cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 14 Documents clear
PENGARUH RELASI, FENG SHUI, DAN KEBETUNTUNGAN TERHADAP BISNIS KULINER KELUARGA ORANG TIONGHOA DI PASAR ATOM SURABAYA Natasha Liem; Leo Irwan Sugianto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.453 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.50-59

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh relasi, feng shui, dan keberuntungan terhadap bisnis kuliner keluarga orang Tionghoa di Pasar Atom Surabaya. Bagi orang Tionghoa relasi, feng shui, dan keberuntungan 3 hal ini telah dijadikan pedoman penting dalam menjalankan bisnis mereka. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah orang Tionghoa yang mengelola bisnis kuliner di Pasar Atom Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat menerapkan relasi, feng shui, dan keberuntungan dalam bisnisnya dan memperoleh pengaruh yang baik.
PERBEDAAN SIKAP ANTARA LI PING DAN BAO XIRUO Arrabella Debora Naftalie; Olivia Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.708 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.60-73

Abstract

Skripsi ini menganalisi sebuah novel berjudul Pendekar Pemanah Rajawali karangan Jin Yong. Di dalam novel ini terdapat dua orang tokoh pembantu yang sangat mempengaruhi kedua tokoh utama dalam novel, yaitu Li Ping dan Bao Xiruo. Li Ping adalah ibu dari Guo Jing, sedangkan Bao Xiruo adalah ibu dari Yang Kang. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengajaran antara Li Ping, ibu dari Guo Jing dan Bao Xiruo, ibu dari Yang Kang. Studi ini menggunakan teori penokohan yang diterapkan dalam tokoh Li Ping dan Bao Xiruo untuk mempelajari lebih lanjut sikap-sikap yang mereka miliki, teori konflik juga ditujukan dalam tokoh Li Ping dan Bao Xiruo untuk lebih memahami sikap yang mereka miliki.
PANDANGAN GENERASI TUA DAN GENERASI MUDA TIONGHOA SURABAYA TERHADAP PENERAPAN FENG SHUI TANGGA Wenny Yulia Dewi; Elisa Christiana; Lukito Suwito Kartono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.451 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.20-32

Abstract

Penelitian ini berisi tentang bagaimana peranan, eksistensi, dan kelanjutan Fēng Shuǐ di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa saat ini, terutama mengenai Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Penelitian ini juga meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap masyarakat Indonesia-Tionghoa terhadap Fēng Shuǐ dan upaya yang dapat dilakukan sehingga Fēng Shuǐ sebagai salah satu kebudayaan Tionghoa dapat terus bertahan di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa, dengan memfokuskan penelitian pada pandangan penerapan Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan wawancara mendalam dengan delapan orang generasi tua berusia minimal 60 tahun dan enam orang generasi muda berusia 19-27 tahun sebagai obyek penelitian. Hasil penemuan dalam penelitian ini adalah adanya faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi eksistensi Fēng Shuǐ; perbedaan sudut pandang di antara generasi tua dan generasi muda mengenai bagaimana cara mereka memahami, menerima dan mempertahankan eksistensi Fēng Shuǐ; pandangan mengenai penting atau tidaknya Fēng Shuǐ tangga dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu alam yang didominasi oleh generasi muda dan dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu mistis yang didominasi oleh generasi tua; latar belakang pembelajaran Fēng Shuǐ berdasarkan prinsip keselarasan alam yang menentukan pandangan mengenai pentingnya Fēng Shuǐ tangga; adanya kesalahan pemahaman nilai filosofis dalam penghitungan Fēng Shuǐ anak tangga; pengaruh leluhur dan lingkungan yang menentukan sudut pandang orang Tionghoa dalam menilai Fēng Shuǐ tangga; serta penghitungan jumlah anak tangga dan posisi tangga yang tidak boleh berhadapan langsung dengan pintu sebagai pengetahuan yang paling banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia-Tionghoa. Berdasarkan hasil penelitian, solusi untuk dapat terus mempertahankan Fēng Shuǐ adalah menyediakan sumber-sumber yang dapat menjelaskan konsep aturan dalam Fēng Shuǐ secara logis.
MINAT BELAJAR GENERASI MUDA KEMUNING TERHADAP ALAT MUSIK TRADISIONAL TIONGKOK ERHU Meliana Budianto; Jessica Nondolesmono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.78 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.1-7

Abstract

 Kebudayaan di Indonesia sangat beraneka ragam, banyak sekali kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, salah satunya adalah kebudayaan Tionghoa. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia sudah selayaknya kita pertahankan, dan banyak cara untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan tersebut. Hal yang paling inti dalam pelestarian adalah seberapa besar sumbangsih generasi muda di dalamnya. Sedangkan seberapa besar sumbangsih generasi muda, ditentukan oleh seberapa besar minat mereka di bidang itu. Dengan kata lain, kebudayaan Tionghoa dapat dilestarikan dan akan berkembang jika ada minat belajar setiap generasi muda terhadap budaya Tionghoa, salah satunya dengan mempelajari alat-alat musik Tradisional Tiongkok, khususnya erhu. Erhu merupakan alat musik yang terbilang sedikit peminatnya, karena untuk memainkan erhu membutuhkan kesabaran, dan ketekunan pada saat berlatih. Penulis berharap skripsi ini dapat membantu memperkenalkan erhu terhadap generasi muda, sehingga membangkitkan minat generasi muda terhadap erhu.

Page 2 of 2 | Total Record : 14