cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 65 Documents clear
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA BUMI MENGGUNAKAN DATA CPT (CONE PENETRATION TEST) DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Zettyara, Firda; ., Harimurti; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.617 KB)

Abstract

Gempa bumi dapat menyebabkan bencana alam yang terjadi di bawah permukaan tanah yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur tanah. Resiko kegagalan pada struktur tanah memiliki dampak tanah tidak dapat mendukung atau menopang struktur bangunan di atasnya. Salah satu daerah yang rawan terkena bencana alam gempa bumi adalah Kabupaten Tulungagung yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian yang dilakukan nilai Safety Factor yang diperoleh dari perbandingan antara Cyclic Resistance Ratio (CRR) terhadap Cyclic Stress Ratio (CSR) dengan nilai CRR yang diperoleh berdasarkan data gempa 5,5 skala ritcher dan PGA 24,94 gal yang terjadi relatif besar dibandingkan dengan nilai CSR pada setiap kedalaman, sehingga tidak ada zona kedalaman tertentu yang menghasilkan angka keamanan lebih kecil dari satu. Perhitungan potensi likuifaksi di Kabupaten Tulungagung juga dilakukan dengan kemungkinan terjadi peristiwa gempa yang cukup besar dengan gempa rencana 7,1 skala ritcher akan menghasilkan PGA sebesar 91,145 gal saat kedalaman 10 km dan jarak episenter 162 km menghasilkan zona-zona likuifaksi pada kedalaman lapisan tanah yang bervariasi antara 2,4 meter hingga 16,4 meter. Analisis dilakukan juga dengan gempa rencana 6,4 dengan kondisi gempa dangkal menghasilkan zona likuifaksi pada kedalaman bervariasi antara 4,4 meter hingga 12,6 meter Kata Kunci: Peak Ground Acceleration (PGA), Likuifaksi, CPT, CSR, CRR.
PENGARUH VARIASI WAKTU PERAWATAN (CURING) DENGAN PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KENAIKAN NILAI CBR TANAH LUNAK DI PROYEK JALAN TOL GEMPOL – PASURUAN Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.237 KB)

Abstract

Terkadang prasarana transportasi mengharuskan untuk dibangun pada lokasi tanah yang kurang baik apabila ditinjau dari segi geoteknisnya, seperti pada lokasi proyek jalan tol Gempol-Pasuruan yang memiliki jenis tanah lunak. Tanah lunak memiliki sifat rentan akan penurunan yang besar dan memiliki daya dukung yang rendah. Perbaikan tanah atau stabilisasi tanah dengan menggunakan kadar kapur 6% dari berat keseluruhan tanah serta diberi variasi waktu perawatan (curing) diharapkan dapat meningkatkan mutu tanah dasar menjadi lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian laboratorium terhadap tanah campuran kapur 6% dengan variasi waktu perawatan (curing) selama 0 hari, 4 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Hasil pengujian CBR yang didapat menunjukkan bahwa kenaikan nilai CBR terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan (curing). Dari pengujian Triaxial didapatkan nilai kuat geser (yang terus mengalami peningkatan, namun berbanding terbalik dengan nilai kohesi (c) yang terus mengalami penurunan. Begitu juga dengan hasil dari pengujian kuat tekan bebas yaitu nilai qu dan Cu yang terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan.Hasil uji konsolidasi menyatakan waktu perawatan dapat mengurangi penurunan serta mempercepat proses tersebut. Kata kunci: Tanah Lunak, Waktu Perawatan, kapur, CBR, Konsolidasi, Kuat Geser Tanah.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH PADA SIFAT FISIK DAN CBR TANAH LUNAK DI PROYEK JALAN TOL GEMPOL – PASURUAN Fathurrahman, Muhammad Rizki; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.973 KB)

Abstract

Jalanitol Gempoli – Pasuruani merupakan jalan yang menghubungkan daerah iGempol, Sidoarjo dengan KotaiPasuruan. Karena akan digunakannya lahan tersebut sebagai keperluan jalan tol, imaka diharapkan tanahidasarnya dapatimenahan beban rencana, baik dari beban struktur maupun beban kendaraan yang akan melewati jalan tersebut. iSeperti yang itelah idiketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga apabila terjadiianomaliiiklim yang dapat menyebabkan adanya variasi kadariair yang diterima olehitanah, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan izat aditif, yaitu fly ash, terhadap karakteristik tanah berdasarkan sifat fisik danimekaniknya isehingga dapat meningkatkan dayaidukung tanah. Pada penelitian ini dilakukan analisis isifat fisik dan mekanik tanah yang telah dicampurakanidengan kadar fly ash yang bervariasi, yaitu sebesar 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25% yang akan dibandingkan dengan tanah asli yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Adapun pengujian yang akan dibandingkan yaitu uji Pemadatan standar, uji California Bearing Ratio (CBR), uji density, dan uji Atterberg Limit (LL/PL/SL). Kata kunci: tanah lunak, fly ash, daya dukung tanah, sifat tanah ( mekanik dan fisik ).
PENGARUH VOLUME PERBAIKAN TANAH TERHADAP NILAI CBR PADA TANAH LUNAK DENGAN CAMPURAN KAPUR, SEMEN, DAN FLY ASH Mustafid, Ainul; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.151 KB)

Abstract

Tanah pada jalan tol gempol-pasuruan memiliki kandungan air tanah yang berlebih menjadikan konsistensi tanah yang tidak stabil dan struktur tanahnya masif. Penelitian pada tanah lunak dengan uji CBRdenganmetode deep soil mixing untuk mengetahui stabilitas tanah dengan perkuatan disini dengan mencampurkan tanah lunak dengan campuran zat aditif berupa kapur,semen,dan flyash dengan campuran 30%, 50%, 60%, dan 80% dengan variasi volume tanahuntukmengetahui volume campuran yang menghasilkannilai CBR paling optimum Serta metodepencampurannyamenggunakan Deep Soil Mixing. Kata kunci: tanahlunak, deep soil mixing,  volume perbaikan, zatadiktif, Dayadukungtanah
PENGARUH VARIASI KADAR DAN PANJANG SERABUT KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL PORUS n, Ridhwan Falih; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.341 KB)

Abstract

Aspal merupakan material untuk digunakan dalam konstruksi perkerasan lentur. Genangan air yang ada di jalan dapat menjadi masalah dalam masalah ketahanan aspal. Maka dari itu muncul alternatif untuk mencegah  permasalahan  ini  yaitu  digunakannya  aspal  porus.  Aspal  porus  memiliki  gradasi  berongga sehingga air dapat mengalir ke permukaan dasar tanah. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh variasi kadar dan panjang serabut kelapa terhadap nilai Marshall yang ada pada campuran aspal porus. Penggunaan serabut kelapa juga dapat mengurangi jumlah limbah serabut kelapa yang ada. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah variasi kadar serabut kelapa dan panjang serabut kelapa. Variasi kadar serabut kelapa sebesar 0,5%, 0,75% dan 1% sedangkan variasi panjang serabut kelapa 2,5  mm, 5 mm dan 7,5 mm. Jumlah benda uji untuk mencari kadar aspal, kadar serabut kelapa dan panjang serabut kelapa optimum dibuat perulangan 3 buah benda uji setiap variasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik Multivariate ANOVA. Dari hasil yang diperoleh, nilai optimum pada kadar aspal, kadar serabut kelapa serta panjang serabut kelapa  adalah 4%,  0,75% dan  5mm.  Hasil  uji  statistik menunjukan bahwa  ada  pengaruh dari penambahan serabut kelapa terhadap nilai Marshall yaitu MQ dan stabilitas pada campuran aspal porus.   Kata kunci: Aspal Porus, Standar Gradasi Australia, Karakteristik Marshall, Permeabilitas, Serabut Kelapa, Standar AAPA
EVALUASI TARIF TOL SURABAYA-KERTOSONO BERDASARKAN KEMAMPUAN DAN KEINGINAN PENGGUNA Muhammad Ibnu Shina, Herdian Yunihartanto ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.395 KB)

Abstract

Jalan tol Surabaya–Kertosono merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun guna meningkatkan segala potensi dan pengembangan perekonomian di wilayah  Jawa Timur. Meskipun lokasi ruas jalan tol ini cukup strategis, jalan tol dengan panjang ruas 76,5 km ini masih sedikit penggunanya. Hal ini terutama disebabkan oleh tarif tol yang terlampau tinggi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis Stated Preference yaitu berdasarkan perhitungan probabilitas pengguna jalan tol dan pengguna jalan eksisting yang dihubungkan dengan atribut berupa tarif tol dan kondisi kepadatan jalan di eksisting (Volume Capacity Ratio-VCR) serta menggunakan metode Ability to Pay (ATP)-Willingnes to Pay (WTP) yakni membandingkan antara tarif tol yang berdasarkan kemampuan membayar jasa transportasi, melalui latar belakang sosial-ekonomi responden, dengan kemauan untuk mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya. Teknik pengumpulan data responden menggunakan metode Road Side Interview (RSI) dengan sampel sejumlah 400 responden dari golongan 1 dan 2, penggolongan berdasarkan peraturan Bina Marga, yang berasal dari populasi pengguna jalan yang melintasi rute Surabaya-Kertosono tersebut. Populasi tersebut didapat dari perhitungan Lalu Lintas Harian (LHR) rata-rata yang didapat dari survei jam rencana.Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa tarif ideal per km berdasarkan persepsi pengguna jalan tol Surabaya-Kertosono adalah sebesar Rp700,00 (golongan 1), Rp1.050,00 (golongan 2), Rp1.400,00 (golongan 3), Rp1.750,00 (golongan 4) dan Rp2.100,00 (golongan 5). Hasil perhitungan ini didapatkan pada kondisi jalan eksisting Surabaya–Kertosono dengan nilai tingkat pelayanan (VCR average) sebesar 0,64 dengan asumsi untuk seluruh ruas jalan eksisting Surabaya-Kertosono. Penentuan tarif tol tersebut berdasarkan hasil perhitungan penghasilan (revenue) tertinggi yakni sebesar Rp7.572.811/kmper hari. Dengan tarif di atas, potensi pengguna jalan yang beralih menggunakan jalan tol Surabaya–Kertosono akan meningkat sebesar 29% untuk golongan 1 yakni dari 4346 menjadi 7607pengguna jalan tol setiap harinya. Kata kunci: Evaluasi Tarif Tol, stated preference, Ability to Pay (ATP)-Willingnes to Pay (WTP), revenues, danPotensi Pengguna Tol
KAJIAN POTENSI PENUMPANG PESAWAT TERBANG RUTE BANYUWANGI-MALANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Intifada, Roizan; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.466 KB)

Abstract

Banyaknya Bandara di Provinsi Jawa Timur baik perintis maupun international, mendorong keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan sebuah konsep pelayanan transportasi udara antar Kota (City Link). Salah satu Bandara perintis di provinsi Jawa Timur yang masih baru adalah  Bandara Banyuwangi, Atas dasar tersebut maka perlu dilakukan kajian tentang rute penerbangan baru yaitu Banyuwangi-Malang. Tujuan kajian (1) Untuk mengetahui karakteristik penumpang Travel rute Banyuwangi-Malang, (2) Untuk mengetahui karakteristik penumpang Kereta Api (KA) rute Banyuwangi-Malang, (3) Untuk memperoleh model pemilihan moda pesawat terbang dari Banyuwangi menuju Malang berdasarkan persepsi penumpang Travel dan KA untuk rute Banyuwangi–Malang, (4) Untuk mengetahui potensi penumpang Pesawat Terbang rute Banyuwangi–Malang. Metode analisis pada penelitian kali ini yang digunakan adalah Stated Preference untuk mendapatkan potensi penumpang pesawat Banyuwangi-Malang. Melalui wawancara dan pembagian kuesioner diperoleh Data primer sedangkan melalui literatur, jurnal, dan internet diperoleh data sekunder. Jumlah responden dalam kajian sebanyak 400 responden KA dan 150 responden Travel. Dari hasil karakteristik responden pada penumpang angkutan KA tujuan Banyuwangi-Malang didominasi laki-laki (59,75%) berusia 25-40 tahun (44,5%), pendidikan terakhir S1/D3/D4 (56,25%), pendapatan perbulan Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000 (41,5%) , status sosial belum menikah (56,25%), mayoritas berasal dari Kabupaten Banyuwangi (48,75%), tujuan perjalanan adalah non bisnis (51%), alasan menggunakan Kereta Api adalah paling nyaman dan aman (24,5%), menggunakan biaya mandiri (94,5%), frekuensi perjalanan dalam satu tahun 1-2 kali (40,25%), penumpang angkutan KA setuju (93%) dan berminat (75,5%) bila rute penerbangan Banyuwangi-Malang dibuka. Pada penumpang Travel didominasi laki-laki (58,67%) berusia 17-24 tahun (49,33%), pendidikan terakhir SMA/SMK (49,33%),  pendapatan perbulan Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000 (37,33%), status sosial belum menikah (74,67%), mayoritas berasal dari Kabupaten Banyuwangi (45,33%), tujuan perjalanan adalah non bisnis (48%), Alasan menggunakan Travel adalah biasa dilakukan (40%), menggunakan biaya mandiri (92%), frekuensi perjalanan dalam satu tahun 1-2 kali (45,33%), setuju (84,67%) dan berminat (65,33%) bila rute penerbangan Banyuwangi-Malang dibuka. Analisis Stated Preference dengan menggunakan tiga atribut variasi, diperolehlah model utilitas serta potensi penumpang. Atribut selisih biaya perjalanan (ΔX1) pada KA UPT-UKA = 4,251 - 0,00001008(ΔX1), pada Travel UPT-UAT = 4,4464 - 0,00000981(ΔX1). Atribut selisih lama waktu perjalanan (ΔX2) pada KA UPT-UKA= -12,176 + 0,03328366(ΔX2), pada Travel UPT-UAT = -3,494 + 0,01132919(ΔX2). Atribut selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3) untuk KA UPT-UKA = -1,112 + 0,48773724(ΔX3) dan travel UPT-UAT = 1,066 + 0,16059291(ΔX3). Probabilitas menggunakan pesawat terbang memiliki nilai di atas 50% apabila selisih biaya perjalanan (∆X1) di bawah harga Rp 421.708,00 untuk angkutan KA dan Rp 453.177,00 untuk angkutan travel, dengan potensi penumpang dalam sehari sebanyak 273 orang untuk KA dan 16 orang untuk Travel. Probabilitas pengguna pesawat terbang mempunyai nilai di atas 50% bila selisih lama waktu perjalanan (∆X2) di atas 366 menit untuk KA dan selama 375 menit untuk Travel, dengan potensi penumpang dalam sehari sebesar 273 orang untuk KA dan 22 orang untuk Travel. Probabilitas penumpang pengguna moda transportasi pesawat terbang akan meningkat apabila selisih frekuensi keberangkatan di atas 2,3 kali untuk KA dan  3 kali untuk Travel, dengan potensi penumpang per hari sebesar 274 orang untuk KA dan 27 orang untuk Travel. Kata Kunci: Potensi Penumpang Pesawat Terbang, Stated Preference (SP), Angkutan Kereta Api dan Angkutan Travel, Rute Banyuwangi-Malang, Bandara Banyuwangi.
PENGARUH PENURUNAN KINERJA JALAN FUNGSIONAL TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (STUDI KASUS RUAS JALAN KAWASAN LUAR UB) Shinta Ariani Archila, Prambudi Katon Kusuma ,; Djakfar, Ludfi; K., Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.391 KB)

Abstract

Semakin tingginya jumlah pergerakan kendaraan pada suatu daerah secara tidak langsung akan mendorong terjadinya berbagai masalah lalu lintas yang perlu ditangani secara berkesinambungan. Permasalahan tersebut timbul karena terjadinya pertambahan jumlah kendaraan secara terus menerus pada suatu daerah sedangkan kapasitas jalan yang tersedia tidak mengalami perubahan. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya kenaikan terhadap bangkitan dan tarikan pada suatu titik dan waktu tertentu serta meningkatkan kebutuhan terkait biaya operasional kendaraan, khususnya pada kendaraan pribadi roda 4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besaran biaya operasional kendaraan yang dibutuhkan dengan membandingkan biaya operasional yang didapatkan pada kondisi eksisting sesuai hasil survei dilapangan dengan biaya operasional yang seharusnya dibutuhkan pada kondisi ideal yang mengacu pada fungsi jalan berdasarkan metode Pacific Consultant International(PCI) 1987. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa telah terjadi kerugian terkait biaya operasional kendaraan saat jam puncak pada masing–masing ruas jalan kajian studi. Kerugian terbesar terdapat pada ruas Jl. Soekarno Hatta dengan kebutuhan biaya sebesar Rp.6.081.717.600/tahun hingga Rp.8.394.751.800/tahun dan kerugian terkecil terdapat pada ruas Jl. Mayjend Panjaitan dengan kebutuhan biaya sebesar Rp.2.741.433.240/tahun hingga Rp.3.784.071.070/tahun. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa hal ini dapat terjadi akibat tingginya jumlah moda transportasi sedangkan nilai kapasitas jalan rendah sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kinerja pada ruas jalan, kemudian ditambah oleh rendahnya kinerja simpang akibat terjadinya tundaan serta antrian kendaraan yang cukup panjang pada simpang – simpang yang menghubungkan jalan kajian studi.   Kata Kunci: Penurunan kinerja jalan, Biaya Operasional Kendaraan, PCI 1987, Ruas jalan kawasan luar Universitas Brawijaya.
PENENTUAN TARIF JALAN TOL SARADAN-KERTOSONO BERDASARKAN ANALISIS ATP DAN WTP Fatkhul Ardy Arista, Ongki Pranata ,; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.079 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian di daerah Jawa Timur cukup tinggi, sehingga aktivitas dan pergerakan warga semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maka berdampak pada peningkatan pergerakan dan angka lalulintas harian, bahkan kemacetan tidak bisa dihindari di Jawa Timur khususnya di ruas Saradan-Kertosono yang merupakan penghubung daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Solusi untuk memperlancar dan meningkatkan mobilitas saat berkendara adalah pengalihan dari jalan eksisting ke jalan tol. Jalan Tol Saradan-Kertosono merupakan jalan tol baru, sehingga perlu dilakukan analisis tarif untuk menentukan tarif tol yang ideal dan efisien. Kondisi penentuan tarif jalan tol di Indonesia untuk sektor transportasi masih banyak diwarnai oleh keputusan politis. Penetapan tarif jalan tol umumnya berorentasi kepada analisis finansial baik dari investor maupun pengguna jalan sehingga keberadaan tarif terkadang tidak sesuai dengan keinginan dan kemampuan masyarakat sebagai calon pengguna dari jalan tol tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan suatu studi mengenai penentuan tarif jalan tol Saradan-Kertosono dan potensi pengguna jalan tol tersebut. Objek yang diteliti adalah semua pengguna atau pengendara kendaraan golongan I, II, III, IV dan V yang melewati ruas jalan Saradan-Kertosono. Dengan menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) penentuan jumlah responden secara random sampling atau acak sebanyak 420 responden yang di dapat dari perhitungan rumus slovin, kemudian dengan mengisikan kuisioner berisikan beberapa atribut diantaranya: pendapatan perbulan, jenis pekerjaan, status kepemilikan kendaraan, pengeluaran perbulan, pengeluaran untuk ransportasi perhari, frekuensi penggunaan jalan tol, frekuensi penggunaan rute, alasan menggunakan jalan tol, kebermanfaatan tol Saradan-Kertosono, dan kemauan membayar tarif tol. Sedangkan untuk metode Stated Preference responden hanya mengisi kuisioner yang berisikan atribut tarif tol pada beberapa kondisi jalan eksisting yaitu saat kondisi lancar, kondisi padat lancar, kondisi padat, kondisi padat merayap, kondisi macet, dan kondisi macet total. Penelitian juga meninjau terhadap tarif ideal masa mendatang yang dipengaruhi pertumbuhan inflasi 3 tahun terakhir serta pengaruh perkembangan wilayah dengan perbandingan nilai PDRB Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan grafik hubungan antara ATP & WTP dan grafik hubungan antara potensi dan total pendapatan didapatkan tarif ideal tol Saradan-Kertosono sebagai berikut : tarif golongan I sebesar Rp 36.000, tarif golongan II sebesar Rp 54.000, tarif golongan III Rp 72.000, tarif golongan IV Rp 90.000, dan tarif golongan V Rp 108.000. Berdasarkan tarif ideal tersebut dan dengan kondisi VCR aktual Saradan-Kertosono sebesar 0,375 dan VCR aktual Kertosono-Saradan sebesar 0,380 maka potensi pengguna yang akan berpindah menggunakan jalan tol Saradan-Kertosono pada semua jenis golongan kendaraan adalah sebanyak 15235, sehingga didapatkan nilai keuntungan sebesar Rp 619.118.498,- perhari. Kata Kunci: ATP, WTP, Stated Preference, Tarif, Tol, Total Pendapatan, Potensi.
KAJIAN PEMILIHAN MODA ANTARA TAKSI BERBASIS APLIKASI ONLINE DAN TAKSI KONVENSIONAL STUDI KASUS KOTA SURABAYA Tanjung Hidayat S.H, M. Rizal alfadin; Arifin, M. Zainul; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.085 KB)

Abstract

Transportasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam aktivitas dan pergerakan masyarakat. Apalagi diikuti pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat sehingga menyebabkan pergerakan semakin tinggi. Kegiatan dan pergerakan di Surabaya sangat padat karena k0ta Surabaya merupakan ibu kota pr0vinsi Jawa Timur sekaligus menjadi pusat bisnis, industri, perdagangan dan Pendidikan di Jawa Timur. Masyarakat seringkali menggunakan salah satu moda transp0rtasi umum roda empat berupa taksi konvensional dan taksi online (grabcar) sebagai angkutan jarak dekat maupun jauh untuk melakukan perjalanan, namun taksi konvensional seringkaIi terjadi penawaran biaya tarif yang tidak sesusai dengan argo, sehingga mengalami penurunan penumpang sebelum adanya grabcar. Walaupun demikian kinerja grabcar dalam bentuk pelayanan pengemudi masih belum 0ptimal. Adapun itu tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik pengguna grabcar. (2) Mengetahui kinerja pelayanan grabcar di Kota Surabaya. (3) Mengetahui model pemilihan moda antara taksi konvensionaI dan grabcar di daerah Kota Surabaya. Objek yang diteliti adalah penumpang yang pernah menggunakan grabcar dan taksi konvensional dengan menggunaan metode Important Performance Analysis untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan dan metode Stated Preference untuk mengetahui pemilihan moda antara grabcar dan taksi konvensional. Serta menentukan jumlah responden secara nonprobability sampling sebanyak 411 resp0nden yang didapat dari perhitungan rumus cohort dan daerah penelitian studi kasus hanya di Kota Surabaya. Dari hasil studi diketahui karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan dari penumpang grabcar didapatkan hasil bahwa di karakteristik ekonomi dan sosial paling banyak penumpang berpendidikan terakhir sarjana (55%) dan berjenis kelamin perempuan (57%) dengan pekerjaan swasta (45%), berpendapatan pribadi 57juta per bulan (42%),pendapatan keluarga 7-10 juta per bulan (38%), pengeluaran pribadi 1-3 juta per bulan (44%),dengan maksud karakteristik perjalanan untuk nonbisnis (52%), frekuensi perjalanan rata-rata 2 kalidalam seminggu (40%) dan dengan biaya sendiri (71%). Untuk metode Important Performance Analysis diperoleh tiga atribut pada kuadran I (Perbaikan Kinerja) yaitu mengangkut penumpang dan barang tidak melebihi kapasitas (3), cara mengemudi (4) , dan sarana pengaduan penumpang (10). Hasil pemodelan pemilihan moda angkutan grabcar dan taksi konvensional dengan metode StatedKata Kunci: angkutan grabcar, taksi konvensional, Important Performance Analysis, Stated Preference.