cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016)" : 22 Documents clear
PROPORSI BIAYA TIAP SATUAN PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN TINGGI Tambayong, Jeremy August; Proboyo, Budiman; Santoso, Indriani
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Proses konstruksi sangat bergantung dengan berbagai macam aspek salah satunya adalah aspek biaya. Biaya sangat erat dan memegang peranan penting dalam kegiatan konstruksi. Apabila pelaku usaha tidak dapat merencanakan biaya – biaya dalam proses konstruksi maka sering kali kegiatan usaha tersebut mengalami pembengkakan pada biaya yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Dari hasil penelitian, Bila melihat dari ketiga komponen biaya, yaitu biaya upah, bahan dan alat dapat disimpulkan rata-rata biaya struktur bawah terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.60%), lalu diikuti oleh biaya upah (12.16%) dan biaya alat (1.24%) pada Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (87.73%), lalu diikuti oleh biaya upah (9.41%) dan biaya alat (2.86%) dengan rata-rata kedua proyek untuk biaya bahan (87.16%), biaya upah (10.78%) dan biaya alat (2.05%). Sedangkan untuk biaya pekerjaan beton bertulang struktur atas terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.73%), lalu diikuti dengan biaya upah (11.98%) dan biaya alat (1.29%) untuk Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (83.32%), lalu diikuti dengan biaya upah (14.88%) dan biaya alat (1.80%).
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR PULAU JAWA DENGAN AGREGAT LUAR PULAU JAWA DITINJAU DARI KEKUATAN CAMPURAN PERKERASAN LENTUR Setyawan, Michael Kevindie; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi agregat kasar Luar Pulau Jawa untuk dijadikan material pembangunan infrastruktur di daerahnya. Agregat kasar Pulau Jawa dijadikan pembanding karena sudah diakui mutunya untuk pembangunan infrastruktur Pulau Jawa. Setiap daerah memiliki sumber daya yang sangat kaya untuk pembangunan infrastruktur, namun setiap daerah memiliki karakteristik material yang berbeda-beda. Agregat kasar yang digunakan sebagai pembanding dari Pulau Jawa adalah dari Pandaan dan Pacitan. Sedangkan untuk agregat kasar dari Luar Pulau Jawa memakai agregat dari Bali dan Kalimantan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Laston WC dan agregat kasar berdasarkan SNI 8198:2015. Hasil penelitian adalah agregat kasar dari Bali tidak memenuhi spesifikasi berat jenis dan penyerapan. Agregat kasar dari Kalimantan tidak memenuhi spesifikasi kepipihan dari BS 812 part 105:1990. Agregat kasar Pandaan dijadikan sebagai acuan sedangkan agregat kasar Pacitan tidak dikarenakan kekekalan agregat tidak memenuhi spesifikasi. Kadar aspal dari agregat kasar Pandaan yang memenuhi persyaratan Laston WC adalah 5%. Agregat kasar Bali dan Kalimantan dengan hot mix design Laston WC 5% didapati tidak memenuhi dalam spesifikasi MQ, pelelehan, VIM dan VFA. Kesimpulan dari penelitian ini, agregat kasar Bali dan Kalimantan tidak bisa langsung dipakai untuk Laston WC. Namun pencampuran agregat kasar Bali dan Kalimantan bisa dijadikan anternatif solusi.

Page 3 of 3 | Total Record : 22