cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 49 Documents clear
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP LENDUTAN (DEFLEKSI) BALOK BETON BERTULANG Dzakwan, Achmad Yusar; ., Wisnumurti; S, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.676 KB)

Abstract

Agregat kasar merupakan salah satu material pembentuk beton dengan kebutuhan volume paling besar dalam campuran sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyx yang dihasilkan dari perusahaan besar pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Komponen struktur harus memenuhi kemampuan layan untuk menjamin tercapainya perilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja. Kemampuan layan terbatas pada tingkat beban kerja dan salah satunya ditentukan oleh lendutan pada beton bertulang. Maka dari itu diperlukan penelitian terhadap lendutan (defleksi) beton agregat limbah batu onyx balok bertulangan tunggal dan beton agregat kerikil bertulangan tunggal. Pada penelitian ini dibuat dua jenis benda uji yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang limbah onyx. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Serta pengujian lentur dengan dibebani secara berangsur hingga mencapai beban maskimum. Lendutan pada balok beton bertulang limbah onyx dan kerikil pada setiap daerah grafik beban-lendutan cenderung mengalami perbedaan yakni lebih kecil nilai lendutan yang didapatkan dari balok normal daripada balok dengan limbah onyx. Pada daerah elastis dan kondisi leleh pada balok beton bertulang dengan limbah onyx memiliki kecenderungan mampu menahan beban yang lebih besar daripada balok beton bertulang normal dan pada daerah pasca-serviceability yakni pada beban maksimum balok normal cenderung dapat menahan beban yang lebih besar daripada balok beton bertulang dengan limbah onyx. Dari analisa teoritis pada beban yang sama (P= 1000kg), pada balok beton bertulang normal memiliki nilai lendutan rata-rata yang lebih kecil, yakni sebesar (δ= 0,1557 mm), sedangkan balok beton bertulang dengan menggunakan limbah onyx memiliki nilai lendutan rata-rata  sebesar (δ= 0,1622 mm). Kata Kunci:balok beton bertulang, agregat, limbah batu onyx, lendutan.
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG AREA MALL MENGGUNAKAN METODE PRELOAD KOMBINASI PVD DAN PHD Saraswati, Fanny Ika; Zaika, Yulvi; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.818 KB)

Abstract

Rendahnya daya dukung tanah dan tingginya kandungan air pada tanah di daerah pembangunan Summarecon Bandung Area Mall, menyebabkan penurunan tanah yang berpontensi merusak konstruksi bangunan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka digunakannya perbaikan tanah  dengan menggunakan metode preload kombinasi Prefebricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Penelitian bertujuan membuat perencanaan perbaikan tanah lunak pada pembangunan Summarecon Bandung Area Mall menggunakan metode preload kombinasi PVD dan PHD. Metode yang digunakan adalah membandingkan waktu konsolidasi tanah sebelum dan sesudah menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90%, efektivitas pola  pemasangan Prefabricated Vertical Drain, dan daya dukung tiang pancang. Hasil yang didapat, dengan menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD untuk mencapai waktu konsolidasi 90% lebih cepat dengan selisih waktu 1052 bulan untuk Zona 1 dan 1196 bukan untuk Zona 2 dengan jarak 1.3 m. Pemasangan pola PVD segitiga lebih efektif dibandingkan pola persegi. Daya dukung tiang pancang meningkat sebesar ± 2 kali dibandingkan sebelum penggunaan Preload kombinasi PVD dan PHD. Kesimpulan penggunaan perbaikan tanah Preload kombinasi PVD dan PHD mempercepat waktu konsolidasi tanah, dan meningkatkan daya dukung tiang pancang. Kata kunci : penurunan, konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Prefabricated Horizontal Drain (PHD)
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PRELOADING DENGAN KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DAN PREFABRICATED HORIZONTAL DRAIN (PHD) PADA PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG AREA AMANDA DAN BTARI Risdianta, Ryan Hendraning; ., Harimurti; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.111 KB)

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi, tanah lunak menjadi permasalahan karena merupakan tanah yang kurang mendukung pada perkuatan konstruksi. Tanah lunak memiliki daya dukung tanah yang rendah dan penurunan yang relatif besar dan juga berlangsung lama karena kandungan air dan udara serta celah pori yang ada di dalam tanah tersebut besar sehingga diperlukan perencanaan perbaikan tanah lunak. Dalam hal ini, perencanaan perbaikan tanah lunak di Kawasan Kota Summarecon bandung dikaji menggunakan Preloading dengan kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Vacuum Preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Dari data sondir dan bor test menunjukkan bahwa kondisi tanah di Kawasan Kota Summarecon Bandung Area Amanda dan Btari memiliki jenis tanah lanau kelempungan dan memiliki konsistensi tanah sangat lunak sampai dengan lunak serta prosentase lanau yang lebih besar dari pada lempung dan memiliki kandungan pasir. Sehingga metode yang sesuai untuk perbaikan tanah tersebut adalah menggunakan Preloading dengan kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat penurunan konsolidasi. Berdasarkan 3 data bor test pada Cluster Amanda dan Btari memiliki kesamaan kedalaman tanah compressible yaitu 25 m sehingga dapat dikelompokkan dalam satu zona. Hasil yang didapatkan dari kajian ini adalah lama waktu yang dibutuhkan penurunan alami untuk mencapai konsolidasi 90% adalah 125 tahun. Sedangkan setelah dilakukan perbaikan tanah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90% adalah 25 minggu menggunakan pola segitiga dengan jarak 1.3 m. Desain pondasi menggunakan pondasi dangkal persegi yang memiliki ukuran 150 cm x 150 cm dan dengan kedalaman 50 cm. Daya dukung pondasi dangkal sebelum dilakukan perbaikan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) sebesar 575,2149 kN/m² dan sesudah dilakukan perbaikan sebesar 773,8362 kN/m². Kata kunci : Konsolidasi, preloading, Prefabricated Vertical Drain (PVD), perbaikan tanah lunak, daya dukung pondasi.
EVALUASI KINERJA PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN INSTRUMENT GEOTEKNIK PADA PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG AREA CLUSTER AMANDA DAN BTARI DENGAN PENGGUNAAN PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) Lilabsari, Zahra Febrina; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.023 KB)

Abstract

Penurunan  konsolidasi tanah merupakan masalah geoteknik yang sering ditemukan pada kasus timbunan pada tanah lunak. Oleh karenanya digunakanlah teknik Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat penurunan konsolidasi. Permasalahan yang sering timbul pada penggunaan Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) adalah kegagalan desain yang menyebabkan waktu konsolidasi tidak berjalan sesuai rencana. Agar metode perbaikan tanah yang digunakan mempunyai efektivitas yang tinggi perlu diadakannya evaluasi menggunakan instrumen geoteknik. Dalam kajian ini evaluasi mencakup 3 instrumen geoteknik dimana Settlement Plate digunakan untuk mengevaluasi penurunan teoritis, menghitung prediksi penurunan akhir dengan metode observasi Asaoka serta derajat konsolidasi di lapangan. Derajat konsolidasi juga dievaluasi menggunakan instrumen Pneumatic Piezometer. Inclinometer digunakan untuk mengevaluasi kestabilan pada timbunan yang digunakan. Kegagalan desain pada penggunaan Preloading dan Prefabricetd Vertical Drain dapat terjadi dikarenakan kesalahan perencana dalam menentukan parameter-parameter desain tanah, oleh karena itu kajian ini juga membahas parameter desain tanah yang sesuai dengan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan back analysis method. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah perbandingan penurunan aktual dan teoritis rata-rata sebesar 0,862. Untuk prediksi penurunan tanah akhir didapatkan nilai sebesar 2191,08 mm dengan sisa penurunan yang akan terjadi berkisar 100 – 450 mm. Pada kajian ini, derajat konsolidasi aktual dari bacaan Piezometer adalah 85,36% dan dari bacaan Settlement Plate adalah 88,42% dengan selisih perbedaannya sebesar 3,06%. Dari bacaan Inclinometer pergeseran lateral yang terjadi dibawah tanah tidak ada kelongsoran sehingga timbunan yang digunakan tetap aman. Hasil dari back analysis method merupakan nilai Ch dimana nilai Ch yang baru adalah 1,914Cv. Kata kunci : Konsolidasi, preloading, prefabricated vertical drain, instrumen geoteknik, teori Asaoka
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN CLUSTER D KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE VACUUM CONSOLIDATION DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN Fadhillah, Hanna Maulidya; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.791 KB)

Abstract

Tanah dengan kondisi yang mudah mampat akan menyebabkan terjadinya penurunan tanah yang relatif besar. Sebagai pendukung dari infrastruktur suatu konstruksi, tanah dengan spesifikasi tersebut memerlukan proses perbaikan tanah. Tujuan utama dari perbaikan tanah adalah untuk meningkatkan kekuatan tanah dan mengurangi pemampatan yang mungkin terjadi. Pada proyek Kawasan Kota Summarecon Bandung, khususnya Cluster D, metode perbaikan tanah yang digunakan adalah metode Vacuum Consolidation dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Prinsip utama dari metode ini adalah dengan menghilangkan tekanan atmosfer yang ada di tanah yang akan di konsolidasi dan tetap bertahan dalam kondisi vakum sampai waktu tertentu. Tipe tanah yang cocok untuk metode ini adalah tanah dengan konsistensi sangat lunak hingga lunak, dengan nilai N-SPT sebesar 0-4. Dari data yang diperoleh, ditunjukkan bahwa area Cluster D memiliki kedalaman tanah kompresibel rata-rata sebesar 20 m.  Pada data laboratorium, nilai Cc sangat kecil yang memungkinkan terjadinya penurunan yang lebih kecil dari keadaan asli di lapangan. Sehingga dilakukan korelasi terhadap nilai Cc. Untuk mendapatkan  beban rencana, koreksi tekanan atmosfer perlu dilakukan agar sesuai dengan efektivitas pompa vakum. Selanjutnya dilakukan perhitungan waktu konsolidasi alami diikuti dengan desain PVD dan daya dukung pondasi yang direncanakan. Lama waktu yang diperlukan agar tanah mencapai konsolidasi 90% tanpa dilakukan perbaikan tanah adalah 194 tahun, sedangkan dengan pelaksanaan perbaikan tanah tanah hanya memerlukan 22 minggu dengan desain PVD segitiga jarak 120 cm. Untuk desain pondasi, yang digunakan adalah pondasi dangkal dengan bentuk persegi. Panjang dan lebarnya adalah 150 cm serta kedalmaannya adalah 50 cm. Daya dukung pondasi sebelum perbaikan tanah adalah 0,396 kg/cm2 dan sesudah perbaikan tanah adalah 0,567 kg/cm2. Kata kunci : penurunan tanah, perbaikan tanah lunak, vacuum consolidation, prefabricated vertical drain, daya dukung pondasi
EVALUASI KINERJA PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN INSTRUMEN GEOTEKNIK PADA AREA CLUSTER D KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG DENGAN METODE VACUUM CONSOLIDATION Ekamargarezki, Yohanes Dibalflorende; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu p.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.338 KB)

Abstract

Tanah lunak merupakan tanah yang memiliki kuat geser rendah serta tingkat kompresibilitas yang tinggi, sehingga apabila akan dilakukan pekerjaan konstruksi diatasnya diperlukan suatu perbaikan tanah guna memperkuat daya dukungnya. Salah satu cara ialah metode Vacuum Consolidation. Agar metode perbaikan tanah yang digunakan mempunyai efektifitas yang tinggi perlu diadakannya evaluasi pada penggunaan instrumen geoteknik. Dalam kajian ini dilakukan evaluasi mencakup 4 instrumen geoteknik dimana Settlement Plate digunakan untuk mengevaluasi penurunan teoritis, menghitung prediksi penurunan akhir (final settlement) dengan metode observasi Asaoka serta derajat konsolidasi aktual. Hasil perhitungan derajat konsolidasi Settlement Plate dibandingkan dengan evaluasi kelebihan tekanan air pori tanah menggunakan bacaan Wire Vibrating Piezometer. Inclinometer digunakan untuk mengontrol pergeseran tanah lateral serta kestabilan tanah akibat beban di lapangan. Vacuum Gauge berfungsi untuk mengontrol efektifitas tekanan vakum pada tanah yang diberikan. Efektifitas pompa vakum yang digunakan sebesar 80%. Kegagalan desain pada penggunaan Vacuum Consolidation dapat terjadi disebabkan kesalahan perencana dalam menentukan parameter-parameter desain tanah, sehingga dalam kajian ini membahas parameter desain tanah yang terjadi di lapangan menggunakan back analysis method. Hasil yang diperoleh dalam kajian ini adalah perbandingan penurunan aktual dan teoritis rata-rata sebesar 1,04. Untuk prediksi penurunan tanah akhir (final settlement) didapatkan nilai sebesar 1546,36 mm. Derajat konsolidasi aktual dari bacaan Wire Vibrating Piezometer adalah 79,1% dan dari bacaan Settlement Plate adalah 87,62% dengan selisih perbedaannya sebesar 8.52%. Dari bacaan Inclinometer tidak adanya indikasi longsor. Pompa vakum mencapai tekanan efektifnya sebesar 74 KPa secara berturut-turut pada bacaan ke 91 (hari ke-45), bacaan ke 63 ( hari ke-31), bacaan ke 70 (hari ke-35) dan bacaan ke 91 (hari ke-45). Hasil dari back analysis method merupakan nilai Ch baru sebesar 3,55 Cv. Kata Kunci: Asaoka, Instrumen geoteknik, Penurunan akhir, tanah lunak, Vacuum Consolidation
DAMPAK OPERASIONAL JALAN TOL MOJOKERTO – SURABAYA TERHADAP KINERJA JEMBATAN TIMBANG TROSOBO DAN KINERJA PERKERASAN JALAN DI SEKITARNYA Dan Nur Illiyin, Bondan Fariz Rahman; Bowoputro, Hendi; Sulistio, Harnen
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.163 KB)

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan zona industri yang luas. Zona industri yang luas tersebut mengakibatkan tingkat distribusi barang semakin tinggi. Tingginya tingkat distribusi barang tersebut tentu memerlukan pergerakan kendaraan berat angkutan barang yang tinggi pula. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kontrol dari pemerintah untuk mengawasi muatan barang yang dibawa kendaraan berat dengan mengoperasikan jembatan timbang. Namun, saat ini kontrol Jembatan Timbang Trosobo (JT Trosobo) yang mengontrol kendaraan berat dari Mojokerto dan sekitarnya menuju ke Kota Surabaya masih belum maksimal. Kontrol jembatan timbang tersebut akan semakin menurun apabila Jalan Tol Mojokerto-Surabaya sudah beroperasi karena akan menyebabkan peralihan rute kendaraan. Oleh karena itu, tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kontrol muatan pada JT Trosobo, dampak dari tidak terkontrolnya muatan kendaraan berat angkutan barang terhadap jalan di sekitar Jalan Tol Mojokerto – Surabaya dan JT Trosobo, dan pemilihan lokasi jembatan timbang baru dari beberapa alternatif untuk meningkatkan kontrol pemerintah terhadap muatan kendaraan berat. Dari hasil analisis  kondisi kontrol muatan, didapatkan tingkat persentase kontrol muatan JT Trosobo saat ini adalah sebesar 41,8% dan diprediksi akan menurun menjadi 23% setelah jalan tol beroperasi. Dari analisis penurunan umur rencana jalan yang dilakukan dengan menghitung persentase peningkatan VDF (Vehicle Damage Factor) masing-masing golongan kendaraan, prediksi penurunan umur rencana dalam sepuluh tahun umur rencana jalan adalah 2,9 tahun pada Jalan Legundi 1, 3,1 tahun pada Jalan Gubernur Sunandar, dan 2,8 tahun pada Jalan Legundi 2. Penurunan umur rencana jalan tersebut menyebabkan pemerintah mengalami kerugian biaya yaitu senilai Rp. 62.380.880 per km jalan. Dari hasil analisis AHP, alternatif 1 yang berlokasi di Jalan Gubernur Sunandar memperoleh skor 0,75, alternatif 2 yang berlokasi di Jalan Bypass Krian memperoleh skor 0,72, dan alternatif 3 yang berlokasi di Jalan Legundi 1 memperoleh skor 0,66. Sehingga alternatif terbaik yang dapat dijadikan lokasi jembatan timbang baru adalah alternatif 1. Kata kunci: jembatan timbang, kendaraan berat, umur rencana jalan, AHP (Analytic Hierarchy Process).
KAJIAN KINERJA PELAYANAN BUS AKDP PATAS DAN EKONOMI PADA TRAYEK SURABAYA - MALANG Daniel Julio, Aditya Bhaswara; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.408 KB)

Abstract

Bus AKDP
KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN TARIF KERETA API MALIOBORO EKSPRESS TRAYEK MALANG – YOGYAKARTA Devani, Andrea Ayu; Arifin, M. Zainul; Sulistio, Harnen
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.816 KB)

Abstract

Moda transportasi kereta api yang melayani trayek Malang – Yogyakarta sangatlah banyak. Oleh karena itu kereta yang mengambil rute khusus Malang – Yogyakarta perlu dilakukan kajian supaya bisa tetap bisa bersaing dengan kereta yang lain. Kajian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengkaji mengenai atribut kinerja pelayanan.Sedangkan untuk mengkaji tarif menggunakan metode Ability to Pay (ATP) untuk mengetahui kemampuan membayar dan Willingness to Pay (WTP) digunakan untuk mengetahui kemauan  membayar dari pengguna jasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017 kepada 274 responden pengguna Kereta Api Malioboro Ekspress dengan metode wawancara dan kuisioner. Berdasarkan metode kerja IPA didapatkan nilai sebesar 84% dimana hal tersebut menunjukkan keseluruhan kinerja KA Malioboro Ekspress sangat memuaskan meskipun ada beberapa atribut yang harus ditingkatkan lagi pelayanannya yaitu pemadam api ringan, toilet, dan fasilitas kesetaraan.Hasil dari evaluasi tarif berdasarkan BOKA yang ditinjau dari ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawahnya, untuk kelas ekonomi diperoleh tarif jarak Rp 100.000,00 sedangkan tarif yang berlaku mulai dari Rp 140.000,00 – Rp 175.000,00 dan untuk kelas eksekutif diperoleh tarif jarak sebesar Rp 125.000,00 sedangkan tarif yang berlaku mulai dari Rp 210.000,00 – Rp 250.000,00. Berdasarkanevaluasitarifpada kelas ekonomi diperolehnilai ATP sebesarRp 161.744,00. Sedangkanuntuk kelas eksekutif diperolehnilai ATP sebesarRp 152.929,00. Kemudianjugadiperolehnilaitarifberdasarkananalisa WTP sebesar Rp 162.843,00 untuk kelas ekonomi dan untuk kelas eksekutif WTP nya sebesar Rp 205.223,00. Respondenkelas ekonomimemiliki nilai WTP tidakjauhselisihnyadengan ATP sehinggadianggap seimbang. Sedangkan responden untuk kelas eksekutif nilai ATP lebih rendah dari WTP sehingga penggunadisinitergolongcaptive riders.Selanjutnyadilakukananalisistarif ideal berdasarkan ATP dan WTP untuk kelas ekonomi yaitusebesarRp 140.000,00  sedangkan untuk kelas eksekutif sebesar Rp 225.000,00. Kata kunci : Kereta Api, kinerja, IPA, tarif, tarif ideal, Biaya Operasional Kereta Api, ATP, WTP, trayek Malang - Yogyakrta
MODEL PREDIKSI PELUANG KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA Riski Fajar Nur Kholis, Raulya Riyantama; Arifin, M. Zainul; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya pertumbuhan jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia berbading lurus dengan banyaknya jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dibandingkan mobil penumpang. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap banyaknya kecelakaan sepeda motor ini adalah faktor manusia itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui model peluang terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor berdasarkan karakteristik pengendara ditinjau terhadap aspek sosio-ekonomi, aspek pergerakan, aspek perilaku, dan kecelakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi logistik dengan menggunakan data hasil kuisioner dan wawancara yang dilakukan terhadap 200 responden di kota Surabaya, Jawa Timur.Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan maka didapatkan hasil yaitu pengguna sepeda motor di kota Surabaya memiliki jenis kelamin laki-laki, berpendidikan terakhir SMU/MA, memiliki rentang usia 15-25 tahun dengan pekerjaan yang dimiliki adalah wiraswasta. Sebagian masyarakat di kota Surabaya menggunakan sepeda motor untuk melakukan pergerakan dari tempat tinggal ke kantor atau bekerja. Berdasarkan data yang ada, responden yang pernah mengalami kecelakaan sepeda motor yaitu 52%. Sedangkan untuk hasil analisis statistik regresi logistik diperoleh hasil bahwa terdapat enam variabel penjelas yang memiliki signifikansi terhadap variabel respon yaitu jenis kelamin laki-laki, latar belakang pendidikan, frekuensi penggunaan sepeda motor secara rutin (lebih dari 5 hari), perilaku mendahului dari sebelah kanan, serta waktu terjadinya kecelakaan pada malam hari dan kesalahan sendiri menjadi penyebab utama kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor ini adalah akibat kesalahan sendiri. Model peluang kecelakaan yang terbentuk di kota Surabaya yang melibatkan pengendara sepeda motor yaitu P(BA)= , dimana X1 = jenis kelamin, X3 = Pendidikan terakhir, X12 = Frekuensi penggunaan sepeda motor, X46 = Mendahului dari sebelah kanan, X54 = Waktu terjadinya kecelakaan (malam hari), X55 = Penyebab kecelakaan (kesalahan sendiri). Dari penelitian yang dilakukan, model peluang kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor di kota Surabaya yang terbesar dipengaruhi oleh jenis kelamin, frekuensi penggunaan sepeda motor, mendahului dari sebelah kanan, waktu dalam mengendarai sepeda motor, dan kesalahan pengemudi sepeda motor itu sendiri memiliki peluang kecelakaan yang terbesar yaitu 98,8 %. Dari hasil tersebut juga dapat diketahui bahwa latar belakang pendidikan SMA/MA untuk variabel X3 dan perilaku mendahului dari sebelah kanan untuk variabel X46 memiliki angka koefisien negatif yang berarti bahwa kedua variabel tersebut mampu mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda motor di kota Surabaya. Kata kunci: Model Peluang, Kecelakaan Sepeda Motor, Regresi Logistik, Surabaya