cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2014)" : 30 Documents clear
Pelaksanaan Mutasi Pegawai di Kota Batu (Studi pada Badan KepegawaianDaerah Kota Batu) Bunga Ilka Pratiwi
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of Employee Mutation Based On Employee Performance Appraisal in Batu City (A Study at Regional Employment Agency of Batu City). The study was based on the problems in the implementation of employee mutation in Batu City. This study used a descriptive research with a qualitative approach. Based on the results of the study found that the implementation of the procedure employee mutation in Batu City is divided into five stages. In this respect, the List of Job Performance Appraisal is not considered optimal to be one of the requirements and considerations in conducting employee mutation. In the implementation of employee mutation in Batu City, there are supporting factors and inhibiting factors. Supporting factor is the commitment of human resources involved and the presence of laws and regulations. Whereas the inhibiting factors is the presence of subjectivity (spoiled system) in the List of Job Performance Appraisal and presence of seniority systems. Therefore, the expected implementation of performance appraisal for employees as replacement List of Job Performance Appraisal can be optimized so as to prevent the occurrence of spoiled system and the seniority system. Keywords: Employee Mutation, List of Job Performance Appraisal. Abstrak: Pelaksanaan Mutasi Pegawai di Kota Batu (Studi pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Batu). Penelitian ini didasarkan pada permasalahan dalam pelaksanaan mutasi pegawai di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa prosedur pelaksanaan mutasi pegawai di Kota Batu dibagi menjadi lima tahap. Di dalam hal ini, Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan yang dianggap tidak optimal menjadi salah satu persyaratan dan bahan pertimbangan dalam melaksanakan mutasi pegawai. Di dalam pelaksanaan mutasi pegawai di Kota Batu, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya adalah adanya komitmen dari Sumber Daya Manusia yang terlibat dan adanya peraturan perundang-undangan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya subjektivitas (spoiled system) dalam penilaian pelaksanaan pekerjaan dan adanya seniority system. Oleh karena itu, diharapkan untuk implementasi penilaian prestasi kerja pegawai sebagai pengganti Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan pegawai dapat lebih optimal sehingga mencegah terjadinya spoiled system dan seniority system. Kata kunci: Mutasi pegawai, Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan
Kemitraan Pemerintah Swasta dan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani (Studi Pada Kemitraan PT. Pertani (Persero) dan Petani Mitra di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Redy Puja Kesuma
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Partnership of Government Privat and Society in Realize Food Security and Farmer Welfare (Studies in PT. Pertani (Persero) and Farmers Partnership at Village Tulungrejo Ngantang Malang). Welfare of farmers and food security are two important things that should be embodied in the organization of civic life. To achieve this goal, the Ministry of SOEs issued a programmatic solution, the partnership program Improved Movement-Based Food Production Corporation, where the program involves the government, state-owned companies, and the public. From the results of research, it is known that the partnership that exists between the Government, PT. Pertani (Persero) and farmers in the village of Tulungrejo has reaped positive results, it can be seen from the increase in agricultural production, which increased the company's sales gains, as well as the achievement of the government in meeting targets food supply. But despite the success of this GP3K program, there are also factors that must be considered by every actor executor, that may impede the process of partnership, so that the implementation of the program can be run better. Keywords: community development partnership program, improvement movement corporations based food production program, food security and welfare of farmers Abstrak: Kemitraan Pemerintah Swasta dan Masyarakat dalam Mewujudkankan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani (Studi Pada Kemitraan PT. Pertani (Pesero) dan Petani Mitra di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang). Kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional merupakan dua hal penting yang harus terwujud dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, terlebih Indonesia merupakan negara agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementrian BUMN mengeluarkan sebuah solusi program, yakni program kemitraan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), dimana program ini melibatkan pemerintah, perusahaan BUMN, dan masyarakat. Dari hasil penelitian di lapangan, diketahui bahwa kemitraan yang terjalin antara Pemerintah melalui Dinas Pertanian, PT. Pertani (Persero) selaku BUMN sektor pertanian dan petani di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang telah menuai hasil yang positif, hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan produksi pertanian, keuntungan penjualan perusahaan yang meningkat, serta tercapainya target pemerintah dalam pemenuhan pasokan pangan. Namun disamping keberhasilan program GP3K ini, terdapat pula faktor yang harus diperhatikan oleh setiap aktor pelaksana, baik berupa faktor internal maupun eksternal yang dapat menghambat proses kemitraan, agar implementasi program dapat berjalan lebih baik lagi. Kata kunci: program kemitraan bina lingkungan, program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani
SUSTAINABLE DEVELOPMENT DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH (Studi di BAPPEDA dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto) Putri Eka Miyanti
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sustainable Development in Urban Planning (Study at BAPPEDA and DKP Mojokerto City). Discussion about sustainable development actually is not only focus on economic aspect but also related to social, culture as well as ecology. In order to realize a sustainable development, Urban Planning is the most important aspect that have to be attention. Therefore, national or region Urban Planning need a planning process through green open space development in order to keep and protect preservation of ecology. This research concluded that green open space development Mojokerto City especially in conducting spatial order has not been fulfilled city green open space standardization which is determined that is 30% of total area. In addition, there are many inhibitory factors became consideration in the activity of green open space development based sustainable development in this Mojokerto City. Keywords: The Local Government Effort’s, Increasing Institusional Capacity Abstrak: Sustainable Development dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (Studi di BAPPEDA dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto). Pembahasan mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) sebenarnya bukan hanya menyangkut aspek ekonomi saja akan tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya maupun lingkungan hidup. Di dalam mewujudkan suatu pembangunan berkelanjutan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan aspek paling penting yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, RTRW nasional maupun RTRW daerah memerlukan suatu proses perencanaan melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar dapat menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan hidup. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan RTH Kota Mojokerto khususnya di dalam pelaksanaan penataan ruang masih belum memenuhi standar RTH kota yang telah ditentukan yaitu sebesar 30% dari luas wilayah kota. Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penghambat baik secara internal maupun eksternal yang menjadi pertimbangan di dalam kegiatan pengembangan RTH berbasis sustainable development di Kota Mojokerto ini. Kata kunci : Ruang Terbuka Hijau, Sustainable Development
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA MELALUI MUSRENBANGDES (Studi Perbandingan di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang, Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang) Balinda Citra Pratiwi
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Community Participation in Rural Development Planning Through Musrenbangdes (Comparative studies in Jombang District of Candimulyo village, subdistrict Mojowarno Mojojejer Village, and the Village Bendungan District of Kudu). Community participation is one indicator that can be used to determine the level of success that has been achieved by the development of a region. This study was conducted to determine musrenbangdes community participation in the study at three sites. The results showed that people's participation in activities musrenbangdes in both villages namely Mojojejer District of Mojowarno and Bendungan Village District of Kudu already quite high, while the Village Candimulyo Jombang District of participation remains low. In the implementation of the program musrenbangdes are contributing factors, among others: The existence of legal protection (Regulations) are adequate, clear organizational structure, and mentoring. While inhibiting factor is the lack of transparency in the implementation musrenbangdes can be seen from the priority list submitted proposals to musrenbangcam and development financing. Keywords: musrenbangdes, public participation, Jombang regencyAbstrak: Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa Melalui Musrenbangdes (Studi perbandingan di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang, Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang). Partisipasi masyarakat merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan yang telah dicapai oleh suatu wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam musrenbangdes di tiga situs penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan musrenbangdes di kedua desa yaitu Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu sudah cukup tinggi, sedangkan Desa Candimulyo Kecamatan Jombang partisipasinya masih rendah. Dalam pelaksanaan program musrenbangdes tersebut terdapat faktor pendukung antara lain : Adanya payung hukum (Peraturan) yang memadai, Struktur organisasi yang jelas, dan pendampingan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya transparansi dalam pelaksanaan musrenbangdes yang dapat dilihat dari daftar prioritas usulan yang diajukan ke musrenbangcam dan pembiayaan pembangunan. Kata Kunci: Musrenbangdes, partisipasi masyarakat, Kabupaten Jombang
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA SEJAHTERA TERPADU (PDST) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (Studi pada Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang) Intan Permatasari
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Of The Integrated Prosperous Village Programme (PDST) to Increasing Social Welfare(Study in Labuhan Kidul village, Sub-district Sluke, District Rembang).Based on the condition of social welfare people (PMKS) apprehensive especially in areas left behind,  Kemensos RI  make the integrated prosperous village programme(PDST) as acceleration increase of social welfare and justice areas left behind. One of the areas that received priority the implementation of the program, is Labuhan Kidul village, in Sluke sub-district  Rembang district. The result  of researchshowed  by implemented of PDST, PMKS type of a family poor in the Labuhan Kidul village can be empowered through joint business group ( KUBE ) and venture capital for gristle women in social economy ( WRSE) . In addition, PDST in Labuhan Kidul village, can  decrease acts of violence parents to their children, stealing case, and capable of reviving the mutual and the attainment of social institutions that help handle PMKS.But that being alimiting factorare  lack of  human resources that competent in operating the computer,  difficulty to coordinate social house manager to attend the meeting, and mindset of social house manager  who want to work if there is a reward. Keywords: PDST, PMKS, KUBE, WRSE, social house manager Abstrak: Implementasi Program Desa Sejahtera Terpadu (PDST) Dalam Meningatkan Kesejahteraan Sosial ( Studi di Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang) Berdasarkankondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memprihatinkan terutama di daerah tertinggal, Kemensos RImenyusun Program Desa Sejahtera Terpadu (PDST) sebagai upaya percepatan peningkatan kesejahteraan sosial dan keadilan daerah tertinggal. Salah satu daerah yang memperoleh prioritas pelaksanaan program tersebut yaitu Desa Labuhan Kidul,Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang. Hasil penelitian menunjukkan dengan implementasi PDST, PMKS jenis keluarga fakir miskin di Desa Labuhan Kidul dapat diberdayakan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan modal usaha untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).Selain itu, PDST di Desa Labuhan Kidul, mampu mengurangi tindak kekerasan orang tua kepada anak, kasus pencurian, dan mampu menghidupkan kembali gotong royong serta terwujudnya berbagai lembaga sosial yang membantu menangani PMKS. Namun yang menjadi faktor penghambat ialah kurangnya sumberdaya manusia yang berkompeten dalam mengoperasikan komputer, sulitnya mengkoordinasi Pengelola Rumah Sosial untuk menghadiri rapat, dan mindset Pengelola Rumah Sosial yang mau bekerja jika ada upahnya.   Kata Kunci : PDST, PMKS, KUBE, WRSE, Pengelola Rumah Sosial
Upaya Pengembangan Industri Kecil untuk Keberlangsungan Usaha (Studi terhadap pengembangan Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang) Karuniawan Andre Endarto
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Small Industrial Development Efforts for Business Sustainability (Case on development of Sentra Industri Tempe Sanan, Malang City).The development of industry chips tempe Sanan done because the food that which overflows and to deal with financial management business limited.Research is aimed to know and described the effort as well as the impediment to the development of industry and supporters in the activities of crackers tempe Sanan through the related agencies.This type of research is research usedresearch descriptive with a qualitative approach.Efforts to the development of industry chips tempe sanan focused on capital, facilitate them the development of capital, the development of human resources ( HRD ) and facilitate them marketing.Development activities carried out by the City Government through the hapless Department of industry and trade, Department of cooperatives and SMEs, Implementing Financial Partners Bank technical consultants, as well as the entrepreneurs themselves.Supporting factors are some of the attitudes of employers are cooperative, tourist destination,the formation of industrial centers, as well as supporting institutions there. While the factors restricting in an effort industry development chips tempe Sanan, among other: limitations employees departments, the building time improper, infrastructure parking minim and prices of imported soybeans are not stable. Advice from researcher is development industry chips tempe Sanan should be developed to become  tourism education about tempe and chips tempe. Keywords: efforts, industry development, industry tempe chips Sanan   Abstrak: Upaya Pengembangan Industri Kecil untuk Keberlangsungan Usaha (Studi terhadap pengembangan Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang). Pengembangan industri keripik tempe Sanan dilakukan karena tempe yang melimpah dan untuk mengatasi manajemen keuangan usaha yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya serta faktor penghambat dan pendukung dalam kegiatan pengembangan industri keripik tempe Sanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Upaya pengembangan industri keripik tempe Sanan berfokus pada fasilitasi permodalan, pengembangan permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitasi pemasaran. Kegiatan pengembangan dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Unit Pelaksana Teknis Konsultan Keuangan Mitra Bank, serta pengusaha itu sendiri.Faktor pendukungnya adalah beberapa sikap pengusaha yang kooperatif, daerah tujuan wisata, terbentuknya sentra industri, serta terdapat lembaga pendukung. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: keterbatasan pegawai dinas, waktu pembinaan yang tidak tepat, infrastruktur parkir yang minim dan ketidakstabilan harga kedelai import. Saran dari peneliti adalah pengembangan industri keripik tempe Sanan sebaiknya dikembangkan menjadi kampung wisata edukasi tempe dan keripik tempe.   Kata Kunci: Upaya, pengembangan industri, industri keripik tempe Sanan.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Konservasi Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan (Studi Peraturan Daerah Nomor 35 Tahun 2003 Tentang Wilayah Konservasi Kayu Aking di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi) Fandi Aditya Fianda
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation of Local Government Policy for Sustainable Coastal Conservation (Study of Local Regulation Nomor 35 of 2003 about Kayu Aking Conservation Region At Muncar Subdistrict, Banyuwangi District). Sustainable conservation based fisheries and marine is dedicated to maintaining and preserving fisheries and marine potential which can be a contributor to the economic development of the region in order to improve the welfare of society for current life and also lives in the future. In the implementation of conservation are still experiencing a variety of obstacles in its implementation so as to require the attention of the relevant stakeholders in the implementation of conservation activities. The results of this research show that the implementation of the Conservation Department conducted kayu aking marine and Fisheries in coastal area of Banyuwangi Regency Muncar, technically have been conducted properly, by optimizing existing constituents, but it's also still hampered by factors of a barrier that must be faced in the process of implementation of the conservation activities of kayu aking. Keywords: Conservation, Coastal Region, Implementation of Local RegulationAbstrak: Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Konservasi Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan (Studi Peraturan Daerah Nomor 35 Tahun 2003 Tentang Wilayah Konservasi Kayu Aking di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi). Konservasi yang berkelanjutan berbasis perikanan dan kelautan ditujukan untuk menjaga dan melestarikan potensi perikanan dan kelautan yang dapat menjadi penyumbang pembangunan ekonomi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat bagi kehidupan saat ini dan juga kehidupan di masa yang akan datang. Didalam pelaksanaan konservasi masih mengalami berbagai macam hambatan dalam pelaksanaannya sehingga membutuhkan perhatian dari stakeholder yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan konservasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan konservasi kayu aking yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi di wilayah pesisir Muncar, secara teknis sudah dilaksanakan dengan baik yaitu dengan mengoptimalkan faktor pendukung yang ada, namun hal ini juga masih terkendala dari faktor penghambat yang harus dihadapi didalam proses pelaksanaan kegiatan konservasi kayu aking.Kata kunci: Konservasi, Wilayah Pesisir, Implementasi Perda 
Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung Gandjar Wiyono
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The implementation of Program-based Biogas Energy Self-sufficient Village within the framework of community empowerment in the Sidomulyo Village, Pagerwojo Subdistrict, Tulungagung Regency. This research aims to describe and analyse the implementation of  Program-based Biogas Energy Self-sufficient Village within the framework of community empowerment in the Sidomulyo village, Pagerwojo Subdistrict, Tulungagung Regency, it also aims to describe and analyze the factors that support and hinder the implementation of Program-based Biogas Energy self sufficient Village In Sidomulyo Village, Pagerwojo Subdistrict, Tulungagung Regency. In this research, the concept used is a model of implementation of public policies and community empowerment, while qualitative approach uses research methods. One of the results achieved from this research is the existence of a good socialization from Tulungagung District Government, resulting in its execution goes well according to the purpose of the program, which is empowering the community. This research is expected to be beneficial to the parties involved, i.e. the Government of Tulungagung Regency, Agency for community empowerment and governance village of Tulungagung district (BPMPD), as well as the Sidomulyo Village in the implementation of Program-based Biogas Energy self sufficient Village so that in the future for the better. Keywords: Program, Village Self-sufficient  Energy, Community Empowerment   Abstrak: Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa  Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, selain itu juga bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Dalam penelitian ini, konsep yang digunakan adalah model implementasi kebijakan publik dan pemberdayaan masyarakat, sedangkan metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Salah satu hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah adanya sosialisasi yang baik dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, sehingga dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan program, yakni memberdayakan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pihak-pihak yang terkait yakni Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tulungagung, serta Desa Sidomulyo dalam pelaksanaan program desa mandiri energi berbasis biogas tersebut supaya di masa yang akan datang menjadi lebih baik.   Kata Kunci: Program, Desa Mandiri Energi, Pemberdayaan Masyarakat
Kinerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan Fisik Pedesaan (Studi di Desa Parijatahwetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi) Angga Amda Pratama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Government Village Performance  In The Physical of Rural  Development (Study in Parijatahwetan Village, Srono Subdistrict,  Banyuwangi District). The research was conducted on the basis of the importance of a physical infrastructure for rural communities as a means of support to facilitate access community in daily life and economic activity. Meeting the needs of the community in the form of physical development is the obligation of the village government. Required good performance and quality of village government to be able to fulfill all the needs of rural communities in the form of physical development activities to support access  rural economy. This study aims to analyze the Government's Village Performance and  the implementation process of rural development program and the factors inhibiting and supporting the process of implementation of rural physical development. This study uses qualitative descriptive approach. The results showed that the government's performance in the physical development of rural village is a village form of government services to the community in meeting the needs of the community in the form of the provision of physical infrastructure based on priorities that have been established to support all the activities and the economy in the village. Good performance as well as the active role of the community in the implementation of development impacted the smooth process of development implementation Keyword:performance,development,active role,ekonomy activityAbstrak: Kinerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan Fisik Pedesaan (Studi di Desa Parijatahwetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi). Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya suatu infrastruktur fisik bagi masyarakat desa sebagai sarana penunjang untuk mempermudah akses msyarakat dalam kehidupan sehari dan kegiatan perekonomian. Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berupa pembangunan fisik adalah kewajiban pemerintah desa. Diperlukan kinerja yang baik dan berkualitas dari pemerintah desa  agar mampu mewujudkan segala kebutuhan masyarakat desa yang berupa pembangunan fisik sebagai penunjang akses kegiatan perekonomian masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pemerintah desa dan proses pelaksanaan program pembangunan fisik pedesaan serta faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam proses pelaksanaan pembangunan fisik pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pemerintah desa dalam pembangunan  fisik pedesaan merupakan suatu bentuk pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang berupa penyediaan infrastruktur fisik berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan sebagai penunjang segala aktifitas dan perekonomian di desa. Kinerja yang baik serta peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan berdampak terhadap kelancaran proses pelaksanaan pembangunan. Kata kunci: kinerja, pembangunan, peran aktif masyarakat, kegiatan perekonomian
Implementasi Kebijakan Program GEMERLAP sebagai Inovasi dalam Rangka Memberdayakan Masyarakat Pedesaan (Studi pada Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan) Kurnia Tri Retno Wulan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Policy Implementation of GEMERLAP Programs as an Innovation in the Framework Empowering Rural Communities (Study in Tawangrejo village, Sub-district Turi, District Lamongan). Research background is Tawangrejo  village have potential duck managed by group, but this potential has not been able to evolve. Responding to these problems, Lamongan local governments launched Building a People's Economic Movement Lamongan based Rural Programs are expected to develop the potential of each village and make effective rural businesses groups existing as an innovation bases. This research used a qualitative approach descriptive method and using an interactive model of data analysis from Miles Huberman. The results showed that Sumber Rejeki groups can develop, seen from the income group and each member increases, management is also successful. Coordination between instances is also going well. However, the inhibiting are delay in paying the installments duck members, limited mastery of the technology group as well as the means available. Keywords: Implementation of GEMERLAP Programs, innovation, empowerment of rural communities.   Abstrak: Implementasi Kebijakan Program GEMERLAP sebagai Inovasi dalam Rangka Memberdayakan Masyarakat Pedesaan (Studi pada Desa Tawangrejo,  Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Desa Tawangrejo mempunyai potensi ternak itik yang dikelola oleh kelompok namun belum bisa berkembang. Menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan mencanangkan program Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Pedesaan yang diharapkan dapat mengembangkan potensi tiap desa serta mengefektifkan kelompok usaha pedesaan yang sudah ada sebagai basis inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dan menggunakan analisis data model interaktif  dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Sumber Rejeki bisa berkembang, terlihat dari penghasilan kelompok maupun masing-masing anggota meningkat, pengelolaannya juga sukses. Koordinasi antar instansi juga berjalan dengan baik. Namun yang menjadi penghambatnya yaitu keterlambatan anggota membayar angsuran itik, terbatasnya penguasaan kelompok terhadap teknologi serta sarana yang tersedia.   Kata kunci: Implementasi Program GEMERLAP, inovasi, pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue