cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2014)" : 23 Documents clear
PENGARUH pH DAN KONSENTRASI TMCS PADA SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI WATER GLASS Zulfikar, Mochammad Abrianto; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.067 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis aerogel silika pada tekanan ambien menggunakan water glass melalui proses sol-gel. Gel disiapkan dengan menambahkan tetes demi tetes natrium silikat ke dalam 5 mL HNO3 hingga pH 3 dan 6. Konsentrasi TMCS yang digunakan adalah 33% dan 6 %. Hidrogel dicuci menggunakan air bebas ion kemudian dikeringkan untuk mengurangi kandungan H2O. Alkogel didapatkan dengan merendam hidrogel dalam metanol selama 24 jam. Sililasi dilakukan pada alkogel menggunakan campuran heksana, TMCS, dan metanol selama 24 jam. Tahap sililasi diakhiri dengan merendam gel dalam heksana selama 12 jam kemudian dikeringkan pada suhu 50 oC selama 24 jam, 80 oC selama 10 jam, dan 120 oC selama dua jam. Tahap pertukaran pelarut dilakukan pada suhu 50 oC. Karakterisasi dilakukan melalui pengamatan secara visual, uji hidrofobisitas dan sudut kontak secara kualitatif, massa jenis, serta spektrofotometri FT-IR. Hasil aerogel silika pada pH 3 dan 6 menggunakan TMCS 33% memiliki massa jenis 0,164 g/mL dan 0,060 g/mL sedangkan menggunakan TMCS 6% aerogel masih bersifat hidrofilik.Kata Kunci: Aerogel, sol-gel, water glass
Penentuan Waktu Fermentasi Optimum Produksi Xilanase dari Trichoderma viride Menggunakan Substrat Kulit Kedelai dan Kulit Kacang Hijau Melalui Fermentasi Semi Padat Windari, Hema Aprilia Setyo; Sutrisno, Sutrisno; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.065 KB)

Abstract

Xilanase merupakan enzim ekstraseluler yang dapat menghidrolisis xilan menjadi xilosa dan xilo-oligosakarida. Xilanase dapat dihasilkan oleh mikroba berupa kapang atau bakteri melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui waktu fermentasi dan pengaruh dua jenis substrat (substrat kulit kedelai dan kulit kacang hijau) pada produksi xilanase dari Trichoderma viride dengan metode fermentasi semi padat. Ekstrak kasar yang diperoleh dari variasi waktu fermentasi (0, 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96) jam diukur kadar protein dan aktivitas secara spektrofotometri dengan reagen Biuret dan gula pereduksi dengan reagen DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimum diperoleh pada 60 jam dengan nilai aktivitas enzim menggunakan substrat kulit Kedelai sebesar 18,71 U dan substrat kulit kacang hijau sebesar 15,57 U. Kadar protein enzim pada substrat kulit kedelai sebesar 15,08 mg/mL dan substrat kulit kacang hijau sebesar 12,81 mg/mL.
SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI TULANG SAPI DENGAN METODE BASAH-PENGENDAPAN Wahdah, I'anatul; Wardhani, Sri; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.388 KB)

Abstract

Hidroksiapatit merupakan unsur anorganik alami yang berasal dari tulang yang dapat dimanfaatkan untuk regenerasi tulang. Hidroksiapatit dapat disintesis dari limbah tulang sapi dengan menggunakan metode basah-pengendapan. Tahap awal dilakukan dengan preparasi dan kalsinasi tulang sapi pada 1000 oC selama 6 jam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan mengalirkan larutan H3PO4+etanol dengan laju alir 1 mL/menit ke dalam campuran CaO dan etanol disertai pengadukan dan pemanasan pada 60 oC. Kemudian pemanasan dilanjutkan pada 60 oC selama 1 jam. Campuran kemudian didiamkan pada temperatur kamar selama 24 jam. Selanjutnya diaduk dan dipanaskan kembali pada 60 oC selama 30 menit. Endapan yang diperoleh disaring dan dikeringkan pada temperatur 100 oC, kemudian dipanaskan dalam furnace pada temperatur 800 oC. Serbuk putih yang dihasilkan diuji kelarutannya, hidroksiapatit dengan keelarutan terkecil tersebut akan dilakukan karakterisasi lebih lanjut dengan XRF dan FTIR.
PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN dan PENYINARAN CAHAYATERHADAP SITRONELAL SERTA UJI TOKSISITAS dengan MENGGUNAKAN METODE BSLT(BRINE SHRIMP LETHALITY TEST) Pertiwi, Gilly Putri; Iftitah, Elvina Dhiaul; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.727 KB)

Abstract

Pada penelitian ini pengaruh lama waktu penyimpanan dan penyinaran cahaya pada sitronelal diuji untuk mengetahui perubahan kandungan. Toksisitas sitronelal sebelum dan setelah penyimpanan dan penyinaran juga diuji menggunakan metode BSLT. Penyimpanan sitronelal dilakukan dalam botol vial bening dan vial gelap yang  disimpan dalam kotak kayu dengan perlakuan penyimpanan yang berbeda selama 4 minggu. Kotak yang pertama disinari lampu selama 24 jam (selanjutnya disebut kotak A), kotak kedua adalah kotak yang dua sisinya terbuat dari kasa selanjutnya disebut kotak B), dan kotak ketiga adalah kotak tertutup yang berwarna hitam (selanjutnya disebut kotak C). Analisis kandungan sitronelal sebelum dan sesudah penyimpanan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Hasil analisa KG-SM menunjukkan bahwa persen area berubah dari 45,29% menjadi 52,58% dan terdapat perbedaan jumlah puncak sampel setelah disimpan selama 2 minggu dalam kotak C dalam botol vial bening. Sampel ini kemudian diuji toksisitasnya dengan BSLT. Hasil uji BSLT menunjukkan besarnya nilai LC50 sitronelal awal sebesar 71,1 ppm dan sebesar 132,79 ppm pada sitronelal setelah 2 minggu penyimpanan serta 324,97 ppm pada sitronelal setelah 4 minggu penyimpanan sehingga menunjukkan bahwa sitronelal dengan penyimpanan 2 minggu lebih toksik dibanding dengan sitronelal yang disimpan selama 4 minggu
PENGARUH pH DAN JUMLAH NATA DE COCO TRIMETILAMIN SULFUR TRIOKSIDA TERHADAP EKSTRAKSI FASA PADAT TEMBAGA(I)TIOSULFAT Dewi, Latifah Tribuana; Mulyasuryani, Ani; Sabarudin, Akhmad
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.694 KB)

Abstract

Nata de coco merupakan bakteria sellulosa yang dapat dimodifikasi menggunakan trimetilamin sulfur trioksida (TMAS) untuk ekstraksi fasa padat tembaga(I)tiosulfat. Tembaga(I)tiosulfat ((Cu(S2O3)2)3-) dapat diekstraksi melalui mekanisme penukar ion dengan ion trimetilammonium ((CH3)3NH+) dari TMAS sehingga diperlukan pengaturan pH agar fasa padat dan analit dapat terionisasi. Berdasarkan persamaan stokiometri untuk mengekstraksi satu mol (Cu(S2O3)2)3- diperlukan tiga mol (CH3)3NH+ sehingga jumlah fasa padat perlu ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pH dan jumlah nata de coco-TMAS terhadap efisiensi ekstraksi tembaga(I)tiosulfat. Pengaruh pH dipelajari pada kisaran pH 4 hingga pH 9 sedangkan pengaruh jumlah nata de coco-TMAS dipelajari dari 1 hingga 6 lembar. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode batch dengan cara perendaman selama 24 jam menggunakan larutan tembaga(I)tiosulfat 15 ppm sebanyak 25 mL. Nata de coco-TMAS yang digunakan memiliki ketebalan  rata-rata 1 cm, diameter rata-rata 3 cm, volume rata-rata 7 mL, luas permukaan rata-rata 23 cm2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui efisiensi ekstraksi optimum sebesar 80,67% pada pH 6 dengan jumlah fasa padat sebanyak 5 lembar. Kata kunci: ekstraksi fasa padat, nata de coco, tembaga(I)tiosulfat, trimetilamin sulfur trioksida.
PENENTUAN KAFEIN SECARA AMPEROMETRI DENYUT MENGGUNAKAN ELEKTRODA KARBON SCREEN-PRINTED Setyorini, Dian Ayu; Mulyasuryani, Ani; Fardiyah, Qonitah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.369 KB)

Abstract

Caffeine is usually used as an additive in drinks, foods and medicines. Caffeine has a negative effect on the human body so ithas a limited dose to consume. Amperometric detection can be used to measure caffeine by using SPCE. Determination of caffeine by amperometry can use single-pulse (SPA) and double-pulse (DPA). SPA applied detection potential 1,3 V (0,05 s) and has limit of detection 22 µM. DPA applied detection potential 1,3 V (0,05 s) and cleaning potential 0,35 V (0,1 s) and has limit of detection 0,9 µM. DPA was used to measure caffeine in sample of energy drinks and it concludes good accuracy. Keywords: pulse amperometry, caffeine, SPCE.
PENENTUAN WAKTU FERMENTASI OPTIMUM PRODUKSI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN SUBSTRAT KULIT PISANG DAN KULIT MELON DENGAN FERMENTASI SEMI PADAT Hastari, Ayunda Antika; Mahdi, Chanif; Sutisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.785 KB)

Abstract

Trichoderma viride is a type of mold that most available in land and has several more advantages when compared with other types of soil fungi . This reseach is aimed to know optimum fermentation periode and type of optimum substrate in xylanase production from Trichoderma viride by semi solid fermentation. Optimum fermentation periode and type of optimum substrate determined by measure of enzyme activity and protein content in various fermentation times ( 0 , 12 , 24 , 36 , 48 , 60 , 72 . 84 , and 96 hours ) using melon peels and banana. Xylanase is type of enzyme that able to hydrolyze hemicellulose ( xylan ) into xylose . Determination of enzyme activity begins with a solution of pure xylan in 1 % concentration at pH 5 and a temperature of 60 ° C (optimum conditions). Determination of enzyme activity is determined by measure xilosa in enzimatis reaction with spectrofotometri methode and DNS regen. Protein content determined by spetrophotometry methode with biuret reagen. The results fermentation 60 hour showed optimum activity in the melon peel and banana peel, that is (20,16±8,17) unit dan (19,42±8,00) unit (P<0,01) and protein content (16,86±8,23) mg/mL dan (16,88±4,32) mg/mL (P<0,01).
PENGARUH HERBAL SPRAY BERBASIS BIOAKTIF Spirulina sp. TERHADAP KADAR MDA PADA LUKA SAYATAN TIKUS (Rattus norvegicus) DM T1 Kurniasari, Balqis; Aulanni’am, Aulanni’am; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.295 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolit yang ditandai dengan timbulnya hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau peningkatan resistensi insulin seluler terhadap insulin. Terapi herbal spray Spirulina sp. merupakan salah satu pengobatan alternatif penyakit DM. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh terapi herbal spray dari Spirulina sp. terhadap kadar Malondialdehid (MDA) pada luka sayatan tikus  hasil induksi Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ) dosis 20 mg/kg BB selama 5 hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital dan dinyatakan DM apabila kadar glukosa darah  > 200 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian herbal spray Spirulina sp. 3x sehari selama 2 minggu pada tikus hasil induksi MLD-STZ menunjukkan penurunan kadar glukosa darah (148,8 ± 34,30) mg/dL, dan penurunan kadar MDA rata-rata (0,55 ± 0,024) μg/mL, serta dapat mempercepat penutupan luka sayatan dari 4,28 cm menjadi 0,5 cm. Kata kunci: insisi, MLD-STZ, kadar MDA, Spirulina sp.
PENGARUH PH DAN JUMLAH NATA DE COCO TERMODIFIKASI CETILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (CTAB) TERHADAP EKSTRAKSI FASA PADAT TEMBAGA (I) TIOSULFAT Khairunnisa, Alda; Mulyasuryani, Ani; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.942 KB)

Abstract

Ekstraksi fasa padat tembaga (I) tiosulfat menggunakan nata de coco-CTAB dipengaruhi oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi  kestabilan kompleks tembaga (I) tiosulfat dan CTAB pada nata de coco. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh pH pada kisaran 4 sampai 9. Pengaruh jumlah nata de coco-CTAB  dipelajari mulai dari  1 sampai 6 lembar yang dilakukan untuk meningkatkan  efisiensi ekstraksi  tembaga (I) tiosulfat. Proses ekstraksi tembaga (I) tiosulfat menggunakan sistem batch tanpa pengocokan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pH dan jumlah nata de coco-CTAB mempengaruhi efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat optimum pada pH 8 dengan nilai 34 %. Pada pengaruh jumlah nata de coco-CTAB,  kenaikan jumlah nata de coco-CTAB 1 sanpai 4 lembar dapat menaikan efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi optimum dicapai pada jumlah nata de coco-CTAB ke-4 dengan  efisiensi ekstraksi 85%.
MODIFIKASI PATI UMBI KETELA POHON (Manihot esculenta) DENGAN CARA ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN ASAM ASETAT DENGAN BANTUAN ULTRASONIKASI Amini, Helda Wika; Masruri, Masruri; Ulfa, Siti Mariyah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.184 KB)

Abstract

Pati ketela pohon (Manihot esculenta) merupakan polisakarida yang tersusun atas amilosa dan amilopektin. Paper ini melaporkan hasil isolasi pati dari ketela pohon lokal asal Malang, sekaligus modifikasinya dengan cara esterifikasi menggunakan asam asetat yang dibantu dengan ultrasonikasi. Analisis produk dilakukan dengan metode spektrofotometri infra merah. Hasil isolasi pati berkisar antara 10,9-25,3% dengan kadar air antara 5,60-12,8%. Sedangkan pati yang termodifikasi adalah ester pati asetat. Produk ester pati asetat yang diperoleh memiliki nilai DS (derajad substitusi) sebesar 0,549.   Kata kunci: ketela pohon, pati, reaksi esterifikasi, nilai DS

Page 2 of 3 | Total Record : 23