cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 9 (2013)" : 30 Documents clear
Pengembangan Sumber Daya Aparatur Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Slamet Sulistiono
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Human resource is a valuable asset in both organization and institution. Therefore, human factor as the most important element that must be well-managed through planning, organizing, directing, and monitoring, and also evaluating in order to improve service, quality, expertise, ability, and skill in carry out the duty efficiently and efficiently in order to achieve the organization’s goal. This research aims to understand the efforts which conducted by BKD Malang in personnel resources development as well as to understand the enabling and inhibiting factors in the implementation of personnel resources development. The efforts of personnel resources development in order to improve the performance of employee in BKD Malang has done through education and training as well as promotion and transfer processes. In the conduct of education and training was done by sending the employee through selection process to participate in education and training, and also sending the employee to attend the formal education. In the implementation of personnel resources development which done by BKD Malang is inseparable from enabling and inhibiting factors. The enabling factors of personnel resources development are all requirements and needs also the processes and activities in accordance with the prescribed running. While the first inhibiting factor is age factor, the absence of a clear result of the assignment of an employee to attempt the formal training in educational institutions Keywords : development, human research, performance. Abstrak: Sumber Daya Manusia (SDM) mrupakan Suatu asset yang berharga dalam Suatu Organisasi maupun instansi. Oleh sebab itu maka faktor manusia sebagai unsur yang paling penting yang harus dikelola dengan baik melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta evaluasi sehingga dapat meningkatkan pengabdian, mutu, keahlian, kemampuan, dan keterampilan dalam melaksanakan tugas secara berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh BKD Kota Malang dalam pengembangan sumber daya aparatur serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya aparatur. Upaya pengembangan sumber daya aparatur dalan rangka meningkatkan kinerja pegawai di BKD Kota Malang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) serta proses promosi dan mutasi. Dalam melakukan pendidikan dan pelatihan dilakukan dengan mengirim pegawai melalui proses seleksi untuk mengikuti pendidikan dan latihan serta dilakukan dengan mengirim pegawai untuk mengikuti pendidikan formal. Dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya aparatur yang dilakukan oleh BKD Kota Malang tidak terlepas dari faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung proses pengembangan sumber daya aparatur adalah  segala persyaratan dan kebutuhan serta proses kegiatan terpenuhi dan berjalan sesuai dengan yang ditentukan. Sedangkan faktor penghambatnya yang pertama ialah faktor usia, tidak adanya hasil yang jelas dari upaya penugasan pegawai untuk mengikuti pendidikan formal di instansi pendidikan.   Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Daya Manusia, Kinerja
Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Daerah (Studi Pada Lingkungan Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan) Maulana Oktarian Faizal
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Efforts to Increase Society Participation in Regional Development at Mandaranrejo. This study  aims  to determine how public participation in development in Kelurahan Mandaranrejo. This research using a qualitative approach. As a  result  of the discussion can be concluded that public participation in regional development is needed to make the development done in accordance with the needs of the public so that the development to be right on target. The participation as stated in the form of an idea, then become a development plan. The role of Government is crucial in the implementation of development as community coordinator who delivered plans and development purposes as well as to urge people to participate in development. Therefore the government should use the communication media comprehensible by the whole society of Kelurahan Mandaranrejo caused by they having different educational background. The government also should provide motivation to society by establishing good relations with communities to improve participation in regional development. Resources of the government apparatus should have the ability to develop a way of communicating with the public in order for the communication that is done can be more effective. The existence of the government apparatus resources are insufficient then can be created innovations in a communication that is expected to improve public participation in regional development. Keywords: Development, Participation, Communication Abstrak: Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Daerah Di Kelurahan Mandaranrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat pada pembangunan daerah di Kelurahan Mandaranrejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembangunan daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar pembangunan tersebut tepat sasaran. Partisipasi dapat diwujudkan dalam bentuk gagasan masyarakat yang kemudian dijadikan sebagai rencana pembangunan. Peran Pemerintah sangat penting sebagai koordinator masyarakat yang menyampaikan rencana pembangunan serta mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam pambagunan daerah. Maka dari itu, pemerintah hendaknya menggunakan media komunikasi yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang disebabkan perbedaan latar belakang pendidikan. Pemerintah juga harus memberikan motivasi dengan menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Aparat pemerintah harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dan menciptakan inovasi dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang akhirnya berdampak pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.   Kata Kunci: Pembangunan, Partisipasi, Komunikasi
Implementasi Kebijakan Lingkungan Hidup Dalam Konservasi Sumber Air Sungai Brantas (Studi Pada KLH Kota Batu) Ineke Senja Meilia
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation of Life Environmental Policy in the Conservation of Water Source at Brantas River (A Study at The Office of Life Environment of Batu City) Natural potential of Brantas River is very strategic, this river is the longest and the most important river in the civilization of East Java community. Nowdays, the upstream region of Brantas River is in the critical period. The Conservation Effort of Upstream Water Source at Brantas River, and the implementer is The Office of Life Environment  (KLH) of Batu City. The purpose of this research are to analyze the implementation of life environmental management policy by KLH Batu City in the conservation effort of upstream water source at Brantas River, and to analyze what are the supporting and constraining factors. The research method used is descriptive research with qualitative approach. Research is focused on some matters such as general description of research; implementation of life environment policy in the conservation of water source at Brantas, which includes some sub-matters such as the implementer by KLH of Batu City, targeted group which is the community who live around the conservation area of upstream water source at Brantas River, and the mechanism of policy implementation; supporting factors and constraining the implementation of conservation of  water source at Brantas River. Key Words: Implementation of Life Environment Policy, Conservation of Water Source Abstrak: Implementasi Kebijakan Lingkungan Hidup Dalam Konservasi Sumber Air Sungai Brantas. potensi alam dari sungai Brantas sangat strategis, dimana sungai ini termasuk sungai terpanjang dan terpenting atas peradaban masyarakat Jawa Timur. Saat ini sungai Brantas di daerah hulu cukup mengalami krisis, upaya konservasi sumber air hulu DAS Brantas telah dilakukan oleh KLH Kota Batu. tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan lingkungan hidup dalam upaya konservasi sumber air hulu DAS Brantas yang dilakukan oleh KLH Kota Batu serta menganalisis apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Di mana fokus dari penelitian ini diantaranya: gambaran umum penelitian, implementasi kebijakan lingkungan hidup dalam upaya konservasi sumber air hulu DAS Brantas yang teridentifikasi sebagai berikut, implementator yakni studi pada KLH Kota Batu, target grup ialah masyarakat yang mendiami kawasan konservasi sumber air hulu DAS Brantas, dan mekanisme pelaksanaan dari kebijakan tersebut, faktor pendukung dan faktor penghambat pada pelaksanaan konservasi sumber air hulu DAS Brantas.   Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Lingkungan Hidup, Konservasi Sumber Air
Kinerja Aparat Dalam Pemungutan Pajak Sebagai Penunjang Pembangunan Daerah (Studi Tentang Pajak Daerah di Kantor Dinas Pendapatan Kota Malang) Desinia Natalia
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The Performance of Civil Public Servant In Tax Collection As Supporting Local Development. Tax collection and management priority for local governments. In conducting tax collection required a good performance of any apparatus. To achieve the target local tax set. Civil Public Servant which skilled and qualified necessary to be able to exploit any regional potential has become a source of regional income. This study aims to describe the performance of the personnel of government of Malang Regional Revenue Office in tax collection. Research who takes a location in the city of Malang is qualitative and descriptive research. The technique of collecting data done with through interview, observation, and documentation. The performance of officers department of income is considered using performance indicators, which includes the quality of performance, punctuality, expertise, and behavior. Seen from the results of the target of tax realization was region and department of income Malang City in the past five years, such as in 2006 to 2010 able to reach the target. Keywords: Performance of Civil Public Servant and Tax Abstrak: Kinerja Aparat Dalam Pemungutan Pajak Sebagai Penunjang Pembangunan. Pemungutan dan pengelolaan pajak menjadi prioritas bagi pemerintah daerah. Dalam melaksanakan pemungutan pajak diperlukan kinerja yang baik dari setiap aparat. Demi tercapainya target pajak daerah yang ditetapkan. Aparat yang terampil dan berkualitas diperlukan untuk dapat memanfaatkan setiap potensi daerah yang ada menjadi sumber penerimaan daerah. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan kinerja aparat Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang dalam pemungutan pajak. Penelitian yang mengambil lokasi di Kota Malang ini merupakan penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kinerja aparat Dinas Pendapatan dinilai menggunakan indikator kinerja, yang mencakup kualitas kinerja, ketepatan waktu, keahlian, dan perilaku. Dinas Pendapatan Kota Malang dalam lima tahun terakhir, yaitu tahun 2006-2010 berhasil mencapai target yang ditetapkan. Kata Kunci : Kinerja aparat dan Pajak
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menegakkan Ketertiban Umum (Studi Pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar) Silvia Heppy Octaviani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Pamong Praja Police Unit’s Performance in Executing the Publik Order ( Case study in the Office of Pamong Praja Police Unit Blitar). Pamong Praja Police Unit is the regional organization that has a responsibility to assist the head of regional to establish their local regulations and executing the peace and public order. Pamong Praja police’s performance has always been questioned by the public, whether their performance already appropriate with their rights and responsibility or not. This study aims to determine the performance of Pamong Praja Police in Blitar regency public to executing the public order and exploring the obstacles that affect their performance. This study used qualitative approach. The results shown that the performance of Pamong Praja Police in Blitar is well done, it is seen from the number of problems solved more than the unfinished one. From the research, there are some factors that affect the performance of Pamong Praja Police, that is the capability of personnel, administration, facilities and infrastructure. The constraints that affects the performance of Pamong Praja Police in executing public orders are the internal constraints, consist of the total members of Pamong Praja police are not balance with the workload, also there are dominated by the elders, quality of human resources that have to be improved, the facilities and infrastructures that lack of support, while the external constraints include the tendency for people to break the rules, natural disasters, lack of certainty in execution. Keywords: Performance, Pamong Praja Police Unit   Abstrak: Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Dalam menegakkan Ketertiban Umum (Studi Pada Kantor Satuan Polisi PamongPraja Kabupaten Blitar). Satuan Polisi Pamong Praja merupakan organisasi perangkat daerah yang mempunyai tugas untuk membantu kepala daerah dalam menegakkan peraturan daerah dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Kinerja Satpol PP selama ini selalu dipertanyakan oleh masyarakat luas, apakah yang dilakukan oleh Satpol PP sudah sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Satpol PP Kab. Blitar dalam menegakkan ketertiban umum serta kendala yang mempengaruhi kinerja Satpol PP tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satpol PP Kab. Blitar sudah baik jika dilihat dari jumlah permasalahan yang terselesaikan lebih banyak dibanding dengan yang belum terselesaikan. Dari hasil penelitian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja Satpol PP yaitu, kemampuan aparatur, tata kerja, sarana dan prasarana. Kendala- kendala yang mempengaruhi kinerja Satpol PP dalam menegakkan ketertiban umum yaitu, kendala internal meliputi jumlah anggota Satpol PP yang belum memadai dengan beban kerja, anggota Satpol PP yang didominasi oleh usia lanjut, kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan, sarana dan prasana yang kurang menunjang, sedangkan kendala eksternal meliputi kecenderungan masyarakat untuk melanggar peraturan, bencana alam, kurangnya kepastian pelaksanaan. Kata Kunci: Kinerja, Satuan polisi Pamong Praja
Implementation Batu Local Govenment’s Agriculture Policy through Go Organic Programs in the Sustainable Agricultural Development ( Analytical Study on The System Thinking Method in Department of Agriculture and Forestry in Batu ). Piernando Hasudungan Sumbayak
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: “Implementasi Kebijakan Pertanian Organik Wilayah Kota Batu Melalui Program Go Organic Dalam Menciptakan Pembangunan Pertanian Yang Berkelanjutan”. Revitalisasi lahan dalam program go organik berfungsi sebagai alternatif untuk meminimalkan dampak negatif dari kemajuan perkotaan. Tindakan ini bertujuan untuk menciptakan dan melestarikan lingkungan yang sehat dan menjaga keseimbangan ekologi. Kerusakan pada lahan pertanian mendorong pemerintah kota Batu untuk menerapkan strategi baru pada lahan pertanian dengan harapan dapat meningkatkan hasil pertanian dan menerapkan pertanian berkelanjutan. Pada tahun 2011 walikota merencanakan gerakan revitalisasi lahan yang diterbitkan dalam Perda No 7 tahun 2011 tentang penetapan lahan pangan berkelanjutan, pengumuman Walikota Kota Batu  No. 1 tahun 2004 tentang Peremajaan Lahan dan No. 5 tentang Kepedulian Lingkungan dan Pertanian Organik  pada tahun 2011 . Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data yang sesuai untuk memecahkan masalah yang ada. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai hasil yang baik sesuai dengan tujuan penelitian. Metode penelitian umumnya dibagi menjadi dua , yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penulis memilih untuk menggunakan penelitian kualitatif dengan metode System Thinking. System Thinking yang digunakan adalah sistem dinamis yang tidak stabil dan belum mencapai keseimbangan. Menentukan variabel / komponen dari fenomena dalam pemikiran sistem perlu untuk memperhatikan hal-hal berikut : Sistem di lingkungan ; disepakati atau ditentukan batas yang dari sistem itu sendiri , yaitu: Unsur ini ditemukan dalam sistem; Unsur luar sistem. Analisis Data Metode proses berpikir sistematis yang berlaku enam langkah ini secara berurutan akan menghasilkan peta atau model berpikir sistematis terpadu dan holistik . yang merupakan model elemen dasar sistem dari Program Go Organik tersebut. Abstract: Implementation Batu Local Govenment’s Agriculture Policy through Go Organic Programs in the Sustainable Agricultural Development ( Analytical Study on The System Thinking Method in Department of Agriculture and Forestry in Batu ). Revitalizing the lands in the way of organic program serves as an alternative to minimizing the negative impact of urban advancement. This course of action is aimed at creating and preserving healthy environment, and keeping the ecological balance. Assessing the extent of the damage to the farming lands prompted the municipality of Batu to apply new strategies to farming lands expecting to see an increase in yields and sustainable development in terms of agriculture. In 2011 the mayor planned out revitalizing movement which is issued in Local Regulation No. 7 year 2011 on the establishment of the sustainable crop lands, the mayor’s announcement of Batu municipality No. 1 year 2004 on rejuvenation and No. 5 on environmental concern and organic farming in 2011. Investigation by collecting suitable data to solve problems. The research method is necessary to achieve good outcome in accord with the purpose of research. Therefore, the method is needed in conducting the research compatible with questions investigated. Research method is generally divided into two, namely quantitative and qualitative design. The writer chose to use qualitative research with system thinking method. System thinking used is dynamic systems that is unstable and has not yet reached equilibrium. Determining variables / components of a phenomenon in system thinking needs to heed the following: The system in an environment; The  agreed  or prescribed limits of the system itself, namely:The element is found within the system;The element outside of the system. Data Analysis Methods Systematic thinking process that applies these six steps sequentially will generate a map or model of integrated and holistic systematic thinking. The previous complexity of systematic thinking requires tools for problem solving which is the basic element model of system thinking including. Keyword: revitalizing lands, organic farming, system thinking.
Implementasi Strategi Pembangunan Ketahanan Pangan di Kota Batu (Studi pada Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu) Nurul Ramadhani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation Strategy of Food Security Development at Batu City (Studies in Food Security Office of Batu City). Based on Act No.7 of 1996 on Food, food security is defined as the adequacy of food for the household that is reflected by (1) good stock of food in term of quantity and quality, (2) which is secured, (3) widely distributed, and (4) greatly afforded. The objective of research is to describe and to analyze the strategy used by Food Security Office through community empowerment to build food security in Batu City. The strategy used by Food Security Office of Batu City is Village independent of food program, rice-shed development, and sustainable food security houses. Community developed a region with food self-supporting capacity such that food security can be ensured and followed by the consumption of various foods with balanced nutrient and the actualization of food diversification. Keywords: food security, community empowerment. Abstrak: Implementasi Strategi Pembangunan Ketahanan Pangan di Kota Batu (Studi pada Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu). Ketahanan pangan yang tercantum dalam UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan yaitu kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari (1) tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, (2) aman, (3) merata dan (4) terjangkau. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi Kantor Ketahanan Pangan melalui pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan pangan di Kota Batu. Menurut hasil penelitian strategi Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu adalah program Desa Mandiri Pangan, Pengembangan Desa Mandiri Pangan, pengembangan lumbung pangan desa, dan kawasan rumah pangan lestari. Masyarakat Kota Batu dibina untuk menjadi daerah mandiri pangan sehingga dapat mengembangkan ketahanan pangan dengan mengkonsumsi pangan beragam, bergizi dan berimbang, melalui aktualisasi diversifikasi pangan, karena keanekaragaman pangan juga termasuk dalam pembangunan ketahanan pangan. Kata kunci: Ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat.
Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus pada Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu) Ricky Mahendra Nayandika Krisnamurti
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Constraints Factors of Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) performance to improve community participation in Beji village subdistrict Junrejo Batu city This study aims to describe and analyzed the constraints factors of Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) performance to improve community participation. LPMD is a village government partners to empower community in the village. Additionally LPMD is a place for community to channel their aspirations. However, the implementation often face many obstacles. This happens also in Beji village subdistrict Junrejo Batu city. This study use a descriptive qualitative approach. Based on the results of the study showed that the performance of LPMD Beji not optimal, this is caused by several factors such as too dominant the head of Beji village in managing existing programs. Thus the recomendation that should be given is the head of Beji village gives authority to LPMD without intervence. Keywords: LPMD performance, constraints factor Abstrak: Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Mayarakat di Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan manganalisis bagaimanakah faktor-faktor penghambat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. LPMD merupakan mitra kerja Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat Desa. Selain itu LPMD merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya. Namun dalam pelaksanaanya seringkali menghadapi banyak hambatan. Hal ini terjadi juga di Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja LPMD Beji belum optimal, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah terlalu dominannya kepala desa Beji dalam mengelola program-program yang ada. Dengan demikian saran yang dapat diberikan adalah kepala desa Beji memberikan kewenangan kepada LPMD tanpa harus mengintervensi. Kata Kunci: Kinerja LPMD, Faktor Penghambat
Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (Pkh) Sebagai Upaya Peningkatan Sumber Daya Masyarakat (Studi Pada Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan) Wanda Kiki Pramelia
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Program Family Hope For Improving Community Wellbeing Resources (Studies in Pasuruan District Prigen). Family Hope Program (PKH) is conditional cash assistance to RTSM with efforts improve the quality of human resources is major component, namely education and health. The purpose of the study to determine the implementation of the PKH as an effort to increase community resources, support, and barriers in the District Prigen.While the research method used type of descriptive study with qualitative approach. The results of this study in the Implementation PKH District Prigen at the beginning of the implementation is still not running well many constraints experienced one of which is the number given RTSM, BPS does not the number RTSM in the District. It happens because of the lack coordination between the BPS and districts. PKH District Prigen also not target, it happens because of the BPS poverty criteria are not appropriate to the circumstances in Prigen, example of the village of  sukoreno state in accordance with the criteria of BPS but in realitycommunity have electronic. Keywords: implementation of PKH, community resource improvement Abstrak: Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Sebagai Upaya Peningkatan Sumber Daya Masyarakat (Studi pada Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan). Program Keluarga Harapan (PKH) adalah pemberian bantuan tunai bersyarat kepada RTSM dengan upaya peningkatan kualitas SDM yang menjadi komponen utama, yaitu bidang pendidikan dan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan PKH sebagai upaya peningkatan sumber daya masyarakat, pendukung, dan penghambatnya di Kecamatan Prigen. Sementara Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan PKH di Kecamatan Prigen pada awal pelaksanaan masih belum berjalan dengan baik banyak kendala yang dialami salah satunya adalah jumlah RTSM yang diberikan BPS tidak sesuai dengan jumlah RTSM di Kecamatan. Hal itu terjadi karena tidak adanya koordinasi antara pihak BPS dan kecamatan/kelurahan. PKHdi Kecamatan Prigen juga belum tepat sasaran, hal itu terjadi karena kriteria kemiskinan dari BPS tidak sesuai dengan keadaan di Prigen, seperti contoh desa sukoreno keadaan rumah sesuai dengan kriteria BPS tetapi pada kenyatannya masyarakat mempunyai barang elektronik.   Kata kunci: pelaksanaan PKH, peningkatan sumber daya masyarakat
Kemitraan Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Mengembangkan Desa Agrowisata (Studi dalam Mengembangkan Desa Wisata di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Kartika Dwi Kurniawati
Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 9 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Government and Community Partnership in Developing Rural Agrotourism (Studies in Developing Rural Tourism at Village Punten, Bumiaji, Batu). Batu is one of the autonomous regions in Indonesia, which rely on the tourism sector to increase revenue (PAD). One type of tourism that is being developed is the rural tourist. Rural tourism development requires cooperation among related parties because each party has the diference capabilities and sortage. The research location is at Village Punten, Bumiaji, Batu that put forward farm-based tourism so-called also agrotourism village. The purpose of this research was to analyze partnership between government and community in developing rural tourism and supporting and inhibiting factors. The research method used was a descriptive study with a qualitative approach. Results of the research showed that partnership between government and society is pseudo partnership and subordinate union of partnership.Partnership goes out of balance, but both parties understood that the partnerships need to be done to realize the tourist village. Advice can be given immediately endorsed tourism regulations, facilities furnished, the management of village tourism needs to improved and prioritize potential local village itself.   Keywords: partnership, rural tourism   Abstrak: Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam Mengembangkan Desa Agrowisata (Studi dalam Mengembangkan Desa Wisata di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). Kota Batu merupakan salah satu daerah otonom di Indonesia yang mengandalkan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu jenis pariwisata yang sedang dikembangkan adalah mengenai desa wisata. Pengembangan desa wisata memerlukan kerjasama antar pihak terkait karena masing-masing pihak memiliki kemampuan dan kekurangan yang berbeda. Lokasi penelitian pada Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Batu yang mengedepankan wisata berbasis pertanian sehingga disebut juga desa agrowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata serta faktor pendukung dan penghambat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemitraan yang dilakukan antara pemerintah dan masyarakat adalah kemitraan semu dan subordinate union of partnership. Kemitraan berjalan tidak seimbang, tetapi kedua belah pihak memahami bahwa kemitraan perlu dilakukan demi terwujudnya desa wisata. Saran yang dapat diberikan regulasi pariwisata segera disahkan, fasilitas dilengkapi, manajemen pengelolaan desa wisata perlu dibenahi dan mengedepankan potensi lokal desa sendiri.   Kata Kunci: kemitraan, desa wisata

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 12 (2015) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue