cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
RITUAL PERAYAAN IMLEK ETNIS TIONGHOA DI KOTA TOLI-TOLI Lievander, David; Olivia, Olivia; Kuo, Chun-I
Century Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.864 KB)

Abstract

Penduduk Tiongkok telah lama menyebar ke berbagai belahan dunia, dengan membawa berbagai macam kebudayaan serta tradisi, tidak terkecuali di Indonesia. Etnis tionghoa menyebar dengan merata di seluruh Indonesia dengan membawa kebudayaan asal mereka. Hari raya Imlek adalah salah satu contohnya,  setiap daerah di Indonesia mempunyai perayaan Imlek mereka sendiri oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti perayaan etnis Tionghoa di kota Toli-toli. Penelitian ini meliputi apa perbedaan Imlek etnis Tionghoa Toli-toli pada masa orde baru dan mengapa terjadi perbedaan itu. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa etnis Tionghoa hanya merayakan chuxi, Imlek, hari kedua, hari kesembilan, dan Cap Go Meh.  Perayaan Cap Go Meh di kota Toli-toli cenderung sepi dan tidak ada yang spesial. Serta ditemukan faktor yang membuat Imlek di kota Toli-toli saat orde baru dan sekarang berbeda yaitu karena faktor politik dan ekonomi.
SEMANGAT HAKKA YANG DICERMINKAN OLEH ORANG HAKKA MELALUI KEGIATAN MERAYAKAN IMLEK Indahwati, Siska; Christiana, Elisa
Century Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.819 KB)

Abstract

Semangat Hakka yang diwujudkan pada diri orang Hakka Surabaya terlihat pada saat melakukan kegiatan perayaan Imlek yang dilakukan dari generasi ke generasi. Dari sepuluh semangat Hakka menurut “Buku Panduan Pemilihan Hakka Ako Amoi 2016” penelitian ini menemukan beberapa semangat yang paling menonjol. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mewawancarai enam orang yang berusia di atas 60 tahun, senior yang pada saat Imlek masih melakukan tradisi Imlek, enam orang paruh baya berusia 41 hingga 60 tahun dan enam orang muda mudi yang berusia 20 hingga 40 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka, yaitu “menghormati leluhur”, “berbakti” dan “kebersamaan”. Semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka di perkumpulan, yaitu “berbakti”, “menjunjung tinggi kesetiakawanan” dan “kebersamaan”. Golongan senior, paruh baya dan muda mudi memiliki pemahaman yang berbeda mengenai semangat Hakka karena pengaruh pola pikir dan lingkungan sekitar mereka.
METODE GERAK DAN LAGU DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA TIONGHOA DI SD ANUGERAH SCHOOL SIDOARJO Yahya, Evelyn; Kurniawan, Budi
Century Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.881 KB)

Abstract

Metode cara pengajaran bahasa Tionghoa saat ini semakin bermacam-macam. Khususnya dalam metode pengajaran kosakata, salah satu metode yang dapat digunakan oleh pengajar bahasa Tionghoa adalah dengan menggunakan metode gerak dan lagu. Saat ini masih banyak pengajar bahasa Tionghoa yang menggunakan metode pengajaran konvensional. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian mengenai metode pengajaran gerak dan lagu terhadap kosakata bahasa Tionghoa di SD Anugerah School. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif, yang berupa rekaman-rekaman video, dan wawancara. Subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran kosakata menggunakan metode gerak dan lagu dapat membantu mereka untuk lebih giat belajar daripada menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membuat siswa bosan serta metode pengajaran gerak dan lagu ini bisa menjadi pengajaran alternatif dalam menggunakan metode yang baru bagi pengajar dalam cara pengajaran bahasa Tionghoa.
PELESTARIAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG POTEHI DI JAWA TIMUR Suwanto, Yohanes; Kurniawan, Budi
Century Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.139 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan wayang potehi. Sekitar tahun 1900 wayang potehi mulai popular, pada masa orde baru pertunjukan wayang potehi dilarang total. Akan tetapi wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang. Objek penelitian ini adalah pengurus klenteng kampong dukuh dan dalang wayang potehi di Surabaya dan pengurus klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang.
PELESTARIAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG POTEHI DI JAWA TIMUR Yohanes Suwanto; Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.139 KB) | DOI: 10.9744/century.5.1.18-27

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan wayang potehi. Sekitar tahun 1900 wayang potehi mulai popular, pada masa orde baru pertunjukan wayang potehi dilarang total. Akan tetapi wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang. Objek penelitian ini adalah pengurus klenteng kampong dukuh dan dalang wayang potehi di Surabaya dan pengurus klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang.
RITUAL PERAYAAN IMLEK ETNIS TIONGHOA DI KOTA TOLI-TOLI David Lievander; Olivia Olivia; Chun-I Kuo
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.864 KB) | DOI: 10.9744/century.5.1.10-17

Abstract

Penduduk Tiongkok telah lama menyebar ke berbagai belahan dunia, dengan membawa berbagai macam kebudayaan serta tradisi, tidak terkecuali di Indonesia. Etnis tionghoa menyebar dengan merata di seluruh Indonesia dengan membawa kebudayaan asal mereka. Hari raya Imlek adalah salah satu contohnya,  setiap daerah di Indonesia mempunyai perayaan Imlek mereka sendiri oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti perayaan etnis Tionghoa di kota Toli-toli. Penelitian ini meliputi apa perbedaan Imlek etnis Tionghoa Toli-toli pada masa orde baru dan mengapa terjadi perbedaan itu. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa etnis Tionghoa hanya merayakan chuxi, Imlek, hari kedua, hari kesembilan, dan Cap Go Meh.  Perayaan Cap Go Meh di kota Toli-toli cenderung sepi dan tidak ada yang spesial. Serta ditemukan faktor yang membuat Imlek di kota Toli-toli saat orde baru dan sekarang berbeda yaitu karena faktor politik dan ekonomi.
SEMANGAT HAKKA YANG DICERMINKAN OLEH ORANG HAKKA MELALUI KEGIATAN MERAYAKAN IMLEK Siska Indahwati; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.819 KB) | DOI: 10.9744/century.5.1.1-9

Abstract

Semangat Hakka yang diwujudkan pada diri orang Hakka Surabaya terlihat pada saat melakukan kegiatan perayaan Imlek yang dilakukan dari generasi ke generasi. Dari sepuluh semangat Hakka menurut “Buku Panduan Pemilihan Hakka Ako Amoi 2016” penelitian ini menemukan beberapa semangat yang paling menonjol. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mewawancarai enam orang yang berusia di atas 60 tahun, senior yang pada saat Imlek masih melakukan tradisi Imlek, enam orang paruh baya berusia 41 hingga 60 tahun dan enam orang muda mudi yang berusia 20 hingga 40 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka, yaitu “menghormati leluhur”, “berbakti” dan “kebersamaan”. Semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka di perkumpulan, yaitu “berbakti”, “menjunjung tinggi kesetiakawanan” dan “kebersamaan”. Golongan senior, paruh baya dan muda mudi memiliki pemahaman yang berbeda mengenai semangat Hakka karena pengaruh pola pikir dan lingkungan sekitar mereka.
METODE GERAK DAN LAGU DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA TIONGHOA DI SD ANUGERAH SCHOOL SIDOARJO Evelyn Yahya; Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.881 KB) | DOI: 10.9744/century.5.1.28-40

Abstract

Metode cara pengajaran bahasa Tionghoa saat ini semakin bermacam-macam. Khususnya dalam metode pengajaran kosakata, salah satu metode yang dapat digunakan oleh pengajar bahasa Tionghoa adalah dengan menggunakan metode gerak dan lagu. Saat ini masih banyak pengajar bahasa Tionghoa yang menggunakan metode pengajaran konvensional. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian mengenai metode pengajaran gerak dan lagu terhadap kosakata bahasa Tionghoa di SD Anugerah School. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif, yang berupa rekaman-rekaman video, dan wawancara. Subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran kosakata menggunakan metode gerak dan lagu dapat membantu mereka untuk lebih giat belajar daripada menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membuat siswa bosan serta metode pengajaran gerak dan lagu ini bisa menjadi pengajaran alternatif dalam menggunakan metode yang baru bagi pengajar dalam cara pengajaran bahasa Tionghoa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8