cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Representasi Budaya Tiongkok di Region Liyue dalam Game Genshin Impact Tasya, Tasya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.121-129

Abstract

Genshin Impact adalah sebuah gim bergenre RPG yang dirilis oleh miHoYo pada September 2020. Cerita yang dimiliki oleh game ini meliputi seorang tokoh yang masuk ke dunia Teyvat demi mencari saudaranya yang hilang. Selama menyusuri Teyvat, penulis menemukan bahwa terdapat 4 dari 7 negara virtual yang bisa dimainkan, yaitu Mondstadt, Liyue, Inazuma, dan Sumeru secara berurutan. Negara virtual yang menjadi objek penelitian penulis adalah Liyue, negara virtual urutan kedua yang dirilis Genshin Impact. Penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara budaya Tiongkok direpresentasikan dan budaya apa saja yang direpresentasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori 7 (tujuh) unsur budaya menurut Koentjaraningrat untuk menemukan unsur-unsur budaya yang terdapat di negara virtual Liyue, serta mencari representasi budaya Tiongkok dalam unsur-unsur tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa di negara virtual Liyue terdapat 7 (tujuh) unsur budaya menurut Koentjaraningrat, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, kemasyarakatan, sistem kepercayaan dan religi, kesenian, ekonomi dan pencarian hidup, serta peralatan hidup dan teknologi.
Studi Prasangka Mahasiswa Nusa Tenggara Timur Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terhadap Mahasiswa Tionghoa di Universitas Kristen Petra Siregar, Chatarine Bless Chery Wibowo; Olivia, Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.83-96

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku dan setiap suku memiliki budaya dan kebiasaannya masing masing. Namun keberagaman suku dan budaya ini juga terdapat sisi negatifnya, salah satunya adalah adanya prasangka antar suku. Pada penelitian ini penulis berfokus meneliti prasangka mahasiswa Nusa Tenggara Timur fakultas keguruan dan pendidikan terhadap mahasiswa Tionghoa di Universitas Kristen Petra. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui prasangka apa yang ada pada mahasiswa Nusa Tenggara Timur terhadap mahasiswa Tionghoa dan menggali lebih dalam asal usul prasangka tersebut serta bagaimana proses berubahnya prasangka tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dan saling menghormati di tengah masyarakat yang multikultural ini. Hasil wawancara terhadap narasumber yang telah penulis analisis menunjukkan bahwa memang masih ada prasangka mahasiswa etnis Nusa Tenggara Timur terhadap mahasiswa Tionghoa. Prasangka yang diberikan terhadap mahasiswa Tionghoa umumnya seperti orang Tionghoa pelit, kaya dan sombong. Namun semakin mereka sering berinteraksi dengan mahasiswa Tionghoa, prasangka itu perlahan semakin berkurang. 
Studi Tentang Transmisi dan Penerimaan Budaya Grand Canal Yangzhou di Indonesia Susanto, Tri Fena Alyssa
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.109-120

Abstract

Sebagai salah satu warisan budaya tertua di dunia, Grand Canal di Tiongkok pada awalnya dibangun untuk transportasi kapal dan masih dipertahankan hingga saat ini, melestarikan budaya yang kaya. Yangzhou, kota utama di sepanjang Terusan Besar, telah berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kota-kota di sepanjang rute dan telah melestarikan banyak warisan budaya benda dan tak benda.Penelitian ini mengkaji budaya Grand Canal di Yangzhou dan menyelidiki pengetahuan dan ketertarikan mahasiswa Indonesia di Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi pengenalan dan strategi promosi.Temuan menunjukkan bahwa meskipun banyak mahasiswa yang mengetahui tentang budaya Tiongkok, beberapa di antaranya tidak mengetahui status Grand Canal sebagai Warisan Dunia. Namun, ada ketertarikan yang kuat terhadap budaya Grand Canal di Yangzhou, terutama aspek-aspek budaya tak benda seperti makanan dan seni. Para siswa percaya bahwa budaya Grand Canal memiliki potensi pengenalan budaya yang signifikan, dengan media sosial dipandang sebagai alat promosi yang efektif. Penelitian ini juga membandingkan persepsi budaya Grand Canal Tiongkok dengan budaya Indonesia, dengan menyoroti fitur-fitur uniknya.
PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS HUMANIORA DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS KRISTEN PETRA TENTANG CITRA ORANG TIONGKOK MELALUI KANAL "SHANTY DI CHINA" Darlene, Angela
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.67-82

Abstract

Sejak era reformasi Indonesia pada tahun 1998, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok semakin membaik. Namun masih memerlukan komunikasi yang baik antara kedua rakyatnya. Saat ini, penelitian tentang interaksi antara orang Indonesia dan Tiongkok sangat terbatas, sehingga perlu untuk mengeksplorasi situasi pemahaman timbal balik antara kedua rakyat. Di era modern ini, terdapat banyak media sosial yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, salah satunya adalah YouTube. "Shanty di China" adalah kanal YouTube milik Susanti yang meliput banyak aspek seperti kehidupan sehari-hari, memasak, dan jalan-jalan di Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai persepsi citra orang Tiongkok dan akan mengetahui perubahan persepsi citra masyarakat Tiongkok setelah menonton video Shanty di China. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan melakukan wawancara terhadap 10 mahasiswa Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif Universitas Kristen Petra. Analisis tersebut menyimpulkan bahwa sebelum menonton, orang yang diwawancarai memiliki 5 persepsi tentang orang Tiongkok: semaunya, eksklusif, pekerja keras, menjaga kebudayaan, dan teknologi yang sangat maju. Setelah menonton video Shanty di China, persepsi tentang orang Tiongkok: disiplin, modis, menjaga budaya, dan tidak eksklusif. Persepsi yang berbeda: semaunya menjadi disiplin, eksklusif menjadi tidak eksklusif. Persepsi baru setelah menonton adalah modis. Persepsi yang tidak ada setelah menonton adalah teknologi sudah sangat maju. Jadi dari sini dapat diketahui bawah terjadi perubahan persepsi dari yang semaunya jadi disiplin, eksklusif jadi tidak eksklusif, muncul persepsi baru yaitu modis, sementara itu tidak ada yang bahas mengenai teknologi yang sangat maju. Abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Tionghoa, memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian.
PERWUJUDAN BUDAYA TIONGHOA INDONESIA DALAM FILM “PEREMPUAN BERGAUN MERAH” Sucipto, Jocelyne Irene Natasha
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.97-108

Abstract

Film horor selalu menjadi genre yang populer, dan "Perempuan Bergaun Merah" adalah salah satu film yang mengandung unsur-unsur budaya Tionghoa Indonesia. Film ini menampilkan budaya Tionghoa Indonesia melalui tindakan dan perilaku karakter utama serta praktik budaya mereka. Banyak penulis telah menulis studi tentang film yang melibatkan budaya Tionghoa Indonesia, tetapi belum ada yang secara langsung membahas film horor. Film "Perempuan Bergaun Merah" memberikan wawasan mendalam tentang budaya Tionghoa Indonesia dari perspektif spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis perwujudan budaya Tionghoa Indonesia dalam film tersebut, mengingat bahwa tradisi budaya Tionghoa selalu terkait erat dengan penghormatan terhadap leluhur. Film ini menampilkan beberapa kepercayaan dan adat istiadat Tionghoa Indonesia seperti membakar dupa dan kertas sembahyang, budaya ramalan poa poe dan  ciam si, serta menggantung cermin bagua, yang menunjukkan bagaimana budaya Tionghoa Indonesia masih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5