Articles
56 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2013)"
:
56 Documents
clear
SIKAP KONSUMEN THE BODY SHOP® SURABAYA TERHADAP PESAN DALAM IN-STORE MEDIA BEAUTY WITH HEART
Lusi Ratna Sari
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.275 KB)
Sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran, iklan mengkomunikasikan pesan mengenai organisasi, produk, servis, atau ide. Istilah in-store media mengacu pada iklan dalam gerai atau ruang retail dengan bentuk cetak dan audiovisual yang dapat dilihat oleh orang. The Body Shop® menggunakan poster untuk mengkomunikasikan pesan mengenai new beauty movement bernama Beauty With Heart. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap konsumen The Body Shop® Surabaya terhadap pesan dalam in-store media Beauty With Heart. Sikap terdiri dari tiga komponen, yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Dalam hal ini dipilih responden berusia 17-60 tahun yang berdomisili di Surabaya dan pernah melihat poster Beauty With Heart. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jika dilihat dari komponen kognitif, maka didapat sikap yang positif terhadap pesan dalam in-store media Beauty With Heart. Dari komponen afektif, hasilnya pun positif. Sedangkan dilihat dari komponen konatif, menunjukkan adanya sikap yang negatif terhadap pesan dalam in-store media Beauty With Heart. Maka dapat disimpulkan bahwa bahwa mayoritas responden memiliki sikap positif terhadap pesan dalam in-store media Beauty With Heart.
MOTIVASI PENGUNJUNG DALAM MENGUNJUNGI CAPITAL RESTAURANT AND LOUNGE SURABAYA
Anastasia Yuanita Gunawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.276 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi apa yang ada dalam diri pengunjung dalam mengunjungi Capital Restaurant and Lounge Surabaya. Pendekatan penelitian ini memakai teori expectancy value model yang kemudian diturunkan menjadi teori motivasi. Motivasi dapat diakibatkan bukan hanya dari adanya dorongan atas dasar kebutuhan yang diharapkan, tetapi motivasi dapat diakibatkan dari adanya suatu brand. Capital Restaurant and Lounge Surabaya memiliki brand yaitu era 1920 America’s yang hanya digambarkan secara global melalui design interior. Dimensi dari motivasi adalah motif fungsional, motif estetika – emosional, motif sosial, motif situasional dan motif keingintahuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis choice model prediction dan metode survei untuk untuk mendeskripsikan motivasi mana yang lebih unggul secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi pengunjung dalam mengunjungi Capital Restaurant and Lounge adalah motivasi fungsional yaitu penampilan produk yang meliputi penampilan makanan dan minuman, administrasi, pelayanan dan fasilitas.
STRATEGI IMPRESSION MANAGEMENT PADA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR CALON MERTUA DAN CALON MENANTU DALAM MASA PENYESUAIAN SEBELUM PERNIKAHAN
Dian Purnamasari
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.421 KB)
Calon mertua dan calon menantu memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda, sehingga acapkali mengalami ketidakcocokan, dan melakukan impression management dalam komunikasi interpersonal pada masa penyesuaian sebelum pernikahan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti strategi impression management pada komunikasi interpersonal antar calon mertua dan calon menantu dalam masa penyesuaian sebelum pernikahan yang tinggal dalam satu rumah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa calon mertua lebih banyak menggunakan strategi impression management ingratiation dengan taktik favor doing dan strategi intimidation. Sedangkan calon menantu lebih banyak menggunakan strategi impression management ingratiation dengan taktik self enhancement dan strategi self promotion.
DOWNWARD COMMUNICATION DI PT. COMMONWEALTH LIFE CABANG SURABAYA
Dewi Suryani Susanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.669 KB)
Subyek penelitian komunikasi kebawah ini adalah PT.Commonwealth Life Cabang Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi downward communication di PT.Commonwealth Life Cabang Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah audit komunikasi dengan menggunakan kuesioner. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan total sampling yaitu sebanyak 15 orang yang berada di divisi Financial Consultant. Komunikasi ke bawah yang terjadi di PT. Commonwealth Life Cabang Surabaya ini telah berjalan dengan baik. Maksudnya ialah komunikasi yang menjadi harapan dan kenyataan riil di perusahaan ini tidak terlalu signifikan perbedaannya. Hanya saja, jenis informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan memiliki nilai perbedaan yang signifikan.
REPRESENTASI STEREOTIPE PEREMPUAN DALAM FILM BRAVE
Fanny Puspitasari Go
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.632 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi stereotipe perempuan yang ditampilkan film Brave. Brave adalah film animasi bertema putri (Princess) terbaru yang dibuat oleh Pixar Animation Studio dan Walt Disney Pictures. Ada kritik bahwa film ini memunculkan stereotipe perempuan di balik karakter putri yang tidak feminin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis naratif Vladimir Propp. Subjek penelitian ini adalah film Brave yang dilihat dari struktur narasinya. Sedangkan, objek penelitian yang akan dianalisis adalah representasi stereotipe perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Brave gagal mendobrak pola kerja sistem patriarki. Memang pada awalnya, narasi film Brave berusaha mematahkan stereotipe-stereotipe perempuan yang selalu ditampilkan Disney. Namun, akhir film ini justru mengukuhkannya. Penelitian ini menunjukkan bagaimana Pixar ikut mengkomodifikasi stereotipe perempuan melalui narasi film Brave dengan mengikuti standardisasi terhadap film-film putri Disney.
COUNTRY REPUTATION AMERIKA SERIKAT MENURUT MASYARAKAT SURABAYA BERDASARKAN COUNTRY REPUTATION INDEX
Georgius Danus Astro
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.491 KB)
Country Reputation Amerika Serikat Menurut Masyarakat Surabaya merupakan judul penelitian yang peneliti angkat dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Fombrun-RI Country Reputation Index (CRI) untuk mengetahui reputasi Amerika Serikat menurut masyarakat Surabaya. Ada enam indikator yang digunakan dalam CRI yaitu emotional appeal, physical appeal, financial appeal, leadership appeal, cultural appeal, dan social appeal yang didalamnya terdapat 20 komponen pernyataan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Kuesioner dibagikan kepada 100 masyarakat Surabaya yang telah dibagi berdasarkan jumlah penduduk masing-masing wilayah Surabaya melalui kuota sampling. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa country reputation Amerika Serikat menurut masyarakat Surabaya adalah positif.
MAKNA SIMBOLIK SALAM TIGA JARI PADA BAND HEAVY METAL DAN PADA PARA PENGGEMARNYA DI SURABAYA
Yulius Bastian
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.435 KB)
Silahkan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna apa saja yang ada di dalam pelaku musik Heavy Metal dan juga pada para penggemar dari masing – masing band tersebut di Surabaya. Banyaknya pemakaian simbol salam tiga jari di masyarakat luas dan munculnya komunitas “Salam Satu Jari” di komunitas Heavy Metal yang menolak untuk memakai salam tiga jari membuat peneliti tertarik untuk menelisik pengalaman dan makna yang terkandung pada anggota band dan penggemarnya mengenai salam tiga jari. Simbol atau lambang – lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lainnya, berdasarkan kesepakatan suatu kelompok orang tertentu. Menurut beberapa opini dari orang – orang yang ahli didalam genre musik ini, simbol ini masih belum dimengerti artinya oleh banyak orang baik dari kalangan pecinta musik ini sendiri dan dari masyarakat awam sendiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi untuk mengetahui pengalaman dan bagaimana mereka memaknai simbol salam tiga jari ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol ini merupakan bentuk solidaritas, persahabatan, kebersamaan, simbol untuk bersosialisasi, simbol kebebasan, dan simbol untuk mengekspresikan diri, seperti senang, seru-seruan dan bahkan untuk meluapkan rasa marah.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KONFLIK PARTAI NASIONAL DEMOKRAT (NASDEM) DI HARIAN MEDIA INDONESIA DAN KORAN SINDO
Leonarda Johanes R. Surbakti
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.981 KB)
Mundurnya Hary Tanoesoedibjo beserta sejumlah kader Partai NasDem mengundang banyak perhatian media. Untuk menganalisis hal tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian analisis framing yang dikembangkan dengan menggunakan model analisis Pan dan Kosicki dengan tujuan untuk melihat bagaimana bingkai pemberitaan Harian Media Indonesia dan Koran SINDO terkait kemunduran Hary Tanoesoedibjo beserta sejumlah kader Partai NasDem.Temuan peneliti dari hasil penelitian ini, Harian Media Indonesia dan Koran SINDO membingkai berita konflik Partai NasDem dengan mengedepankan unsur ketokohan (who) dalam berita bingkai konflik Partai Nasional Demokrat. Kontribusi dari hasil penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai pembingkaian berita terkait kepemilikan media dalam kepentingan politik.
EFEKTIVITAS IKLAN MIDTOWN HOTEL SURABAYA DI HARIAN JAWA POS
Felicia Noviani
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.714 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas iklan Midtown Hotel Surabaya di Harian Jawa Pos. Iklan merupakan komunikasi nonpersonal berbayar dari sponsor yang teridentifikasi menggunakan media massa untuk mempersuasi atau mempengaruhi pelanggan. Midtown Hotel Surabaya memasang iklan mengenai paket meeting di Harian Jawa Pos untuk memperkenalkan brand Midtown Hotel dan produk yang dimiliki. Efektivitas iklan ini diukur dengan menggunakan metode Customer Response Index (CRI). Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan teknik analisis deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan efektivitas iklan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas iklan Midtown Hotel Surabaya di Harian Jawa Pos adalah efektif.
HAMBATAN DOWNWARD COMMUNICATION ANTARA PIMPINAN DAN KARYAWAN PT. MAKMUR JAYA
Pricillia Johanna
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.688 KB)
Adanya hambatan komunikasi ke bawah menyebabkan komunikasi atasan dan bawahan dalam organisasi menjadi tidak efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja dan bagaimana hambatan downward communication terjadi antara pimpinan dan karyawan PT. Makmur Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi. Hasil hambatan downward communication yang ditemukan adalah tipe pesan, keterbatasan informasi, frekuensi informasi, respon pasif manajemen, ketidakpercayaan dari atasan, tidak ada umpan balik, kesalahpahaman pesan, dan kurangnya kontak dengan atasan. Kontribusi penelitian ini adalah untuk menambah kajian dalam bidang komunikasi organisasi, khususnya komunikasi ke bawah.