cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
ANALISIS BUDAYA TIONGHOA INDONESIA PADA VIDEO IKLAN IMLEK BCA 2022 "PESAN SINGKAT SINCIA WARRIOR" Cecilia Tanuwijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.130-141

Abstract

Penulis menemukan banyak hal menarik dalam video iklan yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya Tionghoa Indonesia ketika menyambut tahun baru Imlek. Selain itu, ada juga beberapa ciri khas yang dapat disimpulkan sebagai karakteristik yang melekat pada kalangan tertentu etnis Tionghoa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa Indonesia masih memegang erat kebudayaan leluhur dan melestarikan perayaan Imlek dengan baik. Selain itu, ada beberapa ciri Tionghoa Indonesia yang menjadi stereotip di benak masyarakat seperti pekerja keras, ulet, pandai berbisnis dan suka mencari keuntungan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi penelitian berikutnya yang berkaitan dengan kebudayaan Tionghoa Indonesia. Penulis juga ingin mengajak pembaca untuk melestarikan identitas budaya sebagai Indonesia Tionghoa dimanapun kita berada, serta saling bertoleransi. Kata kunci: Video iklan, Budaya, Imlek, Tionghoa Indonesia
ANALISIS PENERJEMAHAN PADANAN KATA KERJA PADA TEKS CERITA RAKYAT DALAM BAHASA INDONESIA KE BAHASA MANDARIN 印尼民间故事文本中中文动词对等词及其翻译分析 Budi Dharmawan; Daniel Ginting
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.64-83

Abstract

Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling khas dan manusiawi untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Peradaban manusia tidak akan mungkin terjadi tanpa bahasa. Penelitian ini menganalisis padanan kata kerja dan maknanya pada cerita rakyat Indonesia ke dalam bahasa mandarin dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suatu perbedaan padanan kata dan makna dari kata kerja dan menentukan padanan kata dan makna yang tepat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa dari 5 cerita rakyat Indonesia ( Cerita Asal Usul Danau Toba, Malin Kundang, Timun Mas, Asal Usul Burung Cenderawasih dan Candi Prambanan ), terdapat 2 kategori kata kerja : kategori kata kerja yang dapat diterjemahkan yang terdiri dari 48 kata kerja dan kategori kata kerja yang sulit diterjemahkan yang terdiri dari 14 kata kerja. Penentuan padanan kata yang tepat dengan menggunakan teknik penerjemahan kesepadanan lazim dan generalisasi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rumit kosakata yang digunakan, semakin sulit juga padanan kata dan makna yang sama dalam bahasa target. Sementara itu, faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi suatu padanan kata dan makna adalah relatifitas budaya.
KARAKTERISTIK DAN FAKTOR PENDORONG WIRAUSAHA WANITA ETNIS TIONGHOA DI KABUPATEN BANYUWANGI Shinta Widyantari
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.142-155

Abstract

Wanita seringkali terbatas pada pekerjaan rumah tangga menyebabkan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menjadi wirausaha. Meskipun demikian, wanita juga memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian sebagai wirausaha. Saat ini, kita bisa melihat tidak hanya laki-laki yang menjadi wirausaha, tetapi juga wanita mulai mengambil peran kewirausahaan. Penulis ingin mengetahui karakteristik wirausaha wanita etnis Tionghoa dan faktor pendorong wirausaha wanita etnis Tionghoa. Penulis memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian, karena Banyuwangi merupakan kota wisata, dan merupakan peluang yang baik untuk membuka restoran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam hal metode sampling, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Hasil analisis dari penelitian ini adalah perpaduan antara ketegasan dan kelembutan menjadi ciri khas wirausaha wanita etnis Tionghoa. Sedangkan faktor pendorong wirausaha wanita etnis Tionghoa yaitu karena keinginannya sendiri.             Kata kunci: wirausaha wanita etnis Tionghoa, karakteristik, faktor pendorong
KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PERNIKAHAN PASANGAN ETNIS TIONGHOA DAN ETNIS JAWA DI KABUPATEN JEMBER Melinda Valentine Halim
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.84-96

Abstract

Pernikahan antaretnis Tionghoa-Jawa adalah sebuah fenomena yang menarik karena kedua etnis ini memiliki tingkat kolektivisme yang tinggi dalam hal pendirian moral, ideologi, filsafat politik, dan pandangan sosial. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar, karena tidak mudah menyatukan dua orang dari latar belakang budaya berbeda ke dalam sebuah pernikahan. Perbedaan budaya terkadang dapat menjadi hambatan komunikasi, seperti mudah menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik. Oleh karena itu, suami istri harus memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya, sehingga dapat memelihara keharmonisan dalam pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memfasilitasi kompetensi komunikasi antarbudaya pasangan pernikahan Tionghoa-Jawa, serta menganalisis bagaimana mereka menggunakan kompetensi tersebut untuk mengelola konflik. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menganalisis hasil wawancara bersama responden menggunakan teori milik Tili dan Barker (2015) mengenai kompetensi komunikasi antarbudaya dan manajemen konflik pada pernikahan beda budaya, serta teori milik Lú Xiùfāng (2003) mengenai jenis konflik dalam pernikahan beda ras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memfasilitasi kompetensi komunikasi antarbudaya pada suami istri Tionghoa-Jawa adalah pola pikir, lingkungan, gaya hidup, kelancaran berbahasa, gaya komunikasi, tingkat pendidikan, dan pekerjaan, sedangkan gaya manajemen konflik mereka adalah mengubah perspektif, berkomunikasi terbuka, dan memahami kepribadian dan kebiasaan pasangan.
PANDANGAN EVENT ORGANIZER X DAN Y DI SURABAYA MENGENAI PROSESI LAMARAN ETNIS TIONGHOA (DINGQIN) Florencya Hartanto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.97-108

Abstract

Penelitian ini membahas pemahaman event organizer  di Surabaya mengenai 定亲 (pinyin: dìngqīn) serta makna dari prosesi dan perlengkapan yang harus dipersiapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan datanya, penulis melakukan wawancara dengan dua event organizer  yang telah berdiri lebih dari sepuluh tahun dan menangani lebih dari sepuluh dìngqīn. Terdapat enam nara sumber yang berasal dari dua event organizer  berbeda, yang masing-masing berkedudukan sebagai executive wedding consultant, project manager dan crew event organizer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, sehingga penulis juga memberikan pertanyaan tambahan sesuai jawaban masing-masing narasumber. Di akhir penelitian, penulis menemukan beberapa temuan akan barang yang dipersiapkan seperti isi hantaran, pakaian, dan warna yang dipakai mengalami modernisasi dan akulturasi dengan budaya yang ada di Indonesia. Seiring berkembangnya zaman berbagai barang yang dipersiapkan mengalami ragam pembaharuan seperti adanya kue nastar, crispy cream, spiku hati, dan lapis Surabaya. Begitu pula dengan pemilihan pakaian qipao batik serta pemilihan warna yang tidak selalu menggunakan warna merah, tetapi menggunakan warna coklat, abu-abu, biru, dan lain-lain. Banyak orang Tionghoa Indonesia yang masih mempertahankan budaya Tionghoa walaupun dalam pelaksanaannya mereka memakai jasa event organizer. Pandangan yang tidak selalu sama antar event organizer, tidak mengurangi makna utama yang penting dari prosesi dingqin.Kata Kunci: Lamaran Tionghoa, Pandangan Event Organizer , Surabaya
PENAMAAN CHINESE RESTAURANT YANG BERDIRI SEBELUM ORDE BARU Chika Olivia Leonardi
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.109-118

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pendiri memberikan nama Tionghoa pada restorannya dan bagaimana penerus menjaga nama Tionghoa restorannya hingga berhasil dipertahankan hingga sekarang. Kriteria restoran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Chinese restaurant di Surabaya yang berdiri sebelum orde baru, menggunakan nama Tionghoa dan masih dilanjutkan oleh keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pendiri menggunakan bahasa Mandarin untuk restorannya dengan cara masing-masing. Ada yang menggunakan karakter Mandarin, ada yang menggunakan angka Arab, dan ada yang menggunakan huruf latin di depan restorannya, namun di dalam restoran menggunakan karakter mandarin. Walaupun menggunakan angka Arab dan huruf Latin, namun dalam pelafalannya tetap menggunakan bahasa Mandarin. Selain itu, sub etnis pendiri juga mempengaruhi dalam pemberian nama restoran dan cara penyebutannya. Setiap penerus memiliki strateginya masing-masing dalam menjaga nama Tionghoa dari restorannya.
ETOS KERJA PEDAGANG TIONGHOA DI KAWASAN KEMBANG JEPUN SURABAYA Elisabet Natalia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.119-129

Abstract

Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan di Kota Surabaya yang mempunyai sejumlah toko dan mayoritas dikelola oleh pedagang Tionghoa. Selain itu, di kawasan Kembang Jepun terdapat beberapa toko yang masih dipegang secara turun temurun dari orang tua sang pemilik dan sampai sekarang masih bertahan. Dari fenomena yang ada membuat penulis tertarik untuk meneliti topik ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang Tionghoa di kawasan Kembang Jepun Surabaya memiliki etos kerja yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya cara pandang, sikap dan nilai yang positif. Cara pandang yang dimiliki oleh pedagang Tionghoa di kawasan Kembang Jepun Surabaya adalah memandang bekerja sebagai suatu kewajiban, sehingga mereka bisa menikmati pekerjaan mereka. Sikap yang dimiliki yaitu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dengan bersikap tegas dan disiplin pada saat bekerja. Sikap bertanggung jawab juga terwujud dalam mengerjakan tugas dengan bersungguh-sungguh, mengikuti aturan dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Nilai yang dianut yaitu fokus terhadap pekerjaan mereka tanpa harus mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 7