cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 56 Documents clear
WACANA MENGENAI HUMAN TRAFFICKING DALAM FILM “JAMILA DAN SANG PRESIDEN” Rosa Oktaviani Tanesia
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.481 KB)

Abstract

Film Jamila dan Sang Presiden dibuat berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet mengenai human trafficking di Indonesia. Human trafficking adalah salah satu permasalahan yang masih belum bisa teratasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana mengenai human trafficking dalam film Jamila dan Sang Presiden. Untuk itu, digunakan metode analisis wacana kritis model Sara Mills. Penelitian ini menemukan ketidakberpihakan peran negara kepada seorang perempuan korban human trafficking yang berdampak pada aspek moral, gender, dan makin maraknya kasus human trafficking. Kontribusi penelitian ini agar perempuan harus berjuang dengan atau tanpa bantuan pihak lain untuk bisa memperbaiki kondisi yang tidak baik ini. Di mana perempuan diperlakukan tidak adil, dieksploitasi, tidak bisa memperoleh haknya, dan dimarjinalkan.
THE PORTRAYAL OF EAST JAVA IN PUBLIC SERVICE ANNOUNCEMENTS PRODUCED BY JTV Melarissa Benedicta Sjarief
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.639 KB)

Abstract

In today’s culture, the modern society is constantly bombarded with prejudicial and discriminatory images and ideas which can shape stereotype of certain context. The consistency and pervasiveness of cultural stereotypes suggest another route of transmission, namely the television. JTV has been producing Public Service Announcements (PSAs) frequently that portray the cultural daily lives of East Java. This may embed certain level of stereotype to audience minds about East Java. Therefore, the research objective is to see the portrayal of East Java in PSAs produced by JTV. With the research method of quantitative content analysis was undertaken to examine the construction of East Java by using the components of portrayal of culture in media as a gauge. The findings as overall are the components that present and consistently shown in JTV PSAs tend to depict stereotypical traits of East Java culture. The results give a strong foundation that it likely displays hegemony process by JTV through the imagery shown in its PSAs. It highlights the tendency of traditional value when associated with modernism concept. The portrayals of East Java were appropriated with the discourse of “traditional” and “modern” distinctions, which more likely show the traditional value of East Java. This study can be used as a foundation for further research about media portrayal. Also, this study contributes to media institutes as consideration for the production concept.
“WRECK IT RALPH”: STUDI GENRE PADA FILM DISNEY ANIMATION STUDIOS Fransisca Devita
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.375 KB)

Abstract

“Wreck It Ralph” adalah sebuah film animasi produksi Disney Animation Studios yang menceritakan kehidupan dan petualangan seorang penjahat di dunia permainan bernama Ralph. Film ini adalah sebuah film yang membawa konvensi-konvensi genre yang berbeda dari film Disney sebelumnya. Peneliti melakukan analisis genre terhadap film “Wreck It Ralph” menggunakan 6 konvensi genre menurut Jane Stokes, yaitu setting, lokasi, peristiwa-peristiwa naratif, plot, karakter, dan ikonografi, untuk mengetahui genre apa yang dikonstruksikan dalam film. Genre adalah sebuah sistem penting yang dibuat oleh industri untuk menarik penonton sebanyak-banyaknya, dan memuat isu-isu sosial. Melalui analisis genre ini, peneliti menemukan bahwa “Wreck It Ralph” mengonstruksikan genre aksi, drama, dan fantasi, dengan campuran 10 genre lain. Peneliti juga menemukan adanya pergeseran konvensi dari Disney pada genre drama dan fantasi. Melalui genre drama, Disney membawa bullying sebagai tema utama, yang belakangan menjadi populer di Amerika Serikat. Dengan demikian, genre dan bullying sama-sama menjadi sebuah komoditas untuk mendatangkan keuntungan bagi industri.
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI (PASUTRI) YANG HAMIL DI LUAR NIKAH Santi Yulia Winata
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.367 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen konflik pasangan suami istri (pasutri) yang hamil di luar nikah. Dalam penelitian ini konflik yang dialami, dikelompokkan ke dalam 5 jenis konflik yang dikemukakan oleh Verderber dan Fink (2007) yaitu, pseudoconflict atau konflik semu, fact conflict atau konflik fakta, value conflict atau konflik nilai, policy conflict atau konflik kebijakan, dan ego conflict atau konflik ego. Serta ditemukan pula konflik yang tidak termasuk ke dalam 5 jenis ini, yaitu unexpressed conflict atau konflik yang tidak diekspresikan. Unexpressed conflict ini dipengaruhi dan mempengaruhi kelima jenis konflik lainnya.Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa strategi manajemen konflik pada pasutri hamil di luar nikah. Mereka menggunakan strategi face enhancing, talk strategies, argumentativeness yang berhasil menyelesaikan konflik. Selain itu juga menggunakan strategi win-win, win-lose, dan avoidance yang menyebabkan ketidakpuasan. Hasil penelitian menunjukkan dari banyaknya jenis konflik ini, sebagian besar diatasi dengan strategi manajemen avoidance atau penghindaran karena terdapat ketakutan terjadi perusakan hubungan dan kepedulian terhadap anak.
SIKAP PENONTON SURABAYA TERHADAP PESAN IKLAN 3 “ALWAYS ON BEBAS ITU NYATA” VERSI CEWEK DAN COWOK Caroline Suryanto Suciadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.908 KB)

Abstract

Iklan merupakan alat untuk mengkomunikasikan berbagai tujuan perusahaan. 3 (baca: Tri) menggunakan periklanan di televisi untuk menginformasikan paket AlwaysOn yang memberikan kebebasan itu nyata kepada khalayaknya yang luas. Dalam merancang pesan iklan di televisi diperlukan strategi supaya tercipta pesan iklan yang ideal dan mengena pada target sasaran yang dituju. Pesan yang disampaikan haruslah mendapatkan perhatian, menumbuhkan ketertarikan, merangsang keinginan dan memperoleh tindakan. Indikator pesan iklan digabung sedemikian rupa untuk membuat pesan iklan 3 “Always On Bebas itu Nyata” versi cewek dan cowok yang menarik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan sikap terhadap pesan iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap penonton Surabaya positif terhadap pesan iklan 3 “Always On Bebas itu Nyata” versi cewek dan cowok.
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN MURID PENYANDANG AUTIS DI KURSUS PIANO SFORZANDO SURABAYA Imanuel Budianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.721 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan proses komunikasi interpersonal antara guru dengan murid penyandang autis di kursus piano Sforzando Surabaya. Komunikasi secara interpersonal terjadi antara guru dan murid autis dalam proses pengajaran materi les piano. Penelitian ini melihat bagaimana guru berkomunikasi dengan murid autis yang mempunyai kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan melakukan pengamatan dan wawancara dua informan untuk mengamati dan mendeskripsikan komunikasi interpersonal antara Mike (murid yang telah mengikuti les piano selama enam tahun) dan Jack (murid yang baru enam bulan mengikuti les piano) dengan guru lesnya. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa guru lebih banyak menyampaikan materi dengan cara verbal namun ketika cara tersebut tidak berhasil maka guru akan mengkomunikasikan kembali dengan verbal dan nonverbal sampai murid mengerti. Murid lebih banyak menggunakan bahasa nonverbal untuk berkomunikasi, namun dalam keadaan mendesak maka murid autis akan menggunakan bahasa verbal untuk berkomunikasi. Hambatan psikologis dan hambatan semantik merupakan hambatan yang sering muncul. Reward and punishment juga merupakan bagian dari pesan yang disampaikan secara verbal maupun nonverbal. Pesan dan saluran merupakan komponen komunikasi interpersonal yang penting dalam proses penyampaian materi dari guru kepada murid autis.  Dalam penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi secara interpersonal membantu untuk dapat mempengaruhi kemampuan berkomunikasi kearah yang lebih positif.