cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014" : 59 Documents clear
Agrowisata Dan Faslitas Kuliner di Lawang Meita Ellisabeth Bunanta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Agrowisata dan Fasilitas Kuliner di Lawang" ini merupakan fasilitas agrowisata yang mewadahi kegiatan wisatawan sehubungan dengan berkembangnya daerah peristirahatan dan transit di Lawang. Hal itu didukung dengan pesatnya perkembangan kota pariwisata Batu yang memiliki banyak destinasi wisata. Fasilitas Agrowisata ini selain bertujuan untuk tempat transit dan beristirahat namun juga sebagai salah satu destinasi wisata di kemudian harinya. Memiliki fasilitas utama restaurant, cottage, agrowisata. Didukung pula dengan lokasi yang dikelilingi oleh perkebunan dan persawahan yang semakin menunjang adanya fasilitas ini. Dikarenakan oleh fungsi bangunan yang merupakan agrowisata maka desain ini menggunakan pendekatan sirkulasi yang memperhatikan kebutuhan dari pengunjung yang masuk ke dalam agrowisata ini agar dapat menikmati alam sekitar dengan nyaman. Selain itu pemilihan material dan tanaman dapat mendukung terciptanya suasana pedesaan yang akan ditunjukkan ke dalam fungsi bangunan itu sendiri. Pendalaman lansekap dipilih untuk memaksimalkan potensi alam yang sudah ada di dalam site .  Kata Kunci: Agrowisata, Perkebunan, Peristirahatan, Lawang.
Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabaya Vennesia Suyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabaya" ini merupakan fasilitas yang mewadahi kebutuhan masyarakat Surabaya akan kebutuhan relaksasi dan kebugaran tubuh yang diakibatkan stres dalam hal perkerjaan maupun gaya hidup perkotaan. Fasilitas ini bertujuan untuk menyehatkan kembali masyarakat Surabaya secara pikiran maupun tubuh. Hiruk pikuk yang terjadi dalam kota Surabaya menjadi landasan dalam pemilihan pendekatan desain bangunan, yaitu pendekatan akustik dan bertujuan agar tercipta ketenangan secara maksimal di dalam bangunan sebagai penunjang kegiatan di dalamnya. Sedangkan untuk menunjang kegiatan relaksasi digunakan pendalaman kesan ruang yang berkonsep alam dengan cara menghadirkan alam buatan ke dalam bagian-bagian ruang.Kata kunci : Relaksasi, kebugaran, ketenangan , alam.
Stasiun Intermoda Monorel dan Minibus di Joyoboyo Sebastian Dwi Pangaribowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya memiliki kepadatan dan aktifitas yang tinggi sehingga menimbulkan permasalahan lalu lintas yang cukup parah. "Stasiun Intermoda Monorel dan Minibus di Joyoboyo" ini merupakan salah satu proyek yang mengakomodasi rencana pemerintah kota Surabaya untuk merealisasikan Angkutan Masal Cepat (AMC) dalam mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Proyek ini terletak pada jantung kota Surabaya yaitu di daerah Wonokromo, yang sekarang merupakan Terminal Joyoboyo. Konsep yang diusung oleh bangunan ini adalah sistem sirkulasi yang efektif dan efisien. Bangunan ini menggunakan penghawaan utama pasif, dengan façade yang terbuka di keempat sisinya memungkinkan terjadinya ventilasi silang yang baik. Pendalaman struktur dipilih untuk menentukan sistem struktur yang paling efektif untuk bangunan ini. Sistem struktur bentang lebar flat-truss digunakan untuk menyangga selubung bangunan serta menggunakan baja IWF untuk struktur penyangga plat lantai.Kata Kunci: Stasiun, Intermoda, Monorel, Minibus, Surabaya.
Fasilitas Pendidikan tata Busana di Surabaya Agatha Vania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Perkembangan fashion di Indonesia belakangan ini mulai merambah ke kota Surabaya. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya kegiatan-kegiatan fashion di Surabaya. Hal ini menyebabkan semakin banyak masyarakat Surabaya yang tertarik untuk belaar lebih lanjut mengenai fashion, khususnya di bidang tata busana. Saat ini, fasilitas pendidikan tata busana di Surabaya belum memenuhi kebutuhan warga Surabaya, terutama dari segi pemenuhan kebutuhan ruang dan fasilitas penunjang. Oleh karena itu, muncullah ide proyek untuk mendesain sebuah fasilitas pendidikan tata busana di Surabaya. Proyek ini hadir untuk mewadahi aktivitas belajar mengajar di bidang tata busana di Surabaya, serta bidang lain sebagai penunjang yaitu tata rias wajah, rambut, dan fotografi. Proyek ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti perpustakaan, gallery karya busana dan area pameran busana sebagai tempat kegiatan-kegiatan fashion di Surabaya. Masalah desain pada proyek ini adalah pemisahan antara kelas teori dan praktek, di mana pembelajaran teori memerlukan ketenangan, sedangkan praktek cenderung menimbulkan kebisingan. Konsep desain pada proyek ini adalah fasilitas pendidikan tata busana dengan penataan massa yang sesuai kebutuhan pengguna serta penataan desain bangunan di mana sirkulasi dapat digunakan sebagai runway catwalk dan desain dapat memberikan inspirasi bagi siswa untuk berkarya. Proyek ini menggunakan pendekatan perilaku, di mana tidak hanya aktivitas dari siswa desainer saja, tetapi juga memperhatikan sisi eksentrik dari desainer itu sendiri. Penataan massa dibuat sesuai dengan analisa tapak dan zoning kebutuhan ruang, dengan memberikan spot – spot ruang terbuka untuk berpikir. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menjawab masalah desain, di mana desain ruang yang ada disesuaikan dengan fungsi masing-masing, sehingga dapat menunjang pembelajaran dalam fasilitas pendidikan tata busana ini.Kata kunci :Fasilitas, pendidikan, tata busana, pendalaman perilaku, karakter ruang
Fasilitas Pemuda Surabaya Albert Hariwibowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Fasilitas Pemuda Surabaya" ini merupakan fasilitas yang mewadahi berbagai macam kegiatan anak muda, yang juga dapat membantu anak muda untuk bisa menemukan jati dirinya. Baik dalam hobi dan bakat juga sosialisasi, tentunya dalam hal yang positif. Fasilitas Pemuda yang terletak di Surabaya ini merupakan sebuah "Home" bagi seluruh anak muda yang haus untuk menciptakan maupun mempamerkan berbagai macam hasil kreativitas maupun kemampuan mereka. Oleh karena itu, Fasilitas Pemuda ini menggunakan pendekatan system yang memperhatikan dari segi symbol yang membuat bentukan dari bangunan dan system spasial juga sirkulasi untuk mengataur pola ruangan dan jalur sirkulasi dalam bangunan dan semuanya yang dikaitkan dengan konsep yaitu "Pencarian Jati Diri". Pendalaman karakter ruang pun dipilih agar dapat menjelaskan suasana yang ada di dalam ruangan Fasilitas Pemuda ini.Kata Kunci : Pencarian jati diri, Bakat, Fasilitas, Surabaya
Museum Satwa di Surabaya Juniver Junifer
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK - Proyek ini merupakan sebuah tempat di Kota Surabaya yang menyediakan informasi yang edukatif mengenai kehidupan satwa dari berbagai penjuru dunia. Selain informasi mengenai satwa, museum ini juga menawarkan adanya satwa awetan serta replika beberapa satwa yang dibuat sesuai dengan ukuran sebenarnya. Replika satwa dibuat sedemikian rupa untuk menggambarkan kehidupan dari satwa tersebut. Sedangkan satwa awetannya dipertunjukkan sedemikian rupa sehingga menjadi pusat perhatian dari museum ini. Selain itu, juga terdapat beberapa ruang penunjang seperti ruang museum outdoor, toko souvenir, cafe dan sebagainya.Museum Satwa di Surabaya bertujuan sebagai tempat wisata, di mana pengunjung dapat melihat-lihat beraneka ragam binatang awetan dan replika. Selain itu, museum satwa di sini juga berfungsi untuk menambah wawasan mengenai dunia satwa dari berbagai jenis wilayah di dunia dengan beberapa fasilitas penunjangnya. Fasilitas yang diberikan dalam museum ini mencakup sarana rekreasi yang bermanfaat bagi sektor pariwisata di kota Surabaya yang didukung dengan kualitas dan kuantitas yang baik dari benda-benda dalam museum serta didukung dengan wawasan luas tentang dunia fauna. Sasaran dari fasilitas ini adalah pelajar ynang melakukan studi wisata, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang sedang berekreasi di Surabaya. Kata kunci - Satwa, awetan, musuem, Surabaya, wisata, edukasi 
Fasilitas kebudayaan Suku Osing di Banyuwangi Pandya Praditya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Banyuwangi, kota wisata di ujung Timur pulau Jawa, memiliki kebudayaan suku Osing yang terancam punah apabila tidak dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya untuk menjaganya adalah dengan tersedianya sebuah fasilitas kebudayaan yang memadai kegiatan kebudayaan Suku Osing.Fasilitas Kebudayaan Suku Osing ini dirancang ditengah kota Banyuwangi dengan tujuan mengenalkan, mengem-bangkan, dan melestarikan kebudayaan Suku Osing.Pada Fasilitas ini pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang interaktif dan edukatif. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang berupa Galeri Temporer dan Kontemporer, tempat pelatihan Tenun Abaca, tempat pelatihan Batik khas Osing, pelatihan Bahasa khas Osing hingga Teater terbuka dan tertutup untuk menikmati acara khas Suku Osing. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan adalah pendekatan simbolik metaphor tangible dengan pendalam-an karakter ruang. Fasilitas ini merupakan sebuah karya arsitektur kontemporer yang menganut prinsip prinsip arsitektur osing dengan metode perancangan masa kini.Kata Kunci: Fasilitas Kebudayaan, Suku Osing, Banyuwangi
Grha Musik Klasik di Surabaya Lo Leonardo Agung Mulyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Proyek ini merupakan sebuah fasilitas terpadu bagi pelajar dan pecinta musik klasik dengan menggabungkan tiga kegiatan dalam satu wadah yaitu belajar, berekreasi, dan menampilkan musik klasik. Dengan fasilitas pendukung berupa perpustakaan, galeri, dan ruang terbuka hijau untuk area berkumpul non-formal. Fasilitas ini terletak di daerah Surabaya Barat dengan akses strategis yaitu Lingkar Luar Surabaya Barat. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain sebuah fasilitas terpadu dengan memperhatikan fungsi masing - masing kegiatan, jadwal, hingga sistem struktur bangunan yang berbeda dalam tiap zona bangunan. Dengan adanya masalah tersebut, maka digunakan pendekatan fungsi sehingga hasil desain yang diinginkan dapat maksimal. Untuk pendalaman digunakan pendalaman akustik hal ini dikarenakan ruang - ruang yang ada sangat membutuhkan sistem tata suara yang baik.Kata Kunci: fasilitas, terpadu, klasik, fungsi, dan akustik  
Galeri Kerajinan Bambu di Malang Silvanus, Devi Calista
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKDi Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, bambu banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan konstruksi. Namun kerajinan yang diproduksi kurang memperhatikan kualitas dan bentuknya kurang beragam, begitu pula ruang untuk memamerkan dan tempat produksi kerajinan yang kurang layak sehingga tidak menarik minat pembeli, padahal kerajinan bambu berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Di sisi lain, dalam bidang arsitektur, bambu dianggap sebagai bahan bangunan rakyat miskin dan desain bangunan hanya sebatas rumah, warung, dan gazebo, padahal bambu memiliki berbagai kelebihan yang bisa dikembangkan. Perancangan Galeri Kerajinan Bambu ini diharapkan dapat menjadi sebuah terobosan agar hasil dari kerajinan bambu yang ada di kecamatan Pakis dapat meningkat sehingga memiliki harga jual yang tinggi dan bangunan galeri sendiri dapat menjadi sebuah benda pamer yang menggunakan sifat dan kelebihan bambu itu sendiri. Perancangan juga tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang berada di area perdagangan yang padat namun memiliki kelebihan berupa potensi view sungai dan hutan bambu. Sehingga bangunan dapat menjadi oasis di tengah kepadatan kawasan. Pendekatan desain adalah pendekatan bentuk dan struktur, dimana diawali dengan ide struktur daun bambu yang dapat menampilkan sifat fleksibel/lentur dari bambu. Kata Kunci: galeri, kerajinan bambu, bentuk, struktur, MalangÂ