cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 6 (2015)" : 30 Documents clear
Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Publik Untuk Mewujudkan Green City (Studi Pada Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang Bidang Pertamanan Dan Pju Kota Batu) Bryan Maulana
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Strategy of Public Green Space Management to Achieve Green City (Study at  Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bidang Pertamanan and PJU  Batu City). Batu city as a tourism city, developed towards ecotourism urban area. Therefore, structuring and management of its public green urban space is important and it can be a model of proper urban environment structuring and management. The rapid growth of hotel and tourism objects in Batu city makes the city is transforming its green open space into human settlements and buildings. As a result, damage of the city’s ecosystem becomes a main issue in Batu City. The method of this research is qualitative approach. Data are collected from Dinas Cipta Karya and Tata Ruang and BAPPEDA of Batu City. The result of this research is that the government of Batu City has a program called P2HK (Green City Development Program) which conducted by BAPPEDA and actualized by a team consisting of various parties to develop and spread open green space area from 2012 to 2020.The recommendation of this research is the government of Batu City must improve the quality of human resources whether it is the city apparatus or the community in managing open green space and to improve development budget for open green space in order to create more functional green area. Keywords: strategy, public green open spaces, green city Abstrak: Kota Batu sebagai kota wisata, dikembangkan ke arah kawasan kota ekowisata. Oleh karena itu penataan dan pengelolaan ruang terbuka hijau publik di kota Batu adalah hal yang penting dan dapat dijadikan sebagai model penataan dan pengelolaan lingkungan kota. Berkembang pesatnya hotel dan wahana objek wisata buatan membuat kota Batu, merubah lahan-lahan terbuka yang menjadi resapan atau hutan beralih fungsi menjadi pemukiman dan gedung bertingkat.Akibatnya kerusakan ekosistem lingkungan di kota Batu menjadi masalah utama kota Batu. Temuan dari penelitian, pemerintah Kota Batu mempunyai program P2HK (Program Pembangunan Kota Hijau) melalui BAPPEDA dan dikerjakan oleh tim swakelola untuk melakukan rencana kerja pengembangan dan perluasan kawasan ruang terbuka hijau yang harus dikerjakan tahun 2012 sampai 2020. Selanjutnya saran untuk masukan pemerintah Kota Batu dalam pengelolaan ruang terbuka hijau harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengeloaan ruang terbuka hijau dan meningkatkan anggaran pembangunan ruang terbuka hijau sehingga menambah jumlah keberadaan ruang terbuka hijau sehingga dapat mewujudkan Green City.   Kata Kunci: strategi, ruang terbuka hijau publik, kota hijau
Pelaksanaan Sistem Pelayanan Jasa Asuransi Korban Kecelakaan (Studi Pada Kantor Pt. Jasa Raharja Kabupaten Kabupaten Bojonegoro) Robby Wijaya Eka Atmaja
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELAKSANAAN SISTEM PELAYANAN JASA   Abstract: system implementation service casualty insuramce (study on JasaRaharja office Kabupaten Bojonegoro). This research was conducted because there are problems in the establishment of an insurrance service system in JasaRaharja, that is by indicating such issue of giving service to a client that is not in accordance to the guide book of service existed in Jasa Raharja. And also there is a situation where a birocracy is difficult in management of claims in the establishment of giving charity, thus in the establishment of giving service is still complicated. The objective of this research is to descro\ibe how the system of service in PT JasaRaharja and also to determine what are the things that could be an obstacle in this system of service.This research used qualitative research with a descriptive approach. The location of this research is in Kabupaten Bojonegoro District precisely in Kantor PT Jasa Raharja Kabupaten Bojonegoro. Technique of data collection used were by interviews, literature study, observation and documentation.According to the result of this research, the establishment of insurrance service system to claimers given by Jasa Raharja has already begun to be running in a good condition from such point of responsiveness, technicality, equability, transparency, effectiveness and effeciency. It is indeed provided by factual facts by an effective service by the JasaRaharja employee. Obstacle existed in the service is that there is a mixed up activity done by the JasaRaharja employee in giving service the a claimer because the lack of employees in the instancy and also there is a procedure processing that takes a long time to be done due to other procedure in processing matters done by other instancies related such as police insstancy and from the hospital instancy. Keywords: Insurance Service. Service Abstrak: Pelaksanaan Sistem Pelayanan JasaAsuransi Korban Kecelakaan ( Studi Pada Kantor PT JasaRaharjaKabupatenBojonegoro) Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam pelaksanaan sistem pelayanan Jasa asuransi di Jasa Raharja,yaitu diindikasikandalam melayani klaimen tidak berpedoman pada buku panduan pelayanan yang ada di Jasa Raharja. Dan juga masih adanya sulitnya birokasi dalam kepengurusan klaim dalam pelaksanaan pemberian santunan, sehingga dalam pelaksanaan pelayananya masih berbelit-belit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana sistem pelayanan yang ada di PT Jasa Raharja serta mengetahui apa saja yang dapat menghambat sistem pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Lokasi penelitian ini adalah di Kabupaten Kabupaten Bojonegorodengan situs penelitian pada Kantor PT Jasa Raharja Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, obeservasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitianpelaksanaan sistem pelayanan asuransi terhadap klaimen yang diberikan oleh Jasa Raharja sudah berjalan baik dari poin responsiveness, technicality, equability, transparency, evectiveness and efficiency.Hal tersebut dibuktikan dengan pelayanan yang efektif oleh pegawai Jasa Raharja. Kendala yang terdapat di dalam pelayanan adalah masih adanya rangkap kegiatan yang dilakukan oleh Pegawai Jasa Raharja dalam melayani klaimen karena kurangnya tenaga kerja dalam instansi tersebut dan juga masih adanya pengurusan prosedur pelayanan yang lama yang disebabkan oleh instansi lain yang terkait dengan kepengurusan santunan Jasa Raharja seperti dari pihak kepolisian dan dari pihak rumah sakit. Kata kunci :Jasa Asuransi, Pelayanan Pendahuluan Kemajuan ilmu pengetahuan merupakan pola hubungan antar manusia yang dilakukan untuk dapat berkomunikasi baik melalui dunia maya maupun secara konpensional. Kemajuan pada masyarakat  mempunyai pengaruh dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Masyarakat pada umumnya menginginkan kemudahan didalam semua aspek yang ada seperti aspek ekonomi. Karena itu masyarakat melakukan berbagai upaya didalam peningkatan kebutuhan dalam penggunaan komunikasi dan transportasi. Di dalam perkembangan teknologi dimana komunikasi dan transportasi bukanlah hal yang sulit untuk dijumpai atau digunakan. Banyak masyarakat yang menggunakan komuikasi dan transportasi dalam menjalankan aktifitasnya. Komunikasi dan Transportasi yang kian berkembang, dikarenakan oleh perkembangan jumlah dan mobilitas manusia. Hal tersebut berdampak pada kepadatan penduduk yang akhirnya menyebabkan aktivitas penduduk semakin banyak dan beragam. Dengan demikian transportasi sangatlah dibutuhkan tidak hanya sebagai sarana di dalam berkendara tetapi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penggunaan transportasi yang bayank adalah kendaraan pribadi jadi kendaraan merupakan barang umum untuk waktu sekarang. Kendaran pribadi sekarang lebih murahdan efisien sehingga membuat pengguna jalan memilih roda 2. Roda 2 merupakan alternative di jalan dikarenakan kendaraan roda 2 mudah didapatkan sehingga di jalan sangat banyak roda 2. Hal tersebut harusnya didukung juga dengan sarana jalan yang mumpuni agar tercipta lalu lintas yang aman di jalan raya. Tetapi berbeda dengan sekarang atau saat ini karena semakin banyaknya roda 2 dan fasilitas di jalan raya yang semakin berkurang sehingga mengakibatkan kemancetan di jalan raya dan banyak kecelakaan yang terjadi. Kemancetan yang terjadi mengakibatkan ketidakseimbangan di jalan raya. Sehingga merugikan para pengguna jalan raya seperti pengguna jalan yang mengakibatkan semakin banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan raya hal tersebut dapat merugikan baik pengguna jalan atau yang ditabrak. Dalam prakteknya melakukan pemberian Santunan korban kecelakaan masih belum sesuai, salah satunya dalam hal melakukan pelayanan, masih ditemui adanya tumpang tindih (ttidak teratur) birokasi dalam kepengurusan klaim. Hal ini terjadi karena PT Jasa Raharja bekerja sama dengan mitranya yakni pihak polisi dan pihak rumah sakit. Hal yang berkaitan lainnya yang dapat membuat lama terjadinya kepengurusan santunan Jasa Raharja adalah masih adanya rangkap jabatan dalam instansi tersebut. Jadi masih sering proses penyelesaian pengurusan klaim yang harusnya 1 minggu setelah kejadian, menjadi terlambat hingga 1 bulan atau 2 bulan setelah kejadian. Di dalam memberikan dana santunan sudah tepat dengan bentuk birokrasi yang dilakukan oleh PT. Jasa Raharja. Dana asuransi yang digunakan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Dalam mengelola dana masyarakat Jasa Raharja berbepan sebagai Agent Of Development. Tinjauan Pustaka 1. Pelayanan Publik Pelayanan umum merupakan kegiatan yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok melalui sistem yang ditentukan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Pelayanan umum haruslah mementingkan kepentingan masyarakat terlebih dahulu, karena berfungsi memenuhi kepentingan masyarakat. Menurut Pasalong, (2007:128) bahwa “Pelayanan pada dasarnya adalah aktivitas seseorang, sekolompok dan atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan”. 2. Strategi Pelayanan Publik Mengembangkan strategi pelayanan publik yang ramah pelanggan memang sudah menjadi trend pelayanan dunia (community-based management = CBM) perlu juga kita kembangkan disini. Seorang pakar administrasi publik, Gerry Stoker (1991) melihat perlunya birokasi publik untuk (1) mengidentifikasi adanya pertumbuhan community orientation dalam memperbaiki peran birokasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat; (2) seyogyanya mereka responsive terhadap masalah ini dan tidak melihat masyarakat sekedar sebagai pelanggan (customer),  atau klien (client) tetapi juga sebagai warga negara (citizen) yang berhak memperoleh pelayanan yang adil, dan merata dan memuaskan dari birokasi publik. Selain itu, Pollitt (1990) mengemukakan dua alasan mengapa strategi pelayanan yang berbasis pelanggan atau ramah konsumen ini laik untuk dikembangkan yaitu karena “(1) transaksi yang terjadi antara penyedia dan pengguna pelayanan di sektor publik itu cenderung lebih kompleks daripada yang dihadapi oleh pengguna pelayanan di pasar normal; dan (2) para konsumen di sektor publik itu bukanlah sekedar konsumen tetapi mereka itu juga merupakan warga negara yang tentunya hal ini mempunyai implikasi implikasi unik tertentu”. Dengan bahasa lain, mengembangkan strategi pelayanan publik yang berbasis pelanggan atau ramah-konsumen itu tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknik manajemen ala bisnis yang sarat dengan signal dan isentif pasar tetapi juga memperhatikan dan manjunjung tinggi ideologi sektor publik yang sarat dengan nilai-nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, pemerataan, hak asasi manusia, demokrasi dan sebagainya. Untuk birokasi publik di negara kita sebenarnya telah ada pedoman memberikan pelayanan prima yang telah dikeluarkan oleh kantor MENPAN no.83/1994. 3. Asuransi Jiwa Pengansurasian adalah istilah hukum yang dipakai dalam perundang-undangan dan pengasuransian. Istilah pengasuransian berasal dari kata asuransi yang berarti pertanggungan atau perlindungan atas suatu objek dari bahaya yang menimbulkan kerugian. Asuransi merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung untuk resiko kerugian sebagai yang ditetapkan didalam surat perjanjian yang telah disetujui Menurut Prakoso dan Murtika (1989:265) mrnyatakan “asuransi jiwa pengertian secara umum adalah kesepakatan yang disetujui oleh dua pihak mengenai perjanjian pembayaran modal natau bunga (peralihan resiko ekonomis), yang didasari atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. dan daripada itu pembayaran premi atau dua-duanya dengan cara digantungkan pada masa hidupnya atau meninggalnya seseorang atau lebih.” Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendeketan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kantor Jasa Raharja Kabupaten Bojonegoro. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Fokus dalam penelitian ini adalah: Pelaksanaan Sistem Pelayanan Jasa Asuransi Korban Kecelakaan PT. Jasaraharja Persero Kabupaten Kabupaten Bojonegoro :a.Reponsiveness, b.Equability ,c.Tranparency, d.Effectiveness and efficiency. Faktor penghambat  dalam  Pelaksanaan Sistem Pelayanan Jasa Asuransi Korban kecelakaan PT. Jasaraharja Persero Kabupaten Kabupaten Bojonegoro.(1) Masih adanya rangkap kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan di Jasa Raharja, (2)Lamanya prosedur pelayanan Pembahasan 1. Transparancy (Survey Pasca Bayar) Transparansi merupakan pelayanan publik yang dapat diakses oleh semua pihak yang  mudah dimengerti. Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Kurniawan dan Najih (2008: 56) bahwa “secara konseptual, transparansi dalam penyelenggaraan publik adalah. segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya. pemenuhan. kebutuhan penerima pelayanan maupun pelakjsanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang bersifat terbuka, mudah, dan dapat. diakses oleh semua pihak yang membutuhkan serta disediakan secara memadai dan mudah dimengerti oleh semua penerima kebutuhan pelayanan”. Kebijakan-kebijakan transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik sudah jelas diatur dan dijabarkan dalam Keputusan Menpan RI. Maksud ditetapkan Keputusan tersebut adalah sebagai. bahan pertimbangan dalam melakukan proses-proses penyelanggaraan pelayanan publik yang bertujuan untuk. meningkatkan transparansi pelayanan yang meliputi pelaksanaan prosedur, persyaratan teknis dan administratif, biaya, waktu, akta/janji. Oleh karena itu, survei pasca bayar yang dilakukan oleh PT.Jasa Raharja  telah sesuai dengan penjelasan akan teori transparansi yang telah diungkapkan di atas. Hal tersebut didukung juga dengan komentar positif dari mansyarakat yang merasa bahwa dengan adanya survey pasca bayar maka keutuhan dana yang diterima oleh klaimen dapat diawasi. Dalam penjelasan di atas transparansi berkaitan akan keterbukaan akan suatu informasi bagi kepentingan publik. Dalam hal ini Kanit PT. Jasa Raharja telah melaksanakan proses transparansi secara baik yaitu meninjau klaimen setiap bulanya agar mendapat pembayaran secara penuh dari pihak Jasa Raharja. 2. Effectiveness and effeciency (Efisiensi Pelayanan  Santunan) Efektif adalah pelayanan yang sesuai dengan kandisi dan kemampuan dalam memberrikan dan menerima pelayanan dengan tetap sesuai dengan aturan/prinsip efesien dan efektifitas. Dalam pemberian layanan Santunan oleh PT Jasa Raharja telah melaksanakan proses pelayanan  ini secara efisien dan efektif.  Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa PT.Jasa Raharja telah melaksanakan prinsip efisiensi seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa Efisiensi dalam pelayanan publik dapat dilihat dari perspektif pemberi layanan maupun pengguna layanan. Pihak klaimen juga merasakan tentang afisiensi pelayanan santunan yang dilakukan oleh Jasa Raharja, klaimen merasa nyaman karena cepatnya pelayanan yang diberikan oleh petugas. PT. Jasa Raharja Kabupaten Bojonegoro memberikan Efisiensi waktu agar tidak terjadi keterlambatan dalam menangani klaimen. Hasil dilapangan bahwa Mobile service PT Jasa Raharja lebih berperilaku kreatif, inovatif dan bertindak cerdas tentang mana yang harus didahulukan. Seperti yang dijelaskan oleh Tjiptono (2005:132) kemampuan memahami pelanggan yaitu berupaya memahami pelanggan dan kebutuhan spesifik mereka. 3. Equability (pemberian pelayanan yang sama) PT. Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Bojonegoro telah menjalankan prinsip kesamaan hak sesuai dengan prosedur yang sudah ada, tidak membeda-bedakan antara satu orang dengan orang yang lain. Hal ini sesuai dengan teori atau pernyataan yang diungkap oleh Sinambela, 2006:6 yang menyatakan bahwa “Kesamaan hak yaitu pelayanan yang tidak melakukan diskrriminasi dilihat dari satu aspek saja khususnya suku, ras, agama, golongan, status sosial, dan lain-lain”. Dalam hal ini pihak PT. Jasa Raharja telah melaksanakan prinsip kesamaan hak dalam pemberian layanan santunan tersebut bagi kepentingan publik secara baik dan maksimal. dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada rencana kinerjanya. Pihak klaimen juga setuju bahwa pegawai dari Jasa Raharja sudah melaksanakan prinsip keadilan dalam hal pelayanan. Hal tersebut sesuai dengan pemberian pelayanan yang sama dengan tidak membedakan antara klaimen. 4. Responsiveness (Ketanggapan dalam Pelayanan) Menurut Aviliani dan Wilfridus (1997:10) Responsiveness adalah kemampuan dalam memberikan jasa dengan cepat sehingga kebutuhan pelanggan yang dapat segera tercukupi serta penampilan karyawan. PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Bojonegoro. dalam memberikan pelayanan Pegawai PT Jasa Raharja mempunyai prinsip pelayanan yang cepat dan tepat kepada klaimen dengan penyampaian informasi yang jelas, sehingga memudahkan klaimen untuk kepengurusan dalam hal santunan tersebut. Dalam hal ini pegawai PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan bisa melaksanakan pemberian pelayanan dengan penuh perhatian terhadap klaimen atau pengajuan dana.serta memberikan pelayanan prima kepada klaimen. 4. Adanya Rangkap Kegiatan dalam Pelaksanaan Pekerjaan di PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Kabupaten Bojonegoro Dalam hal ini SDM berkaitan erat dengan komitmen yang dimiliki dan karakter yang melekat. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia menjadi aktor utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan, oleh karenanya komitmen ataupun karakter dari masing-masing individu yang terlibat dalam peningkatan kapasitas kinerja akan sangat berpengaruh. Ketidakstabilian emosi, sikap egioistis, dan sifat-sifat negatif lainnya dapat menjadi kendala bagi peningkatan kapasitas kinerja tersebut, jika suatu keputusan tidak didasari kesepakatan bersama atau karakter individu tersebut yang kurang baik, maka akan timbul kesenjangan yang pada akhirnya usaha yang dilakukan dalam rangka revitalisasi, tidak dapat terwujud karena SDM itu sendiri. Dalam proses administrasi sangat dipengaruhi oleh manajemen sumber daya manusia. Peranan administrasi sangat menentukan dalam kelangsungan hidup suatu pemerintahan. Namun ada yang lebih menentukan lagi yaitu manusianya. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Parasuraman (1985:48-50) yang mnyatakan bahwa Kualitas pelayanan yang diterima atau dirasakan apa yang diharapkan, maka kualitas pelayanan yang dipersepsikan sebagai kualitas yang baik. Baik buruknya administrasi sangat tergantung pada sumber daya yang dimilikinya, dan manakala kualitas sumber daya yang dimiliki baik, maka proses administrasi berjalan baik serta tujuan dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan. Data di lapangan menunjukkan bahwa masih adanya rangkap jabatan dalam pelaksanaan pekerjaan di PT Jasa Raharja (Perseo) Kabupaten Bojonegoro dalam menghadapi klaimen. Sehingga dalam melayani klaimen masih sering adanya keterlambatan dalam memberikan pelayanan yang maksimal. 5. Lamanya prosedur pelayanan Untuk dapat memberikan pelayanan yang baik maka syarat syarat pelayanan yang baik pun juga harus dilakukan. Data yang diambil di lapangan mengemukakan bahwa prosedur dalam pengurusan santunan ke PT Jasa Raharja sebenarnya tidak sulit. Tetapi hal hal yang membuat terlambat dalam pengurusan santunan berasal dari luar instansi seperti dari pihak Rumah sakit yang sangat sulit mengeluarkan tanda bukti kuitansi pelunasan pembayaran klaim dan juga hal sulit lainya ditambah dengan instansi lain seperti dari kepala desa tiap kampung yang biasanya lama dalam mengeluarkan keabsahan ahli waris. Kesimpulan 1. Survey pasca bayar yang dilakukan oleh Kanit PT Jasa Raharja sudah berjalan cukup baik berdasarkan dari prinsip transparansi dengan melakukan survey pasca bayar setiap bulannya agar pihak klaimen mendapatkan hak santunan secara penuh dari pihak Jasa Raharja. 2. Di dalam pelaksanaan pelayanan santunan, efektifitas dan efisien di dalam melaksanankan program tersebut menjadi tolak ukur di dalam memberikan pelayanan terhadap klaimen. Dalam pemberian layanan Santunan oleh PT Jasa Raharja Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan proses pelayanan.ini secara efisien dan efektif. 3. Pegawai dari PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Bojonegoro telah memberikan jasa dengan cepat dan. telah berhasil melaksanakan pemberian pelayanan yang tanggap terhadap klaimen. Karena memberikan pelayanan yang prima terhadap klaimen yang merupakan unsur yang penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. 4. Kendala yang terjadi di dalam perusahaan sendiri masih mengalami sedikit kendala didalam pelaksanaan pelayanan santunan,salah satunya masih adanya rangkap jabatan dalam pelaksanaan pekerjaan di PT Jasa Raharja. Sehingga dalam melayani klaimen masih terjadi kendala seperti lamanya pengurusan berkas santunan. 5. Prosedur pengurusan santunan ke Jasa Raharja sebenarnya tidak sulit Tetapi hal hal yang membuat terlambat dalam pengurusan santunan berasal dari luar instansi seperti dari pihak Rumah sakit yang sangat sulit tanda bukti kuitansi pelunasan pembayaran klaim dan juga hal sulit lainya ditambah dengan instansi lain yaitu dari instansi kepolisian yang dalam kepengurusan dari kecelakaan mengalami keterlambatan karena masyarakat masih berfikir negatif tentang polisi sehingga takut dengan melaporkan kasus kecelakaan kepada pihak kepolisian. Saran 1. Perlunya ditingkatkan kembali pelaksanaan sistem pelayanan jasa asuransi korban kecelakaan pada PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Bojonegoro yang dinilai sudah cukup  baik pada bidang Transparency, Effectiveness and efficiency, Equability, Responsiveness agar memberikan kepuasan lebih pada klaimen. 2. Perlu penambahan tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan pelayanan jasa asuransi guna terciptanya pelayanan kepada klaimen secara maksimal. 3. Perlu adanya Kerjasama yang bersinergi lagi antara  PT Jasa Raharja dengan Pihak Rumah sakit dan Polres  guna terciptanya jasa pelayanan santunan yang maksimal  kepada klaimen. 4. Perlu adanya suatu kesadaran dan ketanggapan dari kepala desa kepada warganya agar dalam hal kepengurusan dari prosedur santunan agar menjadi cepat dan tidak terkesan akan birokasi yang sulit. `  Daftar PustakaDjoko Prakoso dan I Ketut Murtika, SH, Hukum Asuransi Indonesia, Bina Aksara, Jakarta, 1989, hal 265.H.M.N Purwosutjipto, SH, Pengertian Pokok Hukum Dagang, Jilid 6 Hukum Perdagangan, Djambatan, Jakarta 1992, hal 9.Pollitt, C.1990. Managerialsm and the Public Service : The Anglo-American Experience. Oxford : Basil Blackwell.Sinambela, L.P. 2007. Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: Bumi AksaraStoker, G. 1991. The Politics of Local Government. Hampshire : Macmillan.Undang-Undang No.33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. 
Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Terhadap Kinerja (Studi Pada Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Malang) Baais Rahmata Utama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Influence of Education and Training Development On Employees Performance (Study at Employees of Kantor Imigrasi Kelas I Malang). The face of the public service in Indonesia are still insufficient it is apparent from the performance of the employees are still low so that raises a large number of related problems of pathology of the bureaucracy especially criminal acts of corruption. To fix it then it is one that the Government is carrying out training and education (DIKLAT) activities namely training and education pre office position and training and education in office position to improve and refine the performance of civil servants especially in the sphere of public service. The results showed the training and education pre office position (X 1) have a weak influence on performance, while training and education in office position (X 2) has a strong influence on performance of employees (Y). So it can be concluded that training and education pre office position  was (X 1) have a weak influence on performance employees (Y) then it may need to maximize this training and education pre office position in order to further improve the performance of government officials in the future.   Keywords: education and training, diklat, performance, government employees Abstrak: Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Terhadap Kinerja (Studi pada Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Malang). Wajah pelayanan publik di Indonesia saat ini masih kurang maksimal hal tersebut terlihat dari kinerja para pegawai yang masih rendah sehingga menimbulkan banyaknya permasalahan terkait patologi birokrasi terutama tindak pidana korupsi. Untuk memperbaiki hal tersebut maka salah satu yang dilakukan pemerintah adalah melaksanakan kegiatan diklat yaitu diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja pegawai negeri terutama dalam lingkup pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan diklat prajabatan (X1) memiliki pengaruh yang lemah terhadap kinerja pegawai, sedangkan diklat dalam jabatan (X2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja pegawai (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa diklat prajabatan (X1) memiliki pengaruh yang lemah terhadap kinerja pegawai (Y) maka perlu kiranya untuk memaksimalkan diklat prajabatan agar dapat lebih meningkatkan kinerja pegawai pemerintahan kedepannya.   Kata kunci: pendidikan dan pelatihan, diklat, kinerja, pegawai pemerintah 
Analisis Kebijakan Pembangunan Perhotelan di Kawasan Lindung dalam Perspektif Advocacy Coalition Framework (ACF) (Studi Tentang Policy Subsystem dan External Shocks Pembangunan The Rayja Batu Resort di Kecamatan Bumiaji Kota Batu) Aisyah Nurrul Jannah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Policy Analysis of Hospitality Development in Protected Areas in Perspective of The Advocacy Coalition Framework (ACF) (Studies on Policy Subsystem and External Shocks of The Rayja Batu Resort Development in Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). Analysis of model Advocacy Coalition Framework (ACF) describes a policy process that led to the coalition of advocacy. The aim of research to determine the policy subsystem and external shocks in pushing for policy change in development policy The Rayja Batu Resort in Kota Batu. The results showed that the policy subsystem raises two Coalition, coalition A is made up of actors who have a core policy of economic development. While the Coalition B consists of actors who have a core policy of the conservation of water sources Gemulo. Policy broker as a mediator has not been able to resolve the conflict and external shocks that occur have not been able to push policy change. Keywords: policy analysis, advocacy coalition framework, policy subsystem, external shocks   Abstrak: Analisis Kebijakan Pembangunan Perhotelan di Kawasan Lindung dalam Perspektif Advocacy Coalition Framework (ACF) (Studi Tentang Policy Subsystem dan External Shocks Pembangunan The Rayja Batu Resort di Kecamatan Bumiaji Kota Batu). Model analisis Advocacy Coalition Framework (ACF) menggambarkan suatu proses kebijakan yang memunculkan koalisi advokasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui policy subsystem dan external shocks dalam mendorong adanya policy change pada kebijakan pembangunan The Rayja Batu Resort di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa policy subsystem memunculkan dua koalisi yaitu Koalisi A terdiri dari aktor-aktor yang memiliki policy core yaitu pembangunan ekonomi. Sedangkan Koalisi B terdiri dari aktor-aktor yang memiliki policy core yaitu konservasi sumber mata air Gemulo. Policy broker sebagai penengah belum mampu untuk menyelesaikan konflik dan external shocks yang terjadi belum mampu untuk mendorong policy change. Kata kunci: analisis kebijakan, advocacy coalition framework, policy subsystem, external shocks
Persepsi Pemustaka terhadap Kualitas Pelayanan Sirkulasi Di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Batam Safira Taris Muharama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: User’s Perception Towards Service Quality of Libaries and Archive Office Circulation in Batam. The purpose of this study was to determine user’s perception towards circulation of library and archive office in Batam. The study used a purposive sampling method. Samples were taken from visitor’s who have already joined as a member of the libraries. The variables in this study is only one, there is User’s perceptionstowards service quality of libraries and archive office circulation in Batam. The analysis on the perception is based on five service quality dimensions: reliability, assurance, responsiveness, empathy and tangibles. The results showed that User’s perceptions towards service quality of libraries and archive office circulation in Batam is excellent. As the average value is 3.30, the interpretation is excellent. Keywords: User’s Perception, Service Quality, Circulation Service, Libraries Circulation Abstrak: Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa persepsi sebagian besar pemustaka terhadap kualitas pelayanan sirkulasi di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Batam dengan total nilai rata-rata 3.30, dengan nilai grand mean masing-masing variabel XI:Kehandalan (Reliability) adalah 3.78, X2:Jaminan (Assurance) adalah 3.29, X3: Daya tanggap (Reponsiveness) adalah 3.09, X4:Empati (Empathy) adalah 3.05 dan X5:Bukti langsung (Tangibles) adalah 3.25 sehingga penafsiran/interpretasi kualitas pelayanan sirkulasinya tergolong sangat baik dan layak untuk digunakan oleh pemustakanya. Hal tersebut membuktikan bahwasannya ternyata bantuan teknologi IT tidak mempengaruhi persepsi buruknya pelayanan sirkulasinya. Kata Kunci: Persepsi Pemustaka, Kualitas Pelayanan, Pelayanan Sirkulasi, Sirkulasi Perpustakaan
Pengaruh Kualitas Layanan Referensi Terhadap Kepuasan Pemustaka (Studi Pada Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) Ringgar Maharani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Impact of Reference Service Quality of User Library Satisfication (Study at Library of State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang). The purposes of this study is to identify the impact of reference service quality that include of Service Affect, Library as Place and Information Control to user library satisfication provided by The Library State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang. This study used the method of explanatory research with quantitative approach. Technique of collecting the data was questionnaire and interview. The Sampling selection used accidental sampling method of 100 samples. The analytical method used is the method of multiple linear regression. The result of Simultaneous-test showed that the all independent variables in this study has affect simultaneously against user library satisfaction. In addition Partial-test shows that variable Affect of Service and Library as Place have significant impact toward user library satisfaction, but variable information control has not. The test of determination is  57,4 % user library satisfaction is influenced by Affect of Service, Library as Place and  Information Control. The most influenced variable in satisfying the user library is affect of service.   Keywords: reference service quality, affect of service, library as place, information control,User library satisfaction Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan referensi yang terdiri dari variabel Affect of Service (kemampuan dan sikap pustakawan), Library as Place (fasilitas dan suasana ruang perpustakaan) dan Information Control (sarana dan akses informasi) terhadap kepuasan pemustaka di Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. penelitian in menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket dan wawancara. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 reponden. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji variabel. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa semua variabel kualitas layanan berpengaruh secara secara bersama-sama terhadap kepuasan pemustaka. Hasil uji parsial  menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Service Affect dan Library as Place terhadap kepuasan pemustaka, sedangkan variabel control of information tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pemustaka. Uji determinasi pada penelitian ini menunjukkan kepuasan pemustaka dipengaruhi oleh Service Affect, Library as Place dan Control of Information sebesar 57,4 %. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pemustaka dalam penelitian ini adalah variabel affect service/ kemampuan dan sikap pemustaka.   Kata kunci: kualitas layanan referensi, service affect, library as place, information control,kepuasan pemustaka
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengelolaan Barang Daerah (Studi Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Blitar) Sheylla Anugrah Ramadhani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development Management Information Sistem to Manage Local Goods (Studies in the Departement of Managerial and Financial Public Goods Kabupaten Blitar).The results showed that the planning of the development management information sistems in the management local goods of Blitar regency from electronic to manual is not performing well. This is because of the requirement in the development of management information sistems in the management of local goods is not sufficient that there are no special rooms as well as laptops and printers are less support for the development of such sistems. After  that, in the development of management information sistem using a design that is used to facilitate the management of the localgoodsare logged in, parameters, entry and reports are presented in a menu  SIMBADA. Then in terms of the implementation of the development of this sistem is still a lot going on one "room" or incorrectly entered data. Implementation of development of management information sistems in the management of local goods also experiencing some constraints that human resources are less skilled, less conscientious and there are haven’t local regulations. Therefore, the government needs to conduct special training, making regional regulations and  SIMBADA should online.   Keywords:sistem development, management information sistems, management local goods.   Abstrak:Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan Barang Daerah (Studi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengembangan sistem informasi manajemen dalam pengelolaan barang daerah kabupaten Blitar dari manual menjadi elektronik tidak terlaksana dengan baik.Hal ini dikarenakan dari kebutuhan dalam pengembangan sistem informasi manajemen dalam pengelolaan barang daerah yang tidak mencukupi yaitu tidak ada ruangan khusus serta laptop dan printer yang kurang mendukung untuk pengembangan sistem tersebut.Kemudian dalam pengembangan sistem informasi manajemen ini menggunakan desain yang digunakan untuk mempermudah dalam pengelolaan barang daerah yaitu login, parameter, entry dan laporan yang merupakan pilihan menu yang disajikan dalam SIMBADA. Kemudian dalam hal implementasi pengembangan  sistem ini masih banyak terjadi salah “kamar” atau salah memasukkan data. Pelaksanaan pengembangan sistem informasi manajemen dalam pengelolaan barang daerah ini juga mengalami beberapa kendala yaitu sumber daya manusia yang kurang terampil, kurang teliti dan tidak ada peraturan daerah.Oleh karena itu pemerintah perlu mengadakan pelatihan khusus, membuat peraturan daerah dan SIMBADA ini di online-kan. Kata kunci:pengembangan sistem, sistem informasi manajemen, pengelolaan barang daerah.
Intervensi Sosial Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Program Pengenalan Bencana Di Sekolah (Pena Sekolah) (Studi Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang) Fadli Hibatur Rahman
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Social Intervention of Badan Penanggulangan Bencana Daerah in Pengenalan Bencana di Sekolah Program(PENA Sekolah) (Study on Badan Penanggulangan Bencana Daerah of Kabupaten Malang). Since the introduction of the disaster should be done soon.We know that the people with age below 15 years is people can be the victims of disasters, causes a lack of knowledge or a lack of will to save themselves. Having unlucky number in elementary schools and junior high schools and there are some of the areas prone to the Pengenalan Bencana di Sekolah program so that the recognition of needs in schools. Kind of the study is a deskriptif method. Analysis of data, analysis taida is used analysis of the issue and that it is useful. Based on the research, the BPBD Kabupaten Malang advice given to the poor is clearly have to coordinate with other institutions, especially in the PMI permanenlyt, a set curriculum. More teachers, human resources or materials upgrading and doing sustainable material to innovate. So social intervention will also transfered in full to the target of the program that is the students schools and junior high.   Keywords: Social Intervention, Disaster Management, Disaster Mitigation.   Abstrak: Intervensi Sosial Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Program Pengenalan Bencana di Sekolah (PENA Sekolah) (studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang) Pengenalan bencana seharusnya dilakukan sejak dini. Diketahui bahwa masyarakat dengan rentang umur  dibawah 15 tahun sangat bisa menjadi korban bahaya bencana, dikarenankan kurang pengetahuan akan bencana dan tidak adanya fasilitas untuk penyelamatan diri. Kabupaten Malang memiliki banyak jumlah SD dan SMP serta terdapat beberapa daerah rawan bencana sangat memerlukan adanya pelaksanaan program Pengenalan Bencana di Sekolah(PENA Sekolah). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah Analisis TAIDA, Agar analisis masalah dapat terfokus dan maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah BPBD Kabupaten Malang harus berkoordinasi dengan jelas dengan pihak lain terutama PMI, menetapkan kurikulum yang permanen, menambah sumberdaya manusia atau pengajar materi, dan melakukan upgrading  secara berkelanjutan agar dapat memperbaharui materi. Demikian Intervensi Sosial juga akan tersampaikan dengan maksimal kepada sasaran program yaitu siswa-siswa SD dan SMP.   Kata kunci: Intervensi Sosial, Manajemen Bencana, Mitigasi Bencana.
Strategi Pengembangan Pariwisata Dalam Mewujudkan Kawasan Wisata Berbasis Keamanan Dan Kenyamanan (Studi Pada Kawasan Wisata Pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah) Ardiyan Wicaksono
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tourism Development Strategy in Realizing Security and Comfort- Based Tourist Area (Study at Kuta Beach Tourist Area, Pujut District, Central Lombok Regency). Regional autonomy let each region with its given authority to use and manage its potency for the good of its people. By this, regional government directs the existing resources to be used efficiently and effectively including the development of tourism potency. This research based on the fact that there is no security and comfort guarantee in tourism objects. The result of this research shows that regional government’s strategy is not working yet in improving security and comfort system and in increasing the awareness because there is a lot of criminal act toward tourist, problem in the provision of infrastructure such as there is no lamp for the streets and the existent of street vendor in the beach area and Lombok International Airport (BIL). Recommendation for government is increase the working hour of security officer, the police must have a security pattern to anticipate every crime act, doing routine socialization to the people about tourism awareness, curbing street vendor by providing strategic places for them. Keywords: strategy, tourism, Comfort and Safety. Abstrak: Strategi Pengembangan Pariwisata Dalam Mewujudkan Kawasan Wisata Berbasis Keamanan dan Kenyamanan (Studi pada Kawasan Wisata Pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah). Otonomi Daerah memberikan wewenang dan otoritas kepada setiap daerah untuk mendayagunakan setiap potensi yang ada untuk dikelola yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Dengan ini, pemerintah daerah mengarahkan sumber-sumber daya yang ada agar dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif termasuk di dalamnya ialah dengan membangun potensi pariwisata. Penelitian ini didasari atas belum adanya keamanan dan kenyamanan pada kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem keamanan dan kenyamanan dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan sadar wisata dapat dikatakan belum berhasil karena masih banyak tindak kejahatan terhadap wisatawan, penyediaan infrastruktur jalan belum memadai seperti belum adanya fasilitas lampu penerang jalan yang dapat menyebabkan ketidakamanan dan masih banyak pedagang asongan di kawasan pantai dan Bandara Internasional Lombok (BIL). Saran bagi pemerintah adalah meningkatkan jam kerja bagi petugas keamanan, pihak kepolisian harus memiliki pola pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya ketidakamanan, Rutin melakukan sosialisasi terhadap masyarakat akan sadar wisata, Penertiban pedagang asongan dengan menyediakan wadah-wadah yang dianggap strategis. Kata kunci: strategi, pariwisata, keamanan dan kenyamanan 
Upaya Peningkatan Pelayanan Guna Meningkatkan Kepuasan Pengguna Jasa Kereta Api Ekonomi Lokal (Studi Pada Stasiun Tulungagung Daerah Operasi Vii Madiun Dalam Pelayanan Terhadap Pengguna Jasa Kereta Api Ekonomi Lokal) Putri Maya Risxi Istiarini
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The Efforts of  Service Improvment To Increase The Satisfaction of Local Economic Train Service Users (Study of  Tulungagung Train Station of  Madiun VII Operation Region in Serving the Local Economic Train Service Users). PT Kereta Api Indonesia has changed its manner of service that is given to users of train service, especially for local economic trains such as Dhoho Train (Blitar-Surabaya via Kertosono) and Penataran Train (Blitar-Surabaya via Malang) to increase the satisfaction of train service users. Tulungagung Station  is one of train station which has been changed. The implementation and evaluation of work program are given periodically in every week, Tulungagung Station has provided several supporting facilities to give pleasure to local economic train service users. Employee performance has been highly attended by Tulungagung Station and center. However, several things must still be attended, the approach to local economic train service users is lacking. Keywords: service, the satisfaction of local economic train service users.   Abstrak: Upaya Peningkatan Pelayanan Guna Meningkatkan Kepuasan Pengguna Jasa Kereta Api Ekonomi Lokal (Studi pada Stasiun Tulungagung Daerah Operasi VII Madiun dalam Pelayanan terhadap Pengguna Jasa Kereta Api Ekonomi Lokal). Banyaknya perubahan yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia terhadap pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa kereta api ekonomi lokal yaitu Kereta Api Dhoho (Blitar-Surabaya melalui Kertosono) dan Kereta Api Penataran (Blitar-Surabaya melalui Malang) untuk meningkatkan kepuasan pengguna jasa kereta api. Stasiun Tulungagung merupakan salah satu stasiun kereta api yang melakukan perubahan tersebut. Pelaksanaan serta evaluasi program kerja dilakukan secara rutin pada setiap minggu, Stasiun Tulungagung juga telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung  untuk memberikan kenyamanan terhadap pengguna jasa kereta api ekonomi lokal. Kinerja pegawai sangat diperhatikan oleh pihak Stasiun Tulungagung dan pihak pusat. Perubahan tersebut telah mampu memberikan kepuasan serta kenyamanan terhadap pengguna jasa kereta api ekonomi lokal. Namun masih banyak yang perlu diperhatikan, terlebih dengan masalah pendekatan dengan pengguna jasa kereta api ekonomi lokal yang dirasa masih kurang.   Kata kunci: pelayanan, kepuasan pengguna jasa kereta api ekonomi lokal.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue