cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Perikanan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
OBYEK WISATA PANTAI BALEKAMBANG KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Mateka, Jefri A.; Indrayani, E Erlinda; Harahap, N Nuddin
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.681 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dan besarnya pengaruh variabel independen (biaya perjalanan ke Pantai Balekambang, biaya perjalanan ke Objek wisata lain (Sempu), umur, pendidikan terakhir, waktu kerja, pendapatan, jarak dan pengalaman berkunjung sebelumnya) terhadap permintaan pengunjung ke Pantai Balekambang, dan mengetahui nilai ekonomi Pantai Balekambang sebagai obyek wisata. Pantai Balekambang dipilih karena memiliki potensi wisata yang tinggi tetapi tidak didukung oleh kemudahan akses untuk mencapai lokasi wisata dan promosi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah permintaan pengunjung ke Pantai Balekambang, sedangkan secara parsial variabel yang berpengaruh terhadap jumlah permintaan pengunjung ke Pantai Balekambang hanya 4 variabel, yaitu variabel biaya perjalanan ke objek wisata lain (Sempu), umur, pendapatan dan jarak. Nilai surplus konsumen sebesar Rp. 2.279.539 per individu per satu kali kunjungan sehingga nilai ekonomi Pantai Balekambang sebesar Rp. 692.880.664.515 per tahun 2011 (hasil perkalian surplus konsumen dan jumlah pengunjung tahun 2011). Untuk itu pengembangan obyek wisata Pantai Balekambang perlu ditingkatkan lagi, yaitu melalui pembenahan pada seluruh aspek, seperti akses jalan menuju lokasi, strategi publikasi dan dukungan masyarakat setempat.   Kata kunci : permintaan pengunjung, metode biaya perjalanan individu, surplus konsumen, nilai ekonomi, objek wisata pantai balekambang
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG) Arizona, D Dika; Riniwati, H Harsuko; Harahap, N Nuddin
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.19 KB)

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi.Apapun  bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenganalisis dan menjelaskan (1) Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, (2) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang,(3) Pengaruh komitmen organisasional terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang.Penelitiaan ini dilaksanakan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan instrument daftar pertanyaan atau kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pola pengaruh yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi kerja, komitmen organisasional terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang. Dari hasil regresi linier berganda dapat dilihat seberapa besar pengaruh variabel independen mempengaruhi variabel dependen, dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa untuk variabel Gaya Kepemimpinan (X1), Motivasi Kerja (X2), bernilai positif yang berarti apabila nilai dari masing-masing variabel meningkat satu kali makaakan meningkatkan kinerja pegawai. Sedangkan variabel Komitmen Organisasional (X3) bernilai negatif yang berarti apabila komitmen organisasional meningkat satu kali maka kinerja pegawai akan menurun. Hasil Uji t secara parsialdapat disimpulkan bahwa variabel independen yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang yaitu motivasi kerja dimana setiap variabel motivasi kerja meningkat satu kali maka kinerja pegawai akan meningkat dengan asumsi variabel lain dianggap konstan.Kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi kerja, komitmen organisasi
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) DI UNIT PENGELOLA PERIKANAN BUDIDAYA (UPPB) DESA DEKET, KECAMATAN DEKET, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Bachtiar, N Nizam; Harahap, N Nuddin; Riniwati, H Harsuko
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.857 KB)

Abstract

Pengembangan pemasaran ikan sidat (Anguilla Bicolor) di Unit Pengelola Perikanan Budidaya (UPPB) Lamongan diharapkan mampu menjadikan ikan sidat sebagai komoditi baru dibidang usaha budidaya perikanan dan sebagai penggerak pemasaran ikan sidat di Lamongan. Pemerintah dalam program KKP tahun 2012 tentang industrialisasi kelautan dan perikanan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang nantinya dukungan dari pemerintah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di UPPB Kabupaten Lamongan pada juni 2012 sampai dengan bulan agustus 2012. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan FGD (Focus Group Discussion). Metode yang digunakan untuk menganalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Faktor strategis internal yang menjadi kekuatan yaitu posisi tawar (Bargaining position), hubungan baik antar pekerja, hubungan baik dengan pemasok bahan baku, dan mempunyai pelayanan yang baik terhadap pembeli. Sedangkan faktor strategis internal yang menjadi kelemahan yaitu kemampuan promosi, sarana budidaya, sarana transportasi distribusi ke luar daerah, dan tingkat pendidikan. Faktor strategis eksternal yang menjadi peluang yaitu permintaan pasar, dukungan pemerintah terhadap perikanan, perubahan pola konsumsi, dan potensi sumberdaya alam. faktor strategis eksternal yang menjadi ancaman adalah pengaruh musim, penurunan produksi benih ikan sidat di alam akibat penangkapan yang berlebihan, jarak antara lokasi usaha dan pemasok benih ikan sidat terlalu jauh dan tersebar, dan kenaikan harga BBM. Berdasarkan hasil matrik SWOT maka Implementasi strategi yang dapat diperoleh yaitu sebagai berikut (1) Meningkatkan jumlah produksi ikan sidat untuk memenuhi target pasar, (2) Mengoptimalkan bantuan dari KKP Lamongan untuk pengembangan pemasaran ikan sidat, (3) Dalam perekrutan tenaga kerja harus lebih selektif dan mengutamakan kualitas kinerjanya, (4) Meningkatkan kualitas ikan sidat dan menambah kerja sama dengan eksportir lain, (5) Menjadikan ikan sidat sebagai komoditi baru dan sebagai penggerak pemasaran ikan sidat di Lamongan Kata Kunci : pemasaran, faktor internal eksternal, dan implementasi
JAMINAN SOSIAL NELAYAN GILLNET ABK DESA WERU, KECAMATAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Fairyani, Meylinda Sari; Susilo, E Edi; Ismadi, I I
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.892 KB)

Abstract

Kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Adapun faktor-faktor tersebut adalah: Faktor Internal, yakni; 1) keterbatasan kualitas sumberdaya manusia; 2) keterbatasan kemampuan modal usaha dan tekhnologi penangkapan; 3) hubungan kerja dalam organisasi penangkapan yang seringkali kurang menguntungkan buruh; 4) kesulitan melakukan diversivikasi usaha penangkapan; 5) ketergantungan yang sangat tinggi terhadap hasil melaut; dan 6) gaya hidup yang dipandang boros, sehingga kurang berorientasi kemasa depan. Faktor Eksternal, 1) kebijakan pembangunan perikanan yang lebih berorientasi kepada produktifitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional dan parsial; 2) sistem pemasaran hasil perikanan yang lebih menguntungkan pedagang perantara; 3) kerusakan akan ekosistem pesisir dan laut karena pencemaran dari wilayah darat, praktek penangkapan ikan dengan bahan kimia, perusakan terumbu karang, dan konservasi hutan bakau dikawasan pesisir; 4) penggunaan peralatan tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan; 5) penegakkan hukum yang lemah terhadap perusak lingkungan; 6) terbatasnya teknologi pengolahan pasca panen; 7) terbatasnya peluang kerja disektor non perikanan yang tersedia di desa nelayan; 8) kondisi alam dan; 9) isolasi geografis desa nelayan yang mengganggu mobilitas barang, jasa, modal dan manusia. Prosedur yang harus dilalui oleh masyarakat nelayan Desa Weru dalam memperoleh jaminan sosial pada umumnya cukup mudah. Namun prosedur yang diberikan oleh lembaga-lembaga, seperti jamsostek memang agak sulit dibandingkan dengan bentuk jaminan sosial lainnya. Sehingga nelayan lebih memilih jaminan sosial yang lainnya karena dianggap jaminan sosial tenaga kerja itu susah untuk diakses.   Kata Kunci : jaminan sosial, sumberdaya, asuransi dan nelayan ABK gillnet

Page 1 of 1 | Total Record : 4