Articles
142 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019"
:
142 Documents
clear
Rumah Detensi Imigrasi di Jakarta
Theodore Lamuel Lamuel
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1219.352 KB)
Masuknya pengungsi dan pencari suaka merupakan isu krusial yang dihadapi oleh beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia. Masalah ini kemudian ditanggapi oleh pemerintah Indonesia dengan penggunaan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), dimana untuk saat ini Rudenim juga digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi. Rudenim Jakarta, yang merupakan salah satu dari 13 rudenim yang berada di Indonesia, mengalami overkapasitas, sehingga beberapa pengungsi terpaksa tinggal menggelandang di jalan, mengganggu ketertiban umum di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, diusulkan perancangan arsitektur Rumah Detensi Imigrasi di Jakarta, sebagai sebuah desain baru, yang menggantikan rudenim eksisting, untuk menyediakan kondisi tinggal yang lebih memperhatikan kebutuhan jasmani dan psikologis bagi para pengungsi. Hal ini dilakukan dengan menerapkan konsep desain yang merupakan kebalikan dari tipologi rudenim eksisting, yang menggunakan tipologi spasial penjara konvensional.
Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang
Natalia Rianti Kurniawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1657.567 KB)
Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang merupakan sebuah fasilitas yang dapat menjawab kebutuhan akan sarana penyembuhan medis dan psikologis bagi para penderita PPOK di Kota Malang dan kota-kota sekitarnya. Untuk itu, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita yang terlekat sangat erat dengan kesehatan fisik dan mental (mengurangi kejenuhan pasien dan mencegah depresi) penderita yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Perancangan Instalasi Rehabilitasi Medis PPOK ini dilatarbelakangi oleh penyebab kematian di Indonesia tidak lagi disebabkan oleh penyakit menular (PM) tapi lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Walau PPOK termasuk PTM yang berada di peringkat 5 besar penyakit dengan angka kematian yang tinggi, di Indonesia maupun di dunia, masih jarang penyakit ini diketahui oleh masyarakat. Faktor selain eksposur polutan udara di tempat kerja dan genetik, penyebab utama PPOK adalah rokok. Kekhawatiran ini hanya bertambah parah mengingat kenyataan di Indonesia bahwa rokok sudah sangat melekat dalam lifestyle masyarakat Indonesia. Jadi,PPOK ini merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan dengan pembiayaan yang tinggi, morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Masih belum banyak pula fasilitas instalasi yang tersedia untuk mewadahi perawatan ekstensif rehabilitasi medis, terutama untuk PPOK. RPJMD Provinsi Jawa Timur 2014-2019 juga memiliki strategi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan minimal. Tujuan dari perancangan Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang ini, selain demi membantu usaha pemerintah Indonesia untuk menekan angka kematian oleh penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan fokus ke penyediaan sarana untuk menggenapi program pemerintah tertiary prevention, adalah menyediakan sarana kesehatan yang menjawab permasalahan beban mental akan suasana saat perawatan rehabilitasi medis di rumah sakit supaya pasien bisa lebih nyaman dan produktif saat menjalani treatment. Untuk mewujudkan tujuan tersebut,digunakan pendekatan perilaku dan sirkulasi pasien dalam pengaplikasian pada desain bangunan yang menjawab kebutuhan mereka.
Fasilitas Wisata Pasar Ikan Kejawanan di Kota Cirebon
Jessica Wiryadi Wiryadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.528 KB)
Desain Fasilitas Wisata Pasar Ikan Kejawanan di KotaCirebon ini didasari oleh kurang memadainya fasilitas pasardi Kota Cirebon, terutama di Kawasan Pelabuhan PerikananNusantara (PPN) Kejawanan. Secara garis besar, fasilitas inimerupakan fasilitas yang bertujuan mewadahi kebutuhanmasyarakat untuk berbelanja hasil tangkapan laut dalamjumlah kecil sambil berwisata menikmati kawasan pelabuhan.Fasilitas ini direncanakan di atas lahan Kawasan PelabuhanPerikanan Nusantara Kejawanan di Kota Cirebon yangdisekitarnya terdapat laut, kolam pelabuhan TempatPelelangan Ikan (TPI), dan bangunan – bangunan industriperikanan yang memudahkan distribusi ikan ke dalam tapak.Fasilitas ini merupakan tatanan multi massa denganbangunan utama yang berfungsi sebagai pasar ikan,danpengolahan hasil laut serta fasilitas pendukung berupafasilitas kuliner, dan fasilitas edukasi.Masalah utama dalam desain fasilitas ini adalah sistemsirkulasi, dan zoning yang rapi, bersih, dan efektif agarpengunjung tetap dapat berbelanja, dan berwisata tanpaharus berkotor – kotor. Desain dilandasi perancangan sistemsirkulasi yang terdiri dari sirkulasi kendaraan maupunpenjalan kaki yang meliputi servis, distribusi ikan,pengunjung, dan staff pekerja. Fasilitas ini tidak hanyamerupakan fasilitas pasar untuk jual beli tetapi jugamemberikan pengalaman pada pengunjung agar dapatberwisata menikmati kawasan pelabuhan. Pendalamandesain yang dilakukan adalah merancang pengalaman padasetiap jalur sirkulasi dengan memaksimalkan peran semuainderawi penggunanya. melalui pengolahan material, elevasipada zona bersih, dan zona kotor.
KANTOR SEWA DI SURABAYA
Erick Anggoro Anggoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.296 KB)
Kantor Sewa di Surabaya merupakan fasilitas yang didesain berdasarkan kebutuhan akan ruang kerja bidang administratif yang diperlukan seiring dengan berkembangnya perekonomian. Kantor pada jaman sekarang telah berubah dengan adanya fenomena coworking space dan generasi milenial, yang secara tidak langsung harus merubah image kantor yang “lama”. Proyek kantor sewa ini berusaha untuk menggabungkan desain gedung kantor yang lama, yang umumnya berupa ruang yang fleksibel dengan dinding semi permanen, dan juga kantor bagi para milenial yang mendukung perusahaan startup dan juga kegiatan komunal. Pendalaman yang akan digunakan pada kantor ini adalahpendalaman pencahayaan alami dengan sistem pencahayaan Anidolic yang dapat membantu menerangi bagian ruang kantor yang jauh dari bukaan jendela, sehingga secara tidak langsung juga mengurangi beban penggunaan listrik pada lampu. Secara desain keseluruhan, kantor ini akan menghubungkan kantor model “lama” dengan kantor milenial secara vertikal, dimana fungsi retail juga akan ditambahkan untuk melengkapi fungsi kantor ini.
Pasar Ikan Wisata di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang
Anthony Kurniawan Kuswandi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (918.04 KB)
Pasar Ikan Wisata ini merupakan bagian dari Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang yang dikelilingi oleh destinasi wisata alam laut yang melimpah. Pasar Ikan Wisata ini didasari oleh adanya program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan di Indonesia. Selain itu, adanya rencana pembangunan pelabuhan wisata di wilayah ini untuk menjadi destinasi wisata. Secara garis besar, ada dua fungsi utama pada pasar ini, yaitu sebagai kawasan komersial baik dalam jumlah kecil maupun jumlah besar yang difasilitasi dengan adanya tempat pelelangan ikan. Fungsi kedua sebagai destinasi wisata yang dapat menambah penghasilan pedagang dan nelayan sekitar.Pendekatan sistem digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada, yaitu banyaknya user pada site agar tercipta sistem yang efektif dan penyatuan zona komersial dan zona wisata agar tidak terganggu fungsinya satu sama lain. Pendalaman karakter ruang digunakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan alami pada bangunan sehingga dapat membuat citra pasar ikan menjadi lebih menarik, serta untuk memaksimalkan potensi sekitar site yang merupakan kawasan wisata laut yang indah.
Fasilitas Industri Kreatif di Surabaya
Cecilia Clarita Tandri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.43 KB)
Desain Fasilitas Industri Kreatif ini didasari padakondisi starup dan pelaku industri kreatif kecil menengahyang membutuhkan wadah untuk mengembangkanindustrinya. Masalah desain utama adalah bagaimanamenciptakan sistem yang mampu mengakomodasi beberapasubsektor utama di Surabaya. Berkaitan dengan kreatifitas,proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yaknibagaimana meningkatkan kreatifitas para pelaku industrikreatif. Pendekatan desain yang digunakan adalahpendekatan sistem spasial. Kemudian, pendalaman karakterruang dipilih untuk mencermati kebutuhan ruang yangfleksibel dalam mengakomodasi beberapa subsektor.Keunikan proyek ini ada pada ruang sirkulasi yang jugaberfungsi sebagai ruang yang mempertemukan antarsubsektor industri kreatif. Disetiap ruang, diusahakan untukmemiliki koneksi dengan alam melalui cahaya maupunlingkungan hijau. Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitaspublik, yaitu area eksibisi permanen, area eksibisi temporer,ruang serbaguna, studio per-subsektor, food-stand dan coworkingspace.
Fasilitas Industri Kreatif di Surabaya
Sintia Dewi Darmaputri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1319.176 KB)
Fasilitas Industri Kreatif di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan dari pelaku industri kreatif secara menyeluruh, mulai dari kegiatan produksi hingga publikasi. Di Indonesia sendiri, sektor ekonomi kreatif yang masih tergolong baru dengan potensi yang besar, sehingga menjadi sasaran pengembangan oleh pemerintah. Fasilitas Industri Kreatif di Surabaya akan menjadi salah satu fasilitas publik yang bersifat edukatif dan komersil. Fasilitas ini mencakup berbagai fasilitas publikasi (pameran, retail, multifunction hall, teater indoor dan outdoor), fasilitas informasi dan diskusi (perpustakaan, co working space, co office, workshop), fasilitas kerja(studio fesyen, studio perkayuan, studio inovasi, studio fotografi, dan studio musik), hingga kantor bagi para staff. Pendekatan arsitektur sains bioklimatik digunakan untuk menciptakan area kerja yang nyaman serta biaya yang terjangkau dengan penghematan energi bangunan melalui desain bangunan. Biaya yang terjangkau dalam fasilitas diwujudkan melalui penghematan energi yang dibutuhkan bangunan dengan bentuk, penataan bangunan serta penggunaan fasad yang dapat mengurangi gangguan kenyamanan bagi pengguna.
Fasilitas Pelatihan Seni Lukis dan Galeri Lukisan di Surabaya
Jeremiah Jeremiah Jeremiah
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1140.465 KB)
Seni Lukis merupakan salah satucabang dari seni rupa. Pada seni lukismempunyai pasar peminat tersendiri.Sedangkan, galeri seni merupakan sebuahbangunan atau ruang kosong yangditujukan untuk pameran karya seni, yangpada umumnya merupakan karya seni rupa.Galeri seni dapat berupa publik atau privat,yang menjadi pembedanya adalahkepemilikan benda dari koleksi tersebut.Di Indonesia peminat dari seni lukissangat banyak, terdapat setidaknya 3800kelompok atau organisasi seni di Indonesiapada tahun 2000, tetapi kurangnyaapresiasi atau respon menjadikan seni lukistidak setenar cabang seni lainnya. Selainitu, faktor kurangnya tempat dan fasilitassebagai galeri menjadikan para senimanlukis mulai meninggalkan pekerjaansebagai seniman dan hanya tersisa sekitar1000 kelompok atau organisasi seni padatahun 2004. Oleh karena itu pada kasusteresebut membutuhkan fasilitas pelatihanseni lukis dan galeri seni lukis. Rancanganproyek “Fasilitas Pelatihan Seni Lukis danGaleri Lukisan di Surabaya” inidiharapkan dapat mewadahi senimansenimandi Surabaya untuk memamerkandan mengekspresikan karya-karyanya,serta mewadahi para seniman dalammemproduksi hasil karyanya, sertamencari penghasilan atau keuntungan dari keahliannya dalam membuat karya seni lukis.
Fasilitas wisata Edukasi BAhari di Kampung Nelayan Tambak Lorok Kota Semarang
Levina Kristinningsih Widjojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1656.295 KB)
Fasilitas Wisata Edukasi Bahari di Kampung Nelayan Tambak Lorok Kota Semarang merupakan fasilitas wisata sekaligus fasilitas edukasi mengenai sejarah maritim di Indonesia dan biota lautnya, yang ditujukan bagi masyarakat khususnya masyarakat Kota Semarang dan mancanegara. Latar belakang dari dibuatnya proyek ini adalah karena kurangnya fasilitas wisata yang ada di Kota Semarang, padahal di Kota Semarang sendiri banyak lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi fasilitas pariwisata, salah satunya adalah kawasan Kampung Nelayan Tambak Lorok. Fasilitas wisata edukasi ini terdiri dari satu masa bangunnan yang dibagi menjadi dua berdasarkan fungsinya, yaitu area utama dan area penukung. Area utama lantai satu adalah zona wisata yang berisi akuarium biota laut dan kolam sentuh, dan lantai dua adalah zona edukasi yang berisi galeri sejarah maritim Indonesia. Sedangkan area pendukung lantai satu adalah zona komersil yang berisi restaurant, dan lantai dua adalah zona retail yang berisi toko sovenir.
Galeri “Pasar Terapung“ di Banjarmasin
Kennia Harvin Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.064 KB)
Galeri “Pasar Terapung” adalah fasilitaspendukung bagi pengunjung Pasar TerapungMuara Kuin di Banjarmasin. Pasar terapung telahmuncul secara alami sejak abad ke-14, sebelumKerajaan Banjar berdiri (1595). Pasar terapung initermasuk bagian dari Pelabuhan SungaiBandarmasih yang meliputi aliran Sungai Barito,dari Sungai Kuin hingga Muara Sungai Kelayan.Posisinya yang berada pada pertemuan beberapaanak sungai inilah yang menjadikannya lokasistrategis untuk berdagang. Pada masa kejayaanKerajaan Banjar, kawasan Pasar Terapung jugabanyak disinggahi pedagang-pedagang dari daerahdan negara lain, seperti dari Jawa, Gujarat (India),dan Cina. Sempat menjadi medan perang padamasa-masa akhir kejayaan Kerajaan Banjar, PasarTerapung berhasil mempertahankan eksistensinyahingga saat ini sebagai peninggalan sejarah dankebudayaan. Karena keunikannya ini, PasarTerapung menjadi destinasi wisata utama diBanjarmasin. Kepopulerannya juga menjadikanPasar Terapung diakui sebagai aset negara padatahun 1980. Sayangnya, ingatan akan keindahanPasar Terapung di Banjarmasin seolah terkikiszaman. Kemajuan sarana prasarana dan alattransportasi menyebabkan para pedagang di PasarTerapung beralih menjual dagangannya ke pasartradisional di daratan. Pasar yang dulunya sangatpadat dengan lebih dari seratus pedagang kinihanya tersisa tidak lebih dari setengahnya. Sisasisakebudayaan dan saksi sejarah selama ratusantahun kini berada di ambang kepunahan.Dengan membuat Galeri “Pasar Terapung” yangberfungsi mengedukasi dan menyediakan fasilitasbagi pengunjung, destinasi wisata ini akan hidupkembali dan dapat mempertahankan eksistensinyasebagai warisan sejarah di Banjarmasin. Hal inisejalan juga dengan upaya Pemerintah KotaBanjarmasin untuk mempertahankan PasarTerapung dengan memasukkannya ke dalamagenda Wonderful Indonesia. Pendekatan yangdigunakan dalam perancangan ini adalah arsitekturvernakular. Dengan memasukkan unsur-unsurarsitektur lokal, galeri ini dapat mempertajamidentitas daerah yang sarat akan sejarah dankebudayaan Banjarmasin.