cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 45 Documents clear
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI KELURAHAN PENANGGUNGAN DENGAN SALURAN BANJIR (FLOODWAY) Zarkasi, Hamim; Anwar, M. Ruslin; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.054 KB)

Abstract

Kelurahan Penanggungan merupakan kelurahan yang terletak di kota Malang. Kelurahan ini terletak pada sebelah utara kelurahan Sumbersari, yang memiliki luas daerah sebesar 782 km2 dan terdiri dari 8 RW dengan total jumlah penduduk 10.699 jiwa. Kelurahan Penanggungan memiliki kontur yang lebih tinggi dibandingkan jalan disekitarnya yaitu jalan Mayjend Panjaitan. Pada kelurahan ini tepatnya pada desa Betek, dilalui oleh saluran drainase yang dulunya merupakan saluran irigasi. Saluran ini memiliki panjang +2,8 km dan memiliki luas aliran sebesar +0,5897 km2 yang melintas dari kelurahan Penanggungan sampai kelurahan Ketawanggede. Saluran ini sering mengalami peluapan saat musim penghujan, diakibatkan kondisi saluran yang berubah fungsi dari irigasi menjadi saluran drainase, tidak mampu menahan debit yang masuk kedalamnya. Selain itu intensitas hujan yang tinggi dan kondisi saluran yang terdapat banyak sampah menjadi penyebab banjir pada desa Betek. Meluapnya air pada saluran ini juga menyebabkan beberapa ruas jalan Mayjend Panjaitan juga tergenang dan mengganggu mobilitas para pengguna jalan. Selain itu desa Betek memiliki pemukiman yang padat, sehingga sulit untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk itu perlu adanya alternatif penanggulangan banjir yang tepat guna menyelesaikan permasalahan pada daerah ini. Alternatif penanggulangan banjir yang akan direncanakan adalah normalisasi saluran dan floodway sehingga harapannya dapat mengatasi permasalahan banjir yang ada pada daerah tersebut. Sebagai acuan perencanaan alternatif penanggulangan banjir maka digunakan debit rencana dengan kala ulang 25 tahun sebesar 11,8779 m3/dt. Kemudian dilakukan perencanaan normalisasi dan floodway dengan menggunakan debit berdasarkan pembagian luas daerah tangkapan masing-masing. Untuk kapasitas debit yang dapat dialirkan floodway, yaitu untuk floodway pertama dan floodway kedua sebesar 7,1289 m3/dt dan 2,4878 m3/dt. Kata Kunci : Banjir, Kelurahan Penanggungan, Saluran, Debit, Normalisasi, Floodway.
PERENCANAAN BANGUNAN RESERVOIR dan JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH di DESA RANDUGADING KECAMATAN TAJINAN MALANG Wiharsa, Ida Aditya; Anwar, M. Ruslin; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.468 KB)

Abstract

Air merupakan zat paling penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya air maka manusia dapat melakukan berbagai aktifitas penting seperti mencuci dan memasak. Selain itu air juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri, pertanian dan fasilitas umum lainnya. Tanpa adanya air maka manusia akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam bidang teknik sipil, air juga merupakan salah satu zat penting yang dibutuhkan, salah satu contohnya yaitu air untuk campuran beton. Desa Randugading, merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Pada daerah tersebut terdapat mata air Ngembul yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan non-domestik penduduk setempat. Akan tetapi, elevasi pada desa Randugading lebih tinggi bila dibandingkan dengan elevasi mata air Ngembul. Sehingga digunakan pompa hydrum untuk dapat mendistribusikan air bersih dari mata air menuju rumah penduduk.Sebelum air bersih dapat terdistribusikan dengan baik menuju rumah penduduk diperlukan proyeksi kebutuhan domestik dan non-domestik untuk mengetahui seberapa besar debit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu juga direncanakan berapa besarnya dimensi bangunan reservoir yang berguna untuk menampung air bersih sebelum disalurkan menuju rumah penduduk dan agar dapat memenuhi besarnya debit kebutuhan air bersih pada jam puncak. Selain itu direncanakan pula pipa induk distribusi air bersih agar air bersih yang telah ditampung oleh reservoir dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Desa Randugading terdiri dari dua pemukiman penduduk, sehingga dalam perencanaannya bangunan reservoir dibangun pada dua tempat yang berbeda, masing-masing dari pemukiman direncanakan memiliki bangunan reservoir sesuai dengan besarnya kebutuhan air bersih pada jam puncak pada masing-masing daerah, yaitu sebesar 0,00153 m3/detik atau sebesar 5,508 m3/ jam dan 0,00076 m3/detik atau sebesar 2,736 m3/jam. Sedangkan untuk pipa distribusi direncanakan memiliki head tekan pipa terjauh sebesar 19,597 meter dan 52,598 meter untuk masing-masing daerah. Kata Kunci : Air Bersih, Randugading, Reservoir, Pipa.
MANFAAT SUMUR RESAPAN DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI WILAYAH KELURAHAN PENANGGUNGAN BAGIAN SELATAN KOTA MALANG Wijaya, Hendra Tri; Anwar, M. Ruslin; Suhariyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.712 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi di kota besar seperti kota Malang saat musim hujan yaitu banjir. Genangan terjadi di ruas-ruas jalan terutama pada ruas Veteran kota Malang. Hal ini terjadi karena berkurangnya lahan terbuka hijau (RTH) sebagai penyerapan air permukaan yang hanya tersisa 14% dan menurunnya kondisi saluran dreinase. Salah satu langkah jangka panjang untuk mengelola luapan saluran dreinase yaitu dibangunnya sumur resapan, tujuannya menampung air permukaan mengalir ke tanah dan meningkatkan tinggi muka air tanah. Metode yang digunakan yaitu analisis hidrologi dan berdasar peraturan      SNI No.03-2459-2002. Sebagai acuan perencanaan sumur resapan pada wilayah studi digunakan debit rencana kala ulang 10 tahun dengan  menggunakan tiga tipe sumur resapan. Dengan adanya 37 buah sumur resapan pada wilayah studi debit yang dapat direduksi sebesar 6,780 m3/detik, dengan total biaya pembuatan Rp.204,020.564,00. Kata Kunci : Debit, Kelurahan Penanggungan, Genangan, Sumur Resapan.
STABILITAS STRUKTUR BAWAH BANGUNAN LEPAS PANTAI UNTUK FLOATING WIND TURBINE DENGAN SISTEM TENSION LEG-SPAR PLATFORM Sabila, Ahmad Ariq Fihris; Pujiharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.3 KB)

Abstract

Floating Wind Turbine with Tension Leg – Spar Platform adalah pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun terapung di daerah laut dengan platform gabungan Tension Leg Platform dan Spar Bouy. Diameter pangkal tiang akan relatif lebih kecil dibandingkan spar untuk mengurangi gaya akibat gelombang yang bekerja pada floater. Bagian terpenting dari floater adalah silinder spar. Untuk menambahkan stabilitas pada derajat kebebasan pitch dan roll maka ditambahkan leg yang terikat dengan pondasi tiang pada seabed menggunakan tendon atau tethers.Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis stabilitas floater pada enam derajat kebebasan pada benda terapung menggunakan metode Frekuensi Domain. Turbin angin yang dipasang memiliki kapasitas produksi sebesar 5MW dengan diameter rotor sebesar 126 meter. Material yang digunakan untuk spar adalah pelat baja yang dibentuk silinder dengan penutup ditiap ujungnya, sehingga didapatkan spar dengan rongga didalamnya untuk menggurangi berat sendiri. Diameter spar sebesar 14 meter dengan panjang spar 100 meter. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan bantuan software Matlab R2010a dan Microsoft Office Excel. Dalam analisisnya menggunakan pendekatan 2 dimensi serta memasukkan beban-beban yang bekerja pada struktur yang diantaranya adalah beban gelombang dan beban angin.Hasil analisis didapatkan beban gelombang memiliki kontribusi paling besar pada sistem struktur. Besar perpindahan rotasi pada derajat kebebasan pitch untuk sea state 4 adalah sebesar 0.0025o dan untuk sea state 8 (ekstrim) sebesar 0.0135o. Sehingga pada sea state 4 dan sea state 8 berada pada status operating karena besaran pitch yang kurang dari 0.7o. Kata kunci:floating offshore wind turbine, tension leg – spar platform, frekuensi domain
STUDI ALTERNATIF PEMANFAATAN SUMBER MATA AIR UMBULAN UNTUK SISTEM IRIGASI PADA KECAMATAN WINONGAN Priambudi, Adhitya; Pujiharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.266 KB)

Abstract

Pertanian merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun masih banyak sawah di Indonesia yang belum dimaksimalkan dikarenakan berbagai hal, salah satunya ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan air irigasi. Ketidakmampuan ini disebabkan sawah yang pemenuhan kebutuhan air dari turunnya hujan (sawah tadah hujan) dan keterbatasan teknologi (pompa).Kekeringan yang terjadi di Indonesia salah satunya terjadi padaDesa Umbulan dan Desa Kedungrejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Lokasi sawah tadah hujan berada pada elevasi +120 m di atas permukaan laut, sedangkan elevasi sumber air umbulan berada pada +30 m di atas permukaan laut. Luas sawah tadah hujan 95,48 Ha berada 1,4 km dari sumber air umbulan. Sumber air umbulan memiliki debit sekitar 3068,72 liter/detik hanya 10 % yang digunakan untuk keperluan keperluan tertentu selebihnya terbuang percuma ke laut. Dari kenyataan ini sangat ironi apabila ada daerah yang berada didekatnya mengalami kekeringan. Kebutuhan air irigasi sawah tadah hujan pada kedua desa tersebut hanya sebesar 171,38 liter/detik dengan dirancang sistem pendistribusian air menggunakan pompa yang diatur penyalaan pompa serta tandon sebesar 400 m3 Kata kunci:sawah tadah hujan, pompa, irigasi,Umbulan,Winongan,Pasuruan, kekeringan.