cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Konflik dalam Film “Di balik 98”– Alih Kode dan Campur Kode Aurelia Clarissa Susantopokhan; Dwi Retnaning Untari
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.43-53

Abstract

Bahasa merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia dan salah satu fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi. Terdapat suatu fenomena bahasa yaitu alih kode dan campur kode. Penulis menggunakan film “Di balik 98” (2015) dikarenakan konflik yang terjadi dalam film tersebut dapat dipahami oleh penonton dan menggunakan lebih dari satu bahasa. Dalam penelitian ini penulis ini menganalisis bagaimana bentuk alih kode dan campur kode pada saat terjadi dan bagaimana memahami konflik dalam film “Di balik 98” melalui teori alih kode dan campur kode, teori konflik dan teori interpretasi. Data penelitian diperoleh dari dialog-dialog konflik yang terdapat dalam film “Di balik 98” dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa dialog konflik lebih sering menggunakan alih kode antar kalimat, alih kode intra kalimat dan campur kode tataran kata. Sementara konflik yang sering terjadi dikarenakan perbedaan kepentingan dan penyelesaian masalah yang sering terjadi adalah coercion dan stalemate. Namun tidak semua alih kode dan campur kode tidak bisa untuk menginterpretasikan bahwa terjadi konflik.
STUDI PERBANDINGAN KATA WARNA “MERAH” DALAM BAHASA INDONESIA DAN TIONGHOA Fransiska Wiratikusuma
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.54-63

Abstract

Pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembelajaran kosakata yang mencakup makna dan pembentukan kata. Gambaran dari klasifikasi kata berdasar makna dan pembentukan kata dapat digali melalui analisa kelompok kata dalam dua bahasa. Artikel ini menggunakan kelompok kata warna ‘merah’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Tionghoa dengan menggunakan referensi utama dari tesaurus kedua bahasa dan sumber terkait seperti kamus warna maupun kamus definisi bahasa penutur jati. Dari hasil pengklasifikasian kelompok kata warna merah, penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata dalam bahasa Tionghoa didominasi oleh kata majemuk. Pembentuk kata majemuk dalam bahasa Tionghoa mengandung kesatuan dari pembentukan aksara Han yang memiliki arti yang dapat memudahkan pemelajar bahasa Tionghoa dapat memahasi arti dari kata majemuk tersebut. Selain itu, dengan menguasai klasifikasi makna dalam sebuah kelompok kata dan pembentukan kata, pemelajar bahasa Tionghoa dapat secara efektif mempelajari bahasa Tionghoa.
Drama Televisi Modern Tiongkok sebagai Alat Bantu Belajar Kosakata Bahasa Mandarin bagi Wanita Dewasa Muda Ivana Meliana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.16-30

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengeksplorasi bagaimana drama televisi modern Tiongkok dapat digunakan sebagai alat bantu wanita dewasa muda yang belum pernah belajar Bahasa Mandarin secara formal sebelumnya, serta menyelidiki proses akuisi yang terjadi sehingga mereka dapat menyerap beberapa kosakata Bahasa Mandarin melalui menonton drama televisi Tiongkok modern. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah empat wanita muda non-Tionghoa yang berusia 30-40 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara online semi terstruktur. Hasil analisis menunujukkan bahwa menonton drama televisi Tiongkok modern dapat menjadi motivasi bagi responden untuk belajar Bahasa mandarin, dan dari hasil wawancara diketahui bahwa semua responden sangat terbantu dengan adanya subtitle untuk memahami dialog di dalam drama. Setelah motivasi untuk belajar bahasa Mandarin terbentuk dari menonton drama televisi, responden mulai belajar secara sadar dan menggunakan strategi belajar kosakata yang dipilihnya. Hasil juga menunjukkan bahwa kosakata yang diserap oleh responden selama menonton drama televisi modern Tiongkok adalah kosakata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BENTUK KESALAHAN PENGGUNAAN PELENGKAP ARAH GABUNGAN “SHANGLAI” DAN “SHANGQU” OLEH MAHASISWA ANGKATAN 2021 PROGRAM STUDI BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Sherly Paulina Lin
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.1-15

Abstract

Pelengkap arah gabungan adalah pelengkap yang digunakan setelah predikat kata kerja mengekspresikan kecenderungan arah yang terdiri dari 13 jenis yaitu “shanglai”, “shangqu”, “xialai”, “xiaqu”, “jinlai”, “jinqu”, “chulai”, “chuqu”, “huilai”, “huiqu”, “guolai”, “guoqu”, dan “qilai”. Penelitian ini berfokus pada pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mendeskripsikan dan mencari bentuk kesalahan beserta faktor penyebab kesalahan yang terjadi pada mahasiswa angkatan 2021 (semester 3) Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra selaku responden penelitian dalam mempelajari pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dua teknik analisis data yaitu metode observasi berupa soal tes tertutup yang dibagikan kepada responden dan wawancara terstruktur dengan lima responden yang memiliki jawaban salah terbanyak saat mengerjakan soal tes dari penulis. Melalui observasi, penulis menemukan dua jenis kesalahan yaitu salah penggantian dan salah urutan. Beberapa responden tidak bisa membedakan makna arah dan hasil dari “shanglai” dan “shangqu”, bingung akan penggunaan “shanglai” dan “shangqu” dengan pelengkap arah gabungan lainnya, bahkan mengabaikan letak “shanglai” dan “shangqu” dalam kalimat, juga susunan tata bahasa mandarin. Melalui wawancara, penulis menemukan faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut yaitu transfer negatif bahasa ibu dan generalisasi bahasa target. Melalui penelitian ini, penulis menyimpulkan responden belum cukup menguasai pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”.
Analisis Kesalahan kata bantu “得” pada mahasiswa angkatan 2021 Universitas Kristen Petra Denny Kusuma Sunyoto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.31-42

Abstract

Kata bantu struktural adalah kata bantu yang diletakkan di belakang frasa menjelaskan hubungan struktural, terdiri dari 3 jenis, yaitu “的”,“得”dan“地”. Penelitian ini berfokus pada “de得”. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mendeskripsikan dan mencari jenis kesalahan beserta faktor yang mempengaruhi kesalahan itu terjadi pada mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dua teknik analisis data yaitu metode observasi berupa soal tes tertutup dan wawancara dengan tiga responden yang memiliki jawaban salah terbanyak saat mengerjakan soal tes. Melalui observasi, penulis menemukan jenis-jenis kesalahan yaitu salah penggantian sebagai bentuk kesalahan yang paling banyak muncul, di urutan kedua yaitu salah menghilangkan, urutan ketiga yaitu salah urutan, salah menambahkan adalah kesalahan yang muncul dengan frekuensi kesalahan paling sedikit. Di soal tes romawi 1, beberapa responden tidak cukup paham kapan harus menggunakan “de得” dan kapan tidak perlu menggunakannya. Di soal tes romawi 2, ada beberapa responden yang tidak memahami penggunaan kata bantu 得 dengan kata bantu struktural lainnya. Di soal tes romawi 3, sebagian responden memahami struktur atau peletakan 得 dalam kalimat. Melalui wawancara, penulis menemukan faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut yaitu transfer negatif bahasa ibu, pengetahuan bahasa target yang tidak cukup, dan pengaruh strategi belajar dan komunikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5