cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 30 Documents clear
HIJABERS SURABAYA SEBAGAI ICON FASHION MUSLIM 0911213053, Envoy Starigo Nursihka
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIJABERS SURABAYA SEBAGAI ICON FASHION MUSLIM Oleh: Envoy Starigo Nursihka 0911213053   ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai gaya hidup wanita yang tergabung dalam komunitas Hijabers Surabaya sebagai icon fashion muslim. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan menganalisis bagaimana gaya hidup wanita muslimah yang tergabung di dalam Hijabers Surabaya dan, untuk memahami bagaimana wanita yang tergabung dalam komunitas ini memaknai apa yang mereka lakukan dalam komunitas hijabers. Teori Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi untuk menganalisis gaya hidup wanita muslimah yang tergabung di dalam komunitas Hijabers Surabaya. Wanita yang tergabung dalam komunitas Hijabers Surabaya merupakan icon fashion bagi wanita muslim yang ada di kota Surabaya dan sekitarnya, mereka menjadi sebuah trend gaya hidup pada masyarakat perkotaan. Kegiatan konsumsi yang ada dalam komunitas ini bukan hanya bertujuan untuk menghabiskan suatu nilai guna dari suatu barang barang atau jasa, tetapi mereka mengkonsumsi suatu barang atau jasa berdasarkan nilai-nilai atau tanda yang berada di dalamnya. Gaya hidup mereka dilihat dari busana dalam komunitas Hijabers Surabaya, dan tempat berkumpul dari komunitas Hijabers Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.   Kata kunci: Gaya Hidup, Hijabers Surabaya, Fashion, Muslim.  
TRANSFROMASI POLA HUBUNGAN KERJA PETANI PADA SEKTOR PERTANIAN (Studi Kasus Pada Kelompok Petani di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar) 0811213028, Fitriana
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang transformasi pola hubungan kerja pada sektor pertanian di Desa Ngreco Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses transformasi pola hubungan kerja petani dan untuk mengetahui ulasan atau latar belakang terjadinya perubahan pola hubungan kerja petani dalam rangka intensifikasi pertanian di Desa Ngreco. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Hayami dan Kikuchi yaitu tentang modernisasi pertanian. Dalam modernisasi pertanian, perubahan pada sektor pertanian diantaranya melalui berbagai proses yaitu pertumbuhan penduduk, teknologi baru yang menghemat lahan dan padat karya,  hak milik lahan dan ikatan kontrak antara petani. Perubahan tersebut kemudian menimbulkan adanya ketimpangan sosial dan stratifikasi sosial diantara petani. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis transformasi pola hubungan kerja petani pada sektor pertanian dalam rangka intensifikasi pertanian di Desa Ngreco.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis studi kasus yang digunakan adalah studi kasus intrinsik yaitu penelitian dilakukan karena keterikatan atau kepedulian pada suatu kasus khusus guna memahami secara utuh kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya transformasi atau perubahan pada sektor pertanian di Desa Ngreco Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar digambarkan dengan kepemilikan lahan yang bergeser, alih fungsi lahan dan perubahan pola hubungan kerja yang terjadi diantara petani (petani pemilik, petani penggarap dan buruh tani). Selain itu perubahan juga terjadi pada sistem bagi hasil yaitu sistem mrotelu, sistem maro dan sistem ngedok tandur yang terjadi antara petani pemilik, petani penggarap dan buruh tani, sehingga bisa menimbulkan stratifikasi sosial dan ketimpangan sosial. Kata kunci: Transformasi pertanian, modernisasi pertanian, pola hubungan kerja.
PANGERAN DAN PUTERI LINGKUNGAN SEBAGAI IDENTITAS SISWA PEDULI LINGKUNGAN 0811213062, SRI FITRIYAH
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.172 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Pangeran dan Puteri Lingkungan sebagai identitas siswa peduli lingkungan. Tujuan penelitian adalah memahami dan menganalisis terbentuknya identitas Pangeran dan Puteri Lingkungan sebagai siswa peduli lingkungan serta representasi identitas siswa peduli lingkungan yang dilakukan Pangeran dan Puteri terhadap lingkungan di Kota Surabaya. Manfaat dari penelitian ini sebagai kontribusi referensi sosiologi, khususnya ditinjau dari persepektif identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas siswa peduli lingkungan yang disandang Pangeran dan Puteri Lingkungan merupakan identitas yang diberikan LSM Tunas Hijau kepada siswa yang mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi. Identitas tersebut merupakan sebuah pembeda antara dirinya dengan siswa yang lain. Identitas siswa peduli lingkungan direpresentasikan dalam tindakan atau perilaku ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan kantong plastik, membuang sampah pada tempatnya, mengemat listrik, mengemat air serta menanam pohon dan bersepeda untuk pergi pada jarak dekat untuk mengurangi polusi udara banyak mereka lakukan. Tidak anya itu,  representasi identitas siswa peduli lingkungan juga dapat terliat dari tindakan atau perilaku Pangeran dan Puteri Lingkungan dalam mengajak orang lain atau masayarakat  kota Surabaya untuk menjaga lingkungan. Tindakan atau perilaku tersebut direpresentasikan dengan adanya kegiatan  seperti sosialisasi lingkungan kesekolah-sekolah, Family Tree Planting, Jambore air, kampanye hari bumi dan lain-lain. Kata kunci: Pengeran dan Puteri lingkungan, Identitas, Representasi.
REPRODUKSI PRAKTIK SOSIAL DAN SEKOLAH FORMAL (Studi Kasus pada MI Nurul Huda Di Dusun Oroploso Desa Sumberglagah Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan) 0911213017, Ridha Rizki Dwi Kharismaya
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor rendahnya ekonomi, tingginya budaya agama, kurangnya pengetahuan tentang pendidikan formal serta ketidaktersediaan sarana pendidikan formal menyebabkan masyarakat di Dusun Oroploso Kabupaten Pasuruan tidak ada yang mengenyam bangku pendidikan. Kondisi ini terjadi secara turun-temurun dan selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan masalah kemiskinan di dusun ini sulit diatasi. Kondisi tersebut mendorong sebuah sekolah formal berbasis agama Islam MI Nurul Huda mengubah habitus masyarakat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana praktik sosial yang dilakukan oleh MI Nurul Huda untuk merubah habitus masyarakat Dusun Oroploso Desa Sumberglagah Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sosial MI Nurul Huda untuk meningkatkan kualitas masyarakat Dusun Oroploso dilakukan melalui habitus yang dimiliki MI Nurul Huda dengan berbagai modal (ekonomi, sosial, budaya, simbolik) dalam ranah pendidikansehingga  masyarakat yang sebelumnya tidak mempedulikan pendidikan formal. MI Nurul Huda sebagai agen perubahan habitus masyarakat memiliki habitus dan berbagai berbagai modal (ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik) pada ranah pendidikan sehingga mampu meningkatkan kualitas masyarakat Dusun Oroploso melalui pendidikan. Agen melakukan pendekatan pada anak usia sekolah maupun orangtua dengan berbagai strategi dan modal yang dimiliki. Sekarang, kondisi masyarakat Dusun Oroploso telah berubah. Masyarakat yang dulunya hanya menganggap ilmu agama adalah ilmu yang paling penting untuk dipelajari dan menganggap pendidikan formal tidak penting berubah menjadi masyarakat yang mempedulikan pendidikan formal. Kini, kondisi masyarakat di Dusun Oroploso membaik, masyarakat Duusn Oroploso terbebas dari buta huruf.   Kata Kunci: Praktik Sosial, Pendidikan Formal, Praktik Sosial, MI Nurul Huda, Dusun  Oroploso
RASIONALITAS MEMBER DALAM MELAKUKAN BISNIS TRADING FOREX DI KOTA MALANG (Studi Kasus Terhadap Member Grup “Amanah” Di Kota Malang) NIM: 0710010043, Tommy Wahyu Putranto Wibowo
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas member dalam melakukan bisnis trading forex di Kota Malang. Fokus penelitian ini ada pada rumusan masalah, yaitu: Bagaimana rasionalitas member investasi yang memilih bergabung dalam trading forex di dalam grup “Amanah”. Bisnis investasi trading forex di grup Amanah dimanfaatkan aktor untuk menjadi member demi mencapai tujuan yang diinginkan. Dasar rasionalitas member adalah berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan mudah dan maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi member trading forex di grup Amanah. Penelitian ini menggunakan teori atau konsep dari James S Coleman tentang pilihan rasional yang meliputi konsep diri, kepentingan, nilai, kekuatan dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kebanyakan member mendapat hasil dan pengalaman yang berbeda-beda. Terdapat temuan lain setelah member melakukan tindakan di trading forex grup Amanah yaitu dampak positif seperti mendapat keuntungan dan tetap menjalankan bisnis trading forex dan belajar trading sendiri maupun dampak negatif seperti kerugian dan kapok atau tidak mau lagi mengikuti bisnis trading forex. Sehingga akan tercapai tujuan yang kongkrit terhadap hal atau peristiwa yang akan dijalani selanjutnya. Kata Kunci: Rasionalitas dan Tindakan, Member, Bisnis Trading Forex, Grup Amanah.
KONSUMSI TANDA PADA FASHION HIJAB (Deskripsi Konsumsi Fashion Hijab pada Anggota Hijab Beauty Community, Malang) 0610010011, Devi Anandita
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kehidupan manusia saat ini seakan tidak dapat terlepas dari gemerlap dunia fashion. Fashion memasuki setiap sendi kehidupan, termasuk spiritual. Hal ini tergambar pada semakin berkembangnya fashion hijab di Indonesia. Penelitian ini kemudian diadakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsumsi atas hijab yang kini tengah berkembang berbaur dengan dunia fashion. Perkembangan fashion hijab memiliki banyak dampak positif bagi umat muslim di Indonesia, diantaranya semakin banyak muslimah yang berhijab dan juga mampu meningkatkan perdagangan dalam negeri. Namun dampak negatif konsumsi fashion tidak dapat dihindari. Muslimah semakin konsumtif dan memandang hijab adalah sebuah komoditas fashion yang mampu digunakan untuk menaikkan prestise, menunjukkan eksistensi ataupun mengukuhkan kelasnya sebagai muslimah mapan. Konsep fashion diyakini Baudrillard seperti sebuah proyek yang menggiring konsumen untuk memaksimalkan daya belinya demi menjadi manusia di baris depan kenikmatan (lihat Baudrillard, 1970:89). Melalui tanda yang ada pada komoditas hijab, mereka ingin memaksimalkan tampilannya untuk tampil lebih modis dan terlihat berbeda daripada muslimah lainny. Pada akhirnya mereka semakin kecanduan berbagai artefak fashion terbaru, lantas selalu mengupayakan untuk membelinya. Demikian menurut Baudrillard, apa yang dikonsumsi oleh masyarakat postmodern adalah konsumsi itu sendiri. Mereka yang menganut gaya hijab kontemporer kemudian mengkonsumsi hijab bukan lagi berdasar pada nilai guna ataupun nilai tukar, melainkan nilai tanda yang tersimpan dalam komoditas hijab. Kata kunci: fashion hijab, modis, konsumsi, nilai tanda, dan eksistensi.
KONSUMSI TANDA PADA FASHION HIJAB (Deskripsi Konsumsi Fashion Hijab pada Anggota Hijab Beauty Community, Malang) 0610010011, Devi Anandita
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.487 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kehidupan manusia saat ini seakan tidak dapat terlepas dari gemerlap dunia fashion. Fashion memasuki setiap sendi kehidupan, termasuk spiritual. Hal ini tergambar pada semakin berkembangnya fashion hijab di Indonesia. Penelitian ini kemudian diadakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsumsi atas hijab yang kini tengah berkembang berbaur dengan dunia fashion. Perkembangan fashion hijab memiliki banyak dampak positif bagi umat muslim di Indonesia, diantaranya semakin banyak muslimah yang berhijab dan juga mampu meningkatkan perdagangan dalam negeri. Namun dampak negatif konsumsi fashion tidak dapat dihindari. Muslimah semakin konsumtif dan memandang hijab adalah sebuah komoditas fashion yang mampu digunakan untuk menaikkan prestise, menunjukkan eksistensi ataupun mengukuhkan kelasnya sebagai muslimah mapan. Konsep fashion diyakini Baudrillard seperti sebuah proyek yang menggiring konsumen untuk memaksimalkan daya belinya demi menjadi manusia di baris depan kenikmatan (lihat Baudrillard, 1970:89). Melalui tanda yang ada pada komoditas hijab, mereka ingin memaksimalkan tampilannya untuk tampil lebih modis dan terlihat berbeda daripada muslimah lainny. Pada akhirnya mereka semakin kecanduan berbagai artefak fashion terbaru, lantas selalu mengupayakan untuk membelinya. Demikian menurut Baudrillard, apa yang dikonsumsi oleh masyarakat postmodern adalah konsumsi itu sendiri. Mereka yang menganut gaya hijab kontemporer kemudian mengkonsumsi hijab bukan lagi berdasar pada nilai guna ataupun nilai tukar, melainkan nilai tanda yang tersimpan dalam komoditas hijab. Kata kunci: fashion hijab, modis, konsumsi, nilai tanda, dan eksistensi.
MAKNA BUDAYA PADA JILBAB MODIS (Study Pada Anggota Hijab Style Community Malang) 0710010051, Anilatin Naira
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.258 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna budaya pada jilbab yang dikenakan anggota komunitas HSC Malang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan kajian fenomenologi makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Penelitian menggunakan teori budaya dan budaya populer dari Raymonds Williams yang akan menjelaskan apa makna budaya jilbab pada anggota komunitas HSC Malang. metode dalam penelitian ini ada kualitatif , tipe deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menganalisis hasil wawancara langsung dengan subjek penelitian. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil empat informan penelitian. Hasil ini menunjukkan, dalam fenomena jilbab modis yang dimunculkan dari komunitas menjadikan fenomena ini menarik. Ketika anggota mulai memberikan gambaran mengenai pandangan mereka mengenai jilbab hingga bentuk jilbab mereka yang mengarah pada faktor yang lebih besar mempengaruhi perkembangan mereka berjilbab. Dalam budaya jilbab, keempat informan tersebut dipengaruhi perkembangan Intelektual, spiritual dan estetika. Perkembangan jilbab yang terjadi pada diri mereka mengalami perbedaan budaya. Jilbab menjadi sebuah budaya populer dan sering disebut sebagai jilbab modis ketika perkembangan jilbab yang dialami lebih dipengaruhi oleh faktor tren. Tren mampu merubah pemahaman jilbab dari syar’i menjadi jilbab yang nyaman digunakan muslimah. Hal ini dikarenakan tren dan fesyen menjadikan faktor utama agar mereka diterima dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini terjadi kepada ketiga informan dari anggota komunitas HSC Malang. Berbeda dengan infoman keempat yang tidak terpengaruh dengan tren dalam penggunaan jilbabnya. Pengetahuan agama dalam mengenakan jilbab merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perubahan bentuk jilbab mereka. Salah satu informan, lebih mengarah pada budaya religi, karena ia menyadari dan memahami dengan baik makna jilbab sesuai dengan syari’at islam.   Kata Kunci:     Jilbab Modis, Makna Budaya, Intelektual, Spiritual, Estetika,                                  Budaya Populer dan Budaya Religi
SIMULASI MASYARAKAT JOGJA PADA PROGRAM ACARA “FILM TELEVISI (FTV) SURYA CITRA TELEVISI (SCTV)” NIM. 0911210047, Novi Andry A.
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.094 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Novi Andry A. (2014). Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang: Simulasi Masyarakat Jogja pada Program Acara “Film Televisi Indonesia (FTV) SCTV”.   Penelitian ini membahas simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Keraton. Manfaat dari penelitian ini sebagai bahan rujukan yang menganalisis kajian media massa dan informasi, kajian budaya (cultural studies) serta ilmu sosiologi pengetahuan lainnya. Penelitian menggunakan perpekstif dalam sosiologi terapan dalam bidang kajian media massa dan kajian budaya (cultural studies). Dimana dalam kaitannya dengan simulasi, peneliti melihat bagaimana bentuk simulasi masyarakat Jogja yang ditampilkan dalam tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja yang sebenarnya, terutama yang tinggal di Malioboro dan Kraton. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat dengan cara analisis semiotika sebagai metode dalam penelitian ini. Pendekatan analisis semiotika ini didasarkan pada analisis semiotika visual dengan cara melihat dan menganalisis bentuk tanda masyarakat Jogja yang ditayangkan di FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Sebagai pengambilan data dan pendukung dalam penelitiannya, peneliti mengambil tiga subjek informan diantaranya informan utama, informan pendukung, dan informan tambahan yang berasal dari Kota Jogja yaitu yang tinggal di Malioboro dan Keraton. Kemudian dengan menambahkan datanya dengan mengambil dokumen pribadi (foto, audio dan video) dan rekaman dari Youtube. Hasil dari penelitian ini adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan oleh FTV SCTV melalui FTV “Bibik Saingan Gue” dan FTV “Pernikahan Sandiwara” bahwa masyarakat Jogja tidak ditampilkan sesuai realitasnya. Penggambaran yang dibawakan FTV SCTV hanya menampilkan masyarakat Jogja yang masih berbicara dengan bahasa Jawa yang medok, masyarakat yang masih memakai kendaraan (sepeda ontel, becak, andong, dll), dan masyarakat yang masih memakai pakaian adat Jawa (lurik, sorjan, dan blangkon). Ketiga kriteria tersebut adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan FTV hampir di setiap judul FTV yang memakai latar Jogja sebagai penayangannya. Kata kunci: Masyarakat Jogja, Simulasi, dan Semiotika.  
KONFLIK DAN KETIDAKEFEKTIFAN REKONSILIASI (Studi Kasus Konflik Penambangan Pasir Mekanik dan Rekonsiliasi Melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif di Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang dalam Perspektif Le NIM. 105120103111003, Anita Ayu Fatmaningtias
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.732 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Aktivitas penambangan pasir mekanik di Kabupaten Jombang menyebabkan konflik terjadi antara pemerintah dalam usaha penertiban pelanggaran Perda serta masyarakat DAS Brantas. Pemerintah Kabupaten Jombang bekerja sama dengan BBWS Brantas dan PJT I untuk aktivitas penambangan pasir melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif, penambang pasir dialihkan pekerjaannya. Permasalahannya yang muncul adalah aktivitas penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder masih berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik penambangan pasir dan menganalisis faktor penyebab rekonsiliasi konflik melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas yang berjalan tidak efektif di Desa Gebangbunder. Penelitian ini menggunakan teori konflik sosial dari Lewis Coser, mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, rekaman arsip dan perangkat fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder mengalami dinamika, mulai dari pra konflik hingga mengalami situasi krisis dan mengalami deeskalasi dengan adanya Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif sebagai katup penyelamat konflik. Implementasi dari program pemberdayaan yang digagas oleh Pemda Jombang, BBWS Brantas dan PJT I tidak berjalan efektif. Ketidakefektifan perumusan program, kuatnya solidaritas penambang pasir, kegagalan pemerintah dalam menjalankan program menjadi faktor penyebab ketidakefektifan Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif.   Kata Kunci : Dinamika Konflik, Solidaritas, Rekonsiliasi

Page 1 of 3 | Total Record : 30