cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 56 Documents clear
CITRA TELKOMSEL PASCA KASUS PAILIT DALAM BISNIS INDONESIA DAN INVESTOR DAILY Ratnasari Puspa Wijaya
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.527 KB)

Abstract

Citra perusahaan terbentuk dari segala pengalaman publik akan organisasi. Sebuah krisis dapat mempengaruhi citra perusahaan di mata publiknya, sehingga perlu dilakukan evaluasi citra setelah krisis. Salah satu cara untuk melakukan evaluasi citra perusahaan yaitu melalui pemberitaan di media massa, karena media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik. Penelitian ini melakukan evaluasi citra Telkomsel pasca kasus pailit dalam berita-berita yang dimuat dalam Bisnis Indonesia dan Investor Daily. Evaluasi citra ini menggunakan teknik analisis isi kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Telkomsel mendapatkan citra positif baik dari Bisnis Indonesia maupun Investor Daily.
EFEKTIVITAS PESAN IKLAN TELEVISI TRESEMME MENGGUNAKAN CUSTOMER RESPONSE INDEX (CRI) PADA PEREMPUAN DI SURABAYA Aiwan, Tania Yosephine
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.622 KB)

Abstract

Efektivitas pesan iklan televisi TRESemmé yang ditayangkan sejak Oktober 2012 hingga Maret 2013 dan diproduksi oleh PT Unilever Indonesia, Tbk, merupakan rumusan masalah yang peneliti angkat dalam penelitian ini. Efektivitas pesan tersebut diukur menggunakan metode pengukuran Customer Response Index (CRI), dimana respons audiens penonton iklan diukur dari berbagai tingkatan, mulai awareness, comprehend, interest, intentions, dan action. Tingkatan respons inilah yang digunakan untuk mengukur efektivitas pesan iklan TRESemmé. Pengukuran menggunakan metode ini didasarkan pada teori komunikasi pemasaran dan efektivitasnya yang digambarkan dalam teori Hierarchy-of-Effects, dan didukung oleh teori pesan iklan yang terdiri dari dimensi-dimensi isi pesan, struktur pesanm format pesan, dan struktur pesan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pesan iklan TRESemmé yang diproduksi oleh PT Unilever Indonesia Tbk, ialah efektif.
STRATEGI KOMUNIKASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DALAM MELAKUKAN NATION BRANDING PADA EVENT ITB BERLIN 2013 Pratiwi Putri Anugerah
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.295 KB)

Abstract

Penelitian ini memberikan deskripsi mengenai strategi komuniksi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Melakukan Nation Branding pada Event ITB Berlin 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam melakukan teknik pengumpulan data peneliti melakukan wawancara, observasi pada saat ITB Berlin 2013 dan data-data lain (dokumentasi, data dari Kemenparekraf). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenparekraf tidak mempunyai grand strategy komunikasi dalam mempromosikan destinasi pariwisata di event pameran pariwisata seperti ITB Berlin. Kemenparekraf bersandar pada visi dan misi sebagai pedoman serta dalam event ITB Berlin Kemenparekraf ingin memperkenalkan “Wonderful Indonesia”.
KONTEN MALE GENDER ROLE DALAM FILM ANIMASI WALT DISNEY Renny Amelia
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.233 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja male gender role yang terdapat di dalam film animasi Walt Disney. Male gender role  sendiri memiliki arti sebagai sebuah script yang digunakan sebagai “pedoman” bagaimana seharusnya, seorang pria berprilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 24 film animasi Walt Disney mulai tahun 1970 hingga 2012 sebagai recording unit. Peneliti menggunakan 24 male gender role yang diklasifikasikan dalam 5 kategori utama yaitu standard bearers, workers, lovers, bosses, dan rugged individuals. Hasil penelitian ini adalah male gender role yang dominan dalam film-film Disney adalah bosses, yang menunjukkan bahwa budaya patriarki pada masyarakat Amerika dan pada perusahaan Disney sendiri dapat mempengaruhi pembuatan tokoh dalam film. Selain itu, Disney juga lebih menonjolkan sosok tokoh pria yang memiliki peran baik dan meminimalkan penampilan tokoh pria dengan peran yang jahat/tidak baik. Hal ini dapat dilihat jumlah tokoh hero dan hero supporter yang lebih tinggi dibandingkan tokoh villain dan villain suporter.
HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ANTARA DOSEN NATIVE ASAL CHINA DENGAN MAHASISWA INDONESIA INDONESIA PROGRAM STUDI SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Malista Pauline Christy
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.383 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hambatan komunikasi antarbudaya yang terjadi antara dosen native asal China dengan mahasiswa Indonesia program studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra. Objek penelitian ini adalah hambatan komunikasi antarbudaya yang terjadi dalam ruang kelas di antara unit analisis penelitian ini, yakni dosen native asal China dan mahasiswa Indonesia program studi Sastra Tionghoa UK Petra. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi antarbudaya yang terjadi muncul tak hanya disebabkan karena adanya perbedaan nilai (agama dan cara pandang) dan kompetensi verbal, namun juga karena adanya perbedaan latar belakang budaya pendidikan kedua pihak unit analisis ini yang memengaruhi bagaimana mereka saling mempersepsi, menyandi dan menyandi balik pesan saat mereka berkomunikasi dalam ruang kelas.
FORMAL POSSIBILITIES DALAM VIDEO MUSIK BOYBAND DAN GIRLBAND INDONESIA 2010 HINGGA 2012 Ilona Meritsheba Lola F.
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui formal possibilities yang ada dalam video musik boyband dan girlband Indonesia 2010 hingga 2012. Formal possibilities adalah macam-macam kemungkinan bentuk dalam video musik yang mengacu pada 2 bentuk dasar yaitu performance oriented dan conceptual oriented. Peneliti meneliti formal possibilities sebagai gambaran bagi produser dan penonton video musik tentang apa saja formal pos­­­sibilities yang telah dan yang belum ditampilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 13 video musik boyband dan girlband Indonesia sebagai unit analisis. Peneliti menggunakan 2 indikator formal possibilities yaitu performance yang memiliki 6 sub-indikator yaitu the anti-performance, the pseudo-reflexive performance, the performance documentary, the special effect extravaganza, the song and dance number, the enhanced performance dan conceptual yang memiliki 5 sub-indikator yaitu narrative form, categorical form, argumentative form, associational form, dan abstract form. Hasil penelitian ini adalah performance yang paling banyak muncul yaitu the song and dance number dan conceptual yang paling banyak muncul yaitu narrative form. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran tren jenis performance yang ditampilkan pada video musik boyband dan girlband Indonesia. Video musik yang dulunya mementingkan penampilan musik (the enhanced performance) kini lebih mementingkan penampilan dalam menari (the song and dance number) bahkan video musik justru menghindari penampilan musik (the anti performance). Dominasi tarian dalam video musik girlband boyband Indonesia 2010-2012 ini tak lepas dari pengaruh Korean wave yang menampilkan video musik girlband boyband Korea dengan ciri khas ‘dance point’. Untuk conceptual, pada penelitian ini paling banyak menampilkan narrative form.
POLITICAL BRANDING JOKOWI SELAMA MASA KAMPANYE PEMILU GUBERNUR DKI JAKARTA 2012 DI MEDIA SOSIAL TWITTER Lidya Joyce Sandra
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.329 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana political branding yang dilakukan Jokowi selama masa kampanye pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012 di media sosial Twitter. Fokus penelitian ini adalah penyusunan dan pemaknaan pesan/teks di media sosial Twitter Jokowi yang membentuk political branding Jokowi sebagai hasil dari proses komunikasi di ranah politik Indonesia kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif Hsieh & Shannon dengan pendekatan directed content analysis melalui prosedur induksi. Hasil dari penelitian ini adalah political branding Jokowi sebagai politisi yang terbuka, dekat dengan masyarakat, kredibel, dan merakyat (egaliter) yang dibentuk melalui personalitas, penampilan dan pesan-pesan politis di Twitter Jokowi.
MOTIVASI PASIEN DALAM MEMILIH NATIONAL HOSPITAL SEBAGAI TEMPAT BEROBAT: (SEBUAH PENDEKATAN TEORI EXPECTANCY – VALUE MODEL) Melviana Aurelia Lianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.447 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja motivasi pasien dalam memilih National Hospital sebagai tempat mereka berobat. Pendekatan penelitian ini memakai teori expectancy value model yang kemudian diturunkan menjadi teori motivasi. Sehubungan dengan adanya peraturan menteri kesehatan yang melarang rumah sakit untuk melakukan promosi, maka ini menjadi kendala National Hospital dalam memperkenalkan rumah sakitnya yang masih baru, sehingga penelitian mengenai motivasi pasien diperlukan. Dimensi dari motivasi tersebut adalah motif fungsional, motif estetika – emosional, motif sosial, motif situasional, dan motif keingintahuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis choice model prediction dan metode survei untuk mendeskripsikan motivasi pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari motivasi pasien dalam memilih National Hospital sebagai tempat berobat adalah motivasi fungsional.
REPRESENTASI AFRO AMERIKA DALAM FILM “DJANGO UNCHAINED” Gabriel Evelin Fabrina
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.298 KB)

Abstract

“Django Unchained” adalah sebuah film produksi Weinstein Company dan Sony Columbia Pictures tahun 2012 yang menceritakan kehidupan dan perjalanan seorang budak bernama Django di jaman sebelum perang saudara. Film ini membawa karakteristik-karakteristik Afro Amerika dalam film. Peneliti melakukan analisis naratif terhadap film “Django Unchained” menggunakan 12 tahapan narasi menurut Christopher Vogler, untuk mengetahui bagaimana representasi  Afro-Amerika dinarasikan di dalam film. Naratif adalah rangkaian peristiwa melalui hubungan sebab-akibat yang terjadi dalam lingkup ruang dan waktu. Peneliti menemukan bahwa “Django Unchained” merepresentasikan orang Afrika-Amerika melalui karakteristik penampilan, emosional, perilaku, intelegensi, seksual, dan posisi orang Afro-Amerika dalam film. Melalui analisis narasi, peneliti menemukan adanya konstruksi karakter kulit hitam dalam kemampuan orang kulit hitam dalam mengambil keputusan, superioritas intelegensi orang Afro-Amerika, dan juga ditemukan hero kulit hitam menjadi loner hero yang mampu berjuang sendiri tanpa orang kulit putih. Melalui analisis naratif, film “Django Unchained” ini juga menampilkan orang kulit hitam dapat menunjukkan sisi keburukan moral dari orang kulit putih pada masa perbudakan di Amerika.
SIKAP PELANGGAN MENGENAI PROGRAM CRM “RETURN GUEST PROGRAM” DI SURABAYA PLAZA HOTEL Liana Elviyanti Tan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.858 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap pelanggan mengenai program CRM “Return Guest Program” yang dijalankan oleh Surabaya Plaza Hotel. CRM merupakan merupakan proses memperoleh, mengembangkan, dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan agar tetap setia dan membeli lagi produk atau jasa tersebut. Surabaya Plaza Hotel menerapkan CRM dalam sebuah program yang disebut dengan “Return Guest Program”. Program ini dibuat dengan tujuan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Komponen-komponen yang ada dalam sikap pelanggan turut berperan dalam menentukan penilaian terhadap program CRM yang dimiliki oleh Surabaya Plaza Hotel. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan sikap pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan sikap pelanggan positif terhadap “Return Guest Program” yang dimiliki oleh Surabaya Plaza Hotel.