cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 54 Documents clear
Pusat K-Pop Di Surabaya Lestari, Njoo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Pusat K-Pop di Surabaya merupakan satu fasilitas untuk mewadahi penggemar K-Pop atau Korean Pop di Surabaya dan sekitarnya. Fasilitas ini dilengkapi dengan galeri K-Pop, kursus tari, stage pertunjukan, cafe dan juga restoran. Pendekatan simbolik diambil untuk dapat menggambarkan ciri khas Korean Pop baik secara ekspresif bangunan maupun pembagian ruang (zoning) di dalamnya. Pendalaman struktur dipilih mengingat fasilitas di dalamnya yang memerlukan bentang lebar.
Fasilitas Rekreasi di Surabaya Timur. Adipradja, Raymond
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Surabaya merupakan kota ter padat ke-2 di Indonesia yang menjadi pusat bisnis, perdagangan industri, dan pendidikan. Tingkat mobilitas, tekanan dari dunia kerja , dan kepadatan yang terjadi membawa dampak kejenuhan dan kelelahan bagi warga Surabaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan yang adalah mengunjungi pusat perbelanjaan. Sebagian besar fasilitas perbelanjaan yang ada di Surabaya lebih berfokus pada perbelanjaan dan minim ruang terbuka. Di Surabaya baru ada 1 pusat perbelanjaan yang berfokus pada entertain dan tenant makanan, dan minuman yaitu SUTOS yang berada di Surabaya Barat. Sedangakan pada Surabaya Timur masih minim dengan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu dibutuhkan fasiltas yang dapat menampung kebutuhan warga akan hiburan dengan fokus entertain, makanan, dan minuman di Surabaya Timur. Konsep bangunan yang direncanakan memiliki interaksi dengan ruang luar.  
FASILITAS PENGEMBANGAN DAN EDUKASI KOMIK INDONESIA DI SURABAYA Kong, Surya Atmaja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Fasilitas Pengembangan dan Edukasi Komik Indonesia di Surabaya adalah bangunan yang mendukung perkembangan komik Indonesia dimana masyarakat bisa banyak belajar mengenai berbagai hal tentang komik Indonesia, mulai dari sejarah, pengaruh dan perkembangannya sampai saat ini. Selain itu, di sini masyarakat juga dapat mengembangkan minat dan bakat untuk belajar menggambar komik, sehingga semakin meningkatkan kualitas komik Indonesia. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal lebih dalam tentang komik Indonesia tidak hanya sebagai media hiburan, namun juga sebagai salah satu bentuk seni juga.
Konsep Perancangan Museum Gula di Surabaya Harsono, Serafin Kartika
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Indonesia telah dikenal sebagai produsen gula semenjak era penjajahan Belanda dan sempat menduduki peringkat kedua di dunia. Akan tetapi, setelah kemerdekaan, produktivitas gula justru mengalami penurunan bahkan pada masa kini Indonesia menjadi negara yang mengimpor gula dari luar negeri. Kebutuhan untuk mengenang sejarah dan masa kejayaan gula di Indonesia menjadi latar belakang dari proyek ini. Proyek museum gula di Surabaya ini dirancang memberikan informasi dan edukasi kepada pengujung mengenai sejarah perkembangan gula dari masa keemasan pada era penjajahan Belanda hingga masa kini. Sejarah dihadirkan dalam desain museum melalui tata ruang yang kronologis dan sirkulasi ruang yang berurutan. Untuk mendukung kesan kronologis, maka digunakan pendalaman karakter ruang. Ruang-ruang dalam museum dirancang tidak hanya sebagai diorama pameran perkembangan gula, namun juga menampilkan suasana dan karakter ruang yang sesuai dengan kronologis sejarah gula