cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BARU KEPOLISIAN RESOR METROPOLITAN BEKASI KOTA MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) Muhammad Raffy Ramadhan Raffy; Mohammad taufik hidayat; Retno anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode beton bertulang konvensional (cast in situ) masih banyak digunakan dalam pembangunan bangunan di Indonesia. Salah satu kemajuan yang dapat mempersingkat waktu pelaksanaan adalah penerapan beton pracetak sebagai komponen struktur. Perencanaan ulang struktur Gedung ini menggunakan STAAD PRO software untuk menghitung besarnya momen, gaya aksial, dan gaya geser yang terjadi pada Gedung Baru Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota setelah diberikan beban. Detail penampang yang akan digunakan padai balok terdiri dari beton pracetak (precast). Kolom dan pelat disambungkan dengan sambungan basah. Setelah perencanaan dimensi selesai, kontrol dilakukan dalam kondisi sebelum dan setelah komposit. Hasil analisis perencanaan balok – kolom sistem pracetak sebelum cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok tersebut merupakan berat sendiri dari balok. Saat pengangkatan, balok menunjukkan bahwa jarak tumpuan saat pengangkatan sejauh 1,5 m dari tepi balok dengan panjang total balok 8 m. Balok induk pracetak yang berukuran 450 x 700 didapatkan momen nominal terfaktor pada area tumpuan sebesar 555,934 kN dan momen ultimate nya sebesar 554,830 dan momen nominal terfaktor pada area lapangan sebesar 483,043 kN dan momen ultimate nya sebesar 471,606 kN. Dimana momen nominal terfaktor dari keduanya masih mencukupi untuk menahan momen ultimate, maka desain dapat dikatakan aman. Kata Kunci: balok, kolom, pracetak, pembangunan gedung
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH GLORIA GRAND PAKUWON SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM PROFIL CASTELLATED BEAM Hafizh Irfan Salahuddin shalahuddin; Taufik Hidayat; Bhondana Bayu B.K.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Jawa Timur yang bertepatan dengan Kota Surabaya. Pertumbuhan membawa konsekuensi logis dari tuntutan infrastruktur penunjang kehidupan di kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perencanaan studi alternative menggunakan castellated beam dengan menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) pada Gedung Sekolah Gloria Grand Pakuwon Surabaya. Metode penelitian dengan cara meingumpulkan gambar deinah bangunan darii tiim teikniis kontraktor PT. Hutama Yasa Kreiasii yang beirfungsii seibagaii acuan untuk meireincanakan dan meinganaliisiis peireincanaan geidung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Beirdasarkan darii peirhiitungan peireincaaan Casteillateid Beiam deingan komposiit pada profiil WF 350x250 dan WF 175x125 diidapatkan hasiil peirhiitungan bahwa peireincaaan sudah aman untuk meinahan gaya yang beireikeirja pada struktur bangunan Geidung. Kata Kunci: Perencanaan, Gedung Sekolah, Castellated Beam
Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Layanan Bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dengan Analisis Pushover Mauriell Febrina Putri; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami gempa sehingga dalam merencanakan dan merancang suatu bangunan perlu memenuhi prinsip bangunan tahan gempa. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi seismik terhadap bangunan eksisting terutama terkait tingkat kinerja struktur. Dengan diketahuinya tingkat kinerja struktur diharapkan dapat memberi gambaran bagaimana kondisi bangunan setelah mengalami gempa serta memperkirakan langkah-langkah perbaikan seperti apa yang perlu dilakukan terhadap bangunan. Analisis pushover merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap Gedung Layanan Bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), yaitu suatu struktur lima tingkat dengan Sistem Pemikul Rangka Momen Khusus (SRPMK) yang berlokasi di Malang, Indonesia. Analisis pushover dilakukan dengan menggunakan capacity spectrum method (CSM) berdasarkan Applied Technology Council (ATC) 40. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kinerja Gedung Layanan Bersama FTP-UB adalah Immediate Occupancy (IO) sehingga bangunan dikategorikan aman setelah mengalami gempa. Selain itu berdasarkan hasil perhitungan didapatkan tingkat daktilitas bangunan adalah daktail penuh menurut SNI 1726:2002. Kata Kunci: tingkat kinerja, analisis pushover, daktilitas
Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 Terhadap Hubungan Momen-Kurvatur Kolom (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Ruth Diana Patricia Simanjuntak; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada jalur cincin api yang menyebabkan bencana gempa bumi dan bencana lainnya menjadi salah satu masalah nasional. Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam mencapai 22,8 triliun rupiah setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan perlunya pengembangan teknologi yang didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Struktur kolom merupakan elemen utama karena keruntuhannya dapat menyebabkan keruntuhan total pada bangunan. Penelitian ini meninjau gedung eksisting yang diberikan gempa berdasarkan SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019. Kondisi yang ditinjau adalah kondisi crack atau sebelum retak, kondisi yield atau leleh, dan kondisi ultimate. Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pada respons spektrum yang dihasilkan oleh SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 sehingga menyebabkan adanya perubahan pada gaya-gaya dalam yang dihasilkan. Perubahan gaya dalam menghasilkan kebutuhan rasio tulangan yang berbeda sehingga membuat hubungan momen-kurvatur dan nilai daktilitas kurvatur yang dihasilkan berbeda pula. Kata kunci: SNI 1726, Momen-kurvatur, Kolom, Respons spektrum gempa
Analisis Momen-Kurvatur Pada Perencanaan Kolom Beton Bertulang Maranatha Lasandy Winangun; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sedang banyak melakukan pembangunan terutama pada infrastruktur, pembangunan tersebut juga mendukung perkembangan daerah dengan dibangunnya gedung perkantoran, hunian, komersil, ataupun fasilitas pendidikan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan di Indonesia adalah masalah bencana alam seperti gempa bumi sehingga diperlukan adanya bangunan tahan gempa seperti yang telah tertulis pada SNI 1726 : 2019. Dalam bangunan tahan gempa salah satu elemen yang terpenting merupakan kolom karena apabila terjadi kegagalan kolom dapat menyebabkan runtuhya sebuah bangunan secara langsung. Pada penelitian ini ditinjau kolom dari bangunan eksisting dan kolom yang dilakukan perencanaan ulang untuk melihat bagaimana hubungan momen-kurvatur dan kebutuhan tulangan yang terjadi. Momen-kurvatur merupakan perubahan sudut akibat regangan yang terjadi pada kolom karena momen yang diterima yang dapat menyebabkan kolom mengalami kegagalan. Kolom akan ditinjau pada keadaan crack, yield, dan ultimate (trilinear curve) dalam sebuah grafik. Didapatkan bahwa kolom dengan perencanaan ulang memiliki ketahanan terhadap momen yang cenderung lebih tinggi daripada kolom eksisting karena rasio tulangan yang lebih tinggi. Kata kunci : bangunan tahan gempa, kolom, momen-kurvatur
Analisis Daktilitas Kurvatur Pada Perencanaan Balok Beton Bertulang Pratama Gilang Irawan; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang yang banyak melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan banyak nya pembangunan tentu harus diiringi perkembangan teknologi dan inovasi. Indonesia memiliki peraturan yang menjadi acuan dalam pembangunan diantaranya yaitu SNI 2847 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan serta SNI 1726 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-gedung. Terdapat pembaharuan pada SNI 1726:2019. Pembaharuan ini karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa sehingga pada SNI 1726:2019 bangunan dibuat menjadi tahan gempa dan strukturnya dibuat daktail agar aman. Pada penelitian ini dilakukan analisis kebutuhan tulangan tarik dan tekan, analisis momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur pada balok yang didesain ulang dan balok eksisting pada gedung yang ditinjau. Penelitian ini difokuskan pada balok induk B1 40/80, B2a 35/70, B2b 35/70, B2c 35/70, B2d 35/70, dan B3 35/50. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kebutuhan tulangan antara balok yang didesain ulang dengan balok eksisting. Kebutuhan tulangan pada balok yang didesain ulang memiliki rasio lebih kecil dibandingkan dengan balok eksisting. Pada daktilitas kurvatur, mayoritas balok yang didesain ulang memiliki nilai yang lebih besar daripada balok eksisting. Semakin besar rasio tulangan tarik dapat meningkatkan momen tetapi menurunkan nilai kurvatur dan daktilitas kurvaturnya. Untuk meningkatkan nilai kurvatur, dapat ditambahkan rasio tulangan tekan pada balok. Kata Kunci: Beban Gempa, SNI 1726, Tulangan, Momen Kurvatur, Daktilitas Kurvatur.
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Akibat Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 Kevin Alvicko Pratama; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung menjadi infrastruktur penting, namun perlu diperhatikan bahwa Indonesia rawan terhadap gempa bumi karena terletak di jalur pegunungan aktif (Ring of Fire). SNI 1726 dan SNI 2847, diatur oleh Badan Standar Nasional (BSN). SNI 1726 berkaitan dengan perencanaan ketahanan gempa, sementara SNI 2847 berkaitan dengan persyaratan beton struktural. Peraturan ini telah mengalami perkembangan dan pembaruan dari waktu ke waktu. Tujuan yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 terhadap beban gempa rencana yang dihasilkan pada struktur bangunan gedung bertingkat, memahami dampaknya pada desain tulangan lentur balok, dan mengidentifikasi pengaruh desain tulangan tersebut terhadap momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur balok. Pada penelitian ini, akan dilakukan dua pemodelan struktur yang hanya dibedakan terkait beban gempa rencana dan akan dilakukan analisis struktur untuk mengetahui gaya-gaya dalam yang bekerja pada elemen struktur khususnya balok. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan SNI 1726:2019 sebagai standar peraturan terbaru bangunan tahan gempa berpengaruh pada respon spektrum dan beban gempa rencana gedung. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa rencana berdasarkan SNI 1726:2019 menghasilkan momen perlu balok (Mu) yang lebih besar dibandingkan dengan SNI 1726:2002, sehingga mempengaruhi rasio tulangan (ρ) pada desain tulangan lentur balok baik pada tumpuan maupun lapangan. Berdasarkan hasil desain penulangan lentur pada Balok B1 35/75, diketahui bahwa nilai daktilitas kurvatur balok berdasarkan SNI 1726:2019 lebih kecil dibandingkan dengan SNI 1726:2002 dan balok eksisting. Kata Kunci: respons spektrum, momen-kurvatur, daktilitas
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN REL SEBAGAI BAGIAN REAKTIVASI JALAN REL BONDOWOSO-TAPEN Yuda Ainur Rofiq; Salsha Syarofiah Ariyanto; Rahayu Kusumaningrum; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survei Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Timur sebanyak 87,05% warga dan pengguna jalan raya di jalur Bondowoso-Tapen ingin berpindah ke moda transportasi kereta api. Maka dari itu upaya yang dilakukan Kementerian Perhubungan yaitu dengan rencana mereaktivasi jalur kereta Bondowoso-Tapen yang sudah berhenti beroperasi sejak 2004. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk geometrik pada jalur Bondowoso-Tapen. Berdasarkan hasil perencanaan lengkung horizontal, didapatkan sebanyak 14 lengkung. Dari 14 lengkung tersebut didapat 11 lengkung Spiral-Circle-Spiral dan 3 lengkung Full Circle. Sedangkan pada perencanaan lengkung vertikal, didapatkan hasil 17 lengkung, diantaranya 8 lengkung cembung dan 9 lengkung cekung.
MEKANISME SELF-HEALING PADA MORTAR YANG MENGGUNAKAN BAKTERI Bacillus subtilis Lufti Akbar; Eva Arifi; Evi Nur Cahya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton digunakan secara luas dalam dunia konstruksi karena memiliki banyak kelebihan. Namun, beton juga memiliki kekurangan, seperti rentan mengalami keretakan. Perbaikan keretakan ini memerlukan upaya manusia dan menjadi masalah jika keretakan terjadi di area yang sulit dijangkau. Untuk mengatasi masalah ini, telah dikembangkan penelitian mengenai perbaikan keretakan beton dengan bantuan bakteri melalui proses yang disebut perbaikan sendiri beton dengan presipitasi kalsium karbonat yang diinduksi secara microbial (MICP). Dalam proses MICP, digunakan bakteri Bacillus subtilis yang akan menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) melalui proses metabolisme bakteri. Endapan kalsium karbonat (CaCO3) ini akan menutupi keretakan pada beton. Pada penelitian ini digunakan benda uji mortar 20x5,5x5,5 dengan 2 perlakuan bakteri saat dicampurkan dengan mortar, yaitu bakteri terenkapsilasi natrium alginat (beads) dan tanpa terenkapsulasi natrium alginat (inokulum). Kemudian medium UMB (Urea Mineral Broth) dan Ca asetat atau zat nutrisi yang digunakan diberi 2 variasi, yang mana perbandingan kandungan variasi A dan variasi B yaitu (1:2). Efektivitas kinerja bakteri akan dinyatakan dengan persentasi healing efficiency. Hasil yang diperoleh adalah mortar inokulum memiliki nilai healing efficiency sebesar 65,5%. Sedangkan mortar beads hanya mencapai 62%. Selain itu ditemukan bahwa mortar dengan zat nutrisi variasi A memiliki hasil yang sedikit lebih baik daripada zat nutrisi variasi B dengan nilai healing efficiency beads 65% dan inokulum 70%. Sedangkan mortar dengan zat nutrisi variasi B hanya memiliki nilai healing efficiency beads 59% dan inokulum 61%.
PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE NON-DESTRUCTIVE TEST (NDT) Dicky Aditya Candra; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan infrastruktur semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan sosial maupun ekonomi. Pekerjaan infrastruktur menimbulkan pencemaran lingkungan dengan sebagian besar berupa beton. Upaya penyelesaian dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi material daur ulang. Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah agregat kasar daur ulang (RCA). RCA memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat alami (NCA) karena memiliki kandungan mortar yang menempel pada permukaan RCA. Cara untuk memperbaiki kualitas RCA adalah memodifikasi mortar yang menempel pada permukaan RCA dengan metode biodeposisi yaitu menggunakan bakteri ureolitik yang dapat menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) dan mengisi pori-pori pada RCA sehingga RCA akan menjadi lebih padat dan kualitasnya akan meningkat. Jenis bakteri yang digunakan adalah Bacillus subtilis. Perbaikan dilakukan dengan merendam RCA pada bakteri Bacillus subtilis selama 14 hari. Dilakukan uji material berat isi, berat jenis dan penyerapan, serta kadar air pada RCA sebelum dan sesudah dilakukan perendaman untuk mengetahui pengaruh yang terjadi. Kemudian material RCA digunakan sebagai material penyusun beton yang selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan metode Non-Destructive Test pada saat umur beton mencapai 28 hari. Pengujian yang dilakukan antara lain Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, dan Compression Test yang kemudian data hasil pengujian diolah menggunakan metode Sonic Rebound (SONREB) untuk mendapatkan kuat tekan perkiraan. Pengaruh dari proses perendaman bakteri Bacillus subtilis meningkatkan kualitas RCA yang dibuktikan adanya peningkatan berat isi dan berat jenis serta nilai kadar air yang lebih rendah dibandingkan RCA yang tidak direndam bakteri. Pada pengujian hammer test juga menunjukkan adanya peningkatan kuat tekan. Namun karena terdapat faktor-faktor lain, hasil pengujian Ultrasonic Pulse Velocity, Compression Test, dan kuat tekan perkiraan menggunakan metode SONREB menunjukkan penurunan kualitas pada beton dengan material RCA yang direndam bakteri. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain dikarenakan hal tersebut tidak sesuai dengan uji material yang dilakukan.

Page 6 of 12 | Total Record : 117