cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Sambungan Balok - Kolom Menggunakan Sistem Beton Pracetak (Precast) Pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku Anugerah Ramadhan; Mohammad Taufik Hidayat; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pembangunan gedung masih didominasi oleh metode beton bertulang konvensional. Namun, metode beton pracetak menjadi alternatif yang cepat dan efisien. Penulis mengkaji panduan SNI untuk memastikan kualitas dan ketahanan gempa. Kemajuan ini menguntungkan industri konstruksi Indonesia. Dalam studi alternatif ini, penulis menggunakan perangkat lunak analisis struktur STAAD PRO untuk membantu menghitung momen, gaya aksial, dan gaya geser pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku setelah diberikan beban. Penelitian ini berfokus pada penggunaan penampang beton pracetak (precast) pada balok yang dihubungkan dengan kolom dan pelat menggunakan sambungan basah. Setelah merencanakan dimensi struktur, dilakukan pengujian dalam dua kondisi, yaitu sebelum dan setelah sambungan menjadi komposit. Penggunaan STAAD PRO memberikan bantuan dalam visualisasi perencanaan dan perhitungan dalam studi alternatif ini. Hasil analisis perencanaan balok – kolom sistem pracetak sebelum cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok tersebut merupakan berat sendiri dari balok. Saat pengangkatan, balok menunjukkan bahwa jarak tumpuan saat pengangkatan sejauh 1,5 m dari tepi balok dengan panjang total balok 8 m. Balok induk pracetak yang berukuran 450 x 700 didapatkan Tulangan Tumpuan sebanyak 6-D19 pada serat atas (positif) dan 4-D10 pada serat bawah (negatif) dengan banyak sengkang 3-D10@100 pada area tumpuan. Sedangkan pada area lapangan, didapatkan Tulangan Lapangan sebanyak 4-D19 pada serat atas (positif) dan 6-D19 pada serat bawah (negatif) dengan banyak sengkang 2-D10@200. Dimana momen nominal terfaktor pada area tumpuan sebesar 370,466 kN dan momen ultimate nya sebesar 361,605 dan momen nominal terfaktor pada area lapangan sebesar 370,466 kN dan momen ultimate nya sebesar 325,445 kN. Dimana momen nominal terfaktor dari keduanya masih mencukupi untuk menahan momen ultimate, maka desain dapat dikatakan aman. Hasil analisis menunjukkan hubungan balok-kolom pracetak aman terhadap lentur dan geser. Momen nominal dan kuat geser lebih besar dari momen ultimate dan gaya geser yang terjadi.Kata kunci : Balok, Kolom, Pracetak, SNI 2847:2019, Pembangunan gedung.
Optimalisasi Pemotongan Besi Beton Menggunakan Metode Integer Linear Programming Pada Proyek Pembangunan Gedung Oncology Centre Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya Brian Arnold Natanael Hutapea; Saifoe El Unas; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya masalah keberlanjutan dampak konstruksiterhadap lingkungan yang terjadi telah mendorong sektorkonstruksi untuk mengadopsi pendekatan konstruksiberkelanjutan. Konstruksi berkelanjutan yang dimaksudkanadalah sebuah pendekatan yang mendukung tujuan ekonomi, lingkungan dan sosial dalam pelaksanaan pekerjaankonstruksi yang menciptakan suatu fasilitas fisik.Pendekatan konstruksi berkelanjutan diterapkan secaraefisien dan terpadu dengan memperhatikan prinsipkonstruksi ramping. Konstruksi ramping merupakan suatumetode yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi dengancara meminimalkan waste dalam bentuk material dan waktu, dengan tujuan peningkatan nilai (value). Dalam menanggulangi waste material besi beton pada sebuah proyek, pelaksana proyek perlu mendapatkan cara / pola pemotongan yang paling efektif untuk menghasilkanwaste besi yang paling minimal. Optimalisasi pemotonganbesi beton dilakukan dengan cara memperoleh data sekunderberupa bar bending schedule, biaya pengadaan besi beton, dan gambar perencanaan proyek. Dari data mengenai jumlahkebutuhan tiap varian panjang besi beton yang dibutuhkan, selanjutnya dibuat opsi alternatif pola pemotongan besibeton sesuai diameter (D 16, D 19, dan D 25). Opsialternatif pola pemotongan tersebut menjadi acuan dalammembentuk variabel keputusan, fungsi tujuan, dan fungsibatasan yang digunakan dalam optimalisasi menggunakanmetode integer linear programming dengan bantuansoftware QM for Windows. Dari hasil optimalisasi tersebut, didapatkan efisiensibiaya besi beton yang optimum dari hasil metode integer linear programming pada proyek pembangunan Gedung Oncology Centre (Radiotheraphy) Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sebesar Rp.28.482.000,00 (dua puluhdelapan juta empat ratus delapan puluh dua ribu rupiah). Kata kunci: konstruksi berkelanjutan, optimalisasi, pemotongan besi beton, integer linear programming
EVALUASI KAWASAN RAWAN KECELAKAAN PADA RUAS IR SOEKARNO DAN PATIMURA KOTA BATU Himawan Wisnu Pratama; Lasmini Ambarwati; Ludfi Djakfar
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Ir Soekarno dan Patimura adalah jalan yang berada di Kota Batu digunakan untuk menghubungkan kota Batu dengan Malang. Seiring dengan tumbuh kembang penduduk dan potensi wisata Kota Batu, tentu muncul beberapa permasalahan terhadap moda transportasi yang terjadi, salah satunya yang paling krusial adalah tentang keamanan dalam berlalu lintas. Dengan perencanaan penanggulangan insiden laka lalu lintas di lokasi tersebut,yang difokuskan yaitu mengidentifikasi analisis dan karakteristik yang menyebabkan kecelakaan, mengetahui titik blackspot, melakukan pemodelan kecelakaan, serta melakukan strategi penanganan titik rawan kecelakaan. Dan diharapkan dapat terjadi suatu kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah terkait pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di ruas jalan tersebut. Analisis yang dilakukan menghasilkan variable yang dominan adalah, pendidikan,pekerjaan, jenis kelamin, lampu, rem, safety belt, jumlah lajur, lebar bahu, lebar lajur, rumaja, trotoar, dan Guardrail. Sedangkan untuk daerah rawan blackspot berada pada segmen Ir Soekarno (KM2,6-2,8) dan Ir Soekarno (KM 3,2-3,4) pada tahun 2020 dan Patimura (KM 1,4-1,6) dan Patimura (KM 2-2,2) pada tahun 2021. Dan starategi penanganan daerah kecelakaanakan dilakukan sosialisai sesuai dengan variable yang dominan.. Kata Kunci: blackspot area, accident rate, angka ekivalen kecelakaan
Pengaruh Bakteri Bacillus Subtilis yang Diinokulasi pada Agregat Daur Ulang terhadap Penyusutan Kering Beton Aldhico Satria Firmansyah; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan yaitu eksploitasi bahan baku alam dalam jumlah besar seperti agregat untuk produksi semen dan beton mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam yang terus menerus tersubgradasi. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh industri konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan agregat kasar daur ulang atau recycled coarse aggregate (RCA) yang berasal dari limbah konstruksi dan pembongkaran sehingga menghasilkan produk beton baru dan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan. Namun RCA memiliki kekurangan dibanding NCA, karena RCA masih memiliki kandungan mortar yang melekat pada permukaannya, porositas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retakan mikro, serta zona transisi antarmuka atau interface transition zones yang lemah. Maka dari itu, dilakukan perbaikan pada RCA dengan metode pengisian pori-pori dengan presipitat kalsium karbonat (CaCO3) dengan Bakteri Bacillus subtilis. Kalsium karbonat yang terbentuk dari biodeposisi yang terjadi pada permukaan RCA yang mampu mengisi pori-pori dan meningkatkan nilai ITZ antara RCA dengan mortar. Pengunaan material memiliki pengaruh terhadap mutu beton karena perbedaan sifat mekanis materialnya, oleh karena itu, dilakukan pengujian penyusutan kering beton untuk mengetahui pengaruh material tersebut, penyusutan kering beton akan menyebabkan keretakan dan pengurangan dimensi pada struktur yang akan mempengaruhi dari kekuatan struktur. Penelitian ini menggunakan benda uji balok dengan ukuran 7,5 x 7,5 x 28 cm. Pada benda uji ditanamkan gauge stud dengan ukuran 2,25 cm di kedua belah sisi untuk memudahkan pengujian pada alat vertical length comparator. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan beton yang menggunakan material RCA yang telah diinokulasi bakteri Bacillus subtilis menunjukkan hasil penyusutan kering yang lebih kecil jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan material Natural Coarse Aggregate (NCA) dan recycle coarse aggregate (RCA). limbah beton dengan minimal mutu beton K-300 yang diperbaiki dengan bakteri Bacillus subtilis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan kualitas beton yang baik. Kata Kunci: Penyusutan kering beton, Recycled Coarse Aggregate, Bacillus subtilis
STUDI PERENCANAAN DESAIN BALOK MENGGUNAKAN BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH JAWA BARAT Yasykuruun Abdikha Briantoro; Mohammad Taufik Hidayat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama Gedung Kantor Badan pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jawa Barat adalah untuk memfasilitasi pemberian pelayanan publik yang berhubungan mengenai keuangan dan aset daerah kepada masyarakat setempat. Oleh karena itu, perencanaan yang cermat dan hemat biaya sangat penting untuk pembangunan gedung ini. Selain itu, perencanaan konstruksi memerlukan pendekatan inovatif yang dapat mempercepat waktu pelaksanaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa balok pracetak, sebelum pengecoran, menunjukkan beban sendiri saat diangkat, dengan jarak tumpu 2,3 m dari tepi. Balok utama pracetak diperkuat dengan tulangan lentur 10-D35 yang mengalami tarik, serta tambahan tulangan tekan transversal 5-D35 dan sengkang ø8-200. Langkah-langkah perkuatan ini menghasilkan momen tumpuan yang sama dengan momen tanah sebesar 3410,346 kgm. Pemeriksaan sambungan balok-kolom pracetak, yang meliputi lokasi pusat dan tepi, di bawah pengaruh beban gempa, beban hidup serta beban mati mengungkapkan temuan yang menunjukkan integritas struktural sehubungan dengan gaya lentur dan geser. Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan keunggulan konstruksi bangunan, maka dilakukan pengujian implementasi beton pracetak sebagai alternatif pendekatan perencanaan sambungan balok-kolom pada Gedung Kantor Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah Jawa Barat. Pemeriksaan ini melibatkan teknik manual dan penggunaan perangkat lunak SAP 2000 v20. Pemanfaatan beton pracetak dalam desain sambungan balok-kolom menghadirkan pilihan yang layak dan menguntungkan untuk mempercepat jadwal konstruksi sementara juga menghasilkan keuntungan finansial. Kata Kunci : Beton, Balok, Pracetak, Gedung, SNI 2847 : 2019
PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON Ervando Dian Prakosa; Eva Arifi; Irfan Mustafa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan infrastruktur menjadi faktor peningkatan kebutuhan bahan konstruksi, yaitu beton. Penggunaan beton menyebabkan turunnya jumlah sumber daya alam serta mengakibatkan adanya limbah beton pada lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan ialah dengan pemanfaatan agregat kasar daur ulang/recycled coarse aggregate (RCA) sebagai pengganti dari agregat kasar alami/natural coarse aggregate (NCA). Namun, RCA mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan NCA, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk peningkatan kualitas RCA. Upaya perbaikan yang dilakukan ialah penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA karena dianggap ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengaplikasiannya. Metode perbaikan yang dilakukan menggunakan isolat bakteri Bacillus subtilis R20 dengan densitas sel dalam medium sebanyak 105 sel/ml. Perbaikan RCA dilakukan dengan proses inkubasi dengan bakteri Bacillus subtilis R20 selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji beton silinder berukuran tinggi 30 cm dengan diameter 15 cm. Pengujian benda uji dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA dapat meningkatkan kualitas agregat dibandingkan dengan RCA tanpa adanya perbaikan dengan meningkatnya berat isi sebesar 1,92% pada kondisi agregat jenuh kering permukaan dan sebesar 1,70% pada kondisi agregat kering oven, berat jenis sebesar 0,41%, serta menurunnya kadar air sebesar 57%. Dengan peningkatan kualitas material RCA, tentunya berpengaruh dalam peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Namun karena adanya faktor lain yang berpengaruh dalam pembuatan benda uji menyebabkan kuat tekan dan modulus elastisitas beton RCA bakteri tidak maksimal dibanding beton RCA. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, bakteri pengendap kalsium karbonat, beton, kuat tekan, modulus elastisitas.
Analisis Numerik Karakteristik Aliran Sungai di Sekitar Pilar Menggunakan Program CADMAS-SURF Anis Wahyu Fatmawati; Indradi Wijatmiko; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan saluran terbuka dengan aliran air akibat limpasan hujan. Besar kecilnya limpasan air dapat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang terjadi dan luas wilayah dimana hujan itu terjadi. Aliran sungai memiliki beberapa karakteristik seperti tinggi muka air (water level), kecepatan, dan tekanan yang memiliki metode pengukuran masing-masing. Kebanyakan sungai dilintasi oleh jembatan yang berfungsi sebagai akses penghubung dua wilayah. Salah satu struktur penting jembatan adalah pilar. Keberadaan pilar jembatan dapat memengaruhi aliran yang terjadi di sungai. Pada penelitian ini dilakukan analisis numerik karakteristik aliran sungai yang ada di sekitar pilar. Analisis numerik akan menggunakan program CADMAS-SURF. Penelitian ini menggunakan tiga model pilar pada simulasinya, yaitu persegi, bulat, dan oval. Hasil analisis yang diperoleh berupa gambar simulasi dan hasil pengukuran karakteristik aliran berupa tinggi muka air, kecepatan aliran, dan tekanan aliran. Tinggi muka air maksimum sebelum pilar terukur pada model persegi. Sementara tinggi muka air di kanan dan kiri pilar terukur pada model bulat. Serta tinggi muka air setelah pilar terukur pada model oval. Kecepatan aliran maksimum sebelum dan setelah pilar terukur pada model persegi. Kecepatan maksimum di kanan dan kiri pilar terukur pada model oval. Tekanan aliran memiliki nilai hampir sama pada setiap model pilar. Pengukuran karakteristik aliran memiliki hasil yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama adalah perbedaan bentuk dan dimensi penampang pilar. Kedua adalah letak titik pengukurannya, baik adanya perbedaan secara horizontal maupun vertikal. Hasil perhitungan gaya-gaya di sekitar pilar menunjukkan model oval adalah pilar yang paling efektif dalam menahan tekanan. Kata kunci : Tinggi Muka Air, Kecepatan Aliran, Tekanan Aliran, Pilar.
ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH DI LAHAN MIRING AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS (Studi Kasus TPA Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur) Kurnia Akbar hariyanto; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk sangat berdampak terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), semakin banyak sampah yang dihasilkan akan membuat penumpukan sampah menjadi semakin tinggi sehingga TPA mengalami overload. Salah satu penyebab terjadinya longsoran sampah adalah curah hujan yang tinggi. Untuk mencegah kelongsoran dan untuk memaksimalkan kapasitas TPA, penelitian ini menggunakan analisis stabilitas timbunan sampah guna memeriksa keamanan dari lereng akibat tumpukan sampah tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengidentifikasi stabilitas timbunan sampah pada saat kondisi kering maupun kondisis basah dengan perkuatan geotekstil dan pada ketinggian berapa timbunan sampah akan longsor. Lokasi penelitian yang digunakan yaitu TPA Mrican Kabupaten Ponorogo pada bulan Maret 2022. Data yang digunakan bersumber dari Data Primer berdasarkan penelitian terdahulu sebagai data parameter sampah dan geotekstil, dan Data Sekunder berdasarkan pengumpulan data atau informasi pada jurnal-jurnal terkait. Penelitian ini akan menganalisis stabilitas lereng sampah pada potongan melintang B-B’ dan potongan melintang C-C’ menggunakan program plaxis. Dari penelitian yang telah dilakukan, pada ketinggian awal nilai faktor keamanan timbunan sampah potongan melintang B-B’ saat kondisi kering sebesar 1,606 dan saat kondisi basah 1,392. Dengan kenaikan setiap 2 meter, kelongsoran terjadi pada ketinggian 32 meter saat kondisi kering dan 24 meter saat kondisi basah. Sedang nilai faktor keamanan potongan melintang C-C’ pada ketinggian awal sebesar 1,660 saat kondisi kering dan 1,349 saat kondisi basah. Pada ketinggian maksimum 25,3 meter timbunan tidak mengalami kelongsoran dan didapatkan nilai faktor keamanan 1,123 saat kondisi kering. Kelongsoran terjadi pada ketinggian 22 meter saat kondisi basah. Berdasarkann hasil analisis, ketinggian timbunan sampah yang disarankan pada potongan melintang B-B’ 14 meter dan potongan melintang C-C’ 10 meter dikarenakan lereng timbunan sampah berada pada kondisi aman. Kata kunci: analisis stabilitas lereng, faktor keamanan, geotekstil, timbunan sampah dalam kondisi kering dan basah, longsor.
STUDI ANALISIS PERENCANAAN PADA GEDUNG HOTEL NAMIRA 10 LANTAI SURABAYA DENGAN SISTEM PRACETAK Yuli Sulistyowati; Taufik Hidayat; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Hotel Namira Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional. Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak yaitu berada di kota Surabaya yang berada di wilayah Menanggal. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh kualitas sambunganya. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Hotel Namira Surabaya aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift). Dari hasil analisis didapatkan hasil yang memenuhi syarat keamanan , untuk dimensi balok terdapat 1 tipe balok berdasarkan dimensi yang diperhitungkan sesuai perencaan di awal terdiri dari 1 balok induk dengan dimensi balok induk ukuran 35/60 dengan kode B1, B2, B3,B4, BI Lift. Sedangkan balok anak memliki 1 tipe dengan ukuran 20/30 dengan kode BA1 dan BA2. Serta untuk kolom terdapat 1 tipe kolom. ukuran 60/60 dengan kode K1. Dari hasil analisis semua dimensi telah memenuhi syarat-syarat keamanan. Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 422,897 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 261,246 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2715,4802 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 881,028 kNm. Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gempa
STUDI ANALISIS PERENCANAAN GEDUNG HOTEL NAMIRA YANG BERADA DI SURABAYA JAWA TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM Najla Widya Ardetty; M. Taufik Hidayat; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilakukan analisis perencanaan pada Gedung Hotel Namira Surabaya menggunakan Struktur Baja Komposit dengan Sistem Balok Kastela untuk balok induk dan balok anak, dimana sebelumnya pembangunan Hotel Namira menggunakan struktur beton bertulang. Penelitian ini diawali dengan preliminary design elemen struktur baja Wide Flange (WF) kemudian dilanjut analisa struktur menggunakan software SAP2000 yang akan mendapatkan output Momen Ultimit (Mu) dan Gaya Geser Ultimit (Vu) untuk balok serta Momen Ultimit (Mu) dan Gaya Aksial Ultimit (Pu) untuk kolom. Setelahnya dilakukan penambahan hole castellated sehingga tinggi profil baja Wide Flange (WF) menjadi 525 mm untuk balok induk dan 350 mm untuk balok anak. Kemudian dilakukan aksi komposit antara pelat dan balok. Kondisi sebelum castellated komposit dan setelah castellated komposit pada analisa ini telah memenuhi syarat perhitungan momen ΦMn ≥Mu, dan syarat perhitungan geser ΦVn ≥Vu. Setelahnya dilakukan perhitungan penghubung geser agar struktur komposit dapat menahan gaya geser antara pelat beton dan balok baja. Kata Kunci: Hotel Namira, castellated beam, struktur komposit, baja beton

Page 7 of 12 | Total Record : 117