cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 6 (2015): November" : 2 Documents clear
HEGEMONI ELIT MEMBANGUN GERAKAN SOSIAL (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DESA SEKITAR PERTAMBANGAN GALIAN C DI DESA MANYARAN KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI) 115120101111021, ANIS SURYANI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 6 (2015): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kerusakan lingkungan fisik seperti polusi, sarana prasarana desa dan juga lingkungan sosial di Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri sebagai desa pertambangan galian C. Melihat hadirnya dampak dari aktivitas penambangan tersebut mendorong tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat lainnya melakukan gerakan sosial dalam menuntut, menolak dan menutup penambangan galian C. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis inisiatif dari elit lokal dalam membangun gerakan sosial masyarakat sipil menutup tambang galian C. Penelitian ini menggunakan teori hegemoni dari Antonio Gramsci, yaitu tentang hubungan atau bentuk kekuasaan dari kelas superordinat terhadap subordinat atas nilai kehidupan seperti kultur, nilai dan norma yang pada akhirnya membentuk masyarakat sebagai kelompok terdominasi mengikuti kerangka sistem dan pemikiran dari kelas superordinat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial penutupan tambang berangkat dari dampak kerusakan lingkungan fisik dan sosial serta hegemoni penguasa dari PT. Kejora dan pemerintah desa terhadap masyarakat Manyaran. Hegemoni penguasa kemudian berkembang menjadi hegemoni progresif. Dalam hegemoni progresif, elit lokal sebagai pemimpin gerakan sosial melalui tiga tahapan yaitu korporat-ekonomis, penyadaran solidaritas ekonomis dan penyadaran solidaritas atas konservasi lingkungan jangka panjang. Untuk mencapai keberhasilan gerakan sosial, dalam hegemoni progresif elit lokal menerapkan beberapa strategi yaitu pertama memobilisasi sumber daya manusia (human asset) dengan melalui penguatan jaringan sosial dan komitmen warga melalui sosialisasi dalam musyawarah bersama. Sedangkan strategi memobilisasi sumber daya tangible yang meliputi fasilitas dan finansial adalah dengan mendirikan portal untuk menggalang dana dan membagi hasil retribusi portal sebagai perbaikan sarana umum seperti jalan dan jembatan, serta untuk kegiatan sosial warga Manyaran.   Kata Kunci: Tambang Galian C, Gerakan Sosial, Elit Lokal, Masyarakat Sipil, Mobilisasi Sumber Daya
HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI MOBILE GADGET DAN EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR 0911210050, OKKY RACHMA FAJRIN
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 6 (2015): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya alternatif permainan baru pada anak, khususnya permainan mobile gadget pada anak akibat pertumbuhan teknologi, memungkinkan adanya sebuah hubungan, baik secara langsung atau tidak, dengan eksistensi permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat penggunaan teknologi mobile gadget dan eksistensi permainan tradisional pada siswa SDNU-1 Trate Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif explanatory atau penjelasan, dengan menggunakan analisis korelasi Spearman untuk mengetahui kekuatan hubungan kedua variabel, yakni variabel tingkat penggunaan mobile gadget dan variabel eksistensi permainan tradisional. Sampel penelitian ialah siswa SDNU-1 Trate Gresik sebanyak 88 siswa. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukan bahwa angka signifikasi sebesar 0,249 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, dan H1 ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara tingkat penggunaan mobile gadget terhadap eksistensi permainan tradisional. Berkaitan dengan teori konsumsi dari Baudrillard, mengenai sebuah bentuk konsumsi terhadap tanda atau simbol, dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa dengan memiliki sebuah gadget dapat membuat responden merasa dirinya gaul dan tidak ketinggalan jaman.   Kata kunci: Tingkat penggunaan teknologi, mobile gadget, Eksistensi permainan tradisional, Masyarakat konsumsi

Page 1 of 1 | Total Record : 2