cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 60 Documents clear
PARTISIPASI POLITIK DALAM FOTO DEMONSTRASI ANTI KENAIKAN BAHAN BAKAR MINYAK 2012 DI HARIAN KOMPAS DAN HARIAN JAWA POS Christian Marvy
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.837 KB)

Abstract

Wacana pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada tanggal 1 April 2012 ditanggapi serius oleh masyarakat Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat membuat aksi demonstrasi, hingga puncak aksi demo pada tanggal 27 Maret 2012. Demonstrasi adalah bagian dari partisipasi politik yang dibedakan ke dalam dua kategori yaitu partisipasi konvensional dan partisipasi tidak konvensional. Partisipasi politik seperti ini diberitakan oleh banyak media, yang diantaranya adalah Harian Kompas dan Jawa Pos. Harian Kompas dan Jawa Pos adalah dua surat kabar Indonesia yang memiliki oplah tertinggi. Untuk melihat jenis partisipasi seperti apa yang ditampilkan pada Harian Kompas dan Jawa Pos, penelitian ini menggunakan teori EDFAT dalam membedah foto-foto jurnalistik yang diterbitkan oleh kedua surat kabar tersebut. Berdasarkan hasil koding yang telah disetujui, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa foto-foto demonstrasi anti kenaikan BBM 2012 pada Harian Jawa Pos dan Harian Kompas lebih banyak menampilkan partisipasi politik yang ilegal yang menampilkan kekerasan pada manusia. Namun perbedaannya foto-foto pada Harian Kompas lebih banyak menggunakan long shot, sedangkan Harian Jawa Pos lebih banyak menggunakan teknik kamera medium shot dan dari keseluruhan foto paling banyak diambil pada siang hari (midday sun).
PENERIMAAN PASANGAN BERPACARAN TERHADAP PLURALISME AGAMA DALAM FILM “3 HATI DUA DUNIA SATU CINTA” Mirawati Mirawati
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.319 KB)

Abstract

Pluralisme agama dalam hubungan berpacaran beda agama masih menjadi suatu hal yang diperdebatkan di negara Indonesia yang plural ini. Film “3 Hati Dua Dunia Satu Cinta” mengandung pluralisme agama dalam hubungan berpacaran beda agama yang dimaknai berbeda oleh informan. Informan dalam penelitian ini adalah pasangan berpacaran, baik yang menjalani hubungan berpacaran seagama dan yang berbeda agama. Penelitian ini menggunakan teori pluralisme agama. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara yang mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah pasangan berpacaran seagama memiliki penerimaan yang negotiated sedangkan pasangan berpacaran berbeda agama dominant hegemonic terhadap pluralisme agama dalam film “3 Hati Dua Dunia Satu Cinta”. Hasil interpretasi menunjukkan tiga temuan tambahan. Pertama, informan menyadari bahwa hubungan berpacaran beda agama bukan merupakan suatu hiperrealitas. Kedua, informan memaknai pluralisme agama hanya pada perbedaan simbol dan praktik keagamaan saja, tetapi tidak pada esensi atau substansi ajaran suatu agama. Ketiga, informan memiliki sikap inklusif dalam menerima pluralisme agama dalam film “3 Hati Dua Dunia Satu Cinta”. Sikap inklusif memandang bahwa agama lain juga memiliki kebenaran, walaupun menganggap agamanya paling istimewa.
PROSES KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK PADA KELUARGA DENGAN IBU BEKERJA DAN AYAH SEBAGAI AYAH RUMAH TANGGA Gloria Mariska Lumanauw
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.541 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses komunikasi antara orang tua dan anak pada kondisi ibu bekerja dan ayah sebagai ayah rumah tangga. Ayah rumah tangga adalah ayah yang sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak mencari nafkah di luar rumah. Penelitian ini dijabarkan melalui elemen dari proses komunikasi oleh Vardiansyah. Proses komunikasi dimulai saat pesan diinterpretasikan, kemudian masuk pada tahap penyandian atau encoding, setelah itu pesan dikirimkan komunikator kepada komunikan, kemudian dilihat apakah dalam perjalanan pesan dari komunikator kepada komunikan menggunakan jenis media apa, setelah itu pesan diterima komunikan dan diurai oleh akal budi manusia atau biasanya proses ini disebut decoding dan berakhir pada tahap interpretasi lagi. Penelitian ini dilakukan pada dua masa berbeda yaitu pada masa sekolah dan pada masa liburan, hal ini dilakukan karena adanya perbedaan cara berkomunikasi antara orang tua dan anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, sehingga peneliti dapat melakukan wawancara dan observasi secara mendalam serta berkelanjutan. Hasil penelitian ini akan menunjukkan bahwa proses komunikasi yang terjadi pada kondisi keluarga dimana ibu bekerja dan ayah menjadi ayah rumah tangga sangat bergantung pada konsistensi menjalankan peran dalam keluarga juga pada latar belakang masa lalu tiap anggota keluarga.
STRESSOR PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA ETNIS PADA TAHAP: LAUNCHING CHILDREN AND MOVING ON DALAM SEBUAH PERNIKAHAN Stevi Ayu Novita
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.568 KB)

Abstract

Pada penelitian ini yang menjadi fokus adalah stressor apa yang dihadapi oleh pasangan suami istri beda etnis, Indonesia-Belanda dan Korea, dalam tahap pernikahan launching children and moving on. Setiap perubahan dalam keluarga memberikan kontribusi perubahan dalam sistem keluarga; hal ini menimbulkan stressor pada keluarga dan digambarkan dalam model ABC-X Hill. Ditemukan jenis stressor yang dihadapi oleh pasangan suami istri beda etnis yaitu stressor vertikal, family emotional patterns dan stressor horisontal, life cyle transition.
STAR STUDIES TERHADAP IMAGE SYAHRINI Debby Natalia Carolina
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.735 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui image apa yang dikonstruksikan oleh Syahrini melalui penampilannya di media, baik televisi dan internet. Unsur-unsur penelitan star studies dari Richard Dyer yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan image tersebut. Jenis sumber data yang akan diteliti adalah video clip, iklan, program acara, wawancara dan penampilan di televisi, dan akun pribadi instagram Syahrini. Beberapa teori yang digunakan dalam penelitian ini teori star studies, star, star image, pop culture, trendsetter, life style, consumerism, dan paradigma konstruksivisme. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode star studies untuk mendeskripsikan image yang dibentuk oleh Syahrini melalui media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Syahrini merupakan seorang konsumeris yang tidak digunakan untuk pemuasan hasrat konsumsinya, melainkan sebagai cara untuk mensejajarkan image dirinya yang merupakan representasi dari Kim Kardhasian.
PENERIMAAN PEREMPUAN MENGENAI WACANA DYSMORPHOPHOBIA DALAM FILM 200 POUNDS BEAUTY Djinna Soesanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.126 KB)

Abstract

Penerimaan perempuan terhadap suatu film berbeda satu dengan yang lain. Dalam film 200 Pounds Beauty terdapat wacana dysmorphophobia atau yang dikenal dengan Body Dismorphic Disorder (BDD) yang dimaknai oleh perempuan secara berbeda-beda. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori analisis penerimaan dan Body Dismorphic Disorder. BDD mencangkup beberapa aspek, yaitu aspek kognitif, afeksi, behavioral, dan hubungan sosial.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam. Penelitian ini mengacu pada teori analisis penerimaan dan Body Dismorphic Disorder. Informan dalam penelitian ini adalah perempuan yang berpotensi mengalami gejala BDD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informan yang termasuk dalam golongan perempuan yang memiliki berat badan di bawah normal memiliki penerimaan dominan mengenai wacana dysmorphophobia dalam film 200 Pounds Beauty. Sedangkan informan yang memiliki berat badan normal, kelebihan, dan obesitas memiliki penerimaan negosiasi mengenai wacana dysmorphophobia dalam film 200 Pounds Beauty.
STRATEGI KAMPANYE “BREAST CANCER AWARENESS MONTH” Alodia Libertine Chandra
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.376 KB)

Abstract

Salah satu komunitas di Indonesia yang berpusat di Surabaya adalah Reach To Recovery Surabaya (RRS). Pada bulan Oktober 2012 RRS mengadakan kampanye “Breast Cancer Awareness Month”. Tujuan dari kampanye tersebut diadakan adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat Surabaya terutama remaja putri untuk melakukan deteksi dini atau yang biasa disebut sebagai SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh “Reach To Recovery Surabaya” (RRS) dengan menggunakan studi kasus kampanye “Breast Cancer Awareness Month”. Melalui penelitian ini dapat diketahui bagaimana kampanye digunakan oleh sebuah komunitas untuk mencapai tujuan organisasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan observasi.
CLASSROOM COMMUNICATION PROCESS DALAM PENDIDIKAN KARAKTER KRISTEN DI SMA KRISTEN PELANGI KRISTUS Evie Santoso
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.46 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan classroom communication process di SMA Kristen Pelangi Kristus dalam pendidikan karakter Kristen yang merupakan hal utama dan ditanamkan secara terintegrasi dalam setiap proses belajar mengajar yang ada di sana. Penulis menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian dan menggunakan observasi non-partisipan serta wawancara mendalam dengan informan penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Yang menjadi informan dalam penelitian ini ialah supervisor dan murid kelas X dan XI SMA Kristen Pelangi Kristus.Hasil penelitian menunjukkan, pendidikan karakter Kristen dalam classroom communication process di SMA Kristen Pelangi Kristus, dipengaruhi oleh setiap elemen komunikasi yang terkait di dalamnya. Mulai dari komunikator sampai komunikan mempunyai peran aktif dalam penyampaian dan penerimaan pesan yang berupa materi pembelajaran sesuai mata pelajaran maupun karakter Kristen yang diintegrasikan di dalam proses belajar mengajar. Ada dua cara yang digunakan untuk mengintegrasikan karakter Kristen di dalam setiap materi pembelajaran yaitu secara Integrated dan Connected.
KONGLOMERAT MEDIA SEBAGAI ELITE POLITIK: WACANA DALAM PEMBERITAAN HARY TANOESODIBJO DI KORAN SINDO Lydia Rosalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.434 KB)

Abstract

Pada tahun 2009 wacana konglomerat media yang terjun dalam dunia politik pernah diangkat oleh The Jakarta Post. Wacana tersebut menjadi perdebatan, antara siapa konglomerat media yang memang punya afiliasi politik, layak atau tidak mereka terjun ke dunia politik. Jelang Pemilu 2014, wacana ini kembali marak. Hary Tanoesodibjo menjadi salah satu tokoh yang menarik untuk diteliti dibandingkan dengan Aburizal Bakrie dan Surya Paloh. Hary Tanoesodibjo (HT) sebagai konglomerat MNC Group, kerajaan media terbesar di Indonesia, menjadi perbincangan setelah mengundurkan diri dari Partai NasDem. SINDO menampilkan berita utama dan mainpicture berjudul “HT All Out Besarkan Hanura” pada 18 Februari 2013 yang merupakan kulminasi dari berita-berita HT di Koran SINDO pasca keluar dari NasDem, serta menandai awal dari karir politik HT di tahun 2013 melalui Partai Hanura. Peneliti ingin menguak bagaimana wacana konglomerat media, Hary Tanoesodibjo, sebagai elite politik dalam berita tersebut. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Fairclough yang melihat bahasa sebagai praktik kekuasaan, berdasarkan 3 dimensi yakni teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Temuan peneliti yang pertama yakni wacana mengenai konglomerat media, HT, diperebutkan oleh parpol karena kekuatan finansial dan medianya. Kedua, HT yang masih terbilang tokoh muda di dunia politik diberi jabatan penting di dalam Hanura sebagai pendongkrak elektabilitas partai. Ketiga, HT cenderung untuk mencari otoritas politik yang lebih dari sekedar Hanura. Terakhir, HT menggunakan perusahaan medianya sebagai sarana politik, termasuk SINDO.
PENERIMAAN PEMIRSA PEREMPUAN TERHADAP PESAN GAYA HIDUP DALAM IKLAN-IKLAN KOPI DENGAN ENDORSER PEREMPUAN Janice Ambara
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.905 KB)

Abstract

Penelitian ini melihat penerimaan pemirsa perempuan terhadap gambaran gaya hidup dalam iklan-iklan kopi dengan endorser perempuan. Ada empat bentuk gambaran gaya hidup yang diteliti yakni, status, mobilitas tinggi, bercengkrama di tempat-tempat tertentu, dan gaya hidup instan. Analisis penerimaan (reception analysis) encoding-decoding Stuart Hall digunakan untuk melihat pemaknaan lima informan peminum kopi perempuan yang terdiri dari Coffee Gourmet (peminum kopi dengan makanan tertentu), Task Master (peminum kopi untuk mempertahankan fokus), Coffee Addict (pecandu kopi), Social Drinker (peminum kopi untuk berkumpul bersama teman), Comfort Lover (penyuka minuman hangat untuk di genggam). Penelitian ini menemukan bahwa hanya Coffee addict dan Task Master yang Oposisi pada gaya hidup instan. Sedangkan Coffee Gourmet dan Comfort Lover saja yang Negosiasi  pada gaya hidup bercengkrama di tempat-tempat tertentu sembari mengkonsumsi kopi. Penerimaan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan informan dalam mengkonsumsi kopi pada kehidupan sehari-hari dan pengetahuan mereka tentang iklan-iklan kopi lainnya.