cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
EFEKTIFITAS PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA TIONGHOA MELALUI PERMAINAN DI KURSUS BAHASA TIONGHOA ELYON Jeanefer, Jeanefer; Wijaya, Liejanto; Wang, YiFeng
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.788 KB)

Abstract

Penggunaan bahasa Tionghoa sebagai bahasa kedua saat ini semakin meningkat. Pada pengajaran bahasa Tionghoa khususnya pengajaran kosa kata, salah satu cara yang dapat digunakan oleh pengajar bahasa Tionghoa adalah dengan menggunakan metode permainan. Saat ini masih banyak pengajar bahasa Tionghoa yang menggunakan metode pengajaran tradisional. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian mengenai efektifitas pengajaran dengan permainan dalam pengajaran kosakata bahasa Tionghoa di kursus bahasa Tionghoa Elyon. Metode penelitian yang digunakan ialah desain pengukuran berulang dengan penyajian data menggunakan statistik deskriptif dan t-test. Subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas 3 dan pengajar bahasa Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran kosakata bahasa Tionghoa dengan permainan lebih efektif bagi siswa dalam belajar bahasa Tionghoa. Dan metode pengajaran dengan permainan ini juga dapat mengembangkan kreativitas bagi pengajar bahasa Tionghoa.
PENGARUH USIA TERHADAP PELAJAR KURSUS BAHASA TIONGHOA SHHS DI SURABAYA DALAM BELAJAR BAHASA TIONGHOA Julia, Jeanny; Kurniawan, Budi; Zhu, ShuiQing
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.792 KB)

Abstract

Beberapa pakar mengatakan, saat seseorang mempelajari suatu bahasa ada yang dinamakan dengan hipotesis periode kritis. Periode ini adalah di mana seseorang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode lain. Pada periode ini, otak dapat dengan alami mempelajari suatu bahasa. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh periode kritis dalam kemampuan pemerolehan bahasa dan hasil tes para siswa di kursus bahasa Tionghoa SHHS di Surabaya. Skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memberikan tes kepada seluruh siswa dan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara kepada para siswa, guru dan wali murid kursus bahasa Tionghoa SHHS di Surabaya. Dari hasil tes nilai kelas anak-anak lebih unggul dari kelas dewasa tetapi dari uji statistik, usia ternyata tidak memiliki pengaruh pada kemampuan dan hasil belajar siswa karena nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa usia tidak memiliki pengaruh terhadap kemampuan dan hasil belajar siswa.
PENGARUH GAYA BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA TIONGHOA DI SURABAYA TERHADAP HASIL MATA KULIAH BAHASA TIONGHOA KOMPREHENSIF Sanjaya, Felicya; Kurniawan, Budi; Zhu, ShuiQing
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.078 KB)

Abstract

Gaya Belajar sangatlah penting dalam proses belajar dan merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi yang diperoleh siswa. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui gaya belajar apa yang paling dominan pada mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Tionghoa di Surabaya serta bagaimana pengaruh gaya belajar terhadap hasil yang diperoleh dalam mata kuliah bahasa Tionghoa komprehensif. Skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada seluruh mahasiswa aktif program studi Bahasa dan Sastra Tionghoa di Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar auditori, dan ternyata dari penelitian ini didapati bahwa gaya belajar individu mempunyai hubungan yang signifikan terhadap nilai yang diperoleh.
PANDANGAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI TANJUNG SELOR TERHADAP PERNIKAHAN SESAMA MARGA Agustin, Widya; Kurniawan, Budi
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.935 KB)

Abstract

Di kota Tanjung Selor penulis mendapatkan data bahwa masyarakat Tionghoa Tanjung Selor tidak ada yang menikah sesama marga. Dalam hal pernikahan sesama marga, hal yang paling mempengaruhi adalah keluarga. Pernikahan sesama marga sejak dinasti Zhou sudah dianggap sebagai tabu. Hal ini dikarenakan marga merupakan simbol identitas dalam keluarga dan dianggapakan membawa hal yang buruk bagi generasi mendatang. Dengan adanya perkembangan zaman, tabu pernikahan sesama marga ini juga berubah. Tradisi yang mengganggap tabu pernikahan sesama marga berangsur-angsur mulai memudar. Pandangan masyarakat mengenai pernikahan sesama marga juga mulai mengalami perubahan.
SIKAP UMAT TERHADAP PERUBAHAN BENTUK KELENTENG MENJADI TITD DAN PERKEMBANGANNYA DI SURABAYA Sandhy, Wahyu Widyasari; Christiana, Elisa
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.315 KB)

Abstract

Kelenteng identik dengan tempat ibadah masyarakat Tionghoa. Pada masa pemerintahan Orde Baru kebudayaan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan masyarakat Tionghoa dibatasi. Adanya kebijakan ini oleh masyarakat Tionghoa dirasakan berpengaruh juga terhadap kelenteng. Memasuki era reformasi, umat Tionghoa dapat bernafas lega dan atas bantuan pemerintah mereka yang beribadah di kelenteng dapat melakukan ritual keagamaan mereka tanpa rasa khawatir. Di Surabaya terdapat beberapa kelenteng yang dapat beradaptasi dalam menghadapi perubahan kebijakan pemerintah masa Orde Lama hingga sekarang. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mewawancarai tujuh orang narasumber yang dapat memberikan keterangan mengenai kelenteng TITD selama tiga masa pemerintahan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua kelenteng TITD mengalami pergolakan karena kebijakan pemerintahan Orde Baru. Selain itu TITD sebagai wadah yang menaugi kelenteng memiliki peran penting untuk mengembangkan kelenteng hingga pada era Reformasi ini. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5