2 (2013): JULI Vol 3, No 1 (2013): JUNI Vol 2, No 2 (2013): JUNI Vol 2, No 1 (2013): MEI Vol 1, No 2 (2013): APRIL Vol 1, No 1 (2013): April More Issue